
Bisa berpindah tempat dengan waktu yang cepat dan singkat adalah salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh Vampir.
Seperti halnya dengan Allgar dan teman-temannya yang lain.
Mereka cukup memejamkan mata dan memikirkan tempat yang ingin dituju. Kemudian berlari, dalam sekejap akan berpindah ke tempat yang di inginkan.
Saat ini mereka sedang berada di Mansion GENG NOXIOUS, tentu saja kedatangan mereka untuk menyelamatkan Gazbiyya.
Meski awalnya Allgar mengatakan tak ingin ikut campur dan menolak untuk menolong Gazbiyya, namun setelah mendengar sindiran dari Kevlar.
Allgar berubah pikiran dan langsung mengajak Kevlar, Claretta, Gavin dan Elvan untuk bersama menyelamatkan Gazbiyya serta memberi pelajaran untuk Kendrick dan anggota Geng nya.
"Bagaimana keadaan didalam sana?" tanya Allgar pada Kevlar dan Claretta
"Mereka semua sedang sibuk berpesta, Namun aku sama sekali tak menemukan keberadaan Gazbiyya dan Kendrick" balas Kevlar menggunakan telepati untuk saling berkomunikasi dengan Allgar
Keistimewaan lain yang dimiliki oleh Allgar, Kevlar dan Claretta adalah mereka bisa berhubungan dengan cara Telepati.
"Aku tahu dimana mereka berada. Kalian lanjutkan tugas masing-masing"
Setelah itu, dalam kegelapan malam, Allgar melesat cepat menuju kamar Kendrick. Semoga saja, tebakannya memang benar.
Setengah jam yang lalu sebelum kedatangan Allgar dan teman-temannya ke Mansion GENG NOXIOUS ...
Di sebuah kamar berdinding putih, Gazbiyya tampak merasa kurang nyaman pada tubuhnya.
Gadis itu berulang kali mengipasi wajahnya menggunakan telapak tangan. Rasanya seperti terbakar diseluruh tubuh
"Ada apa dengan diriku?" bisik Gazbiyya dalam hati
Lalu tatapannya tak sengaja berhenti pada makanan dan juga minuman yang beberapa saat lalu dia makan.
Mungkinkah mereka meracuninya?
Tapi tadi Liora sempat mencicipi makanan dan minuman didepan matanya, dan wanita itu terlihat baik-baik saja.
Terus, kenapa dia menjadi seperti ini?
"Kamu kenapa Gazbiyya?" tanya Liora sembari tersenyum licik,
"Aku gak tahu, tubuh ku rasanya panas sekali"
"Oh, benarkah? Kalau begitu aku akan memgambilkanmu minuman dingin, mungkin bisa membantu meredakan rasa panas itu"
Gazbiyya hanya mengangguk sekilas, gadis itu sama sekali tak menyadari jika Liora sedang tertawa licik melihatnya.
Sampai beberapa menit kemudian, pintu kamar yang ditempati oleh Gazbiyya perlahan terbuka.
"Kenapa lama sekali? Aku sudah gak kuat" ujar Gazbiyya,
Gadis itu sama sekali tak menyadari jika yang datang adalah Kendrick, dan bukan Liora.
"Gazbiyya?" panggil sebuah suara hingga membuat si pemilik nama tersentak kaget
"Kamu? Ngapain kamu kesini? Dimana Liora?"
Kendrick tertawa keras melihat Gazbiyya yang terlihat ketakutan tak berdaya melihat dirinya. Dan semua itu semakin membuat Kendrick bersemangat, semangat untuk menaklukan Gazbiyya dibawah kuasanya.
"Liora? Oh, dia sedang ada urusan penting. Dan kebetulan aku disuruh mengantarkan ini" ucap Kendrick sembari memperlihatkn gelas berisi air dingin pada Gazbiyya
"Taruh air nya disitu, dan setelah itu kamu bisa keluar dari sini" Gazbiyya menunjuk meja yang juga berisi bekas makannya tadi
Namun setelah meletakkan gelas di atas meja, bukanya langsung pergi seperti perintah Gazbiyya tadi.
Kini Kendrick malah berjalan sangat pelan untuk menghampiri Gazbiyya, seperti seekor Singa yang tengah mengintai mangsanya.
Senyuman licik yang tersungging dibibir lelaki itu, semakin membuat Gazbiyya diserang rasa takut.
Apalagi dengan kondisi tubuhnya yang semakin kacau.
"Mau apa kamu? Cepat pergi dari sini" teriak Gazbiyya pada Kendrick
"Aku gak mungkin pergi. Karna aku ingin menolongmu, Gazbiyya"
"Sekarang, kamu pasti tengah merasa kepanasan diseluruh tubuhmu kan?"
Gazbiyya sama sekali tak menjawab mau pun merespons ucapan dari Kendrick. Gadis itu sedang mencoba membuka pintu balkon yang tengah terkunci.
"Jadi, biarkan aku menolongmu Gazbiyya. Aku pastikan bahwa kamu akan menikmatinya nanti, dan mungkin bakal ketagihan"
Berhasil..
Gazbiyya berhasil membuka kuncinya, secepat mungkin dia menuju balkon dan berusaha menguncinya kembali.
Namun gerakannya terlihat oleh Kendrick, lelaki itu mendorong pintu balkon disaat Gazbiyya tengah mati-matian untuk menguncinya kembali.
Sampai akhirnya dia kalah, karna terlalu gugup dan takut, Gazbiyya berulang kali gagal memasukkan kunci hingga akhirnya Kendrick mendorong pintu itu dengan keras.
