
Mansion Geng Doughty
Sudah beberapa hari berlalu dan hampir setiap malam, Ezra sama sekali tak bisa mengistirahatkan pikirannya. Semua penuh tentang Gazbiyya, ada perasaan menyesal juga bersalah yang amat besar.
Semua teman-temannya menyalahkan keputusan sepihak yang dia lakukan.
"Gazbiyya, bagaimana keadaanmu sekarang? kamu dimana?"
Ingin sekali Ezra menanyakan itu pada dunia, namun dia sadar jika semua yang terjadi pada Gazbiyya adalah salahnya.
3 hari yang lalu, saat Ezra menyerahkan Gazbiyya pada Kendrick. Malamnya pun dia tak bisa tidur, pikirannya terus tertuju pada sahabatnya itu.
Lalu keesokan harinya, Ezra mendapat kabar buruk jika semalam, di Mansion NOXIOUS terjadi kebakaran.
Didalam kamar Kendrick, saat kebakaran terjadi. Hanya ditemukan Kendrick yang tengah tak sadarkan diri dengan setengah badan yang mengalami luka bakar.
Padahal, Menurut keterangan dari Liora, seharusnya Gazbiyya juga ada disana.
Namun nyatanya tak ditemukan sosok Gazbiyya, gadis itu seakan menghilang ditelan bumi.
"Ezra, kamu melamun lagi?" terdengar suara lembut dibalik punggung Ezra, dan itu adalah suara Freya
Ezra yang semula sedang menatap pemandangan dari jendela kamarnya, kini perlahan membalikkan tubuh menghadap Freya.
Lelaki itu tersenyum menatap sang kekasih yang baru saja terbngun dari tidur.
"Kenapa sudah bangun? Tidur lagi aja, masih pukul 5 pagi kok" dengan penuh kelembutan, Ezra mengelus puncak kepala Freya
Namun Freya tak memiliki keinginan untuk kembali tidur lagi,
"Kamu gak bisa tidur lagi ya?" tanya Freya
"Iya"
"Pasti kepikiran sama Gazbiyya kan?"
Ezra tak berniat menjawab pertanyaan dari Freya, dia hanya tersenyum tipis.
"Ezra, jika aku tak mengandung anakmu. Apakah kamu akan tetap memilih aku?"
Gerakan tangan Ezra yang semula sedang mengelus kepala kekasihnya, kini refleks terhenti.
Entah kenapa Ezra tak bisa menjawab pertanyaan dari Freya, Freya adalah kekasih yang dia cintai. Lalu Gazbiyya adalah seseorang yang sangat berarti dihidupnya selama ini.
Kenyataannya baik Gazbiyya maupun Freya, mereka berdua memiliki tempat khusus dihidupnya.
"Ezra, jika saat itu Gazbiyya menolak permintaanmu. Apakah kamu akan terus memaksannya atau membiarkanku tetap berada disana?"
"Aku pasti akan mencari cara lain, untuk bisa membebaskan kamu dari sana" jawab Ezra
Kenyataannya, Ezra sudah memaksa Gazbiyya. Bahkan saat sahabatnya itu belum memberikan jawaban, Ezra sudah terlebih dahulu berlutut dibawah kaki Gazbiyya demi mendapatkan kata iya dari sahabatnya itu.
Dan sekarang, Ezra menyesal.
"Cara apa? Kamu jelas tahu jika yang bisa membebaskan ku hanya lah Gazbiyya"
"Freya, bisakah kita menyudahi pembahasan ini? Semua sudah berlalu, dan yang penting kamu sekarang sudah kembali bersama ku lagi" pinta Ezra pada kekasihnya itu
Namun Freya sama sekali tak menuruti ucapan Ezra, wanita yang tengah hamil 2 bulan itu masih ingin melanjutkan obrolannya.
"Apanya yang sudah berlalu, Zra? Kenyataannya kamu masih terus memikirkan Gazbiyya.
Bahkan kamu gak tidur dan selalu terlihat melamun"
"Freya, Gazbiyya itu sahabat aku. Jadi wajar saja bila aku mengkhawatirkannya, apalagi dia seperti ini gara-gara ulahku" tanpa sadar, Ezra telah meninggikan nada bicarannya
Karna Ezra sama sekali tak menyukai ucapan dari Freya tadi.
Jika Freya melarangnya untuk tidak memikirkan Gazbiyya, itu artinya Freya sangat egois.
"Sudahlah, mending kamu istirahat lagi. Aku mau turun ke lantai bawah dulu" pamitnya sebelum berlalu pergi meninggalkan Freya sendiri dikamar
Pada akhirnya Ezra lebih memilih untuk menyudahi obrolan mereka dengan kabur. Dirinya yakin jika terus berlanjut, maka yang ada hanya akan mendatangkan pertengkaran.
