
Sudah 1 jam berlalu sejak sambutan dari Allgar tadi. Selama Pesta berlangsung, Gazbiyya sama sekali tak bisa menikmatinya.
Hentakan musik dan lampu yang terlihat remang-remang malah membuat Gazbiyya pusing.
Maklum saja, ini adalah pertama kalinya Gazbiyya menghadiri sebuah pesta yang bersifat dewasa.
Kebanyakan Pesta yang pernah dihadirinya adalah sebuah Pesta normal, Acar potong kue dan juga acara yang biasanya berasal dari kolega bisnis keluarganya.
"Kenapa diam terus? mending dibuat asik aja" ucap Claretta dengan suara keras, meski pun berada dalam satu meja dengannya.
Gazbiyya hanya menggelengkan kepalanya dengan malas, kini tatapannya mencoba berkeliling demi mencari keberadaan sang kekasih.
Allgar memang sengaja meninggalkannya bersama Claretta dan Kinara, sedangkan lelaki itu memilih bergabung bersama teman-temannya yang lain.
"Nih cobain! Kamu pasti belum pernah meminumnya kan?" tanya Claretta sembari meletakan segelas Vodka dihadapan Gazbiyya
Namun Gazbiyya segera mendorong minuman itu kembali kehadapan Claretta, Gazbiyya sama sekali tak berminat dengan segala jenis minuman keras.
Jus jeruk yang berada ditangannya lebih nikmat untuk diminum.
"Kak Biyya lagi ngapain sih? Dari tadi nengok sana sini" tanya Kinara
"Cari kak Allgar" jawab Gazbiyya dengan singkat
Akibat penerangan yang tak terlalu jelas, Gazbiyya sangat kesulitan mencari keberadaan dari kekasihnya itu.
Dan ditengah pencariannya yang tak kunjung dapat, tiba-tiba Claretta menepuk lengan Gazbiyya.
"Tuh, dia disana" sembari menunjuk arah samping kolam renang,
Gazbiyya segera memfokuskan matanya ke arah yang baru saja ditunjuk oleh Claretta.
Melihat pemandangan yang bisa dikatakan sedikit menyakitkan itu, tanpa sadar sebelah tangannya sudah terkepal kuat.
Bisa-bisanya Allgar terlihat biasa saja saat ada wanita yang dengan terang-terangan tengah menggoda lelaki itu.
Bahkan lelaki yang berstatus sebagai kekasihnya itu, tak menampik tangan kurang ajar milik si wanita yang merangkulnya.
"Mau balas dendam?" tanya Claretta sembari tersenyum sinis
Bukan hanya Gazbiyya yang merasakan panas dihati, namun Claretta dan Kinara juga sama.
Karna di sana bukan hanya ada Allgar seorang, melainkan ada Gavin, Vilash, Kevlar dan juga Elvan.
Para lelaki itu terbawa suasana oleh godaan wanita murahan yang sedang mengelilingi mereka, dan melupakan pasangan masing-masing.
"Oke, siapa takut" balas Gazbiyya sembari tersenyum misterius
Claretta dan Kinara yang melihatnya pun bersorak senang.
Sebelum beraksi, Gazbiyya dengan sengaja meraih gelas yang tadi diberikan oleh Claretta.
Rasa minuman itu terasa asing dimulutnya, karna ini adalah kali pertama Gazbiyya mencicipinya.
Claretta yang sedang berjalan duluan, tampak menghampiri si DJ yang disewa malam ini.
Perempuan yang terkesan cuek itu terlihat sedang membisikkan sesuatu pada si DJ, yang kemudian dibalas anggukan.
Tak lama setelah itu, musik telah berganti. Dan di dekat panggung, kini ketiga perempuan yang ingin membalas dendam telah bersiap dengan aksinya.
Mereka berjoget bebas mengikuti alunan musik, dan ketiganya memang sengaja menarik beberapa pria untuk menari bersama.
Tentu saja, para pria itu dengan senang hati menerimanya. Karna mereka seakan sedang mendapat rejeki nomplok.
Sampai beberapa menit berlalu, kerumunan yang di isi oleh Allgar belum juga sadar jika yang sedang menari bebas itu adalah kekasihnya.
Sampai Kevlar lah yang pertama kali menyadarinya, raut kakak dari Claretta itu terlihat sedang menahan tawa.
Lelaki itu mengacungi dua jempol atas keberanian dari Claretta, Gazbiyya dan Kinara.
"Kenapa sih Kev? Memang ada yang lucu ya?" tanya Elvan pada akhirnya
"Iya lucu banget, aku yakin kalau kalian pasti tidak akan mempercayainya" balas Kevlar yang kini sudah mengeluarkan suara tawanya
"Ada apa sih?" tanya Gavin tidak sabaran
"Kalian semua, khususnya buat Allgar, Gavin dan Vilash.
Kalian perhatikan secara baik-baik ke arah dekat panggung, kira-kira kapan kalian mau bergabung ke sana?"
