The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 30. Diterbangkan lalu Dijatuhkan...



^^^My Vampir ❤^^^


^^^"Ke kamar ku sebentar,^^^


^^^aku punya sesuatu buat kamu"^^^


Gazbiyya berulang kali membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Allgar,


Kenapa kekasihnya menyuruhnya pergi ke kamarnya? Mungkinkah Allgar sudah pulang?


"Kak Allgar sudah pulang ya?"


Tak sampai satu menit, pesan yang tadi dikirim oleh Gazbiyya sudah mendapatkan balasan dari kekasihnya itu.


^^^"Sudah.^^^


^^^Kamu kesini , aku tunggu dikamar"^^^


Uh, kenapa tidak Allgar saja yang ke kamarnya.


Entah kenapa Gazbiyya sedikit kurang nyaman jika harus berduan dikamar kekasihnya itu. Namun Gazbiyya tetap mengiyakan juga,


"Oke, aku otw kesana"


Setelah mengetikkan pesan balasan dan langsung mengirimnya, Gazbiyya tanpa sadar terkikik geli kala matanya membaca kontak Allgar yang dia beri nama My Vampir lengkap dengan emotikon love dibelakangnya.


Dulu sebelum mereka menjalin hubungan, Gazbiyya memang tidak mempunyai nomor ponsel Allgar.


Karna dulu mereka berdua tak terlalu dekat, dan juga Gazbiyya merasa tidak terlalu penting juga untuk menyimpan kontak Allgar.


Hanya nomor ponsel Claretta dan Kinara yang dia punya.


"Nara, aku keluar sebentar ya" pamitnya pada Kinara yang terlihat sedang sibuk dengan ponsel ditangannya


"Mau kemana kak?"


"Gak kemana-mana, cuma pingin keluar sebentar saja. Aku pasti bakal segera balik lagi kok"


Setelah mengucapkan itu, tanpa menunggu balasan dari Kinara, Gazbiyya langung melarikan diri.


Bahkan perempuan itu tak perlu repot untuk sekadar berdandan atau merapikan diri dulu sebelum melenggang pergi menuju kamar sang kekasih.


Gazbiyya tampak santai dengan setelan piyama polos berwarna maron.


Tok..tok..tok...


"Kak Allgar, aku masuk ya?"


Gazbiyya sudah sampai didepan pintu kamar Allgar, dahinya tampak mengerut kala ketukan dan ucapannya tak mendapat balasan dari si pemilik kamar.


Mungkinkah Allgar tak mendengar panggilannya?


"Kak Allgar, kamu di dalam kan? Aku masuk ya"


Masih tak mendapat jawaban, namun Gazbiyya memberanikan diri untuk masuk.


Tangannya mulai memegang gagang pintu dan membukanya dengan gerakan pelan, kepalanya menyembul sedikit untuk menelusuri area kamar itu.


Allgar tak terlihat, namun dengan samar, Gazbiyya bisa mendengar suara air dari arah kamar mandi.


Itu artinya Allgar sedang berada di dalam kamar mandi, pantas saja ucapannya tadi tak mendapat balasan.


Kini tubuh Gazbiyya sudah sepenuhnya masuk ke dalam kamar, pintu yang berada dibelakangnya pun dia tutup kembali.


Ini adalah kali kedua dia masuk ke sini, ternyata kamar Allgar terlihat cukup nyaman.


Meski kamar itu didominasi dengan warna hitam dan abu-abu, namun nyatanya tak membuat Gazbiyya takut


Lalu Gazbiyya pun memutuskan untuk menunggu Allgar dengan duduk disalah satu sofa yang berada didalam kamar.


Sampai 2 menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Allgar dari sana.


Lelaki yang baru dipacarinya beberapa hari lalu itu tampak segar karna habis mandi, rambut basahnya seakan menambah nilai plus dalam hal ketampanan.


"Apakah menunggu lama?" sapa Allgar yang langsung dibalas gelengan oleh Gazbiyya


"Maaf ya, aku langsung masuk. Tadi udah ketuk pintu tapi gak ada jawaban, jadi aku langsung masuk deh"


"Iya gak papa" balas Allgar dengan santai, sesantai penampilan lelaki itu saat ini


Allgar dengan tampilan rambut basah dan juga tubuh yang hanya berbalut badrobe, membuat Gazbiyya salah tingkah.


Perempuan itu selalu mengalihkan tatapannya ke arah lain yang penting bukan ke arah Allgar.


"Itu, kak Allgar mending pakai baju dulu aja. Takutnya nanti masuk angin"


Allgar yang semula sedang berjalan mendekati Gazbiyya, langsung berhenti kala mendengar ucapan dari kekasihnya itu.


Apa itu masuk angin?


Satu-satunya sakit yang pernah menyerangnya adalah sakit hati, itu terjadi dikala sang kakak pergi untuk selamanya.


"Oke, aku ganti baju dulu" Allgar menuju walk in closet sembari menahan tawa


Lalu tak menunggu waktu lama, Allgar telah kembali dengan celana panjang hitam dan juga kaos putih yang melekat di tubuhnya.


