The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 16. Kabar Buruk...



Sudah beberapa hari berlalu sejak pernyataan sayang Allgar pada Gazbiyya yang berakhir dengan sebuah penolakan.


Kini kedua orang itu bersikap berbeda, contohnya seperti saat ini. Suasana canggung di antara Allgar dan Gazbiyya jelas sekali terlihat, keduanya tampak selalu menjaga jarak.


Bahkan Gazbiyya yang ikut cerewet saat tengah berkumpul bersama, kini gadis itu hanya menimpali seadanya pada obrolan yang sedang berlangsung.


Dan semua itu tak lepas dari perhatian Kinara dan juga Claretta, keduanya merasa bersalah.


Hubungan Allgar dan Gazbiyya menjadi renggang karna ulah mereka.


Seandainya mereka tak terlalu ikut campur dalam hubungan Gazbiyya, mungkin dua orang itu masih dekat.


"Cla, sepertinya kita harus meminta maaf sama kak Biyya deh. Gara-gara ulah kita, kak Allgar sama kak Biyya jadi merenggang gitu" bisik Kinara didekat telingan Claretta


"Kan waktu itu sudah minta maaf, Nara"


Waktu itu, Allgar memang meminta Claretta dan Kinara untuk tidak menggangu Gazbiyya lagi. Terlebih soal masalah kedekatan Allgar dan Gazbiyya,


Lelaki itu juga menjelaskan jika dirinya tak memiliki hubungan spesial dengan Gazbiyya, semua perlakuan manisnya selama ini hanya sebatas seorang kakak kepada adiknya.


Karna Allgar sudah mengnggap Gazbiyya seperti keluarganya sendiri.


"Ya, kita minta maaf lagi dong. Sumpah, aku masih merasa bersalah banget"


"Udah, jangan aneh-aneh. Kamu lupa sama peringatan dari kak Allgar? Memangnya kamu mau, dikasih hukuman sama dia?"


Kinara dengan refleks menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia sudah pernah melihat Allgar menghukum anak buahnya, dan itu benar-benar membuatnya bergidik ngeri.


"Gazbiyya, kamu kenapa? Tumben, akhir-akhir ini, aku perhatikan kamu kok kayak lebih banyak diam ya" ujar Elvan yang disetujui oleh yang lainnya


"Gak papa kok kak, mungkin perasaan kak Elvan aja. Aku masih sama seperti biasanya" balas Gazbiyya sembari tersenyum manis


Sejujurnya, Gazbiyya sendiri pun tidak tahu dengan perubahan pada dirinya.


Entah kenapa, dia merasa sangat bersalah jika melihat Allgar.


Sikap Allgar kepadanya juga berubah, kembali dingin seperti saat pertama kali dia datang ke Mansion ini.


Dan tak bisa dipungkiri jika dirinya merasa rindu dengan kebaikan laki-laki itu padanya.


Lalu ditengah rasa galaunya, tiba-tiba ponsel Gazbiyya yang berada di kantung celana mengeluarkan notifikasi panggilan.


Dan setelah di cek, ternyata panggilan tersebut dari Ezra.


Kemudian dengan sopan, Gazbiyya ijin untuk keluar menerima telvon.


Tanpa menunggu waktu lama, Gazbiyya segera menerima panggilan tersebut.


"Hallo, Zra" sapa Gazbiyya dengan nada riang, sudah lumayan lama mereka tidak saling bertukar kabar


"Gazbiyya" panggil Ezra dengan suara bergetar,


Gazbiyya yang mendengarnya pun menjadi khawatir, suara Ezra jelas sekali sedang menahan tangis.


Langsung saja pikiran negatif menghampiri Gazbiyya, gadis itu takut terjadi hal buruk pada Ezra


"Ezra, kamu kenapa? Kamu menangis?" tanya Gazbiyya dengan tidak sabaran


Terdengar helaan nafas berat dan panjang dari seberang telvon, sepertinya Ezra sedang menengkan dirinya terlebih dahulu sebelum kembali berbicara dengan Gazbiyya.


"Biyya, kamu sayang sama aku kan?" tanya Ezra


Refkeks Gazbiyya menganggukan kepalanya, namun sejurus kemudian dia sadar jika anggukannya tak bisa dilihat oleh sahabatnya itu.


"Iya Ezra. Tentu saja, aku sayang sama kamu"


"Kamu mau minta tolong apa Zra? Aku pasti bakal bantuin kamu" balas Gazbiyya dengan cepat


Bagi Gazbiyya, saat ini, Ezra adalah orang terpenting dalam hidupnya. Tentu saja, dirinya akan melakukan apapun demi Ezra.