Kendrick berjalan mendekat, dan Gazbiyya memilih langkah mundur.
Sampai akhirnya dia terjatuh karna kakinya menabrak sebuah meja yang diatasnya terdapat vas bunga, vas bunga itu ikut terjatuh dan pecah hingga tak sengaja melukai tangan Gazbiyya.
"Mau kemana, Gazbiyya sayang?
Kamu gak akan bisa lari dariku. Karna sekarang, kamu adalah milikku" ucapnya sembari menarik rambut panjang Gazbiyya, membuat si pemilik rambut mengaduh kesakitan.
Gadis itu berusaha mempertahankan kewarasannya di antara rasa sakit akibat jambakan Kendrick pada rambutnya, rasa perih akibat pecahan kaca dan juga rasa ingin disentuh dibagian tubuhnya.
Air mata mengalir tanpa dikomando. Dalam waktu satu hari, hidupnya terperosok dalam rasa sakit hati.
Dan sekarang, ada Kendrick yang berusaha melecehkannya.
Ingatan Gazbiyya melayang pada kejadian di Mansion kala itu. Seharusnya dia mendengarkan saran dari Claretta dan yang lainnya, jelas-jelas mereka semua mengkhawatirkan keadaannya.
Namun karna rasa cinta dan percayanya terhadap Ezra begitu besar, membuat Gazbiyya nekat pergi.
Lalu, apakah sekarang dirinya menyesal? Jawabannya adalah iya, Gazbiyya menyesal kepada dirinya sendiri.
Dia terlalu naif hingga mau berkorban untuk Ezra dan Freya.
"Lepaskan aku brengsek. Lepaskan" teriak Gazbiyya sembari terus memukul punggung kokok milik Kendrick,
Lelaki itu memanggul tubuhnya seperti sekarung beras, dan tanpa perasaan, tubuh Gazbiyya dibanting begitu saja diatas kasur.
"Menjauh dariku. Pergi dari sini, pergi"
Mendapat amukan dan lemparan bantal dari Gazbiyya, nyatanya malah membuat jiwa lelaki Kendrick semakin tertantang.
Kendrick malah tertawa keras sembari terus mendekati Gazbiyya
Sampai kemudian, kesabaran Kendrick berada diambang batas, kala Gazbiyya menendang tubuhnya hingga membuatnya terjungkal disamping ranjang.
Plak..
Terdengar suara tamparan yang dihasilkan dari bertemunya telapak tangan Kendrick dengan pipi mulus Gazbiyya,
"Dasar perempuan murahan. Aku sudah cukup bersabar menghadapimu, tapi kamu malah minta dikasarin"
Kendrick yang asli telah kembali, setelah menampar pipi Gazbiyya hingga menimbulkan warna merah di pipi putih itu.
Sekarang dia berusaha menekan tubuh Gazbiyya yang berada dibawah kuasanya.
Berulang kali mencoba mendaratkan sebuah ciuman, dan hasilnya selalu gagal karna Gazbiyya yang tidak bisa diam.
Gadis itu masih berusaha untuk terlepas dari kungkungan Kendrick.
Kemudian tepat disaat Kendrick akan menarik paksa pakaian Gazbiyya, tiba-tiba tubuhnya sudah tertarik dan menghantam tembok dengan cara yang tidak manusiawi.
Erangan rasa sakit terdengar lirih dari mulut Kendrick.
Sosok yang memakai pakaian serba hitam itu, sedang berdiri ditengah ruang kamar sembari menatap tajam ke arah Kendrick.
Langkahnya perlahan mengintai tubuh lemas Kendrick, lalu lolongan rasa sakit kembali terdengar dari mulut Kendrick dikala kaki Allgar menekan perut korban dibawah kakinya.
Aarrgghhh...
Suara itu membuat Allgar tak cukup puas, tangannya kembali mencengkram leher Kendrick seakan ingin membunuh lelaki itu saat ini juga.
Namun suara pintu yang menjeplak keras di ikuti kemunculan Claretta dan Gavin, terpaksa membuat Allgar menghentikan niatnya.
"Allgar, hentikan. Kamu bisa membunuhnya" ujar Gavin
Allgar pun melepaskan Kendrick,
"Ada Gazbiyya disini, jangan sampai membuatnya semakin ketakutan. Sekarang bawa Gazbiyya pergi, kami akan menyelesaikan urusan disini" ucap Claretta dan membuat Allgar tersadar jika diruangan itu masih ada Gazbiyya
Tatapan Allgar tertuju pada Gazbiyya yang tengah duduk memojok diatas ranjang, tangan mungil itu mencengkram selimut dengan bergetar.
"Gazbiyya" panggil Allgar sembari mencoba mendekati gadis itu
Dan tanpa diduga, Gazbiyya langsung menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Allgar.
Tubuh bergetarnya menangis hingga tersedu, isakan tangis itu membuat Allgar mengepalkan tangannya dengan kuat.
Memberikan sumpah serapah untuk Kendrick yang telah membuat gadis dipelukannya seperti ini.
"Sudah, tak apa. Sekarang kamu aman, ada aku disini" bisik Allgar sembari mengelus lembut punggung bergetar Gazbiyya
Kemudian saat dirasa tangisan Gazbiyya mulai mereda, Allgar bersiap membawa gadis itu pergi dari kamar itu.
Menggendong tubuh Gazbiyya hingga kegelapan menyamarkan kepergian kedua orang itu.
...•••...