The Immortal_Allgar&Gazbiyya

The Immortal_Allgar&Gazbiyya
Bab 24. Mulai Terbuka...



Gazbiyya sudah dinyatakan sembuh sepenuhnya, perempuan itu sudah tidak sabar untuk melakukan banyak kegiatan.


Selama tiga hari ini, sejak Gazbiyya terbangun dari Koma nya. Perempuan itu hanya bisa beraktifitas di dalam kamar saja, dan selebihnya hanya ia gunakan untuk berbaring di atas ranjang.


Semua orang begitu baik padanya, sampai-sampai tak membiarkannya melakukan aktifitas lain selain berbaring di atas ranjang.


"Seneng banget mukanya, memang mau pergi kemana sih?" kepo Kinara


Sejak tadi Kinara hanya memperhatikan Gazbiyya yang terlihat sibuk dengan baju-bajunya.


Terkadang sesekali, Gazbiyya bertanya tentang baju mana yang lebih cocok untuk dia pakai.


"Gak tahu" balas Gazbiyya dengan polosnya


"Lah gimana sih, masa gak tahu mau pergi kemana sih kak?"


"Ya karna memang aku gak tahu, Nara. Soalnya kak Allgar juga gak ngasih tahu aku"


Hari ini Gazbiyya memang akan pergi bersama Allgar, lelaki itu akan membawanya ke suatu tempat dan juga ada hal penting yang katanya akan Allgar jelaskan.


Sebenarnya, salah satu alasan Gazbiyya ingin cepat sembuh adalah karena Allgar.


Obrolannya bersama Allgar di kala itu harus terhenti begitu saja, lelaki itu tak mau meneruskan penjelasannya.


Allgar hanya ingin menjelaskan semuanya disaat Gazbiyya sudah benar-benar sembuh total. Dan akhirnya hari ini tiba juga,


"Kak Allgar bilang, katanya ada sesuatu penting yang akan dia katakan padaku"


"Kinara, menurut kamu. Kak Allgar mau ngomong apa ya?" tanya Gazbiyya dengan wajah seriusnya


Sekarang, penampilannya sudah rapi. Dres simple sebatas lutut dengan model sabrina sudah melekat ditubuhnya, lalu Gazbiyya sengaja memakai bawahan sepatu.


"Mungkin, mau nembak kamu untuk jadi pacarnya" balas Kinara dengan senyuman jahil


"Eh, masa sih. Kayaknya gak mungkin deh" ujar Gazbiyya sembari menggelengkan kepalanya


"Kenapa gak mungkin? Lagi pula, kalian berdua kan sudah pernah tidur bareng"


Gazbiyya menatap Kinara dengan pelototan tajam, seakan sedang memarahi Kinara yang sudah membuka aib nya.


"Kinara! Kenapa mesti bahas itu sih"


Bahkan kedua pipi Gazbiyya sudah mulai blusing hanya karna ucapan dari Kinara.


Setiap bertemu orang-orang yang ada di Mansion, rasanya Gazbiyya ingin mengubur dirinya dalam-dalam.


Kenapa juga semua orang mesti tahu rahasianya yang satu itu.


"Gak papa sih kak, biasa aja. Claretta malah gak malu tuh, berciuman didepan kita"


"Iya itu kan Claretta, beda sama aku. Aku bahkan gak punya hubungan apapun pas ngelakuin itu sama kak Allgar"


"Jujur, aku malu banget pas ketemu sama yang lainnya. Meskipun selama ini kalian gak pernah mengungkit hal itu, tapi tetap saja aku merasa malu"


Gazbiyya menghembuskan nafasnya dengan kasar, seolah sedang membawa beban berat.


"It's okey kak, kami semua sudah menganggap kamu seperti keluarga sendiri. Jadi kamu gak perlu merasa malu atau gak nyaman lagi" ucap Kinara sembari menepuk pundak Gazbiyya pelan


...•••...


Kini Gazbiyya sudah berada didalam satu mobil bersama Allgar. Dan sepanjang perjalanan, Gazbiyya merasa tidak asing dengan jalannya.


Sepertinya dia tahu kemana arah tujuan mereka kali ini.


"Kak Allgar, kita mau ke padang Dandelion lagi ya?" tanya Gazbiyya dengan semangat


Allgar menjawabnya dengan sebuah anggukkan dan juga senyuman manis


"Aku akan membawa kamu ke sebuah tempat rahasia yang berada di padang Dandelion"


"Wah, tempatnya bagus gak kak?"


"Bagus, nanti kamu bisa lihat sendiri pas kita sampai disana"


Mendengar ucapan dari Allgar, Gazbiyya merasa sangat penasaran akan tempat itu. Karna jika Allgar sudah mengatakan bagus, itu artinya memang sebuah tempat yang bagus.


Kemudian mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di pinggir jalan, Allgar dan Gazbiyya segera turun dari mobil.


Lalu keduanya mulai menelusuri jalanan yang sekelilingnya dipenuhi oleh tumbuhan hijau. Tanpa sadar senyum Gazbiyya semakin lebar, tatkala matanya mendapati pemandangan bunga Dandelion yang semakin dekat.


Rasanya masih sama seperti waktu itu, perasaan kagum dan juga menakjubkan menghiasi relung hatinya.


