
Gazbiyya menatap ke enam orang yang berada didepannya dengan gugup, masing-masing dari mereka juga balik menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda.
Ada Claretta yang tengah menatapnya malas, ada Vilash yang memberinya senyuman geli, lalu ada juga yang menatapnya dengan penasaran.
"Ayo kak, jangan takut" bisik Kinara yang sejak tadi dengan setia menemaninya berdiri
Gadis itu mencoba merileks kan diri sebelum mengeluarkan suaranya. Kinara bilang, jika dia ingin menginap disini, maka dia harus meminta ijin terlebih dahulu pada yang punya rumah. Dan ternyata si pemilik rumah adalah orang yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan misterius,
"Ehm, Hallo semuanya. Perkenalkan, aku Gazbiyya" sapanya yang sudah mirip seperti murid baru yang sedang melakukan sesi perkenalan dikelas,
Andai saja mereka tak memasang wajah dingin dan datar, mungkin dia tidak akan segugup ini.
"Aku mau minta ijin, kalau misal aku menginap disini, kira-kira boleh tidak? Aku janji, aku gak bakal menyusahkan kalian kok" cicitnya karna keberaniannya yang semakin menipis, bahkan mereka tidak ada yang menjawab say hallo darinya
Rasanya dia ingin menangis saat ini juga, salahkan saja pada Ezra yang selama ini terlalu membatasi pergaulannya.
Selama ini dia sangat jarang berinteraksi dengan orang baru, bisa di bilang kalau dia adalah tipe orang introvert.
"Bha..haa..haa... Aku nyerah. Sumpah, rasanya gak bisa berhenti tertawa" ucap seorang pria yang memakai sweter polos berwarna mocca
"Dasar, lemah, padahal lagi seru banget" sahut si pria yang sedang duduk disebelah Claretta
Lalu satu persatu dari mereka mulai mengganti raut wajahnya, ruangan yang semula terasa mencekam kini ramai oleh suara tawa dan umpatan.
Bahkan pria yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan misterius, kini juga tengah menyunggingkan senyuman tipis,
Namun Gazbiyya yang belum memahi keadaan yang sebenarnya, dengan polosnya memasang ekspresi bingung.
Kedua matanya tampak mengerjap berulang kali, jiwanya seakan belum sepenuhnya terkumpul.
"Nara, ajak teman kamu duduk. Kasihan dari tadi berdiri terus, padahal kan tamu" ucap Vilash yang kemudian dibalas anggukan oleh gadis itu
"Kak Biyya, ayo duduk dulu"
"Tapi kan..?"
"Udah santai saja, mereka semua baik kok" akhirnya Gazbiyya pasrah saat Kinara mengajaknya duduk di sofa kosong yang berada diruangan itu
"Jadi, tadi nama kamu siapa cantik?" tanya si pria sweter mocca sembari menjulurkan tangannya untuk berkenalan
Gazbiyya yang mulanya agak ragu, pada akhirnya membalas jabatan tangan itu.
"Aku Gazbiyya Eiliya Sarvenaz kak, panggil saja Gazbiyya"
"Nama yang cantik seperti pemiliknya. Kalau nama ku Elvan Adhitama, biasa dipanggil orang-orang dengan panggilan sayang" balas Elvan dengan rayuan mautnya,
Sepertinya predikat playboy cap kadal memang cocok disandang olehnya
Mendengar ucapan manis dari Elvan, tanpa sadar membuat Gazbiyya tersenyum lebar. Sebuah senyuman yang seketika membuat mereka yang ada disana semakin dibuat terpesona oleh gadis itu,
"Uhh, manisnya.." ucap Elvan lagi
"Kenalin, aku Adibrata Gavin. Biasa dipanggil Gavin, dan sudah ada pawangnya, yang kebetulan lagi duduk disamping ku" kata pria yang duduk di samping Claretta
Gazbiyya yang paham maksud dari ucapan Gavin, seketika langsung melirik Claretta yang tengah memasang senyum tipis.
"Aku Kevlar Putra Liandra, kakaknya Claretta"
"Rezvan Avilash, yang tadi sudah kenalan sama kamu" ucap lelaki yang tadi dipanggilnya kak Vilash
Lalu tinggal satu orang yang belum memperkenalkan diri, dan atas dorongan dari Kinara, Gazbiyya pun memberanikan diri untuk menghampiri lelaki itu.
"Kalau nama kakak siapa? Aku boleh kenalan kan?" sembari menjulurkan tangannya seperti yang sudah dia lakukan pada yang lainnya juga
Sentuhan tangan yang rasanya begitu mendebarkan, tubuhnya dibuat meleleh oleh tatapan tajam milik Allgar. Bahkan nama Ezra yang selalu berada dipikirannya, seketika menghilang untuk sejenak.
