
Kehidupanmu berbeda dengan yang lainnya. Pernahkah kau merasa putus asa dan ingin menyerah dalam menjalani kehidupan?
Jarum jam sudah menunjuk pukul 10 lebih 15 menit, aku bergegas pergi menuju ruangan Madam Yuri dimana ia memanggilku. Ini kesepuluh kalinya dalam sebulan ia memanggilku dalam kantornya.
" Madam Yuri memanggilku lagi, apa yang akan ia lakukan padaku?" gumam gelisahku dalam hati sembari menggigiti kuku jariku dan mencoba menguatkan langkahku yang sedikit agak melayang karena ketakutan menuju kantor seorang guru yang tegas dan disiplin, Madam Yuri.
Entah apa yang akan terjadi padaku, aku hanya bisa pasrah dan menghela napasku tuk mencoba mengendalikan diriku agar tidak gugup dihadapannya.
Pintu kantor mulai kuketuk dengan sopan walau hatiku juga ikut terketuk merinding ketakutan.
" Masuklah!" teriak seorang perempuan dengan nada lantangnya yang mengizinkanku masuk ke dalam.
Kulihat seorang wanita berjas hitam lengkap dengan kacamata duduk dan menatap tajam diriku yang tengah asyik berdiri .
" Apa madam memanggil saya?" tanyaku yang mulai memberanikan diri. Terlihat ia mulai menggebrak mejanya hingga membuat jantungku semakin berdegup kencang tak karuan.
" Kim Alana, apa kau tidak sadar jika nilaimu semakin hari semakin memburuk, lihatlah ini kesepuluh kalinya dalam satu bulan aku memanggilmu. " bentaknya dengan menyidik sinis wajahku, aku hanya diam membeku dan tertegun karena malu.
"Jika kau terus seperti ini, kemungkinan besar kau tidak akan diizinkan untuk ikut berpartisipasi dalam tes perguruan tinggi." bentaknya lagi kali ini dengan tangan yang terkepal menggebrak meja sembari memberikan kertas hasil ujian padaku. Aku masih terpaku terdiam membisu, aku tak berani bergerak seinchi-pun bahkan rasanya untuk menghela napas saja sangat berat dan tak enak tuk dilakukan. Aku benar-benar ketakutan.
Kulihat Madam Yuri mulai menghela napas panjangnya nampaknya ia mulai menyerah untuk mengajariku yang semakin lama tak semakin membaik.
"Alana, apa kau mendengarkanku?!" tambahnya dengan decak kesal menatapku yang masih terdiam tanpa kata yang terucap
" I..iya madam, saya dengar."
" Kalau kau mendengarnya , mengapa kau selalu mengulangi kesalahan yang sama? Apa sekolah dan belajar itu membosankan bagimu, Alana hingga kau bisa bermalas -malasan padahal ujian sudah dekat di depan mata?" nasehat Madam Yuri dengan suara yang lebih lantang. Aku semakin tertunduk dalam ketakutan dan penyesalan, aku baru menyadarinya, nampaknya aku tak pantas jika disandingkan dengan Juno kekasihku, dia orang yang pintar dalam segala hal sementara aku orang yang minus di berbagai bidang. Madam Yuri menunjukan semua nilai harianku yang rata-rata hanya mendapatkan predikat C.
Tiba-tiba suara pintu mulai diketuk seseorang datang dengan membawa beberapa buku di dekapannya.
" Maaf, madam dimana saya harus meletakkan buku-buku ini?" tanya seseorang dengan suara serak basah namun penuh dengan wibawa.
" Letakan saja disana, nanti akan saya koreksi."
" Baik, madam."
" Alana, lihatlah Kwon Juno, dia bukan hanya tampan tapi dia juga siswa yang pintar. Apa kau tak ingin mencoba untuk menjadi sosok Juno?" tambah Madam Yuri kali ini dengan menuding dan membandingkan keras sosok lelaki yang baru saja datang mengetuk pintu kantornya, nampaknya dia adalah Kwon Juno.
" M..maaf, madam." jawabku kali ini yang masih terus menatap lantai yang ada di bawah kakiku
" Aku harap kau bisa bersungguh-sungguh dalam belajar. Jika kau ingin ikut dalam ujian masuk perguruan tinggi, tingkatkan nilaimu." saran madam Yuri dengan menatap sinis wajahku yang terus tertunduk malu.
Mendengar omelan madam Yuri padaku dengan sigap Juno melangkahkan kakinya menghampiriku.
" Maaf, madam. Jika saya boleh mengajukan diri, saya bersedia untuk membantu Alana dalam belajar." saran Juno dengan nada yang penuh sopan dan lemah lembut menyela pembicaraan madam Yuri yang kala itu memarahi atas pekerjaanku.
" Kwon Juno? Apa kau yakin?" sidik Madam Yuri pada Juno yang kini berdiri kokoh di sampingku. Juno mulai mengangguk.
Ucapan Juno membuatku terkejut dan aku mulai memberanikan diri untuk mengangkat kepalaku tinggi-tinggi.