Ada rasa tenang dan nyaman yang perlahan menyusup di jiwanya.


Gazbiyya merasa tersentak dengan perlakuan tiba-tiba dari Allgar,


"Kak" bahkan dia refleks memanggil nama Allgar


"Cuma genggaman, gak papa kan? Aku cuma takut kalau kamu nanti jatuh" balas Allgar dengan santai


Akhirnya Gazbiyya pun hanya bisa menganggukkan kepalanya, rasanya hangat.


"Lagi pula, sepertinya bergenggaman tangan terasa lebih menyenangkan" dengan sengaja Allgar mengayunkan genggaman tangan keduanya sembari terus berjalan


"Gazbiyya, apakah kamu menyukai tinggal bersama kami?" tanya Allgar secara tiba-tiba


"Tentu saja kak. Tinggal bersama kalian, rasanya seperti sedang berpetualang.


Disini, aku merasa menjadi diriku dimasa kecil. Kembali merasakan kehangatan keluarga, menemukan banyak tempat indah, melakukan banyak kegiatan baru, dan merasa disayangi"


Bukan berarti di Mansion GENG DOUGHTY Gazbiyya tak disayangi. Semua anggota GENG DOUGHTY sangat menyayanginya, namun caranya memang berbeda.


Mereka selalu memperlakukannya layaknya seorang putri, menjaganya dari dunia luar.


Namun jika boleh jujur, sebenarnya Gazbiyya tak menyukainya.


Karna terlalu sayang, mereka seakan menempatkan Gazbiyya didalam sangkar emas. Menjaganya, melindunginya, dan bahkan membatasi kegiatan diluar Mansion.


Mereka terlalu posesif terhadapnya.


"Bagaimana jika kami tidaklah sebaik yang kamu kira selama ini?"


Gazbiyya mengerutkan dahinya tanda bingung, selama ini Gazbiyya memang menganggap keluarga THE IMMORTAL sangatlah baik.


Mereka semua memperlakukannya dengan ramah, menganggap orang asing sepertinya seolah keluarga sendiri.


Bahkan mau menyelamatkannya dari GENG NOXIOUS, lalu letak tidak baiknya itu dimana?


"Bagiku, kalian semua tetap lah yang terbaik" balas Gazbiyya sembari tersenyum sangat manis


Untuk sesaat, Allgar merasa dihipnotis oleh senyuman itu. Sepertinya, panggilan gadis dengan sejuta pesona memanglah tepat disematkan untuk Gazbiyya.


Gazbiyya memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menjerat kaum lelaki kedalam pesonannya, meskipun perempuan itu tak melakukan apapun.


Pantas saja jika Kendrick mengerahkan segala cara untuk mendapatkan Gazbiyya, namun sayangnya yang didapatkan malah sebuah kehancuran.


Dan kenyataannya, Allgar lah pemenangnya. Lelaki itu lah yang menjadi orang pertama untuk menikmati keindahan Gazbiyya.


"Kenapa kak Allgar bertanya seperti itu?


Kamu mengajak aku kesini, gak mungkin karna ingin diam-diam membunuh ku kan kak?" tanya Gazbiyya dengan sorot khawatir


Tak lama setelah itu terdengar keluhan kesal dari Gazbiyya, perempuan itu terlihat mengelus pipinya yang tadi baru saja dicubit oleh Allgar.


Allgar memang sengaja mencubit pipi Gazbiyya, lelaki itu tak bisa menahan rasa gemasnya setelah mendengar tuduhan Gazbiyya terhadapnya.


"Kak Allgar apaan sih!, Sakit tahu" wajahnya terlihat kesal sembari terus mengusap pipinya


Allgar tertawa, dan kini ganti Gazbiyya yang terpesona dengan lelaki disebelahnya itu.


Sangat jarang melihat seorang Allgar yang tertawa, dan begitu melihatnya, rasanya sungguh menakjubkan.


"Kak Allgar ganteng" tanpa sadar Gazbiyya mengeluarkan kata hatinya


Kemudian tak lama setelah itu, Gazbiyya menutup mulutnya dengan salah tingkah.


Bisa-bisanya dia keceplosan bilang Allgar Ganteng.


Di sisa perjalanan, keduanya saling melempar godaan hingga tertawa bersama.


Sampai kemudian tawa Allgar perlahan surut, tatapannya menatap lurus kedepan.


Sebuah jembatan melengkung dengan rambatan bunga terlihat indah untuk dipandang, di atasnya juga ada lampu lampion yang bergantungan. Pasti terlihat lebih indah jika dilihat di malam hari.


"Kak Allgar, kenapa berhenti? Kita mau kesana kan?" Gazbiya menunjuk jembatan didepannya dengan antusias, dia sudah tak sabar untuk menapakan kaki melewati jembatan itu


"Iya, ayo kita kesana"


Mereka berdua pun melanjutkan langkah kakinya, Allgar melirik Gazbiyya yang wajahnya terlihat senang saat kaki-kaki itu mulai menapak di atas jembatan.


Namun siapa yang tahu jika Allgar malah merasa resah, setelah ini mungkin pandangan Gazbiyya terhadapnya akan berbeda.


...•••...