Allgar yang telah menyadari jika kerumunan yang sedang menari itu adalah kekasihnya, tanpa menunggu waktu lama langsung berjalan menghampiri Gazbiyya.
Dibelakangnya di ikuti oleh Gavin dan juga Vilash.
"Minggir semua" teriak Allgar penuh penekanan, aura dingin seketika menyelimuti kerumunan itu
Semua lelaki yang awalnya sedang menari mengelilingi Gazbiyya dan kedua temannya, kini perlahan pergi.
Hanya menyisakan ketiga perempuan yang masih asyik menari, mereka bertiga seakan kompak mengabaikan keberadaan Allgar, Vilash dan Gavin yang sedang memasang wajah murka.
"Hay sayang... kamu kok kesini? Asyikan juga disana" ujar Gazbiyya dengan mata lurus menatap Allgar, senyuman miring tercetak disudut bibirnya
"Kamu mabuk?" tanya Allgar
Melihat tubuh sang kekasih yang tak bisa berhenti bergerak, Allgar pun langsung memegang pinggang Gazbiyya.
"Mabuk? Enggak kok. Btw, ceweknya cantik-cantik ya, sexy lagi" racau Gazbiyya sembari kedua tangan yang kini mengalung dileher Allgar
"Kamu lebih cantik dan sexy" balas Allgar dingin
Meski sudah tahu jika kekasihnya tengah mabuk dan meracau tak jelas, namun Allgar tetap sabar menanggapi racauan Gazbiyya.
"Masa sih? Terus kalau aku lebih cantik dan sexy, kenapa kamu cuekin? Buktinya kamu malah lebih memilih mereka" Gazbiyya menunjuk tempat duduk yang tadi Allgar tongkrongi, wajahnya terlihat cemberut dengan bibir mencebik
"Kamu cemburu?" tanya Allgar dengan senyuman miring,
"Enggak" jawab Gazbiyya dengan cepat
"Ngapain cemburu, aku kan juga punya banyak cowok ganteng.
Tapi kamu jahat, kenapa kamu usir mereka? Padahal kan me..." belum sempat menyelesaikan ucapannya, kini bibir Gazbiyya sudah lebih dulu dibungkam oleh bibir milik Allgar
Ciuman antar keduanya pun tak terhentikan, Allgar menggeram marah saat mendengar sang kekasih memuji lelaki lain.
Bahkan sorakan ramai dari teman-temannya tak menyurutkan niat Allgar untuk terus menikmati bibir Gazbiyya.
"Karna kamu nakal, kamu harus dihukum" bisik Allgar setelah tautan bibir keduanya terlepas
Saat Gazbiyya masih sibuk mengatur nafas yang sempat hilang karna ciuman menggebu tadi.
Tanpa aba-aba, Allgar langsung menggendong tubuh Gazbiyya ala bridal style. Lelaki itu tak menghiraukan Gazbiyya yang meminta untuk diturun kan.
Allgar meninggalkan Pesta dengan membawa tubuh Gazbiyya berada digendongannya.
Lelaki yang sekarang masih terselimuti rasa cemburu itu baru menurunkan Gazbiyya ketika sampai didalam kamar, kamar milik Allgar.
Gazbiyya memanyunkan bibirnya dengan raut kesal, perempuan itu berusaha beranjak dari ranjang.
Masih ingin kembali ke tempat Pesta.
"Diam! Atau kamu mau aku hukum, hm?"
Gazbiyya menggelengkan kepalanya dengan takut, tubuhnya beringsut mundur dengan meraih selimut tebal sebagai pelindungnya.
Tingkah Gazbiyya yang berubah-ubah, membuat Allgar gemas sendiri dibuatnya.
Lelaki itu malah dengan sengaja ikut menaiki ranjang dan perlahan mulai mendekati Gazbiyya.
Kekehan pelan meluncur dari mulut Allgar, tangannya dengan gemas mengacak rambut kekasihnya itu.
"Kamu pasti sengaja menggodaku kan? Wajah menggemaskan ini sungguh berhasil membangunkanku" ujar Allgar disela tawanya
Namun Gazbiyya malah merespons dengan tatapan bingung, perempuan itu terlihat imut dan juga sexy dimata Allgar.
"Bibir ini, kenapa rasanya bisa manis sekali?" sembari mengelus permukaan bibir Gazbiyya
Dan adegan selanjutnya sungguh diluar dugaan Allgar, ini kali kedua dimana Gazbiyya dengan beraninya menciumnya duluan.
Tentu saja semua itu disambut Allgar dengan senang hati, kini keduanya kembali terbawa suasana.
Namun kali ini Allgar mengingatkan dirinya sendiri untuk tak kehilangan kendali, jangan sampai dia membuat Gazbiyya berada dalam bahaya seperti waktu itu.
Namun pertanyaannya, bisakah Allgar tetap waras saat sang kekasih terlihat begitu menggoda.
...•••...