The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 37. Menyenangkan Hati Pacar...



Seperti rencana Allgar kemarin, hari ini lelaki itu akan mengajak Gazbiyya jalan-jalan ke Kota.


Wajah ceria serta senyuman manis yang tercetak diwajah Gazbiyya, membuat semua orang tahu jika perempuan itu sedang merasa sangat bahagia.


"Yang mau pergi kencan, kayaknya senang banget" ujar sebuah suara yang berasal dari Kevlar


Kakak dari Claretta itu terlihat tampan dengan setelan santainya, harus Gazbiyya akui jika para Vampir penghuni Mansion ini sangat lah tampan dan berkarisma.


Namun posisi pertama tetap jatuh pada sang kekasih, Allgar Kavindra adalah sosok tampan dan juga memikat, seolah lelaki itu seperti renkarnasi dari seorang Dewa.


"Eh kak Kevlar. Kok tumben jam segini masih santai di rumah, memangnya gak pergi ke kantor ya kak?" tanya Gazbiyya kemudian


Gazbiyya memang jarang mengobrol bersama Kevlar, karna sepupu dari kekasihnya itu lebih sering berada di luar Mansion.


"Libur dulu lah Biyya, kalau di kantor terus malah bosan" balas Kevlar ramah


"Kenapa gak sekalian ikut jalan-jalan bareng aku sama Kak Allgar saja kak?


Lumayan buat menghilangkan bosan"


Namun tanggapan Kevlar malah tertawa pelan. Karna Kevlar tidak akan menerima ajakan dari Gazbiyya, dia tidak mau membuat hari liburnya di isi dengan mendapat omelan serta sikap dingin dari sepupunya itu.


Allgar pasti akan sangat keberatan jika dia ikut serta dalam kencan bersama Gazbiyya.


"Makasih Biyya, tapi kayaknya aku mau istirahat di Mansion saja" tolak Kevlar dengan halus


Gazbiyya pun hanya mengangguk singkat, lalu tak lama setelah itu Allgar datang dengan penampilan santainya.


Jika biasanya Allgar lebih sering memakai kemeja, kini kekasih dari Gazbiyya itu lebih memilih memakai kaos pendek serta bawahan jins panjang.


"Maaf ya, udah buat kamu menunggu lama" ucap Allgar yang kini sudah ikut duduk di samping Gazbiyya


Tadi saat mereka akan turun ke bawah bersama, tiba-tiba Allgar mendapat panggilan telpon.


Dan akhirnya Allgar menyuruh kekasihnya itu untuk turun ke lantai bawah terlebih dahulu, sedangkan Allgar sendiri akan segera menyusul setelah selesai dengan urusannya.


"Enggak terlalu lama juga kok kak. Kak Allgar sudah selesai urusannya?" tanya Gazbiyya yang mana langsung dibalas anggukan pelan oleh Allgar


"Kita langsung berangkat sekarang saja ya" ajak Allgar setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya


"Iya kak"


Lalu sebelum pergi, Allgar dan Gazbiyya berbasa-basi sebentar dengan Kevlar untuk kemudian pamit pergi.


Di sepanjang perjalanan, Gazbiyya tak berhenti mengembangkan senyuman.


Terlihat sekali jika perempuan itu sedang merasa senang, sampai Allgar yang tengah mengemudi disampingnya pun ikut tertular senyuman dari kekasihnya itu.


Allgar menggunakan tangannya yang lain untuk membawa tangan Gazbiyya kedalam genggaman.


Meski wajahnya terlihat fokus dijalanan, namun genggaman tangan yang dilakukan oleh Allgar mampu menghangatkan hati Gazbiyya.


"Makasih y kak, karna udah bawa aku jalan-jalan ke Kota" Gazbiyya mengucapkannya sembari menepuk-nepuk tautan tangan mereka menggunakan tangannya yang lain.


"Yakin banget kalau aku mau ajak ke Kota"


"Eh, kok gitu?" seru Gazbiyya dengan wajah kaget


Gazbiyya menolehkan kepalanya ke samping dengan wajah kaget bercampur kesal, namun sedetik kemudian sebuah tawa keluar dari celah bibir kekasihnya itu.


