
Terdengar suara ketukan pintu dari ruangan Lino.
Angga si asisten pribadi Lino membukakan pintu, ketika pintu terbuka.
''Taaadaa surprise....'' Kata Vany, namun ia sedikit heran. ''Loh kok kamu yang buka? Harusnya Lino dong.'' Lanjut Vany heran karena orang yang mau di kasih kejutan bukan yang membuka pintu.
''Memangnya kenapa kalau dia yang buka. Dia kan asisten ku.'' Terdengar suara pria yang Vany cari dari dalam ruangan.
''Silahkan masuk nona.'' Kata Angga dengan sopan sembari menundukkan kepalanya.
''Ada apa kamu kesini?.'' Tanya Lino ketika wanita cantik itu telah masuk kedalam ruangannya, sembari meletakkan beberapa kotak bekal.
''Ini Lin, aku mau kasih makan siang buat kamu. Aku sendiri loh yang masak.'' Jawab Vany diselingi senyuman yang ia buat semanis mungkin.
Lino sama sekali tak berselera ketika menatap kotak bekal yang ada di mejanya. Dalam hati ia berkata.
"Makanan biasa saja di bawakan buat aku. Sama sekali gak ada selera aku buat makan, ngeselin banget sih ni cewek. Ngapain sok perhatian sama aku."
Melihat Lino hanya diam saja Vany bertanya.
''Ada apa Lin, kok diam aja? ayok dibuka ini khusus buat kamu pasti kamu suka.''
''Ah enggak kok enggak kenapa-kenapa, iya nanti pasti aku makan.''
Meskipun ia tidak suka dengan Vany, namun Lino berusaha menjaga perasaan wanita itu. Agar dia tak bertingkah aneh-aneh, terkadang Vany tak segan-segan untuk sedikit memberikan ancaman akan menyakiti dirinya sendiri apabila Lino tak mau menuruti perkataan nya.
Tentu hal itu membuat Lino akan menuruti permintaan Vany, Karena jika sampai terjadi apa-apa dengan Vany, pasti ujung-ujungnya Lino yang disalahkan.
''Yaudah aku suapi ya..'' Wanita itu berkata sambil membuka kotak bekal yang ia bawa.
Melihat hal itu Lino segera memberikan isyarat pada Angga untuk berbuat sesuatu.
Mendapat isyarat dari sang bos, Angga paham. Kemudian dengan cepat ia berkata.
''Nona sepertinya tuan muda tidak bisa makan sekarang, setelah saya lihat jadwal ternyata tuan ada meeting beberapa menit lagi.''
Mendengar hal itu, Vany meletakkan sendoknya.
''Yaah sayang sekali padahal aku ingin menyuapi kamu, tapi sepertinya pekerjaan kamu jauh lebih penting. Okelah tidak apa-apa.'' Vany memberikan senyuman manis namun tersimpan perasaan kecewa dalam hatinya.
''Kamu tenang aja, aku akan makan ini kok nanti pasti aku habisin.'' Lino berkata sambil tersenyum pada wanita dihadapannya itu.
''Tuan rapat akan dimulai 5 menit lagi, mari kita bersiap.'' Kata Angga. Padahal hari ini tidak ada rapat sama sekali itu hanyalah akal-akalan Angga supaya tuan mudanya terhindar dari wanita itu.
Akhirnya dengan terpaksa Vany berkata. ''Yaudah aku pergi sekarang aja deh, soalnya masih ada pemotretan. Kapan-kapan kita makan bareng ya.'' Kemudian Vany mengambil tas nya dan segera pergi dari ruangan itu.
Dengan perasaan kecewa Vany meninggalkan kantor megah itu, saat di dalam mobil dia terus saja mengumpat.
''Ihhhh dasar Lino,, sampai kapan sih kamu mau menghindari aku. Aku tahu kamu masih tidak menyukaiku, tapi seberapa kuat lagi kamu mau menghindar. Akan ku pastikan kau akan segera menerima diriku. Padahal niatnya aku mau ngomelin kamu gara-gara pulang ke Indonesia tapi gak kasih kabar, tapi kamu malah menghindari aku. Oke gak apa-apa lain kali kamu gak akan bisa lolos lagi.''
