
Setelah selesai mengobati Gazbiyya. Allgar ijin untuk mandi terlebih dahulu, sebelum mulai menjelaskan tentang siapa itu Brianna.
Dan Gazbiyya hanya bisa sabar menunggu dengan perasaan tak nyaman.
Dia selalu bertanya pada dirinya sendiri. Bagaimana jika penjelasan Allgar nanti malah semakin membuatnya sakit hati?
Namun, dirinya harus kuat. Dia tidak mau hidup dalam kebohongan.
Entah itu baik atau buruk, Gazbiyya bertekat untuk tetap menuntut penjelasan dari kekasihnya itu.
"Hhmm" deheman dari Allgar sukses mengembalikan fokus Gazbiyya pada dunia nyata
Ditatapnya wajah sang kekasih yang kini terlihat segar dan tampan.
Dan jangan lupakan senyuman miring yang saat ini tengah tercetak disudut bibir milik kekasihnya itu.
Gazbiyya heran dibuatnya, bisa-bisanya Allgar masih memberikan senyuman menggoda untuknya disaat seperti ini.
Padahal setengah mati Gazbiyya sedang dilanda rasa khawatir mengenai hubungan keduanya saat ini.
"Serius banget sih sayang. Jangan terlalu terbawa pikiran, aku pasti akan menjelaskan semuanya ke kamu hari ini juga" hibur Allgar kala memperhatikan wajah murung milik sang kekasih
"Jadi, dia sebenarnya siapa?" tanya Gazbiyya dengan tidak sabaran
"Wanita tadi namanya Brianna, dia manusia setengah Vampir seperti Claretta.
Dan dia adalah orang yang dijodohkan denganku sejak 3 tahun lalu"
"3 tahun yang lalu? Berarti secara gak langsung, aku sudah merebut kamu dari Brianna"
"Enggak sayang, kamu gak merebut aku dari dia" Allgar meraih tangan Gazbiyya, lalu dia genggam dengan erat "Karna sejak dulu aku tidak pernah menerima dia. Perjodohan itu sudah aku tolak sejak lama"
Setelah mendengar penjelasan dari mulut kekasihnya, Gazbiyya tak lantas merasa senang.
Dia masih merasakan perasaan yanv mengganjal dilubuh hatinya.
"Tapi kenapa dia datang kesini dan mengaku sebagai tunanganmu, Kak?" tanya Gazbiyya yang sepenuhnya belum bisa percaya
"Aku juga gak tahu kenapa dia bisa tiba-tiba datang kesini. Kamu tenang saja, secepatnya aku bakal minta dia untuk pulang" ucapnya dengan yakin
Namun didalam hati Allgar merasa ragu, dia sangat mengenal pribadi Brianna yang memang pantang menyerah.
Sebelumnya hubungannya dengan Brianna juga bisa dibilang tak terlalu buruk.
Allgar memang sudah menolak perjodohan itu, tapi dia tidak mempermasalahkan kehadiran Brianna didekatnya.
Asal wanita itu masih bersikap wajar, dan tidak membuatnya marah.
Maka Allgar membiarkannya selama ini.
Tapi kini kehidupannya sudah berubah, sekarang sudah ada seseorang yang dia cintai. Dan dia bukan lagi Allgar si dingin yang tak berperasaan.
Sekarang ada Gazbiyya yang harus dia jaga perasaannya.
"Sudah, jangan sedih gitu dong mukannya. Mendingan kita turun kebawah buat sarapan"
Akhirnya Gazbiyya ikut bangkit kala tangannya sudah ditarik oleh sang kekasih.
Mungkin nanti dia bisa mencoba bertanya pada Claretta, karna sepertinya Claretta sangat mengenal Brianna.
...•••...
Hingga waktu menunjukkan waktu siang, Gazbiyya sama sekali belum melihat lagi wanita bernama Brianna itu.
Mungkinkah Allgar sudah berhasil mengusirnya dari Mansion ini?
"Sudah sejak tadi, Biyya?" tanya sebuah suara yang sangat Gazbiyya kenali
Perempuan yang disebut namanya itu langsung menoleh ke arah pintu kamar milik Allya.
"Enggak juga kok, Cla. Oh ya, Aku gak ganggu kamu kan?"
Beberapa menit lalu, Gazbiyya memang sengaja mengirim pesan ke Claretta dan memintanya untuk bertemu didalam kamar Allya.
Ada hal penting yang harus dia pastikan tentang kebenarannya, dan semoga Claretta bisa mengobati rasa penasarannya ini.
"Sama sekali tidak. Malahan aku senang, karna punya alasan untuk keluar dari kamar terkutuk itu" ujar Claretta dengan kesal
Sejak dia kembali dari perkelahiannya dengan Brianna tadi pagi.
Gavin si tunangannya yang brengsek itu mengurungnya didalam kamar, dan sama sekali tak membiarkannya keluar.
Bahkan semua penjelasan dan pembelaan yang diucapkan Gavin sama sekali tak menyurutkan amarah pada diri Claretta.
"Oh ya, soal pertanyaan yang kamu sebutkan dipesan tadi. Apakah itu tentang Brianna?" tanya Claretta yang mana langsung dibalas anggukkan oleh Gazbiyya
"Sebenarnya, tadi pagi Kak Allgar sudah menjelaskan tentang hubungannya dengan Brianna.
