The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 52. Penuh Perhatian...



"Kamu kalah, sayang" kata Allgar ketika dilihatnya sang kekasih baru menyusulnya sekitar 5 menit kemudian


Karna Gazbiyya memang sengaja melakukannya. Bahkan saat dia telah sampai didepan pintu kamar, Gazbiyya tak lantas masuk dan malah lebih memilih berdiam sejenak menyandarkan tubuhnya di dinding dekat pintu.


"Itu artinya, kamu harus menuruti kemaunku" ucapnya lagi yang kini disertai senyuman miring disudut bibirnya


"Kamu kan curang" balas Gazbiyya


"Sayang, kamu gak boleh fitnah begitu loh. Lagi pula, kekalahan kamu itu sangat berarti buat aku. Jadi, karna itu, aku sudah berbaik hati menyiapkan Bathtub untuk kita berendam bersama"


Gazbiyya yang mendengarnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang diam-diam sedang dia tahan.


Entah kemana sosok si dingin nan datar yang sebelumnya melekat pada diri kekasihnya itu.


Gazbiyya tidak menyangka jika pengaruhnya terhadap kehidupan Allgar sangatlah besar. Ternyata dia mampu merubah sosok dingin ini menjadi pribadi yang lebih lembut, dan bisa bersikap manja juga kekanakan juga.


"Aku tunggu didalam ya" bisik Allgar tepat didekat telinga Gazbiyya, lalu lelaki itu melenggang pergi memasuki kamar mandi


Sebenarnya, disini yang berubah bukan hanya Allgar saja. Namun Gazbiyya juga sama, perempuan itu jelas tahu jika perlahan dirinya juga mulai berubah.


Kepribadian mereka berdua, tanpa sadar berubah menjadi sosok pribadi yang baru. Dan baik Gazbiyya maupun Allgar tak mempermasalahkannya, malahan mereka merasa nyaman saja dengan hal baru ini.


"Sayang, jangan lama-lama!" sebuah teriakan terdengar dari dalam kamar mandi, dan pelakunya pastilah Allgar


Untuk menenangkan Allgar yang kini berubah menjadi seperti anak kecil yang tak sabaran, Gazbiyya pun segera menjawabnya.


"Iya, sebentar lagi" balasnya dengan suara yang ikut dikeraskan


Beberapa menit kemudian, Gazbiyya telah siap dengan bathrobe yang membungkus tubuhnya.


Didalam kamar mandi, sudah ada Allgar yang sedang asik berendam didalam Bathtub. Allgar melebarkan senyumnya kala melihat kedatangan perempuan yang di cintai itu.


"Perlu aku jemput" ujar Allgar dengan jahil


"No" namun Gazbiyya langsung menolaknya dengan cepat,


Karna Gazbiyya tidak ingin memanjakan matanya dengan melihat tubuh naked milik Allgar.


"Hanya mandi" tekan Gazbiyya, ketika kakinya mulai menapaki bathtub yang telah berisi air sabun beraroma maskulin serta aroma feminim secara bersamaan.


Kebiasaan Allgar ketika mengajaknya berendam bersama adalah, kekasihnya itu akan selalu mencampurkan dua varian sabun menjadi satu.


Tentu saja sabun milik Allgar yang khas lelaki, dan miliknya yang khas digunakan perempuan.


"Tidak janji" balas Allgar dengan senyuman smirk menghiasi wajah tampannya


Gazbiyya yang mendengarnya pun lantas memutar bola matanya karna merasa jengah dengan kekasihnya itu.


Tak ingin meladeni ke usilan sang kekasih, Gazbiyya lantas lebih memilih memfokuskan tatapannya ke arah luar jendela.


Tempat Bathtub ini memang berdekatan dengan sebuah kaca, yang ketika berada didalam bisa sambil melihat pemandangan diluar.


Namun yang diluar, tentu tak akan bisa menembus keadaan didalam ruang kamar mandi ini.


"Apa kamu masih kepikiran tentang Claretta?" tanya Allgar pelan, sembari tangannya memanfaatkan kesempatan untuk memeluk tubuh Gazbiyya dari arah belakang


Membuat Gazbiyya tanpa sadar sedikit tersentak oleh kelakuan kekasihnya ini. Namun Gazbiyya juga tak menolaknya.


"Hmm, lumayan"


Allgar benar, Gazbiyya memang terkadang masih kepikiran tentang masalah Claretta.


Tapi sisi pikirannya yang lain, juga tengah memikirkan masalah yang lainnya juga, selain masalah Claretta.


"Jangan dijadikan beban terus, sayang. Mungkin semua ini memang yang terbaik untuk mereka berdua. Atau mungkin, ini adalah sebuah cara untuk lebih mendewasakan Claretta dan Gavin dalam mengambil keputusan apapun" ucap Allgar


Tentang putusnya hubungan antara Claretta dan Gavin, tentu Allgar juga merasa sangat menyayangkannya.


Bahkan Allgar terus memastikan Claretta untuk tidak pergi dari Mansion. Selain itu, Allgar juga memberikan sebuah tendangan maut pada kaki Gavin. Hukuman karna sudah membuat sepupunya sedih.


