The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 49. 3 vs 1...



Semenjak kedatangan Brianna di Mansion THE IMMORTAL. Suasana di dalamnya kian memanas kala Brianna selalu saja membuat ulah.


Wanita itu dengan sengaja mencari gara-gara dengan Gazbiyya mau pun Claretta. Sama halnya seperti saat ini, dengan santainya Brianna memanen bunga matahari yang kala itu ditanama oleh Gazbiyya dan kedua temannya di dekat Mansion.


Padahal Gazbiyya dan kedua temannya merasa sangat puas karna jerih payah mereka kini membuahkan hasil.


Ladang bunga matahari mereka kompak tumbuh sehat dan berbunga indah.


Namun kini sebuah pemandangan bunga matahari yang bermekaran indah itu telah tiada lagi, karna sebagian sudah dipetik habis oleh Brianna.


"Dasar *****. Berani-beraninya kamu merusak tanaman kita" jerit Claretta penuh amarah


Semakin hari, tingkah Brianna sungguh menguji kesabarannya. Wanita itu tak pernah berhenti untuk mencari masalah dengannya.


"Eh, Claretta" ucap Brianna seolah merasa kaget dengan kehadiran musuh abadinya itu


Lalu tatapannya jatuh pada Gazbiyya dan Kinara yang berada tak jauh dibelakang Claretta.


Dengan sok akrabnya, Brianna menyapa kedua orang itu dengan ramah.


"Hai Gazbiyya dan Kinara.. Kalian datang kesini juga?" sapanya dengan ramah


Brianna menyunggingkan senyum lebarnya seolah sedang mengejak kekalahan dari ketiga musuhnya ini.


"Kenapa kamu melakukan ini, Brianna?" tanya Gazbiyya yang sangat menyesali perbuatan lancang dari Brianna


Meski tanaman bunga matahari termasuk jenis tanaman semusim, sehingga setelah masa berbunga selesai tanaman akan mati.


Namun tindakan Brianna kali ini benar-benar kelewatan.


Bunga-bunga itu belum sepenuhnya tua dan kering, sehingga belum menghasilkan biji yang bagus untuk nantinya mereka tanam lagi.


Dan mereka juga belum puas mengagumi hasil dari jerih payah mereka dibawah teriknya sinar matahari dikala itu.


"Sebenarnya aku tuh dari kemarin pas lihat mereka bermekaran, tiba-tiba jadi kepingin banget makan kuaci bunga matahari. Terus aku suruh para maid itu untuk memanennya" jelasnya tanpa merasa bersalah


"Kalau kamu ingin makan kuaci bunga matahari, kamu bisa membelinya yang langsung siap untuk dimakan Brianna. Bukan malah merusak tanaman kami" ucap Gazbiyya dengan raut datar,


Gazbiyya memang sedang berusaha menekan amarahnya, untuk tak terpancing ulah licik dari wanita didepannya ini.


"Tapi sayangnya yang aku pingin itu yang langsung dari bunganya" sembari memasukkan biji bunga matahari yang masih mentah kedalam mulutnya, mengunyahnya pelan seakan sengaja mengejek Gazbiyya


Claretta dan Kinara yang melihatnya pun menatap jijik ke arah Brianna.


"Enak tahu, nih coba kalian rasakan sendiri" sembari mengangsurkan kelopak bunga matahari yang bijinya belum sempurna.


Namun respons Gazbiyya sungguh diluar dugaan Brianna, dengan kasar Gazbiyya menyentak tangan Brianna sehingga bunganya jatuh ketanah.


Memberikan tatapan tajam tepat dimata Brianna. Seolah tatapannya mampu menguliti tubuh Brianna tanpa ampun.


"Wah, lihatlah si manusia rendahan ini. Rupanya sekarang sudah berani melawan secara terang-terangan ya" ejek Brianna dengan tawa angkuhnya


Alasan kenapa Brianna nekat merusak tanaman milik ketiga musuhnya, dikarenakan Mansion sepi.


Allgar dan teman-temannya sedang pergi mengurusi pekerjaan masing-masing.


Jadi tak ada lagi yang bisa melindungi Gazbiyya,


"Manusia rendahan, sekarang tidak ada yang bisa melindungimu. Apakah kamu yakin ingin melawanku?" tanya Brianna sembari menepuk pundak Gazbiyya


Namun siapa sangka jika Gazbiyya malah memanfaatkan tangan Brianna yang berada dipundaknya.


Gazbiyya memelintir tangan itu untuk kemudian dia banting tubuh angkuh didepanya.


Suara pekikan sakit langsung terdengar dari mulut Brianna.


Seharusnya Brianna tak mudah meremehkannya, meski dirinya hanya manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan ajaib layaknya seorang vampir.


Namun Gazbiyya cukup menguasai ilmu bela diri yang dulu sering diajarkan oleh Ezra.


Selama ini Gazbiyya memang menyembunyikannya karna tak ada hal yang memancingnya untuk berlaku kasar.


Dan sudah lama sekali dia tak membanting tubuh orang, ternyata rasanya sangat menyenangkan kala melihat Brianna tak berdaya diatas tanah itu.


"Sial, awas kamu Gazbiyya" ancam Brianna yang berusaha bangun


Namun sebelum Brianna berhasil menyentuh Gazbiyya, Claretta terlebih dahulu berdiri didepannya.


Baik Claretta mau pun Kinara, juga kaget melihat Gazbiyya yang bisa dengan mudahnya membanting tubuh Brianna seperti tadi.


