The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 40. Perbedaan Itu Nyata...



Setelah suasana sesak yang terjadi di antara Gazbiyya dan Allgar, kini keduanya memutuskan untuk kembali ke Villa.


Udara malam yang semakin terasa dingin, membuat Allgar kembali merapatkan tubuh Gazbiyya kedalam pelukannya.


Berjalan bersisihan dengan tangan Allgar yang setia merangkul pinggang kekasihnya itu.


"Apakah masih dingin?" tanya Allgar kala menyadari sikap pendiam Gazbiyya sepanjang perjalanan pulang


"Enggak kok Kak" ucapnya sembari menggelengkan kepala


Mereka berdua dengan kompak menganggap seolah tak terjadi apapun pada beberapa waktu yang lalu.


"Kita pulang ke Mansion saja ya" ujar Allgar yang mana membuat Gazbiyya mengerutkan keningnya


"Loh, memangnya kenapa Kak? Bukankah yang lainnya masih ada di Villa ya" balas Gazbiyya dengan raut bingung


Karna seharusnya malam ini mereka memang menginap di Villa Pantai, seperti rencana sebelumnya


Namun dengan tiba-tiba Allgar malah mengajaknya kembali ke Mansion.


"Di Villa banyak orang, aku mau berduaan saja sama kamu" ucap Allgar dengan tersenyum smirk


Gazbiyya yang mendengarnya pun dengan refleks mencubit pinggang Allgar.


"Dasar nyebelin" ujar Gazbiyya


"Eh, memang salahnya dimana sih sayang? Mau menghabiskan waktu sama pacar sendiri, masa gak boleh"


"Salahnya itu karna kamu sukanya gigit" balas Gazbiyya dengan senyuman jahil yang menghiasi wajah cantiknya


Kini Gazbiyya dengan sengaja berjalan duluan di depan Allgar, matanya mengedip jahil yang mana langsung mengundang tawa dari Allgar.


Allgar sampai menggelengkan kepalanya karna menyaksikan tingkah genit dari kekasihnya itu.


Lalu disaat Gazbiyya membalikkan badannya membelakangi sang kekasih.


Dengan gerakan tak terduga, Allgar membawa tubuh Gazbiyya menghilang dikegelapan malam.


"Kak Allgar" jerit Gazbiyya sebal, kala mereka berdua sudah sampai didalam kamar lelaki itu


Jarak pantai dan Mansion yang terbilang tak terlalu jauh, sangat memudahkan Allgar untuk memindahkan tubuh mereka berdua kembali ke Mansion.


Gazbiyya yang masih dilanda rasa terkejut, kini dengan mata tajamnya, dia menatap kesal ke arah sang kekasih yang sedang merebahkan tubuh di ranjang seolah tak melakukan kesalahan apapun.


"Apa?" tanya Allgar sembari memasang senyum tanpa rasa bersalah


"Ini kita tiba-tiba menghilang seperti ini, bagaimana jika yang lainnya khawatir mencari" ujar Gazbiyya


"Udah, tenang. Mereka gak bakalan mencari kita, tadi aku udah bilang sama Kevlar kalau mau balik ke Mansion"


"Kapan Kak Allgar bilangnya? Kan ponsel kita ketinggalan di Villa" tanya Gazbiyya dengan raut bingung


"Tadi sebelum aku bawa kamu kesini, aku udah bilang sama Kevlar lewat Telepati" balas Allgar dengan santai


Telepati..


Mendengar kata ajaib itu membuat Gazbiyya kembali dihantam kenyataan, jika perbedaan antara dia dan Allgar begitu besar dan nyata.


Entah berapa banyak kekuatan ajaib yang dimiliki oleh kekasihnya ini.


Yang pasti Gazbiyya sadar jika mereka sungguh berbeda.


"Sini sayang, ngapain berdiri di situ terus?" Allgar menepuk sisi ranjang kosong yang berada disebelahnya


Gazbiyya menuruti perintah Allgar tanpa harus di suruh untuk kedua kali.


"Aku belum ngantuk, aku mau rebahan sambil nonton film dulu" ujarnya sembari menyandarkan punggung di kepala ranjang


"Mau nonton film apa?"


"Terserah, yang penting genrenya Komedi Romantis"


Allgar pun dengan segera bangun dari ranjang, dia akan pergi menuju ruang santai yang berada di lantai 3 ini.


Karna disana banyak DVD film yang biasa mereka tonton di waktu luang.


