
Gazbiyya baru saja menyelesaikan acara mandinya. Lalu saat keluar dari kamar mandi, ada seseorang yang sudah menunggunya.
Seorang wanita yang sangat asing dimatanya.
Mungkinkah wanita itu adalah teman kencan Elvan atau Kevlar yang sedang nyasar kekamar kekasihnya ini? pikir Gazbiyya dengan raut bingung
Hal yang sama yang juga dirasakan oleh wanita yang sedang duduk manis di atas ranjang itu.
Wanita berpenampilan modis itu terus menatap Gazbiyya dengan tatapan tajamnya, seolah lewat tatapan itu bisa langsung membunuh Gazbiyya.
Akhirnya Gazbiyya pun memberanikan diri untuk bertanya duluan
"Maaf, kamu siapa ya? Kenapa masuk ke kamar ini?" tanyanya dengan ramah
Namun yang Gazbiyya dapat malah sebuah pelototan tajam,
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, ngapain kamu berada dikamar tunanganku?" ujar wanita misterius itu
"Tunanganmu? Maaf mungkin kamu salah kamar. Ini adalah kamar Allgar, dan dia adalah kekasihku" balas Gazbiyya yang kini sudah mulai menunjukkan raut kesalnya
Mungkin wanita didepannya ini sudah gila, masuk kamar orang tanpa ijin, lalu mengaku jika ini adalah kamar tunangannya.
"Dan Allgar yang kamu maksud itu adalah tunanganku, *****" teriak wanita itu dengan suara keras
Sampai-sampai Gazbiyya yang mendengarnya pun tersentak kaget, dan tanpa sadar tubuhnya mundur kebelakang.
Tubuhnya terasa menegang, dan otaknya berulang kali mengatakan tidak mungkin.
Lalu dengan gerakan sangat cepat, tiba-tiba perempuan yang mengaku sebagai tunangan dari Allgar itu sudah berdiri didepan Gazbiyya.
Dan setelah itu, suara tamparan keras menggema di dalam kamar.
Gazbiyya yang semula masih syok dengan kedatangan wanita itu, tidak pernah menyangka jika pipi mulusnya akan mendapat tamparan menyakitkan.
"Brianna" teriak sebuah suara bersamaan dengan terbukannya pintu kamar
Kemudian wanita bernama Brianna itu merintih kesakitan, kala dengan gerakan tiba-tiba mendapat tarikan kencang pada rambutnya.
Dan pelakunya tak lain adalah Claretta, seperti orang kesetanan Claretta menarik rambut Brianna seolah ingin merontokan rambut itu.
"Berani-beraninya kamu datang kesini, *****" ujar Claretta penuh emosi
Saat tahu jika Gavin membawa pulang Brianna. Emosi yang sejak kemarin Claretta tahan, akhirnya meledak saat itu juga.
"Lepaskan!" teriak Brianna sembari tangannya mencoba menggapai wajah Claretta
Namun Claretta terlalu kuat untuk seorang Brianna. Dengan tanpa merasa kasihan, Claretta menendang kaki belakang Brianna hingga wanita itu terjatuh mengenaskan.
"Ini adalah hadiah karna kamu sudah berani datang kesini" Claretta semakin menguatkan jambakan pada rambut korbannya
Jeritan kesakitan pun kembali terdengar,.kala Claretta menarik Brianna untuk bersimpuh dihadapan Gazbiyya
Kemudian tanpa ampun, Claretta menginjak tangan Brianna yang tadi digunakan untuk menampar Gazbiyya.
"Dan yang ini adalah bonus karna kamu sudah berani menampar Gazbiyya"
Gazbiyya yang sejak tadi hanya
memperhatikannya pun terdiam kaku.
Sosok Claretta yang seperti ini belum pernah dia lihat sebelumnya, bahkan sekilas Gazbiyya dapat melihat warna mata Claretta yang berganti warna merah.
"Claretta. Brianna" sebuah suara yang berasal dari pintu, refleks membuat Gazbiyya menoleh kesana
Dilihatnya ada Allgar yang menatapnya khawatir, lalu dibelakangnya ada Gavin dan yang lainnya juga.
Allgar langsung berjalan menghampiri Gazbiyya yang sejak tadi menutupi pipinya menggunakan tangan.
"Kamu gak papa kan sayang?" tanya nya mencoba menyentuh pipi Gazbiyya yang mana langsung mencipta ringisan dari si pemilik
"Ayo, aku antar ganti pakaian kamu dulu. Setelah itu kita obati luka kamu" kata Algar sembari menuntun Gazbiyya menuju Walk in Closet yang menampung pakaian keduanya
Allgar sama sekali tidak memperdulikan kegaduhan disekitarnya.
Biar saja masalah Claretta dan Brianna di urus oleh temannya yang lain.
Saat langkah kaki Allgar dan Gazbiyya akan mencapai pintu Walk in Closet, tiba-tiba suara manja Brianna terdengar.
