
Sudah hampir dua minggu berlalu sejak pembicaraannya bersama Allgar di padang bunga Dandelion.
Kini hubungannya bersama Gazbiyya semakin dekat, sosok yang semula bersikap dingin itu seakan mulai mencair ketika bersama Gazbiyya.
Dan karna kedekatan itu lah, Claretta dan Kinara sering menggodanya. Kedua orang itu tampak kompak ketika menjahili Gazbiyya.
"Sudah dong, aku sama kak Allgar itu gak ada hubungan apapun. Kami hanya sekadar akrab biasa" teriak Gazbiyya pada kedua temannya
Namun bukannya berhenti, Claretta dan Kinara malah semakin semangat untuk terus mengorek informasi dari Gazbiyya.
Kedua gadis itu yakin jika hubungan Gazbiyya dan Allgar bukan hanya sekadar teman biasa, mereka curiga jika sebenarnya sudah pacaran.
"Gak percaya. Kalau cuma teman biasa, gak mungkin perhatian seperti itu"
"Iya, setuju banget sama kamu, Cla. Pasti dia dan kak Allgar sudah pacaran" Kinara mengetuk meja di depannya dengan wajah serius
"Dengar ya Gazbiyya. Kami tidak akan menyerah sampai kamu mau mengaku"
Gazbiyya yang mendengar ancaman dari Claretta hanya menggelengkan kepalanya dengan pasrah.
Percuma saja dia menjelaskan, nyatanya kedua orang itu tak mau mempercayai ucapannya sedikit pun.
"Terserah kalian saja, aku sudah capek ngurusin pertanyaan dari kalian" ujar Gazbiyya sembari mulai berjalan meninggalkan kedua temannya
"Eh, mau kemana?" tanya Kinara
"Tidur. Lama-lama aku bisa gila, kalau terus-terusan mendengarkan ocehan dari kalian berdua"
Saat jaraknya sudah mulai menjauh dari kedua temannya, diam-diam Gazbiyya tersenyum. Meski Claretta dan Kinara bersikap menyebalkan, namun keduanya tetap lah temannya.
Sepeninggalan dari Gazbiyya, baik Claretta mau pun Kinara tetap lanjut dengan kegiatan menggosipnya.
"Tapi Cla, kalau misal benar mereka pacaran. Apa nanti kak Biyya akan tetap menerima kak Allgar? Aku takut dia kecewa, Cla" ucap Kinara sembari menatap kepergian Gazbiyya
Bahkan perasaan Kinara saat ini juga amat merasa bersalah. Jika benar mereka berpacaran, lalu bagaimana dengan Allgar yang notabenya adalah seorang Vampir.
Kinara tidak bermaksud menyembunyikan kenyataan itu dari Gazbiyya, namun dia juga sadar bahwa dia sama sekali tak berhak untuk mengatakannya.
"Aku juga bingung. Entah kenapa aku malah berharap jika ucapan Gazbiyya itu benar, berharap semoga mereka benar-benar tidak menjalin hubungan serius" tambah Claretta
Tapi harus Claretta akui, jika dirinya sadar betul tentang Allgar yang mungkin tertarik pada Gazbiyya.
...•••...
Allgar masih diam terpaku, menatap pada sebuah figura berisi potret dirinya bersama sang kakak.
Sorot matanya dengan jelas menunjukkan rasa rindu yang teramat besar.
"Aku harus bagaimana kak?" bisiknya dengan lirih
Perasaan menyesal itu masih bercokol di dalam hatinya, meski tahun telah berlalu.
Kenyataannya Allgar masih belum merelakan kepergian separuh jiwanya untuk selamanya.
Allgar merasa gagal, dia telah mengecewakan kedua orang tuanya. Dia gagal menjaga dan melindungi kakak kembarnya itu.
Tok..tok..tokk..
Suara ketukan pintu menyadarkan Allgar dari lamunannya, lalu tak lama setelah itu disusul sebuah suara lembut milik Gazbiyya.
"Kak Allgar. Apa kakak ada di dalam?" panggil Gazbiyya yang kini tengah berdiri didepan pintu kamar Allgar
Allgar segera menyimpan figura tadi, lalu langkahnya mendekat ke arah pintu kamarnya.
"Ada apa?" tanya Allgar setelah membuka pintu kamarnya,
Gazbiyya yang semula penuh percaya diri, kini nyalinya seakan menciut saat berhadapan dengan Allgar.