"Freya, dia diculik sama GENG NOXIOUS. Aku bingung mesti bagaimana buat membebaskan dia" jeda Ezra pada ceritanya, hembusan nafas Ezra terdengar amat berat


"Biyya, kamu pulang ya. Aku butuh kamu" lanjutnya dengan suara lirih


"Iya, aku pasti akan pulang secepatnya Zra"


Tanpa ragu, Gazbiyya mengiyakan permintaan dari Ezra. Bahkan dia melupakan misi persembunyianya, seharusnya dia pulang saat Kendrick sudah benar-benar menyerah atas dirinya.


...•••...


Di dalam ruang santai, semua orang terlihat tak menyetujui ide dari Gazbiyya. Mereka meminta gadis itu untuk memikirkan kembali mengenai keputusannya.


Iya, mereka semua memang sudah tahu cerita asli dibalik alasan persembunyian Gazbiyya.


Bukan masalah keluarga, tapi tentang Gazbiyya yang sebenarnya tengah melarikan diri dari ancaman Kendrick dan GENG NOXIOUS.


"Tapi Ezra butuh aku, Cla. Dia pasti sedang sedih karna masalah Freya" ucap Gazbiyya yang masih kukuh memertahankan keputusannya


"Biyya, kami semua tahu kalau kamu sangat mengkhawatirkan sahabat mu itu. Tapi kamu juga harus memikirkan keadaan mu sendiri" ujar Kevlar


"Iya, benar apa kata Kevlar. Bagaimana jika semua ini hanya sebuah jebakan, supaya kamu mau keluar dari tempat persembunyian mu selama ini" tambah Vilash


Sejenak, Gazbiyya merasa ragu mendengar ucapan dari Vilash. Hati kecilnya juga merasa takut jika sesuatu yang buruk akan menghampirinya.


Namun secepat mungkin Gazbiyya mengenyahkan segala pemikiran buruknya. Dia percaya, jika Ezra tak mungkin membuatnya dalam bahaya.


"Enggak mungkin kak. Ezra gak mungkin membohongi ku, dia gak akan menempatkan ku dalam bahaya" ucap Gazbiyya dengan tegas


Sepertinya gadis itu sudah benar-benar bulat akan keputusannya untuk pulang. Terbukti semua rayuan dan pendapat dari yang lainnya tak dihiraukan oleh Gazbiyya.


Semua orang yang ada diruangan itu hanya bisa menghela nafas panjang. Mereka dengan kompak melirik ke arah Allgar, meminta lelaki itu untuk membujuk Gazbiyya agar membatalkan rencana pulangnya.


Mungkin saja, setelah mendengar ucapan dari Allgar. Gazbiyya mau mendengarkannya.


"Jika dia memang ingin pulang, biarkan saja. Kita tidak memiliki hak, untuk memintanya tetap tinggal disini" ujar Allgar pada akhirnya


Namun ucapan Allgar tentu membuat teman-temanya kecewa. Mereka pikir, Allgar mau ikut membujuk Gazbiyya.


Tapi nyatanya malah membiarkan Gazbiyya pergi.


"Vilash, Kinara, kalian antarkan Gazbiyya pulang" perintah Allgar sebelum berlalu pergi meninggalkan ruang santai


Gazbiyya menatap kepergian Allgar dengan perasaan gamang, ada sudut hatinya yang merasa sakit saat melihat Allgar yang seakan tak memperdulikan keadaannya.


Padahal teman-temanya yang lain, berusaha keras untuk membutnya tetap tinggal. Tapi Allgar malah membiarkannya pergi.


Seharusnya Gazbiyya sadar, jika sikap dingin Allgar tak lepas dari penolakannya waktu itu. Gadis itu sendiri yang terang-terangan menolak perasaan tulus dari pemimpin THE IMMORTAL.


Dan sekarang, tanpa rasa malu. Gazbiyya malah mengharap dikhawatirkan oleh Allgar.


"Kak Biyya, ayo kakak siap-siap dulu. Aku sama kak Vilash akan mengantarkan kakak pulang" ucap Kinara yang langsung menyadarkan Gazbiyya dari lamunannya


Gazbiyya pun segera berdiri dan bersiap menuju kamar yang selama ini ditempatinya didalam Mansion. Dia tak akan membawa barang banyak, karna dirinya memang tak memiliki barang saat datang kemari.


Nanti setelah urusannya selesai, Gazbiyya janji akan datang kesini lagi.


Berpamitan pada Allgar dan yang lainnya dengan cara yang benar, bukan seperti saat ini.


...•••...