The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 6. Sebuah Rahasia...



Setelah Gazbiyya dan dua gadis lainnya pergi dari ruangan itu, Kevlar mulai menanyakan keadaan Allgar yang terlihat berbeda.


"All, kamu baik-baik saja kan?"


Dan yang Kevlar dapatkan hanya sebuah balasan singkat yang lebih mirip seperti sebuah gumaman


Seharusnya dia tahu jika Allgar adalah orang yang slalu berekspresi datar dan dingin, dia juga tipe orang yang suka menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.


"Dia berbeda" ucapnya secara tiba-tiba yang mana berhasil membuat ke empat sahabatnya menatap bingung ke arah Allgar


"Maksud kamu, Gazbiyya?" tanya Gavin


Allgar mengangguk pelan sebagai jawaban atas pertanyaan dari Gavin, lelaki yang kini memakai pakaian serba hitam itu tampak merenggangkan jari-jarinya sembari tersenyum smirk.


Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya,


"Jadi, apa yang membuatmu yakin jika dia adalah gadis yang berbeda?" kali ini giliran Vilash yang bertanya,


Dan masih dengan sebuah senyuman smirk, Allgar menceritakan alasan kenapa gadis yang bernama Gazbiyya itu berbeda dari orang lain.


"Gazbiyya Eiliya Sarvenaz, dia adalah orang pertama yang tidak bisa ku baca" ucapnya dengan lantang


Penjelasan dari Allgar, sontak membuat yang lainnya terkejut.


Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?


Perlu diketahui jika lelaki yang bernama Allgar Kavindra bukanlah manusia biasa, dia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya.


Contohnya dengan bisa membaca masa lalu, karakter dan pikiran seseorang. Allgar hanya perlu menjabat tangan dan menatap mata mereka, maka dengan mudahnya dia bisa mengetahui segala sesuatu tentangnya.


Jadi itu lah alasan kenapa dia begitu lama menjabat tangan Gazbiyya saat proses perkenalan tadi, rupanya lelaki itu sedang berusaha menyelidiki Gazbiyya yang ternyata gagal.


"Mungkin cuma kebetulan saja All. Atau ini salah satu efek karna sebentar lagi akan memasuki bulan purnama" terang Elvan yang masih belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Allgar tentang Gazbiyya yang berbeda dari orang lainnya.


"Iya All, mungkin yang dikatakan Elvan adalah benar" tambah Gavin


Namun Allgar malah menggelengkan kepalanya, lelaki itu masih kokoh dengan pendiriannya tentang Gazbiyya. Sudah berulang kali dia melewati malam purnama, dan tidak mungkin jika baru sekarang muncul efek itu.


Karna dia yakin jika kekuatannya masih sama besarnya dengan sebelum ini, bahkan tadi pagi saat dia menjabat tangan rekan kerjanya. Allgar bisa dengn mudahnya membaca pikiran orang itu.


"Oke All. Terlepas dari dia berbeda dengan orang lainnya atau tidak, kita bisa menyelidikinya lagi nanti. Tapi aku cuma mau mengingatkan satu hal, bahwa dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah Haidar" ujar Vilash,


Entah kenapa, dirinya memiliki firasat buruk pada gadis yang dulu pernah menolong Kinara dari pembullyan.


Vilash tidak mau jika Gazbiyya mendapatkan masalah hanya karna dia adik dari Haidar, lelaki yang sangat dibenci oleh Allgar.


"Benar All, Gazbiyya tidak bersalah. Kita tidak bisa melampiaskan semua kesalahan pada gadis itu"


"Kita lihat saja nanti. Tapi sepertinya, aku akan sedikit mengajaknya bermain" ucap Allgar sembari terkekeh pelan, sorot matanya terlihat menyeramkan secara bersamaa.


Ke empat sahabatnya hanya bisa menghela nafas dengan berat, diam-diam mereka berdoa semoga gadis yang menjadi tamu mereka hari ini bisa selamat.


Karna percuma menghentikan Allgar, lelaki itu tidak akan pernah mendengarnya.


...•••...


Sedangkan di lantai tiga Mansion THE IMMORTAL, Gazbiyya dan Kinara sedang sama-sama merebahkan tubuh di atas ranjang.


"Kamu, udah lama tinggal disini, Nara?" tanya Gazbiyya dengan tatapan lurus ke arah langit langit kamar


"Udah sekitar setengah tahun ini kak, sebelumnya aku memang beberapa kali menginap disini. Dan setengah tahun yang lalu, akhirnya aku resmi menjadi keluarga THE IMMORTAL"


Bahkan kamar yang sedang dia tempati sekarang dulunya adalah kamar Claretta, dan telah berganti menjadi miliknya dikarenakan Claretta yang lebih memilih tidur bersama di kamar Gavin.


"Sebelumnya, kamar ini milik Claretta. Dan sudah beberapa bulan ini resmi menjadi milikku" ucap Kinara


"Terus Claretta pindah ke kamar baru?"