Setelah berjabat tangan selama hampir 2 menit lamanya, akhirnya Gazbiyya dapat menghembuskan nafas dengan lega begitu tautan tangan mereka terlepas.
Bukan karna Allgar mengenggm tangannya terlalu kuat sehingga membuatnya sakit, tapi tatapan lelaki itu lah yang membuat Gazbiyya resah.
Allgar seperti tengah menyelami kedua bola matanya, mencari tahu, apa saja yang ada didalamnya.
"Jadi? Gazbiyya ini teman kamu, Nara?" tanya Kevlar,
"Kak Biyya ini kakak kelasku sama Claretta, kak Kev. Dulu aku pernah diselamatkan kak Biyya dua kali" jelas Kinara sembari melempar senyum pada Gazbiyya yang duduk di sebelahnya
"Waktu itu, aku kena bully sama kakak kelas 3. Mereka hampir menelanjangiku, dan untungnya ada kak Biyya yang menghentikan mereka. Aku gak tahu gimana nasibku selanjutnya, sendainya gak ada kak Biyya ya nolongin aku"
"Wah, berarti, kamu ini termasuk jagoan ya Biyya. Sampai bisa membuat orang yang ngebully Kinara takut, dan mau menghentikan kejahatannya" puji Vilash
"Enggak kok kak. Mungkin karna sahabat aku adalah pemimpin Geng, jadinya mereka pada segan sama aku" balas Gazbiyya,
Selama ini dia memang berada di bawah perlindungan GENG DOUGHTY. Mempunyai sahabat yang berstatus sebagai pemimpin Geng besar, secara tidak langsung, dirinya juga ikut ditakuti banyak orang.
Padahal kenyataanya dia bukanlah gadis menakutkan.
"Oh ya. Kalau boleh tahu, nama Geng nya apa?" tanya Gavin seakan mewakili semuanya
"GENG DOUGHTY kak"
"Haidar?" ucap Elvan dan Vilash secara bersamaan, kedua orang itu langsung melirik ke arah Allgar yang menunjukkan raut tak bersahabat
Sedangkan Gazbiyya malah memasang ekspresi bingung, tadi dia kan menyebutkan nama GENG DOUGHTY.
Tapi kenapa Elvan dan Vilash malah menyebut nama kakaknya? dan juga, dari mana mereka tahu nama kakaknya itu.
"Bukan kak Haidar. Pemimpin GENG DOUGHTY itu Ezra Rajendra kak, dan kebetulan dia juga sahabat aku"
Kenyataannya, Gazbiyya memang tidak pernah tahu jika kakaknya lah pendiri sekaligus pemimpin pertama GENG DOUGHTY.
Semenjak kedua orang tuanya meninggal, Haidar seakan berubah membencinya. Lelaki yang berstatus sebagai kakak tirinya itu juga sering memperlakukannya dengan kasar dan tak jarang dirinya mendapatkan kemarahan dari Haidar.
"Oh maaf, aku kira pemimpinya bernama Haidar" balas Elvan dengan salah tingkah
Gazbiyya tersenyum maklum sembari menggeleng pelan, dia sama sekali tak mempermasalahkan ucapan dari Elvan. Mungkin karna mendiang kakaknya juga sangat dekat dengn Ezra, jadi lelaki itu menyalah pahaminya sebagai pemimpin Geng.
"Tadi kak Elvan sama kak Vilash nyebut nama kak Haidar, apa kalian juga mengenal kakak ku itu?" tanya Gazbiyya yang mana sukses membuat ke lima pria tampan itu melotot tak percaya,
Bagaimana mungkin jika Gazbiyya adalah adik dari Haidar?
"Kalian kenapa sih? kok mukanya pada tegang gitu" tanya Kinara, gadis itu penasaran dengan ke limanya yang selalu memberikan ekspresi aneh ketika nama Haidar disebut
Lalu Elvan dan Vilash kompak tertawa yang mana terlihat sekali jika keduanya tengah memaksakan diri untuk tertawa. Seketika suasana diruangan itu malah menjadi canggung,
"Kami tidak mengenalnya kok, Biyya. Hanya saja dulu pernah gak sengaja mendengar namanya" jelas Kevlar menjawab pertanyaan dari Gazbiyya
Kemudian secara tiba-tiba, Allgar menyuruh Kinara dan Claretta untuk membawa Gazbiyya ke kamar supaya bisa beristirahat.
Awalnya ke tiga gadis itu bingung dengan sikap Allgar yang tiba-tiba menyuruh mereka untuk istirahat, apalagi mereka semua masih asik mengobrol.
Namun pada akhirnya Claretta dan Kinara pun membawa Gazbiyya pergi, mereka tidak mau mengambil resiko dengan sengaja menentang perintah dari Allgar.
...•••...