The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 25. Pacarku Bukan Manusia..



"Gazbiyya" panggil Allgar dengan suara pelan


"Iya kak" Gazbiyya langsung membalasnya,


Namun fokus perempuan itu bukanlah ke arah Allgar, melainkan ke arah bawah dimana air mengalir dengan jernihnya


Saat ini kedua orang itu memang sedang berdiri di tengah jembatan melengkung. Allgar dengan wajah kakunya dan Gazbiyya dengan wajah senangnya.


"Jadilah kekasihku, Biyya" ucap Allgar yang terdengar tegas, namun juga ada sisi kelembutan dalam suaranya


Sedangkan Gazbiyya hanya bisa menatap Allgar dengan sorot kaget, dia masih belum mempercayai pendengarannya saat ini.


Apakah Allgar baru saja memintanya untuk menjadi kekasih dari lelaki itu?


Bagaimana mungkin, ucapan jahil dari Kinara menjadi kenyataan.


"Mulai sekarang, ijinkan aku untuk menjadi pelindungmu Gazbiyya. Aku akan membuat kamu bahagia ketika bersamaku nanti" ucapan itu terdengar meyakinkan,


Allgar terus menatap mata bening Gazbiyya, sembari tangannya menggenggam tangan milik perempuan didepannya ini.


Lelaki itu tengah menunggu sebuah jawaban,


"Aku.." Gazbiyya tak bisa berkata-kata, tenggorokannya terasa kering


"Kak Allgar bercanda ya?" seru Gazbiyya dengan tawa garing miliknya, perempuan itu mencoba mencairkan suasana yang terasa canggung


"Apa aku terlihat sedang bercanda?


Gazbiyya, baik ucapanku di ruang santai saat itu maupun sekarang, aku tidak pernah menganggapnya sebagai lelucon.


Aku serius, aku ingin memiliki kamu sebagai kekasih"


"Apa kak Allgar yakin? Bagaimana kalau nanti kamu menyesal kak, mungkin saja aku bukan perempuan sebaik yang kamu duga selama ini"


"Gazbiyya, aku tidak mungkin memintamu menjadi kekasihku jika aku tidak seyakin ini.


Entah akan menyesal atau tidak, aku pun tidak tahu. Karna kita tidak akan pernah tahu bagaimana akhirnya, sebelum kita memulainya"


Gazbiyya masih belum mengeluarkan suaranya, perempuan itu terlihat sedang berpikir.


Dan sampai akhirnya, gazbiyya pun menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.


Karna rasa senangnya, Allgar pun segera membawa sang kekasih kedalam pelukan. Senyuman manis kompak tersungging dibibir keduanya.


"Makasih" bisik Allgar sembari menghujani puncak kepala Gazbiyya dengan ciuman bertubi-tubi


Jika seperti ini, rasanya dunia ini hanya milik mereka berdua.


Hampir setengah jam lamanya mereka berdua saling berbagi kasih. Kini Allgar mengajak Gazbiyya untuk kembali berjalan ke tempat tujuan yang sebenarnya.


"Masih lama gak kak?" tanya Gazbiyya


Bila tadi Allgar lah yang mengayunkan genggaman tangan keduanya, kini ganti Gazbiyya yang melakukannya.


Perempuan itu melakukannya sembari menatap ke sekeliling yang menyuguhkan pemandangan indah.


"Bentar lagi sampai, tuh tempatnya sudah kelihatan" sambil menunjuk sebuah bangunan klasik yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini


"Wah, itu Villa bukan sih?" decaknya dengan kagum


"Sebenarnya, stok tempat bagus milik kak Allgar itu ada berapa banyak? Kenapa gak habis-habis ya"


Allgar mengelus rambut Gazbiyya karna merasa gemas dengan tingkah kekasihnya itu.


Kekasih, iya, sekarang Allgar sudah bisa menyebut Gazbiyya sebagai kekasihnya.


"Sayang, apa pun yang kamu lihat nanti. Tolong jangan pernah berubah ya,


Terlepas dari kenyataan yang mungkin buat kamu itu mustahil, tapi kamu harus percaya kalau aku beneran sayang sama kamu" Allgar mengatakannya sembari menatap lekat pada kedua mata Gazbiyya


Gazbiyya yang sebenarnya oleng karna panggilan sayang dari Allgar, hanya menanggapi ucapan lelaki itu dengan sebuah anggukkan.


Padahal Gazbiyya tidak memahami apa maksud dari ucapan Allgar, karna nyatanya otak cantik milikinya hanya mampu menangkap kata sayang dari kekasih barunya itu.


Sesaat setelah mereka sampai didepan bangunan klasik itu.


Bukannya mengajak Gazbiyya masuk, Allgar malah membawa Gazbiyya menuju ke belakang Villa.


Dahi Gazbiyya berkerut bingung saat matanya menemukan dua buah makam. Dua makam yang terlihat cantik, dengan atap genting dan juga hiasan tanaman segar.


Dengan sorot matanya, Allgar meminta Gazbiyya untuk mendekati makam tersebut.


Dan hal berikutnya adalah rasa syok yang menyerang Gazbiyya tanpa permisi.


Dua makam itu bertuliskan sebuah nama yang sangat dia kenali.


Haidar dan Allya...


"Kak Haidar, kak Allya?" tangan Gazbiyya dengan refleks mengusap nisan bertuliskan nama dari kedua orang itu


Tentang kenapa nama sang kakak dan kekasih dari kakaknya itu berada di dua makam ini?