Sadar jika dirinya baru saja dikerjai oleh sang kekasih, Gazbiyya dengan reflek mencubit lengan Allgar dan berlanjut melepaskan tautan tangan keduanya.


"Kak Allgar nyebelin banget sih.


Udah tahu aku lagi seneng-senengnya, eh ini malah dikerjai" omelnya dengan wajah cemberut


Allgar pun segera menghentikan tawanya karna tak ingin membuat sang kekasih menjadi semakin marah.


Tangannya yang sedang menganggur, mencoba mengelus kepala Gazbiyya dengan harapan suapaya sang kekasih meredakan rasa kesalnya.


"Jangan ngambek dong sayang, kan cuma bercanda"


Namun Gazbiyya masih kokoh dengan wajah datarnya, sama sekali tak tersentuh oleh ucapan Allgar.


"Aku minta maaf ya sayang.


Kalau masih nagambek, mending aku putar balik saja lah" ancam Allgar


Dan ternyata ancaman Allgar berhasil membuat Gazbiyya yang semula tengah membuang wajahnya ke arah luar, kini berganti menatap Allgar dengan wajah melas.


Meski begitu, Gazbiyya masih saja menggerutu kesal.


"Kak Allgar minta maafnya gak ikhlas banget sih, masa minta maaf tapi sambil ngancem" protes Gazbiyya dengan raut yang terlihat menggemaskan dimata Allgar


"Haha.. maafin ya sayang" ujar Allgar kemudian


"Sebagai hukuman karna sudah membuatku kesal, jadi selama seminggu ini, Kak Allgar gak boleh manggil sayang!" putus Gazbiyya dengan senyum kemenangan


"Eh,,, hukuman apa itu? Masa hukuman kayak gitu" meski mengungkapkan kata protes, namun Allgar tetap merasa gemas dengan tingkah Gazbiyya


Kekasihnya itu, kenapa unik banget sih.


Namun sebagai sarana untuk mendamaikan suasana, Allgar pun mau menyetujuinya.


Tapi untuk prakteknya, mungkin nanti Allgar akan tetap melanggar hukuman.


...•••...


Perempuan itu sangat menikmati perjalanannya kali ini bersama sang kekasih, sepanjang perjalanan mereka berdua mengobrol bersama dan kadang saling menjahili, hingga berakhir dengan adegan manis.


Saat ini mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area perkotaan.


Suasana jalan yang tadinya terlihat sepi dan lenggang, kini telah berganti dengan keramaian dan juga banyak mobil yang saling berseliweran.


"Capek ya? Kalau saja tadi kamu mau naik Helly, pasti gak akan memakan waktu lama" ucap Allgar sembari tangannya mengelus pipi mulus Gazbiyya


Gazbiyya tersenyum manis mendengar nada khawatir dari suara kekasihnya.


Kekasihnya itu tadi memang menawarkan untuk menaiki Helly Kopter saja agar cepat sampai, namun Gazbiyya tolak karna dia ingin mengendarai mobil saja.


Dan entah kenapa, perlakuan Allgar yang terlalu baik kadang malah membuat Gazbiyya merasa takut.


Gazbiyya takut jika pada akhirnya dia akan terjatuh terlalu dalam dengan pesona sang kekasih.


Ada rasa takut juga khawatir jika nantinya mereka tak bisa selamanya bersama, seperti dirinya yang tak bisa mewujudkan cinta pertamanya bersama Ezra.


"Aku malah seneng naik mobil.


Lagi pula gak masalah jika sampainya lama, setidaknya kita juga punya waktu lama buat berduaan" balas Gazbiyya dengan tersenyum manis


"Pintar banget sih jawabnya, jadi makin gemas" sebagai balasan, Allgar mengacak rambut kekasihnya itu


15 menit kemudian mobil yang mereka tumpangi telah berhenti di parkiran Mall.


Namun sebelum turun dari mobil, Allgar dan Gazbiyya kompak memakai masker untuk menutupi sebagian wajah mereka.


