
Malam adalah salah satu hal yang sangat disukai oleh Allgar, karna sejak dulu dia sudah berteman dengan kegelapan.
Namun beberapa bulan ini, Allgar mulai menyadari jika dirinya perlahan berubah.
Dan perubahannya tak terlepas dari sosok cantik yang kini tengah berstatus sebagai kekasihnya.
Gazbiyya Eiliya Sazrvenaz, perempuan itu seolah menyihirnya untuk berbuat hal diluar batasnya.
Melakulan banyak hal konyol demi membuat Gazbiyya merasa senang.
Tapi seiring bertambahnya kedekatan mereka, membuat Allgar semakin bimbang.
Bahkan pertanyaan Gazbiyya saat di Pantai kala itu, sampai kini masih terus terngiang dipikirannya.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu yang kemudian disusul oleh sebuah suara halus, membawa Allgar kembali pada dunia nyata.
"Allgar, ini Mama nak. Kamu belum tidur kan sayang?" Dan suara halus itu berasal dari wanita yang sudah melahirkan Allgar ke dunia ini
Allgar yang semula tengah berdiri melamun di balkon pun segera berjalan ke arah pintu kamarnya.
"Mama, ada apa?" tanya Allgar disaat pintu sudah terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sangat dia hormati
Ratu Veloxi menatap sang putra dengan tatapan teduhnya.
Sejak kematian Allya, Allgar seolah menutup dirinya dari keluarga. Putranya ini tak pernah lagi mengunjunginya, seperti waktu lalu.
Mungkin jika bukan perintah penting dari Raja Austin, Allgar tidak akan mau pulang ketanah kelahirannya ini.
"Apa Mama mengganggumu All?" tanya Ratu Veloxi yang langsung dijawab gelengan kepala oleh putrannya itu
"Mama pingin ngobrol sama kamu, besok kan kamu sudah pulang ke Kota Grissham"
Lalu tanpa dikomando, Ratu Veloxi langsung mendudukkan diri di ranjang king size milik Allgar.
"Sini" ujar Ratu Veloxi sambil menepuk tempat disampingnya
"Rasanya Mama gak rela untuk membiarkan kamu pergi lagi, Mama masih kangen sama kamu" ungkap Ratu Veloxi sembari melirik putranya yang sejak tadi masih memasang senyum seadanya
"Kenapa Mama bicara seperti itu, Allgar kan memang gak seharusnya tinggal disini.
Lagi pula disini masih ada Hyuna dan Cyra yang menemani Mama" balas Allgar
Allgar memang memiliki dua adik perempuan yang bernama Hyuna dan Cyra.
Namun Allgar sama sekali tak dekat dengan mereka berdua. Bahkan setiap berkunjung kesini, Allgar berusah keras untuk menghindari kedua adiknya itu.
"Soal ucapan Papa mu beberapa hari yang lalu, Mama berharap kamu mau memikirkannya lagi nak.
Bagaimana pun semua ini memanglah yang terbaik buat kamu, tolong jangan bertengkar lagi dengan Papa mu, Allgar" pinta Ratu Veloxi penuh harap
Namun respons Allgar malah tersenyum sinis.
Jika tahu alasannya disuruh pulang karna masalah itu, maka Allgar pasti tidak akan mau pulang.
Dan Mamanya bilang jika semua ini adalah demi kebaikannya, namun Allgar sama sekali tak berpikir seperti itu.
Allgar jelas tahu jika keputusan Papanya tak lebih dari kepentingan Kerajaan mereka semata.
"Allgar mau tanya. Apa selama ini Papa dan Mama pernah menyesal, karna sudah membuang kami?"
Ratu Veloxy menegang kaku kala mendengar pertanyaan dari putranya ini.
Setelah sekian lama, pertanyaan itu kembali terucap dari bibir putranya.
Saat mereka kehilangan Allya untuk selamanya, Allgar menggila dan marah besar kepada orang tuanya.
Allgar tak berhenti menyalahkan Austin dan Veloxy atas meninggalnya Allya.
"Sepertinya kamu harus beristirahat nak, jangan sampai besok kamu kelelahan karna melakukan perjalanan jauh" ujar Ratu Veloxy yang kini sudah berdiri
Lalu sebelum kakinya melangkah keluar dari kamar Allgar, Ratu Veloxy mengusap puncak kepala Allgar dengan lembut.
"Mama pamit dulu, dan selamat malam sayang" ucapnya sebelum menghilang dari pandangan Allgar
Dan Allgar hanya mampu tertawa sinis kala mengetahui jika Mamanya sengaja menghindarinya.
Pertanyaan yang dia tanyakan masih sama seperti kala itu, dan lagi-lagi Allgar tak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya ini.
"Seharusnya kalian tak pernah melahirkan kami" gumam Allgar dengan lirih sembari menatap pintu kamarnya yang kembali tertutup rapat
...•••...
Sesuai rencana, hari ini Allgar dan Kevlar akan kembali pulang ke Mansion mereka yang berada di Kota Grissham.