Karna yang Gazbiyya tahu, jenazah kakaknya telah dimakamkan dipemakaman keluarga bersama kedua orang tuanya.


Sedangkan untuk Allya, Gazbiyya memang tahu jika kekasih kakaknya itu juga mengalami kecelakaan bersama Haidar.


Namun setelah Allya dan Haidar dibawa ke rumah sakit, keberadaan Allya seakan menghilang begitu saja.


Pihak rumah sakit hanya mengatakan jika Allya sudah dibawa pergi oleh keluarganya, dan Gazbiyya sama sekali tak mengenali keluarga Allya.


Lalu sekarang, Allgar membawanya ke makam perempuan itu.


Itu artinya, Allgar adalah keluarga dari Allya.


"Allya, dia kakak kembar yang pernah aku ceritakan waktu itu" ujar Allgar tiba-tiba,


Lelaki yang baru saja meminta Gazbiyya untuk menjadi kekasihnya itu, seakan mengerti kebingungan dari Gazbiyya.


"Dan untuk Haidar, aku baru tahu jika dia adalah kakakmu"


"Terus, kenapa makam yang satunya bernamakan kak Haidar? Kak Haidar kan dimakamkan di pemakan keluarga kami"


"Sebelum meninggal, Allya berpesan ingin dimakamkan ditempat ini bersama Haidar.


Dan kami pun terpaksa menggali kuburan kakakmu dan memindahkannya kesini. Maaf karna kami melakukannya tanpa seijinmu Gazbiyya"


Gazbiyya tak mampu lagi menopang tubuhnya, jadi selama ini dia curhat pada sebuah makam kosong.


Gazbiyya memang sering meluangkan waktu untuk mengunjungi makam keluarganya, dan tak jarang juga curhat didepan makam kakaknya itu.


"Aku juga tidak pernah menyangka jika kak Allya adalah kakakmu. Selama ini kami memang tak terlalu dekat, karna kak Haidar melarangnya.


Namun aku dan kak Allya pernah beberapa kali mengobrol bersama, dan kak Allya memang tidak pernah mengungkit tentang keluarganya" jelas Gazbiyya yang kini sudah mulai merasa tenang


"Kami memang sengaja menyembunyikan identitas, karna kami sangat berbeda dengan kalian" ujar Allgar


"Maksudnya gimana kak?" tanya Gazbiyya bingung


Sebelum menjawab pertanyaan Gazbiyya, Allgar terlebih dahulu ikut mendudukkan diri disamping kekasihnya itu.


Di ambilnya tangan Gazbiyya untuk kemudian dia kecup, setelah itu Allgar membawanya dalam genggaman.


Menggenggamnya dengan erat seolah tak membiarkan Gazbiyya pergi.


"Karna kami bukan manusia seutuhnya, Gazbiyya.


Darah kami mengalir darah seorang Vampir, dan Kekasihmu ini adalah seorang Vampir murni" akhirnya rahasia itu meluncur dari mulut Allgat


Gazbiyya terdiam kaku, hari ini Allgar berulang kali membuatnya serangan jantung.


Permintaan untuk menjadi kekasih, makam sang kakak yang dipindahkan tanpa sepengetahuannya, fakta bahwa Allya adalah kakak kembar dari Allgar.


Dan yang baru saja terjadi adalah sebuah pengakuan bila kekasih yang baru beberapa menit dia pacari tenyata bukan manusia, melainkan seorang mahkluk IMMORTAL yang berjenis Vampir.


Sepertinya, hal yang bernama takdir memang sedang mempermainkannya.


Hidupnya yang kacau dipertemukan dengan kemustahilan yang bernama Vampir.


"Gazbiyya" panggil Allgar dengan khawatir,


Setelah mendengarkan pengakuannya, Gazbiyya terlihat pucat dengan tatapan kosong.


"Sayang, kamu tidak papa kan? Ngomong Gazbiyya, jangan diam terus seperti ini.


Kamu membuatku khawatir, maaf karna pengakuanku membuatmu terluka" rentetan kalimat meluncur lancar dari bibir Allgar


Lelaki itu masih mencoba menyadarkan Gazbiyya dari rasa terkejutnya.


"Apa kak Haidar tahu jika kak Allya bukanlah manusia seutuhnya? Apa kak Haidar juga mengetahui rahasia kalian?" akhirnya Gazbiyya mengeluarkan suaranya


Allgar yang merasa lega pun langsung membalasnya dengan anggukan cepat.


"Iya, Haidar tahu tentang rahasia kami. Dan dia sama sekali tak peduli, Haidar mau menerima Allya apa adanya"


"Kalau begitu, aku pun juga akan menerima kak Allgar apa adanya.


Meskipun kamu seorang Vampir, namun aku percaya jika bersamamu aku akan merasa sempurna" ucap Gazbiyya sembari memeluk tubuh Allgar dengan erat


Allgar tersenyum bahagia didalam pelukan Gazbiyya, tak ada hal yang lebih membahagiakan dibandingkan diterima dengan tulus oleh orang terkasih.


"Makasih sayang, aku berjanji akan membuat kamu menjadi perempuan paling bahagia didunia ini. Aku tidak akan mengecewakanmu" janji Allgar pada Gazbiyya


Semoga saja janji itu akan terus abadi seperti Allgar yang memikiki takdir abadi..


...•••...