Karna selama ini yang mereka berdua lihat dari sosok Gazbiyya adalah orang lemah lembut yang membutuhkan perlindungan.


"Kak Biyya, sini. Biar Claretta yang menyelesaikannya" bisik Kinara sembari menarik Gazbiyya untuk menjauh dari Claretta dan Brianna


Kini keduanya sudah mengamankan diri didekat pohon rindang, dan para maid yang tadi dipaksa Brianna untuk memanen bunga telah pergi dari sana.


Didepan mereka terlihat Claretta dan Brianna yang siap bertarung, sepertinya pertarungan ini akan lebih ganas dari jambak-jambakan yang sebelumnya terjadi dikamar Allgar waktu lalu.


"Kenapa aku jadi takut gini ya Kak. Gimana kalau nanti, mereka berdua terluka parah" ucap Kinara yang sekarang diliputi rasa takut


Ini kali kedua dia melihat Claretta beraksi, yang pertama disaat Claretta sedang marah besar pada Gavin. Saat itu Claretta melampiaskan amarahnya dengan mengajak Gavin bertarung.


Namun kali ini berbeda, antara Claretta dan Brianna pasti tidak akan ada yang mau mengalah.


Keduanya terlihat begitu menakutkan dengan warna mata yang berganti merah.


"Tenang, Claretta pasti bisa mengalahkannya" Gazbiyya mencoba menenangkan sambil menepuk pelan lengan Kinara


Karna Gazbiyya yakin dengan kekuatan Claretta yang lebih kuat dari Brianna.


Sekarang saja, Brianna tampak kewalahan menghindari serangan dari Claretta.


Di sisi lain, Claretta tertawa sinis kala kakinya berhasil menendang perut lawannya hingga mundur beberapa langkah.


"Akhirnya, aku punya kesempatan untuk membunuhmu" ujar Claretta disela tawanya


Claretta sudah lama menantikan hari ini, hari dimana dia dengan leluasa melampiaskan setiap tetes kebencian yang telah lama terpupuk.


"Kamu salah jika berpikir tak ada yang melindungi Gazbiyya, sehingga kamu bisa menyakitinya.


Karna kenyataannya, kamu lah yang seharusnya merasa takut Brianna. Kali ini aku pastikan kamu sekarat, bahkan Gavin juga tidak bisa melindungimu" tekan Claretta disetiap ucapannya


Claretta muak dengan sikap Brianna yang seolah tak melakukan apapun pada hubungannya bersama Gavin. Karna nyatanya, Brianna selalu memanfaatkan kebaikan Gavin untuk membuatnya cemburu.


"Bagaimana rasanya, hmm? Apakah Sakit?" tanya Claretta sembari menarik rambut Brianna dengan kuat


"Lepasin Cla. Gavin, tidak akan memaafkanmu, jika melihatku terluka" kata Brianna dengan suara tersendat, tarikan pada rambutnya seketika membuat dirinya merasakan pening yang amat besar


"Oh ya? Bagus dong. Karna aku juga ingin melihat, seberapa gilanya dia demi melindungimu"


Saat dimana Claretta menawarkan diri untuk menjadi lawan Brianna. Saat itu lah dia sadar jika perbuatannya nanti akan berpotensi pada hubungannya bersama Gavin.


Namun Claretta tak perduli, yang paling penting dia sudah mewujudkan keinginannya untuk menghabisi wanita tidak tahu diri ini.


"Claretta" teriakan sebuah suara khas pria memenuhi pendengaran perempuan itu


"Ah, ternyata si penyelamat sudah datang. Padahal aku belum puas denganmu *****" gumamnya sembari melepaskan jambakan pada rambut Brianna,


Meski si pemanggil sudah mendekati mereka berdua, namun dengan sengaja Claretta menginjak kaki Brianna sebagai salam penutup.


"Claretta, apa yang sudah kamu lakukan?" tanya seseorang itu dengan khawatir


"Oh, hai Vilash. Kita berdua hanya sedang bermain biasa kok" balas Claretta dengan santai


Yang tadi memanggilnya memang lah Vilash. Kekasih dari Kinara itu baru saja sampai di Mansion, dan langsung mendapat kabar jika Claretta dan Brianna sedang bertarung di ladang bunga matahari.


"Kalian, cepat bawa Brianna ke ruang kesehatan!" dua orang yang tadi datang bersama Vilash dengan sigap membopong tubuh tak sadarkan diri milik Brianna


"Kenapa kalian berdua tak menghentikan Claretta dan Brianna" cecar Vilash ketika melihat Gazbiyya dan Kinara yang berjalan menghampirinya


"Kenapa kita harus menghentikannya? Brianna sendiri yang terlebih dahulu mencari masalah dengan kami" balas Kinara dengan sewot


"Kamu juga Biyya, seharusnya kamu dapat melerai mereka berdua. Bukan malah menontonya bersama Kinara"


Vilash tak bermaksud memarahi mereka bertiga, hanya saja mereka bertiga bisa terkena masalah jika Brianna sampai kenapa-napa.


"Yang dibilang Kinara benar, dia dulu yang mencari masalah dengan merusak tanaman kami" ucap Gazbiyya dengan raut datar


Lalu dia menarik tangan Claretta dan Kinara untuk pergi dari sana.


Gazbiyya lebih memilih mengobati Claretta ketimbang mendengarkan ceramahan Vilash dibawah teriknya sang surya.


...•••...