Setelah berpamitan pada keluarga besarnya, tanpa menunggu waktu lama, Keduanya segera mengudara didalam pesawat.
Namun disaat membayangkan ada seseorang yang akan menyambut kepulangannya, tanpa sadar membuat Allgar tersenyum.
Malam dimana Allgar selesai mengobrol bersama Mamanya, lelaki itu langsung menghubungi sang kekasih untuk memberitahukan rencana kepulangannya.
Dan seperti yang sudah Allgar bayangkan, Gazbiyya berseru senang karna masih tidak percaya dengan rencana kepulangan dari kekasihnya itu.
"Nih, minum dulu" Kevlar meletakkan kaleng minuman bersoda dihadapan Allgar
Karna mereka berdua menggunakan pesawat pribadi, jadi mereka bisa bebas bersantai disepanjang perjalanan.
"Makasih" ucap Allgar sebelum meneguk minuman dingin itu
Usia Kevlar yang lebih tua diatas Allgar, terkadang membuat Allgar sungkan pada sepupunya itu.
Meski tak semua ucapan Kevlar mau Allgar dengarkan, namun tak ada salahnya jika saat ini Kevlar mencoba berbicara penting pada sepupunya ini.
"Kalau kamu mau membahas masalah di Aula kerajaan waktu itu, mending tidak usah.
Karna aku masih berpegang pada keputusanku" ucap Allgar yang mana langsung mematahkan harapan Kevlar
Bahkan disaat Kevlar belum mengucapkan niatnya, Allgar sudah terlebih dahulu mengetahuinya.
Dengar raut lelah, Kevlar menghela nafas panjang.
Lalu diliriknya wajah Allgar yang terlihat dingin.
"Sebelumnya aku sudah pernah mengingatkanmu All.
Namun kamu malah mengabaikannya dan bertindak semakin jauh. Dan sekarang, kamu merasa tak rela untuk melepaskannya"
"Semua ini tidak ada hubungannya dengan Gazbiyya" balas Allgar dengan raut datar
Namun jawaban Allgar tak membuat Kevlar mempercayainya, sepupu dari Allgar itu malah tertawa pelan.
"Kamu salah jika berharap bisa membohongiku All.
Sudah berapa lama kita saling mengenal? Bisa-bisanya kamu berpikir untuk berbohong"
"Allgar yang aku kenal adalah orang yang tak berhati, apalagi berperasaan.
Jika bukan karna memikirkan perasaan Gazbiyya, mungkin kamu akan menyetujui perintah Raja Austin" lanjut Kevlar lagi
Mungkin sekarang keadaan Gazbiyya masih aman, tapi nanti disaat Raja Austin mengetahui keberadaan Gazbiyya yang berada disamping putranya.
Tak menutup kemungkinan jika nyawa perempuan itu akan berada dalam bahaya.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah ku, aku pasti memiliki cara untuk menyelesaikannya" balas Allgar sembari bersiap meninggalkan Kevlar sendiri
Allgar membutuhkan waktu sendiri untuk memperbaiki moodnya yang seminggu ini sangat kacau.
Gazbiyya tidak boleh mengetahui masalahnya.
Sampai kemudian pesawat yang mereka tumpangi telah mendarat di Bandara Kota Grissham dengan selamat.
Dan perjalanan menuju Mansion dilanjutkan dengan menaiki Holly Kopter, Allgar ingin segera sampai di Mansion.
Tepat jam 8 malam, Allgar dan Kevlar kembali menginjakkan kaki di Mansion THE IMMORTAL.
Kedatangan mereka berdua disambut senang oleh teman-temannya.
Dan tentunya juga ada Gazbiyya yang kini tengah menyunggingkan senyum lebar pada Allgar.
"Hay" sapa Allgar untuk pertama kalinya didepan Gazbiyya
"Apa kabar? Bagaimana perjalanannya tadi?" tanya Gazbiyya dengan canggung
Padahal seharian ini Gazbiyya merasa sangat senang, karna sudah tak sabar ingin bertemu kembali dengan sang kekasih.
Namun sekarang setelah berdiri didepan Allgar, entah kenapa malah membuat Gazbiyya canggung dan salah tingkah
"Kabar ku tentu baik-baik saja, dan akan jauh lebih baik jika aku juga bisa mendapatkan sebuah pelukan" ucap Allgar sembari kedua tangannya sudah terbuka lebar, seolah sedang mengkode Gazbiyya untuk masuk kedalam pelukannya
Kemudian dengan wajah malu-malu, Gazbiyya segera membawa tubuhnya untuk masuk dalam dekapan Allgar.
Akhirnya rasa kangennya sudah berlabuh pada tempat yang tepat.
Merontokkan segala rasa khawatir yang beberapa hari ini bersamayam didalam hati Gazbiyya.
"Aku pulang" bisik Allgar tepat ditelinga sang kekasih
Bersama Gazbiyya, Allgar merasa mulai mendapatkan rasa nyamannya kembali.
...••• ...