Ocehan Vany yang seolah tak ada hentinya itu.
Batin Vany, hari ini sangat sial. Pria yang ditunggu-tunggu kepulangannya oleh dirinya, justru mencoba menolak kehadirannya.
Namun naasnya Lino sama sekali tak menghargai kehadiran Vany. Bagi Lino, dia sama sekali tak menyukai Vany. Meskipun dia itu playboy tapi jika berurusan dengan wanita bernama Vany dia sama sekali tak bersemangat mengobarkan jiwa ke playboyannya.
Sedangkan dalam ruang kantor, Lino tertawa terbahak bahak bersama Angga karena puas membohongi wanita yang menjengkelkan itu.
''Hahahaha,, Dasar wanita aneh,, dia masih saja terus memasakkan makanan untukku. Apakah dia pikir masakannya itu enak?.'' Lino berkata pada Angga.
Melihat hal itu Angga hanya menanggapinya dengan tawa canggung saja.
''Apakah kau tau, dulu sewaktu aku kuliah di Amerika dia sering sekali mengunjungi aku ke apartemen membawakanku bekal bahkan masak untukku."
''Benarkah tuan? Lantas kenapa anda tidak mau makan masakannya sekarang ini. Kelihatannya anda mencoba menghindari masakannya.'' Kata Angga sambil memperhatikan sang tuan muda.
''Apakah kau kira dulu aku memakan masakannya?, tentu saja tidak. Dulu sewaktu dia masak, aku akan pura-pura sedang mengerjakan tugas ku. Jadi aku sengaja mengulur waktu agar dia bosan kemudian dia pergi dengan sendirinya.'' Kata Lino, sambil menahan tawanya.
''Lalu siapa yang makan masakan nona tadi?.''
''Aku berikan pada Robert hahahahha.'' Lino berkata sambil tertawa lepas.
''Tuan saya masih tidak paham, siapa Robert?.''
Namun bukannya menjawab pertanyaan dari sang asisten, Lino malah semakin tertawa.
Apakah tuan sudah.. Batin Angga dalam hati, karena merasa aneh si bos justru tertawa.
Kemudian Lino lanjut berkata.
''Apakah kau yakin mau tahu Robert itu siapa?.'' Kata Lino. Angga hanya mengangguk sembari ikut tertawa Canggung.
''Biar kuberitahu, kemarilah sini mendekat padaku. Dengarkan baik-baik.''
Kemudian Angga menuruti perintah bosnya, dan mendekat. Lino pun membisikkan sesuatu pada Angga.
Setelah membisikkan hal itu, mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Dengan polosnya Angga berkata dalam hati. Tuan anda memang terbaik.
Alasan Lino tidak mau makan masakan Vany karena menurutnya masakan yang dibuat Vany rasanya sangat aneh. Lino memang tergolong orang yang suka pilih-pilih dalam urusan makanan.
Lino sering merasa tidak cocok memakan masakan orang lain, selama di Amerika dia hanya makan masakan yang ia buat sendiri. Bahkan masakan sang mama saja, baginya juga tak enak. Jadi dalam hal makanan Lino sangat rumit.
''Lalu siapa yang akan makan ini semua tuan?.'' Tanya Angga pada Lino. Memperhatikan semua makanan yang ada di hadapan mereka.
''Ya kamu saja yang makan, karena Robert kan tidak ada di sini. Sudahlah habiskan saja.'' Kata Lino dengan wajah tanpa dosa.
Padahal Vany telah membuat makanan itu untuk dirinya dengan sepenuh hati dan cinta. Namun Lino tak mau memakannya bahkan sekadar menyentuh nya saja tidak.
hayoo Robert itu siapa ya?
bersambung...
jangan lupa vote dan like ...🤗