" Saya bisa menjamin bahwa Kim Alana akan ikut berpartisipasi dalam tes masuk perguruan tinggi." ucap Juno yang mulai menjamin dan berkata manis pada sosok guru terdisiplin yang ada di sekolah.
" Baiklah, Kim Alana esok dan seterusnya sampai nilaimu meningkat kau harus belajar dengan Kwon Juno. Untuk kau Juno, kau akan kusatukan dengan Kim Alana dalam kelompok belajar." ucap Madam Yuri yang memberi keputusan bijaknya atas semua masalah yang terjadi.
Aku mulai tersenyum dan berterima kasih pada Madam Yuri karena ia masih memberikanku kesempatan untuk terus belajar dan bergabung dalam tes masuk perguruan tinggi yang kini tinggal menghitung hari.
" Baiklah, Alana belajarlah dengan baik bersama Kwon Juno." pesan Madam Yuri padaku.
" Baik, Madam. Saya akan berusaha semaksimal mungkin." jawabku yang membuat Madam Yuri bergumam dan menganggukkan kepalanya dengan santai seakan ia menunggu hasil terbaik dariku.
Kali ini aku kembali berhutang nilai pada Madam Yuri, aku akan berusaha untuk tak membuatnya kecewa.
Akhirnya, aku masih bisa bernapas lega, lagi-lagi-lagi aku diberikan keringanan oleh Madam Yuri. Juno kali ini benar-benar menjadi sosok pahlawan untukku, dia rela menjadi tameng dan bersedia menjamin dan mengajariku hingga nilaiku kembali meningkat seperti sediakala.
Di sebuah kantin sekolah dengan suasana yang ramai siswa siswi yang mengantri makan siang dan berlalu lalang, terlihat hanya ada dua buah kursi kosong yang tersisa di sudut kantin.
" Juno, terima kasih kau telah membantuku, kau membuat Madam Yuri percaya lagi padaku." ucapku pada sosok Juno yang kini terdiam menatap aneh ke arahku.
" Mengapa kau tak bilang bahwa nilaimu semakin memburuk dan kau juga memiliki kesulitan dalam belajar?" sidik Juno kali ini ia menatap tajam diriku dengan tangan yang terlipat di dada bidangnya. Nampaknya, kekasihku kali ini tengah kecewa karena aku tak bersikap terbuka terhadap semua masalah yang ku terima.
" Aku.. Aku.." gugupku kali ini aku menggaruk belakang kepalaku dan meringis gerogi menatapnya.
" Jawab Alana, sebenarnya apa yang ada di pikiranmu ketika kau belajar? Mengapa kau bisa menjadi gadis bodoh seperti ini?" tegasnya kali ini badannya mulai condong ke arah dimana aku duduk.
" Aku selalu terbayang tentangmu, Juno. Itulah mengapa aku sulit dalam belajar, karena kau selalu ada dan bermain-main dalam pikiranku."
Juno mulai menghela napas dan menyeringaikan bibirnya yang mendengar jawaban konyolku atas pertanyaannya.
" Lalu, mengapa kau tak cerita padaku atas semua masalahmu? " sidik Juno kali ini menyentuh hangat pergelangan tanganku.
" Aku takut jika kau merasa risih dan menjauhiku karena aku ini bodoh." jawabku yang mulai menundukkan pandanganku dari sorot matanya.
" Seharusnya kau tak perlu khawatir, aku akan menerimamu apa adanya dan aku akan melengkapimu seutuhnya." respon Juno kali ini tangannya berpindah mengelus lembut tiap helai rambutku dan tersenyum manis dengan menunjukkan beberapa gigi putihnya padaku.
Aku masih tertunduk menyesal.
" Baiklah, baiklah, aku akan mengajarimu sampai nilaimu membaik." tambahnya yang menghibur hatiku, Juno kali ini benar-benar membuat hatiku lega.
" Seharusnya kau bercerita padaku jika kau memiliki masalah pada hidupmu. Bukankah kau memiliki sosok kekasih yang pandai? mengapa kau tidak memanfaatkannya?" ledek Juno dengan menyentuh hidungku dengan manja
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan lucu dari Juno. Bagaimana bisa lupa jika kekasihku itu pandai dan pasti ia akan membantuku dalam menyelesaikan masalah dengan cepat.
Esok aku akan mulai belajar bersama Juno, aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Sekali mendayung dua pulau terlampaui.
Bagaimana metode belajarku dengan Juno? Akankah aku bisa meningkatkan nilai akademisku? Apakah aku bisa satu universitas dengan Juno lagi?
*****Jangan lupa kasih Like, Comment, Dan Vote-nya juga ya Readers, Dukungan kalian sangat berarti banget untuk Author.
Masukkan kalian juga sangat penting agar author tahu jika ada kekurangan dalam penulisan cerita ini dan supaya Author bisa mengoreksi dan membuat cerita yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Terima kasih :)
Salam Hangat,🌻
@Angelenzyy**.