The Hidden Love

The Hidden Love
Ayah



Setelah adu bicara akhirnya Sarya memutuskan untuk meninggalkan pria itu.


25 menit perjalanan akhirnya Amar dan Sarya sampai di rumahnya.


"Amar terima kasih banyak sudah antar aku pulang, maaf ya jika merepotkan kamu.'' Kata Sarya.


"aaa tidak apa-apa Sar. Aku senang kok bisa antar kamu pulang. Kalau bisa tiap hari aja aku antar jemput kamu.'' Balas Amar sambil tersenyum manis.


Kemudian Amar langsung berpamitan dengan Sarya dan melajukan motornya meninggalkan rumah Sarya.


Di dalam rumah,,


Terlihat Mama Sarya sedang termenung. Memikirkan sesuatu. Wanita paruh baya itu terlihat cemas mananti Sarya pulang.


Sesaat kemudian pintu rumah terbuka


"Mama aku pulang.'' Kata Sarya lalu menghampiri mamanya di ruang tamu.


"Syukurlah kamu sudah pulang sayang." Jawab mama Luna saat melihat Sarya yang langsung memeluk dirinya, kemudian di balas pelukan oleh mamanya.


" Mama kenapa kelihatanya cemas. Apakah ada yang mama pikirkan?." Tanya Sarya yang melihat mamanya nampak sedang mengkhawatirkan sesuatu.


"Sarya, ada yang ingin mama bicarakan, penting mengenai papa kamu". Kata mama Luna dengan nada dan raut wajah yang sedih bercampur khawatir.


"Kenapa ma? ayo Mama bicara saja. Ada apa ma. Mama jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari Sarya ya." Kata Sarya.


"Begini sayang, tadi siang papa kamu datang ke sini. Awalnya mama tidak peduli dengan kedatangan papa kamu. Tapi papa kamu memaksa mama untuk bicara sebentar, akhirnya mama biarkan papamu untuk bicara. Dan kamu tau Sarya.


Papa kamu sama sekali tidak berubah. Papa meminta mama supaya membiarkan kamu tinggal di rumah papa dan ibu tiri kamu.


Mama benar-benar tidak rela. Mereka pasti mempunyai maksud lain. Mama takut nak, kejadian 3 tahun lalu terulang sama kamu. Mama gak mau kamu sampai kenapa-kenapa." Kata mama Luna mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


Seketika raut wajah Sarya berubah menjadi marah, kesal, dan takut.


Namun Sarya mencoba menenangkan dirinya. Memang kejadian 3 tahun lalu benar-benar membuat Sarya trauma terlebih lagi itu terjadi dikarenakan ulah ayah kandungnya sendiri.


Flash back


Waktu itu Sarya tengah duduk di ranjang kamarnya. Saat itu ia sendiri di dalam rumah, mama nya pergi ke pasar untuk belanja, adiknya sedang belajar kelompok, sedangkan kakaknya Masi belum pulang kerja.


Tanpa ia sadari ada seseorang yang sedang mengintai nya di balik jendela kamar. Sarya saat itu Masi duduk di bangku SMP.


Ketika Sarya masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Orang yang mengamati Sarya dari balik jendela itu pun masuk kedalam kamar tanpa sepengetahuan Sarya.


Saat Sarya keluar kamar mandi, betapa kagetnya ia saat mendapati ada sesosok laki-laki yang tengah berbaring di ranjang tidurnya. Laki-laki itu melentangkan badannya di kasur dan melepas kaosnya. Sehingga ia bertelanjang dada. Laki-laki itu berumur sekitar 30 tahun keatas.


Melihat itu Sarya pun panik, takut, dan terkejut. Ia ingin berteriak tiba-tiba laki-laki itu langsung mendekap tubuh Sarya dan membungkam mulutnya.


Sarya yang saat itu sangat panik langsung menendang bagian sensitif laki-laki itu dan menggigit lengannya.


"Tolong... toooolong.. mama kakak tolong Sarya." Teriak Sarya sambil menangis. Ia mencoba membuka ganggang pintu tapi tetap saja tidak bisa.


Kemudian laki-laki itu berjalan mendekati tubuh Sarya secara perlahan.


Dan segera menjatuhkan tubuhnya keranjang.


Ternyata tujuan laki-laki itu adalah ingin memperkosa Sarya karena papa Sarya telah menjual putrinya tanpa sepengetahuan keluarganya.


Dan meminta laki-laki tua itu untuk mendatangi rumah Sarya. Saat itu papa Sarya sudah tahu bahwa dirumahnya sepi hanya tinggal Sarya saja.


Sarya pun terus menangis dan berdoa dalam hati, ia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Namun seketika ia melihat ada vas bunga kaca di meja nya. Lalu ia memukulkan vas itu ke kepala laki-laki itu. Lalu Sarya segera meraih kunci kamarnya dan membuka pintu.


Laki-laki itu menahan sakit di kepalanya yang mengeluarkan darah. Melihat Sarya yang sudah lari keluar rumah, tidak mungkin baginya untuk mengejar Sarya. Ia takut akan mengundang keramaian dan warga akan memukulnya.


Akhirnya laki-laki itupun keluar lewat jendela.


Sarya pun berlari sambil menangis ia melihat mamanya.


Segera Sarya memeluk erat mamanya dan menangis tersedu-sedu.


Sebenarnya mamanya sudah merasakan ada hal yang tidak enak mengingat ada kejanggalan saat ia berangkat ke pasar.


Entah kenapa ia merasa khawatir pada Sarya. Dan memutuskan untuk tidak jadi kepasar. Dan ternyata dugaan mama nya benar.


Melihat Sarya ketakutan mamanya langsung membalas pelukan dan menenangkan Sarya.


Kemudian Sarya dan mamanya masuk kedalam rumah.


Saat merasa sudah tenang mama Luna mencoba menanyakan apa yang terjadi. Lalu Sarya menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.


Mendengar penuturan anaknya mama Luna sangat khawatir dan bisa menebak siapa dalang dari ini semua.


Ia menuding suaminya sendiri karena beberapa hari yang lalu sempat meminta Sarya supaya tinggal bersamanya. Namun mama Luna tidak bodoh sehingga mudah ditipu. Ia tau alasan lain dibalik itu semua tidaklain karena papa Sarya akan menjual Sarya kepada juragan tanah untuk membebaskan hutang-hutang papa Sarya.


Jadi laki-laki yang hampir menodai Sarya tadi adalah sang juragan yang dimaksud mama Luna.


Flash back off


Dari kejadian tersebut sampai saat ini mama Luna sangat khawatir bila suaminya itu datang ke rumahnya. Apalagi dengan maksud ingin bertemu Sarya. Ia benar-benar takut bila suaminya itu akan melakukan hal yang akan menyakiti Sarya.


Saat kejadian Sarya hampir di perkosa tadi, kakak dan adik Sarya tidak ada yang tau karena mamanya tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Dan meminta Sarya untuk tidak memberitahu kakak dan adiknya juga. Semua itu dilakukan supaya kakak dan adik Sarya tidak mengingat semua tentang papa Sarya yang begitu kejam.


Ditakutkan nanti malah akan terjadi hal-hal yang lebih buruk jika kakaknya sampai mengetahui tentang perbuatan papanya itu.


Walau begitu, bagaimanapun pria itu adalah ayah kandung mereka.


bersambung....