Katanya dulu dia dan Brianna sempat dijodohkan, tapi Kak Allgar menolaknya. Dan Kak Allgar sama sekali juga tidak menyangka jika Brianna berani datang kemari langsung" katanya yang kembali menceritakan penjelasan Allgar tadi pagi dikamar mereka
"Terus, Allgar bilang apa lagi sama kamu?" tanya Claretta
Intinya Allgar bilang kalau dia dan Brianna dijodohkan, terus Allgar menolaknya.
"Kayaknya gak ada lagi deh Cla. Maka dari itu aku meminta bertemu karna kamu pasti tahu jelas hubungan mereka yang sebenarnya.
Karna jujur, aku masih belum sepenuhnya percaya sama omongan Kak Allgar"
Sudah Claretta duga, sepupunya itu pasti belum menjelaskan secara keseluruhan.
Meski tentang perjodohan yang dijelaskan oleh Allgar benar adanya. Namun masih ada hal lain yang jelas sengaja Allgar sembunyikan dari Gazbiyya.
Dan sekarang, malah dirinya yang berada diposisi serba salah.
Ingin menjelaskan yang seutuhnya, namun takut menyakiti. Tapi Claretta juga tidak tega membiarkan temannya ini terus merasa tidak tenang.
"Cla, aku mencari kamu karna aku percaya kalau kamu gak mungkin tega membohongiku.
Aku yakin, kamu pasti mau menjelaskan yang sebenarnya padaku" kata Gazbiyya dengan tatapan penuh permohonan
"Tapi janji dulu. Kamu gak boleh marah sama Allgar, dan juga kamu harus percaya sama dia.
Allgar pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini, dan hubungan kalian berdua tetap baik-baik saja" pinta Claretta
Sebelum mulai bercerita, Claretta harus memastika terlebih dahulu. Jika yang dia bicarakan nanti tak akan mempengaruhi hubungan Allgar dan Gazbiyya.
"Iya, aku janji" balas Gazbiyya dengan cepat
"Yang dibilang Allgar itu benar, 3 tahun lalu mereka berdua dijodohkan. Namun seperti yang kamu tahu jika Allgar menolaknya.
Tapi para orang tua itu masih bersikeras untuk tetap melanjutkan perjodohan, dan alasan kepergian Allgar dan Kak Kevlar 2 bulan lalu adalah tak lain karna membicarakan kelanjutan perjodohan itu"
Claretta melirik ke arah Gazbiyya yang wajahnya berganti murung.
Dan seketika Claretta merasa bersalah,
"Biyya, kamu baik-baik saja kan?"
Gazbiyya yang semula tengah menunduk, reflek menoleh ke arah Claretta yang sedang menatapnya khawatir.
Namun Gazbiyya langsung membalasnya dengan senyuman tipis, dia tidak boleh membuat Claretta merasa bersalah.
"Ayo lanjutkan lagi Cla, aku pingin tahu semuanya" pintanya sembari tersenyum
Claretta menghela napas panjang, sebelum kembali melanjutkan cetitanya seperti permintaan dari perempuan disampingnya ini.
"Mereka juga pernah sangat dekat waktu Allgar sedang sedih karna kepergian Allya. Brianna selalu datang untuk menguatkan dan menghibur Allgar untuk merelakan kepergian Allya.
Dan sejak saat itu Allgar mulai bisa menerima Brianna, tapi siapa sangka jika Brianna malah melakukan kesalahan dengan mengaku hamil anaknya Allgar.
Padahal Allgar ingat jelas kalau mereka berdua tidak pernah melakukan itu"
Claretta masih ingat bagaimana tragedi itu terjadi, meski saat itu Allgar belum mempunyai perasaan pada Brianna.
Tapi semua orang jelas tahu jika Allgar kecewa dan juga marah, karna kepercayaannya sudah dipatahkan oleh Brianna.
"Dan saat semuanya telah terbukti, dengan kejamnya Brianna menggugurkan kandungannya.
Wanita gila itu melakukannya karna semata ingin mengemis pada Allgar untuk diberi kesempatan lagi.
Tapi Allgar tidak mau, dan wanita gila itu malah mengemis ke orang tua Allgar untuk mau melanjutkan perjodohan mereka berdua"
Satu hal yang Gazbiyya pahami dari cerita Claretta adalah, Allgar sangat membenci pengkhianatan.
Lelaki itu tidak akan mau memberi kesempatan kedua untuk orang yang sudah mengecewakannya.
"Apa itu artinya, aku tidak akan bisa diterima dikeluarga Kak Allgar, Cla?" tanya Gazbiyya dengan nada putus asa,
Bahkan disaat dirinya belum pernah bertemu dengan keluarga sang kekasih.
Gazbiyya sudah dihantam kenyataan pahit, jika orang tua kekasihnya itu sudah memilih perempuan lain untuk menjadi pasangan Allgar.
"Biyya, kamu gak boleh pesimis seperti ini. Allgar pasti memperjuangkan hubungan kalian"
"Iya, dan itu artinya Kak Allgar harus melawan orang tuanya kan, Cla?
Jika seperti itu, orang tuanya akan semakin membenciku. Karna aku sudah membuat Kak Allgar bermusuhan dengan orang tuanya sendiri"
"Enggak, Biyya. Sejak awal hubungan Allgar dan orang tuanya memang tidak baik.
Apa kamu tega memutuskan semangat Allgar karna sikap pesimismu itu.
Dia sedang berusaha memperjuangkan hubungan kalian, tapi kamu malah mau menyerah" ujar Claretta tegas
Claretta terus berusaha untuk membuat Gazbiyya percaya diri dan yakin.
Jika niat jujurnya malah membuat hubungan Allgar dan Gazbiyya berantakan, maka dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
...•••...