Untuk berjaga-jaga jika nanti Gazbiyya tak sengaja bertemu dengan orang yang dia kenal.


"Kamu mau beli apa sayang?" tanya Allgar disaat mereka sedang menaiki Eskalator yang akan membawa ke lantai dua Mall


"Loh, kok malah tanya aku sih Kak.


Kan kita kesini mau belanja pakaian buat kamu, biar pakaianya gak warna itu-itu mulu"


"Iya sayang. Maksud aku, kamu mau sekalian belanja apa gitu?"


"Emb, mau beli apa ya? Aku gak tahu deh Kak, kan niat awal aku cuma mau nemenin kamu belanja sekaligus jalan-jalan" Gazbiyya mengucapkannya dengan muka polos


Karna dulu Gazbiyya memang tak terlalu suka dengan masalah shoping-shoping kayak gini. Jikalau pun ingin belanja, pasti sebelumnya dia sudah membuat rencana apa saja yang nantinya pingin dia bila.


Supaya saat di Mall tak bingung mau menuju Toko mana.


"Ya sudah kalau gitu kita ke Toko khusus pakaian Pria dulu ya, siapa tahu nanti kamu sudah kepikiran mau beli apa" putus Allgar yang dibalas anggukan setuju oleh Gazbiyya


Mereka berdua disambut ramah oleh pelayan yang berdiri didekat pintu masuk, lalu Allgar dan Gazbiyya pun mulai berjalan menghampiri deretan kemeja polos dengan berbagai warna.


Gazbiyya mengambil kemeja berwarna Hijau Tosca, biru muda, dan krem, lalu diserahkan pada Allgar untuk lelaki itu coba.


"Coba yang ini kak" sembari menyerahkan ketiga kemeja yang berbeda warna itu pada kelasihnya


Namun Allgar tak langsung mengambilnya, lelaki itu malah menatap Gazbiyya dengan dahi berkerut.


Seolah tak yakin dengan pilihan kekasihnya, karna selama ini pakiannya selalu berwarna gelap.


"Ini ambil, coba dulu saja Kak. Aku yakin pasti Kak Allgar makin ganteng kalau pakai ini"


Dan Allgar pun dengan ragu mengambil kemeja itu, lalu berjalan menuju ruang ganti.


Beberapa menit kemudian Allgar keluar dengan kemeja berwarna Toska yang membalut tubuhnya, tampak pas ditubuh ideal milik Allgar.


Gazbiyya yang memang menunggunya di luar, tanpa bisa dicegah, senyumnya kian melebar melihat sang kekasih keluar dari ruang ganti.


"Ganteng banget, pacarnya aku" ucap Gazbiyya yang kini sudah berdiri disamping Allgar yang sedang berdiri di depan kaca


Allgar tampak memperhatikan penampilannya yang berbeda dari biasanya, senyumnya mengembang saat merasa jika dirinya tak terlalu buruk dengan warna Tosca ini.


"Nanti kamu juga beli gaun yang warnanya sama seperti ini ya" ujar Allgar


"Oke" balas Gazbiyya dengan cepat


Gazbiyya sih senang-senang saja, karna gaun miliknya yang dibelikan oleh Claretta dan Kinara memang semuanya berwarna hitam, maroon, merah dan putih.


Dan semuanya bejenis gaun sexy.


"Gazbiyya" panggil sebuah suara yang berasal dari belakang tubuh Allgar dan Gazbiyya


Yang dipanggil pun reflek membalikkan badannya, dan baik Gazbiyya mau pun yang tadi memanggil sama-sama ber ekspresi terkejut.


Sejak masuk Toko, Allgar dan Gazbiyya memang melepas maskernya.


Namun siapa sangka jika didalam Toko malah mempertemukan Gazbiyya dengan orang yang sangat dia kenali.


"Kamu kemana saja, Biyya?" ucap seseorang itu sembari memeluk tubuh Gazbiyya yang tengah menegang


Gerakan refleks yang dilakukan oleh lelaki itu membuat Allgar menggeram marah, kedua tangannya mengepal kuat disisi tubuhnya.


...•••...