"Tunggu sebentar, aku ambil DVD nya dulu" ujar Allgar yang dibalas anggukan oleh Gazbiyya


Gazbiyya menatap kosong pada pintu yang baru saja dilewati oleh Allgar, ektingnya sungguh bagus kan?


Dengan apik dia bersikap seolah mereka berdua baik-baik saja setelah obrolan pelik yang terjadi di bibir pantai beberapa saat lalu.


Sebelumnya dia sudah terbiasa berpura-pura bahagia kala sang Kakak terus mengacuhkannya.


Berpura-pura bahagia saat berulang kali melihat Ezra bergonta-ganti pasangan.


Jadi, sekarang pun jika harus terlihat bahagia didepan Allgar juga bisa Gazbiyya lakukan.


Beruntung sekali karna kemampuan membaca pikiran yang dimiliki Allgar sama sekali tak mempan terhadapnya.


...•••...


Esoknya saat terbangun, Gazbiyya hanya mendapati dirinya sendiri di atas ranjang, sosok lelaki yang semalam tidur bersamanya sudah tak ada.


Gazbiyya mencoba bangun dari tidurnya, tubuhnya terasa sangat lelah.


Lalu ekor matanya tak sengaja melihat nampan berisi sandwich dan juga segelas susu.


Dengan gerakan pelan, Gazbiyya menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan letak nakas tersebut.


Senyuman tipis refleks tercetak saat matanya juga melihat secarik kertas yang berisi tulisan tangan.


...Maaf tidak bisa menemenimu sampai terbangun sayang...


...Aku ada keperluan yang mesti di urus dulu...


...Sampai bertemu lagi nanti malam...


^^^Your's Vampir^^^


Gazbiyya tertawa geli setelah membaca surat dari Allgar, kekasihnya itu menyebut dirinya sendiri dengan sebuatan Your's Vampir.


Saat itu Allgar tak sengaja melihat nomor ponselnya yang Gazbiyya beri nama My Vampir di kontak ponsel Gazbiyya.


Lalu setelah itu Allgar sering menyebut dirinya sendiri dengan sebutan Your's Vampir, ketika mereka berdua sedang bersama.


Dengan bibir yang masih mengembangkan sebuah senyuman, Gazbiyya lantas menyantap sandwich juga segelas susu yang dipersiapkan oleh Allgar.


Setelah kegiatan makannya selesai, Gazbiyya bergegas memakai kembali pakaiannya dan kembali ke kamarnya sendiri.


Setengah jam kemudian, Gazbiyya sudah rapi dengan setelan santainya.


Bersamaan dengan pintu kamarnya yang telah terbuka menampilkan Kinara dengan senyum lebarnya.


"Pagi" sapa Kinara


"Pagi juga.


Kalau dilihat-lihat dari raut mukanya, sepertinya lagi ada yang berbunga-bunga nih?" ujar Gazbiyya dengan tatapan jahil


Kinara yang mendengarnya pun lantas tertawa pelan, perempuan itu malah sibuk berguling-guling di atas ranjang.


"Tadi pagi sekali, Kak Vilash minta ditemani untuk melihat Sunrise.


Awalnya aku agak sebel karna masih ngantuk.


Eh tiba-tiba dia ngasih aku ini, katanya sogokan biar aku gak kepikiran sama ucapannya Kak Elvan kemarin malam" jelas Kinara sembari memperlihatkan sebuah kalung berwarna perak dengan bandul bulan


Melihat Kinara yang begitu terlihat bahagia sembari terus-menerus memegang kalung dilehernya.


Tanpa sadar Gazbiyya mengelus lehernya sendiri yang polos tanpa sebuah benda yang menggantung disana.


Bulan, bagi kaum Vampir adalah simbol spesial.


Sebelumnya Gazbiyya juga pernah melihat kalung dengan bandul bulan yang melingkar dileher Claretta.


Allgar mungkin sering memberikannya banyak hadiah, namun lelaki itu tak pernah sekalipun memberikannya sebuah kalung berbandul bulan seperti yang dimiliki oleh Claretta dan Kinara.


Sekali lagi, Gazbiyya merasakan perbedaan nyata dalam hidupnya.


"Itu artinya Kak Vilash beneran serius sama kamu, Nara.


Maka dari itu, kamu harus menjaga kalung itu sebaik mungkin. Jangan sampai menghilangkannya" ujar Gazbiyya yang kini telah memasang senyum ceria


"Iya Kak, pokoknya aku gak bakal ngelepasin kalung ini.


Aku kan biasanya ceroboh, bisa gawat kalau aku sampai menghilangkannya"


...•••...