"Aku takut, kalau suatu saat nanti, kita akan mengalami hal seperti mereka berdua Kak" ucapnya dengan lemah


Allgar yang mendengarnya pun langsung memutar tubuh Gazbiyya menghadapnya. Dia tak menyukai ucapan yang keluar dari mulut sang kekasih.


"Kamu bicara apa sih sayang? Kamu itu terlalu overthinking. Dan pikiran seperti ini lah, yang nantinya malah berdampak pada hubungan kita kedepannya" ucapnya sembari mengusap lembut pada permukaan kening Gazbiyya


Kita berdua hanya perlu menikmati masa-masa yang ada sekarang, tanpa harus memikirkan akan apa yang terjadi dimasa depan nanti" lanjutnya dengan tatapan tulus


Allgar selalu berhasil membuat Gazbiyya merasa jauh lebih tenang, ketika lelaki itu menghujaninya dengan tatapan lembut penuh cinta.


Usapan halus yang Allgar berikan dipipi mulusnya, menjadi awal keromantisan di antara mereka berdua.


Untuk kesekian kalinya, Gazbiyya hanya mampu menerima dan menyerahkan seluruh jiwanya pada kekasihnya itu.


Membiarkan Allgar melakukan hal lebih pada tubuhnya.


...•••...


"Hachi" suara bersin kembali terdengar ditelinga Allgar, lelaki itu menatap Gazbiyya dengan sorot bersalah


Karnanya, Gazbiyya harus tertahan didalam kamar mandi hampir satu jam bersamanya.


"Aku, gak papa kok Kak. Mungkin, hanya masuk angin saja" ucap Gazbiyya mencoba menenangkan


Namun, Allgar masih kekeh untuk menyuruh Vilash memeriksanya. Padahal saat ini Vilash sedang tidak ada di Mansion.


"Tapi kamu sejak tadi bersin-bersin terus, sayang. Aku khawatir. Pokoknya kamu harus diperiksa sama Vilash, biar aku bisa tenang"


Gazbiyya tersenyum manis, begitu melihat respons Allgar yang sangat berlebihan terhadapnya.


"Kak Vilash kan lagi pergi. Lagi pula, kasihan kalau dia mesti bolak-balik ke Mansion disaat urusannya di Kota belum selesai Kak" ujar Gazbiyya lembut


"Mungkin, dengan meminum Teh Chamomile, keadaanku akan jadi lebih baik" lanjut Gazbiyya


"Teh Chamomile? Oke, aku akan segera membuatkannya" ujar Allgar yang langsung beranjak dari duduknya


Namun Gazbiyya terlebih dahulu menahan lengan Allgar, sehingga lelaki itu kembali duduk ditempatnya semula.


"Kak Allgar mau buat sendiri?" tanya Gazbiyya penasaran,


"Tentu saja" jawabnya yakin


"Kan bisa minta tolong sama maid, Kak. Tinggal ditelpon saja, minta buatkan Teh Chamomile dan diantar kesini"


Setiap kamar dilantai tiga, memang difasilitasi alat komunikasi yang langsung tersambung pada maid dilantai bawah.


Semua itu bertujuan untuk mempermudah jika mereka membutuhkan sesuatu.


"Enggak. Kali ini aku mau buat sendiri, spesial buat kamu" ucap Allgar yang rasanya terdengar manis ditelinga Gazbiyya


Setelah itu, Gazbiyya pun hanya bisa membiarkan Allgar melakukan sesuai keinginan lelaki itu.


Gazbiyya berharap, semoga sang kekasih tak terluka saat sedang merebus air panas nanti. Jangan sampai Allgar terkena cipratan air panas.


Hingga beberapa menit kemudian, Allgar telah kembali bersama nampan yang berisi segelas Teh Chamomile hangat, dan juga semangkuk sup ayam beserta potongan bakso didalamnya.


"Teh Chamomile buatanku sendiri. Tapi sup nya dibuatkan oleh pelayan" adunya pada Gazbiyya


"Makasih ya sayang, maaf sudah merepotkan kamu" ucap Gazbiyya yang langsung menerbitkan senyuman diwajah Allgar


"Sup nya manis panas, aku suapi ya"


Gazbiyya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Saat Allgar masih sibuk mengipasi sup panas itu, Gazbiyya memilih menyeruput Teh Chamomile nya.


Teh Chamomile sendiri terkenal menjadi salah satu minuman yang cocok dikonsumsi ketika sedang masuk angin atau flu.


Bunga chamomile sudah sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi beragam masalah kesehatan.


Begitu juga teh chamomile. Banyak yang mempercayai bahwa meminum teh dan menghirup aroma chamomile saat meriang atau tidak enak badan ternyata bisa membantu menyegarkan tubuh.


Tubuh pun jadi lebih hangat dan bisa membuat tidur lebih nyenyak.


Oleh karena itu, setiap Gazbiyya meriang atau terserang masuk angin. Dia akan meminum teh itu.


Dan siapa sangka jika Allgar juga akan membawakannya semangkuk sup ayam. Jika seperti ini, Gazbiyya yakin keadaannya akan segera membaik kembali.


...•••...