"Allgar, tolongin aku" ujarnya dengan suara manja
Namun Allgar hanya menoleh sekilas, lalu setelah itu melanjutkan tujuannya bersama Gazbiyya.
"Syukurin, dasar murahan" decih Claretta dengan sinis
Meski tangannya ada lecet karna tadi dicakar oleh Brianna, namun Claretta harus tersenyum puas kala kondisi lawannya lebih memprihatinkan darinya.
Dan akhirnya Claretta lebih memilih keluar mengabaikan Gavin yang terus memanggilnya.
Sedangkan Brianna langsung dibawa Elvan dan Vilash menuju ruang santai untuk di obati.
Penampilan Brianna terlihat acak-acakan, banyak helain rambut telah tercabut dari kepalanya. Jari-jari tangan kanannya juga terdapat lecet akibat injakan kuat dari kaki Claretta.
...•••...
Di sebuah ruangan yang berisi aneka pakaian serta pernak perniknya. Dua manusia berjenis kelamin berbeda tampak sama diamnya.
Gazbiyya mamakai pakainnya dengan tergesa, meski sang kekasih sudah pernah melihat tubuh polosnya.
Namun rasa malu tetap ada, dan untung saja dia sudah memakai dalaman saat di kamar mandi tadi.
Selain sedang menahan rasa malu, pikiran Gazbiyya juga tengah memikirkan wanita bernama Brianna tadi.
"Sudah selesai?" tanya Allgar ketika melihat penampilan Gazbiyya yang sudah rapi menggunakan dress santai
Dan pertanyaan Allgar pun dijawab anggukan pelan serta sebuah gumaman oleh Gazbiyya.
"Sini, lukanya aku obati dulu" ujarnya sembari menyuruh Gazbiyya untuk duduk disampingnya
Namun kekasihnya itu malah berdiri kaku sambil menatapnya aneh.
Sampai kemudian Gazbiyya menolak untuk di obati,
"Gak usah, lagi pula gak terlalu sakit kok" kata Gazbiyya dengan pelan
Tentu saja Allgar sama sekali tak mempercayainya. Dengan gerakan tak terduga, Allgar menarik tangan Gazbiyya untuk kemudian dia dudukkan disebelahnya.
"Biar aku periksa, apakah ucapan kamu itu benar atau tidak" katanya sembari menempelken bibirnya sendiri diatas permukaan bibir Gazbiyya
Dan suara ringisan pun terdengar lirih, kala Allgar dengan sengaja menggerakkan bibirnya yang semula hanya menempel itu.
"Perih" ujar Gazbiyya yang langsung menjauhkan wajahnya dari Allgar
Sudut bibir Gazbiyya memang sedikit robek, karna tadi tamparan Brianna benar-benar kuat dan sangat keras.
Ini memang bukan tamparan pertama yang Gazbiyya dapatkan di sepanjang hidupnya selama ini, namun harus Gazbiyya akui jika tamparan Brianna tadi sangatlah menyakitkan.
"Makanya, sini, aku obati dulu"
Akhirnya Gazbiyya lebih memilih menyerah dan membiarkan kekasihnya itu mengobati sudut bibirnya, juga mengompres pipinya yang terlihat memar.
Allgar tak perlu bertanya, tentang siapakah yang sudah menyakiti kekasihnya ini.
Karna saat melihat Brianna dan Claretta sedang bertengkar tadi, dan melihat kondisi Gazbiyya yang hanya diam dengan pipi terlihat memar.
Allgar sudah bisa menyimpulkan bahwa pelakunya adalah Brianna.
Karna tidak mungkin Claretta yang sudah menampar Gazbiyya.
Hingga bermenit-menit berlalu hanya ada keheningan di antara kedua pasangan kekasih itu.
Allgar terlihat mencoba fokus pada gerakan mengobatinya, sedangkan Gazbiyya sendiri masih diam membisu sembari menatap datar ke arah Allgar.
Sampai kemudian sebuah pertanyaan muncul dari celah mulut Gazbiyya,
"Dia Siapa?"
"Wanita tadi mengaku sebagai tunanganmu, apakah yang dia katakan tadi benar?" ulang Gazbiyya dengan raut datarnya
Meski tadi gerakan mengobatinya refleks terhenti karena mendengar pertanyaan dari Gazbiyya.
Namun Allgar mampu mengatasinya dan kembali rileks seperti sebelumnya.
"Kenapa diam? Jadi, yang wanita itu katakan tadi benar? Kalau sebenarnya, Kalian berdua sudah bertunangan" ujar Gazbiyya dengan suara bergetar, bahkan dirinya sudah berdiri menghindar dari dekat Allgar
"Sabar sayang, duduk dulu. Aku akan jelasin semuanya, tapi nanti setelah aku selesai mengobati kamu" balas Allgar
Gazbiyya pun menurut, dia kembali duduk ditempatnya semula.
Dalam hati Gazbiyya merasakan takut, takut bila ternyata kenyataan itu benar adanya.
Dia tidak sanggup kehilangan sosok Allgar yang perlahan mulai dia cintai.
...•••...