Ezra tak mau menyakiti kekasihnya dengan ucapan kasarnya nanti, saat ini Freya sedang mengandung, dan dia tidak boleh membuatnya stres.
Namun tak disangka jika dia harus bertemu Zayyan disana.
"Gak bisa tidur lagi, eh ?" sindir Zayyan
Ezra masih asyik meneguk minuman dinginnya dari botol, dia sama sekali tak menghiraukan sindiran dari temannya itu.
"Entah bagaimana keadaan Gazbiyya sekarang, Haidar pasti sangat menyesal karna sudah menitipkan Gazbiyya ke padamu"
Tanpa sadar, Ezra meremas bekas botol minumnya dengan kuat. Ucapan Zayyan benar-benar menusuknya, Ezra seakan tertampar dengan ucapan itu.
Tak bisa melampiaskan emosinya pada Zayyan, Ezra lebih memilih berlalu pergi dari dapur.
Lagi lagi dia bertingkah seperti seorang pengecut, memilih menghindar saat ada orang yang menyalahkannya.
...•••...
Keadaan Allgar tak jauh berbeda dengan Ezra, dia memiliki hobi baru. Yaitu, sering memperhatikan wajah Gazbiyya dalam diam seperti saat ini.
Kondisi Gazbiyya masih sama seperti sebelumnya, perempuan itu masih setia dengan tidur panjangnya.
Mungkin alam mimpinya jauh lebih indah dibanding dunia nyata.
"Gazbiyya, kenapa tidur terus? Apa kamu masih marah denganku?"
Tak ada jawaban, yang ada hanya suara dari alat pendeteksi jantung.
"Kalau kamu marah, kamu bisa langsung melampiaskannya padaku. Bukan malah kekanakan gini, tidur terus, gak bangun-bangun"
"Padahal, aku mau ajak kamu jalan-jalan ke tempat yang bagus.
Kamu suka bunga kan? Aku akan membawamu ke kota Ainsley, disana banyak padang rumput yang juga ditumbuhi banyak bunga"
Allgar terus berbicara seolah Gazbiyya bisa mendengarnya, bahkan dia tidak menyadari jika dibalik pintu ada Vilash dan Kinara yang memperhatikannya.
Kinara melihatnya penuh haru.
Gadis yang terus memanggil Gazbiyya dengan sebutan "Kak" itu, tidak pernah menyangka jika seorang Allgar bisa berbuat hal konyol seperti ini.
"Ternyata Kak Allgar bisa manis juga ya" ucapnya pada Vilash
"Selama ini, aku kira kak Allgar itu gak punya hati. Tapi ternyata aku salah, buktinya kak Allgar baik banget sama kak Biyya"
Vilash hanya menanggapinya dengan anggukan dan juga senyuman.
Melihat Allgar yang seperti itu, entah mengapa malah membuatnya merasa tak tenang. Masih banyak rahasia yang belum sepenuhnya terbongkar.
Lagi pula, kondisi Gazbiyya yang seperti ini malah membuat Vilash tak yakin dengan perasaan Allgar pada perempuan itu.
Jika mengatakan Allgar yang jatuh cinta pada Gazbiyya, mungkin itu terdengar sedikit mustahil.
Allgar yang dia kenal bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta. Buktinya sampai sekarang, masih ada seorang wanita lain yang masih mengharapkan perasaannya dibalas oleh Allgar.
"Kak Vilash, kakak kenapa malah melamun sih?" gerutu Kinara dengan wajah kesal
"Eh iya, kenapa Kinara?" balas Vilash gelagapan
Jadi sedari tadi dia hanya bicara sendiri, buktinya Vilash malah sibuk dengan lamunanya.
"Lagi mikirin apa sih kak? Serius banget lamunanya, sampai nyuekin aku"
"Cuma kepikiran sama kondisinya Gazbiyya kok" ucapnya sembari mengelus puncak kepala Kinara
"Menurut kak Vilash, kira-kira sampai kapan kak Biyya bisa bertahan?" tanya Kinara dengan nada sedih
"Aku juga gak tahu, Nara. Tapi, kita semua harus bersiap untuk menerima segala resiko yang nantinya terjadi pada Gazbiyya" balasnya penuh sesal
Meski pun menyakitkan, namun itu lah kenyataannya.
Kalau sampai Gazbiyya bisa tersadar dari komanya, itu artinya sebuah keajaiban menghampiri perempuan itu.
...•••...