
Sudah 1 minggu ini Gazbiyya hanya bisa menghabiskan waktunya di rumah saja, ini semua karna Ezra yang terlalu protektif kepadanya. Sahabatnya itu takut jika dia keluar, maka kemungkinan untuk bertemu Kendrick bisa saja terjadi.
Padahal dia sudah melupakan kejadian waktu itu, Gazbiyya juga ingin seperti manusia normal lainnya. Bisa dengan leluasa beraktivitas di luar, bisa jalan-jalan atau sekadar refresing. Kalau seperti ini terus, sudah dipastikan jika dirinya akan mati dalam kebosanan.
"Kak Zay, temani aku jalan-jalan yuk. Sumpah, bosen banget kalau mesti dirumah terus" keluhnya dengan muka melas
"Gak bisa Biyya, kalau kakak nekat bawa kamu keluar. Bisa-bisa kakak yang bakal dibunuh sama Ezra"
Gazbiyya berdecak pelan karna lagi lagi mendapat penolakan dari Zayyan, hari ini memang Zayyan yang ditugaskan untuk menjaganya. Andai saja dia punya banyak teman, pasti dia tidak akan kesepian, dia bisa meminta teman-temanya untuk datang menemaninya bermain di rumah.
"Kak Zay"
"Apalagi sih Biyya? Diam dulu ya. Kakak lagi sibuk nih" Zayyan yang sedang mencoba menghubungi pacarnya merasa terganggu karna tingkah Gazbiyya yang sejak tadi tak mau diam,
Beberapa saat kemudian, gadis dengan sejuta pesona itu benar-benar menuruti ucapan Zayyan yang menyuruhnya untuk diam. Gazbiyya menutup mulutnya dengan rapat, kedua matanya mencoba fokus menikmati tayangan yang berada di layar persegi didepannya itu.
Namun siapa yang tahu jika didalam hatinya, dia sedang mengumpati Ezra yang mungkin saat ini sedang bersenang-senang bersama Freya.
Memendam perasaan selama bertahun-tahun tidak lah mudah untuk dilakukan olehnya, setiap waktu dia harus bersandiwara didepan semua orang. Saat melihat Ezra bermesraan bersama Freya, tentu saja hatinya merasa sakit.
Sampai detik ini dia hanya bisa bersembunyi dibalik status persahabatan, dan entah sampai kapan dia bisa bertahan dengan cinta sepihaknya.
"Kak Zay. Menurut kakak, cinta itu apa sih?"
Mendengar pertanyaan sepontan dari gadis disampingnya, Zayyan langsung merasa tertarik, apalagi pembahasan yang ditanyakan oleh Gazbiyya adalah soal cinta. Selama dia mengenal Gazbiyya, gadis itu selalu lurus-lurus saja.
Bahkan dia sempat berpikir jika Gazbiyya mungkin memiliki kriteria aneh soal pasangan, Gazbiyya adalah gadis cantik dengan sejuta pesona yang dengan mudahnya membuat para pria bertekuk lutut demi mendapatkannya. Namun sampai sekarang gadis itu belum pernah menjalin hubungan dengan satu pun pria.
"Kamu lagi jatuh cinta? Biyya, siapa cowok itu? Kakak sangat penasaran, siapakah cowok beruntung yang bisa membuat ratunya DOUGHTY jatuh cinta" Zayyan terlihat begitu antusias, sampai dia melupakan pertanyaan Gazbiyya dan sebaliknya malah menghujani gadis disampingnya itu dengan banyak pertanyaan
"Jatuh cinta? siapa?" sambung sebuah suara yang tiba-tiba berasal dari arah pintu
Dan sudah dipastikan jika Gazbiyya akan mendapatkan introgasi dadakan dari pemilik suara yang tiba-tiba datang itu, Gazbiyya menatap tajam pada Zayyan yang sama sekali tidak merasa bersalah. Lelaki yang hari ini ditugaskan untuk menjaganya itu malah memasang wajah tersenyum tanpa dosa.
Pemandangan ini benar-benar membuat Gazbiyya sangat muak,
"Oh, itu, Gazbiyya yang lagi jatuh cinta, Zra. Gak yangka banget kalau si polos ini sudah bisa merasakan cinta" ujarnya sembari menepuk-nepuk pelan puncak kepala Gazbiyya
Dan seperti yang Gazbiyya pikirkan tadi, setelah Zayyan menyelesaikan ucapannya. Kedua mata Ezra langsung menghujani gadis itu dengan tatapan tajam, alasan kenapa dirinya tak memiliki teman apalagi memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis, itu semua karna Ezra yang sangat over protektif kepadannya.
Setelah kaluarga terakhirnya meninggal, Ezra lah yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidupnya. Terkadang sikap Ezra yang sangat berlebihan terhadapnya, membuat Gazbiyya berharap lebih. Dia berpikir, mungkin saja Ezra juga memiliki perasaan sama terhadapnya, perasaan cinta sebagai seorang wanita, dan bukan sebagai sahabat.
"Gak ada jatuh cinta jatuh cintaan, apalagi sampai pacaran. Tugas kamu sekarang cuma fokus sama kuliah kamu, karna aku gak ijinkan kamu untuk berpacaran" ucap Ezra dengan tegas
"Kamu gak berhak untuk melarang aku jatuh cinta, Zra. Karna aku bebas mencintai siapa pun tanpa harus mendapat ijin dari kamu"
Gazbiyya tidak habis pikir dengan sahabatnya itu, Ezra tidak berhak melarangnya. Lagi pula selama ini dirinya tidak pernah protes saat lelaki itu bergonta-ganti pasangan, selama ini dia hanya diam saja meski kenyataannya dia pun terluka.
"Kenapa kamu gak bisa mengerti sih Biyya, aku melakukan semua itu demi kebaikan kamu. Aku tidak mau jika kamu terluka hanya karna cinta" jelas Ezra yang kini mencoba berbicara lembut pada sahabatnya itu,
"Bahkan selama ini aku sudah sering terluka Zra, dan itu karna kamu" bisiknya dengan lirih yang mana hanya bisa didengar oleh Gazbiyya sendiri
Melihat perdebatan sengit antara Ezra dan Gazbiyya, Zayyan merasa sangat tidak enak karna sudah membuat dua orang itu bertengkar karna ucapannya tadi. Padahal tadi dia hanya berniat bercanda dan menggoda Gazbiyya, tapi siapa sangka jika respons dari Ezra sungguh tidak terduga.
"Beb, sudah. Apa yang dikatakan Gazbiyya memang benar, kamu gak bisa selamanya melarang dia untuk melakukan sesuatu yang di inginkannya" ucap Freya sembari menenangkan kekasihnya,
"Gazbiyya sudah besar, dan dia pasti bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri" lanjutnya yang masih mencoba menyadarkan Ezra
Lalu tanpa di duga, Ezra malah melepaskan rangkulan Freya pada lengannya. Lelaki itu terlihat tak menyukai nasihat dari kekasihnya itu, seharusnya Freya mendukungnya dan bukan malah ikut menentangnya.
"Pokoknya aku tetap gak setuju, kalau Gazbiyya punya pacar" putusnya tanpa bantahan
"Terserah, dasar egois" teriak Gazbiyya sambil berlalu pergi meninggalkan Ezra dan yang lainnya
Tanpa mereka sadari, Ezra, Gazbiyya, dan juga Freya. Mereka bertiga sama-sama saling cemburu, ketigannya memiliki alasan tersendiri untuk rasa crmburu yang mengakar didalam hati.