"Iya, sekarang pindah di kamar kak Gavin" jawab Kinara dengan santai


"Haha..ha.. kamu kenapa kak? Lucu banget ekspresinya" gadis yang lebih muda dari Gazbiyya itu menutup mulutnya, mencoba meredam suara tawanya


Masih dengan wajah polosnya, Gazbiyya kembali bertanya


"Maksudnya, mereka tidur bareng gitu ya?" ucapnya dengan ragu


"Iya kak, mereka kan pacaran" ujar Kinara di sela tawanya


Menurutnya, Gazbiyya ini lucu sekali. Gadis yang dulu menjadi kakak kelasnya itu ternyata masih polos, bahkan wajah cantik itu terlihat memerah dan juga terlihat risih saat tahu jika Claretta dan Gavin selama ini tidur satu kamar.


Apa itu artinya Gazbiyya belum pernah pacaran?


Jika iya, maka Gazbiyya benar-benar menyiayiakan berkah dari sang pencipta.


Seandainya dirinya adalah Gazbiyya, maka dia akan memanfaatkan kecantikan itu untuk mengencani banyak pria.


Kinara sangat yakin jika semua pria yang melihat sosok Gazbiyya, mereka semua pasti terpesona oleh paras rupawan milik gadis itu.


"Oke. Terus, tadi pas kita sampai di lantai tiga ini. Sepertinya aku melihat ada beberapa kamar, apa itu kamar mereka ber lima?"


Kinara mengangguk kan kepalanya, lalu disusul dengan penjelasan dari gadis itu


"Bangunan utama yang sedang kita tempati ini punya tiga lantai kak. Lantai pertama ada ruang tamu, ruang bersantai yang tadi kita kunjungi pertama kali, terus ada dapur ruang makan dan lainya lagi" Kinara berhenti sejenak, gadis itu mencoba menerawang tempat apa saja yang berada di Mansion ini


"Terus di lantiai dua, aku kurang tahu karna aku gak pernah kesana. Tapi katanya sih ada kamar beberapa anggota THE IMMORTAL yang memang tinggal disini, sama ruang kerja mungkin" ucapnya sedikit tidak yakin,


"Dan yang terakhir, lantai tiga ini adalah tempat khusus bagi ke lima pria di bawah tadi kak. Tidak sembarang orang yang bisa naik ke lantai ini"


Gazbiyya mendengarkan penjelasan Kinara dengan seksama. Jika lantai tiga adalah tempat yang tidak bisa dikunjungi oleh sembarang orang, lalu dia ini bukannya orang asing ya.


Itu artinya dia tidak seharusnya berada di sini kan?


"Aku masih penasaran deh, Nara. Aku masih gak percaya kalau di tengah hutan ada Mansion yang besar dan mewah banget kayak gini" ujar Gazbiyya dengan rasa kagumnya,


Lalu dia menyuruh Kinara untuk lebih dekat kepadanya, mereka terlihat seperti dua orang yang sedang menggosipkan seseorang yang ada didepannya


"Nara, apa mungkin? Mereka ini sejenis Mafia yang memiliki tempat persembunyian, dan Mansion ini adalah markas untuk menyembunyikan kejahatan mereka" bisik Gazbiyya dengan suara yang dibuat sepelan mungkin.


Karna kalau sampai dugaannya benar, sudah dipastikan jika saat ini hidupnya berada dalam masalah besar.


Dan yang terjadi sekarang adalah Kinara yang kembali menyemburkan tawanya. Sepertinya berada didekat Gazbiyya akan membuatnya awet muda karna sering dibuat tertawa oleh gadis cantik itu.


"Kenapa tertawa, aku lagi serius Nara" protes Gazbiyya yang tidak terima karna sudah dua kali dia ditertawakan oleh gadis disebelahnya ini


"Oke, maaf kak. Aku kelepasan soalnya"


Setelah berhasil meredakan tawanya, Kinara mulai terlihat sedikit serius. Gadis yang semula merebahkan tubuhnya diranjang itu mengubah posisinya menjadi duduk bersila, dia menatap Gazbiyya penuh arti.


"Kak, setiap orang pasti memiliki rahasia tersendiri. Begitu pun dengan THE IMMORTAL yang lebih memilih membangun istananya di tengah hutan. Cuma aku minta, selama disini, aku harap kak Biyya tidak berprasangka aneh pada mereka" Kinara terlihat begitu tegas saat mengatakannya


Entah kenapa gadis itu sedikit tidak nyaman saat Gazbiyya memiliki prasangka buruk pada keluarga barunya ini. Ada sedikit perasaan tidak rela yang muncul begitu saja.


Sedikit lebihnya dia tahu tentang rahasia THE IMMORTAL, dan dia bukanlah orang yang tidak tahu diri yang bisa dengan mudahnya menyebarkan rahasia itu.


Namun dia juga pernah berada di posisi Gazbiyya saat pertama kali dia datang kemari, oleh sebab itu dia bisa memahami sedikit ketakutan yang Gazbiyya rasakan.


"Maaf ya Nara, sebenarnya aku gak bermaksud seperti itu. Hanya saja, aku..."


"Iya kak, aku paham. Aku juga pernah berada di posisi kak Biyya. Namun setelah hampir setengah tahun tinggal disini, aku benar-benar merasa menemukan keluarga yang sesungguhnya. Mereka semua adalah orang baik kak" jelasnya dengan lembut


Apa yang dikatakan Kinara memang benar, tidak seharusnya dia memiliki prasangka buruk pada mereka. Padahal mereka semua sudah berbaik hati dengan mau mengijinkannya untuk menginap disini,


Sepertinya sebelum pulang nanti dia harus meminta maaf pada mereka.


...•••...