"Anu.. itu.." ucap Gazbiyya dengan tidak jelas, terlihat sekali jika dirinya tengah dilanda rasa gugup
"Kamu kenapa sih, Biyya? Kamu mau bilang apa?"
Gazbiyya berdehem pelan untuk mengurangi salah tingkahnya. Tatapan gadis itu menunduk demi menghindari tatapan menusuk milik Allgar.
"Oke" balas Allgar dengan cepat
Bahkan lelaki itu langsung berjalan menuju ruang santai, dan Gazbiyya yang semula kaget, akhirnya pun mengikuti langkah Allgar.
"Kamu mau bicara apa, Biyya?" tanya Allgar setelah mereka sampai di ruang santai
"Janji, kak Allgar gak boleh marah ya. Aku gak bermaksud apapun, aku cuma mau minta tolong saja"
Gazbiyya melirik Allgar dengan takut, kenapa penyesalan selalu datang diakhir sih.
Kenapa juga dia mesti nekat menemui Allgar.
"Mau minta tolong apa? Kamu mau diajak jalan-jalan lagi?"
"Eh, enggak. Bukan soal jalan-jalan kok" balas Gazbiyya sembari menggelengkan kepalanya cepat
"Terus?"
"Ini soal kita kak. Karna sikap kak Allgar yang akhir-akhir ini perhatian sama aku, itu membuat Claretta dan Kinara salah paham.
Mereka curiga kalau kita sedang menjalin hubungan"
Dengan ragu, Gazbiyya melirik ke arah Allgar. Gadis itu ingin tahu bagaimana respons dari lelaki di sampingnya ini.
Namun yang didapat hanya sebuah ekspresi datar, tanpa sadar Gazbiyya menghela nafasnya dengan berat.
"Maksud kamu, kamu ingin aku jelasin ke mereka bahwa kita sedang tidak menjalin hubungan spesial, gitu?" tebak Allgar yang langsung mendapat anggukan cepat dari Gazbiyya
"Kenapa? Apa kamu keberatan, kalau digosipkan menjalin hubungan dengan ku?
Apa aku tidak sepantas itu?"
Gazbiyya dibuat gelagapan oleh pertanyaan dari Allgar, sumpah dia tidak bermaksud merendahkan lelaki itu.
Aduh, kenapa jadi seperti ini sih...
"Maaf, aku gak bermaksud seperti itu kak. Aku cuma gak mau, kalau yang lainnya berpikiran jauh tentang kita.
Padahal, kenyataannya kita memang tidak memiliki hubungan apapun"
"Kalau begitu, kenapa kita tidak membuat semuanya menjadi mudah saja, Gazbiyya"
"Maksud kak Allgar gimana? Aku gak paham" tanya Gazbiyya dengan raut bingungnya
"Kita jadikan pemikiran mereka menjadi kenyataan. Kita bisa menjalin hubungan spesial, seperti yang mereka gosipkan" ucap Allgar dengan kedua mata lurus menatap Gazbiyya
"Maaf, aku gak bisa kak" tolak Gazbiyya yang langsung berterus terang
"Buat ku, perasaan itu bukan untuk mainan. Kita gak bisa menjalin sebuah hubungan, hanya karna memikirkan omongan orang lain"
"Bagaimana jika aku bilang, kalau aku mulai sayang sama kamu, Gazbiyya"
Lagi dan lagi, Gazbiyya merasa mendapat serangan jantung akibat ucapan dari Allgar.
Gazbiyya tidak pernah menyangka jika permintaan tolongnya, malah merembet ke urusan hati.
Selama ini dia menganggap perlakuan dan perhatian Allgar hanya sebatas kebaikan biasa. Tak ada sangkut pautnya dengan perasaan.
Dan sekarang, lelaki itu malah mengakui perasaan sayangnya.
"Mungkin, itu hanya rasa sayang sebatas kakak kepada adiknya kak. Sama seperti rasa sayang kak Allgar ke Claretta. Aku yakin..."
"Cukup. Kamu tidak perlu meneruskannya lagi" potong Allgar sebelum Gazbiyya menyelesaikan ucapannya
"Kamu mau aku jelasin ke Claretta dan Kinara tentang hubungan kita yang sebenarnya kan? Mulai sekarang, kamu gak perlu khawatir lagi.
Aku pastikan jika mereka tidak akan menggosipkan kita lagi" ujar Allgar dengan tegas
Kemudian berlalu pergi meninggalkan Gazbiyya seorang diri di ruang santai. Menyisakan rasa sesal dihati gadis itu.
...•••...