"Buat kamu"


Allgar meletakkan beberapa kantung belanjaan di atas meja yang berada didepan Gazbiyya, lalu di ikuti dengan tubuhnya yang duduk disamping kekasihnya itu.


"Ini apaan kak?" tanya Gazbiyya dengan raut bingung,


"Bukak, itu punya kamu"


Satu hal yang disadari oleh Gazbiyya, bahwa kekasihnya itu sangat suka mengelus rambut miliknya.


Jika sedang berdua saja dengannya, Allgar akan terlihat romantis.


"Bagus banget, kamu tahu ukuran sepatu ku dari mana kak?"


Gazbiyya menatap sepasang sepatu, yang baru saja ia keluarkan dari dalam box.


"Aku tanya ke Claretta" jawab Allgar jujur,


Gazbiyya kembali melanjutkan tangannya untuk membuka kantung belanjaan yang lainnya.


Dan isi dari kantung-kantung itu tak lain adalah, sebuah tas selempang kecil, setelan blouse dan juga rok pendek, ada dress santai motif bunga, dan juga sebuah jam tangan cantik"


"Ini semua buat aku kak?" tanya Gazbiyya dengan raut tak percaya, barang-barang itu sungguh membuat Gazbiyya jatuh hati


Allgar membalasnya dengan anggukan kepala, senyuman manis tercetak dibibir lelaki itu.


"Makasih ya kak, aku suka" Gazbiyya mengucapkannya sembari memeluk tubuh Allgar


Namun ketika Allgar akan membalas pelukan itu, Gazbiyya sudah terlebih dahulu menarik tubuhnya.


Kini Gazbiyya kembali memfokuskan diri pada barang-barang didepannya, tangannya dengan lihai mulai memasangkan sepasang sepatu dikedua kakinya.


Allgar yang melihatnya pun merasa gemas, Gazbiyya adalah perpaduan dari wanita cantik, sexy dan juga polos.


"Sini duduk dulu, aku mau bicara sesuatu sama kamu" Allgar menepuk tempat duduk di sampingnya


Membuat Gazbiyya yang sedang mencoba sepatunya dengan berjalan-jalan dikamar Allgar pun terhenti.


Perempuan itu menurut dengan kembali duduk ditempatnya semula.


"Mau bicara apa kak?"


"Ini soal pembicaaan kita tempo hari. Aku sudah berdiskusi dengan Vilash, dan Vilash melarang kita untuk melakukannya.


Sebenarnya aku juga setuju sama Vilash, aku gak mau mengambil resiko tinggi dengan mengorbankan kamu. Aku takut kal..."


"Itu artinya kamu tetap akan bersama wanita lain di malam Bulan Purnama?"


Gazbiyya memotong ucapan Allgar sebelum kekasihnya itu menyelesaikan ucapannya. Karna Gazbiyya sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan mereka.


"Aku melakukan itu semua demi kamu sayang. Bagaimana jika percobaan itu gagal, dan aku malah kehilangan kamu untuk selamanya" balas Allgar dengan suara lembut


Meski tahu jika nyawanya terancam, namun merelakan sang kekasih menghabiskan malam bersama wanita lain sungguh membuat dada Gazbiyya sesak saat membayangkannya.


"Sayang, aku mohon supaya kamu mengerti ya.


Aku melakukan itu juga karna terpaksa, aku tidak mungkin menyakiti kamu dengan sengaja" Allgar menggenggam tangan sang kekasih dengan erat, berharap sebuah pengertian dari Gazbiyya


Namun Gazbiyya masih diam saja, kini tangannya mencoba lepas dari genggaman sang kekasih.


Setelah genggaman keduanya terlepas, tanpa banyak kata, Gazbiyya lanjut melepaskan sepasang sepatu yang terpasang di kakinya.


"Iya aku tahu, kamu tenang saja kak.


Aku akan menganggap tak mengetahui apapun, lagi pula itu juga sudah biasa terjadi sebelum kita menjalin hubungan"


Gazbiyya mengucapkannya dengan wajah datar, tangannya dengan terampil kembali memasukkan barang-barang tadi ketempat sebelumnya


"Aku balik ke kamar dulu ya, terima kasih buat hadiahnya"


Kemudian Gazbiyya benar-benar pergi dari kamar Allgar sembari menenteng kantung belanjaan, meninggalkan Allgar yang mungkin masih terkejut dengan sikapnya.


Sekarang Gazbiyya merasa tak terlalu antusias dengan pemberian dari kekasihnya itu, awalnya dia memang menyukainya.


Namun memikirkan alasan Allgar yang mungkin saja memberikannya banyak hadiah karna ingin membuatnya tenang, seketika membuat Gazbiyya kecewa.


Gazbiyya merasa diterbangkan lalu dijatuhkan secara bersamaan...


Ada baiknya jika dirinya diserang amnesia untuk sehari saja, supaya tak merasakan sakit ketika tahu kekasihnya bersama wanita lain.


...•••...