
Pagi berganti siang, para murid disekolah sudah tidak sabar menunggu bel waktu pulang. Perut yang mulai keroncongan dan mata yang sangat ngantuk. Menjadi sebagian alasan mereka untuk segera pulang kerumah masing-masing. Tidak terkecuali ketiga sahabat sejati itu. Mereka menantikan saat-saat ini. Dimana ada yang akan menepati tantangannya. Ya siapa lagi kalau bukan Sarya.
Teeettt!! teeeeettt!! teeettt!!!
Bel pulang sudah berbunyi menandakan kegiatan belajar sudah usai. Dan mereka akan mempersiapkan diri untuk hari esoknya. Otak yang tidak ada henti hentinya untuk berfikir. Apalagi siswa siswi kelas atas yang semakin hari sibuk menyiapkan diri untuk ujian akhir sekolah.
Dari lorong kelas menuju pagar sekolah tampak lah ketiga sahabat itu tengah menunggu seseorang. Sambil menunggu orang yang di nantikan mereka berbincang-bincang absrud seperti biasanya.
"Ehhh ehh Rin kayaknya nanti bakalan ada yang pulang bareng ala Dilan dan Milea nih.'' Kata Nanda dengan nada bicara agak dibuat buat.
"Emm iyaa Nan. Kita kan udah nyelesaikan tantangan kita nah tinggal Sarya nih yang belom.. emm gimana ya aku gak sabar lihat Sarya pulang sama cowok. Setelah sekian lama dia sendiri akhirnya ada yang Nemani pulang cowok lagi orangnya hahaa.'' Jawab Rini sambil menepuk pundak Sarya.
"Iiih tuh kan kalian gitu. Heh Rini tadi kamu jamin aku gak bakalan kalah, tapi apa? hah? dasar centil.'' Sahut Sarya dengan nada yang kesal.
''Heh ga boleh gitu kan udah jadi pilihan kamu. Udah deh nikmati aja siapa tau bisa ngembalikan hati mu jadi lebih baik. Dan kalo itu terjadi kita dukung kamu kok Sar. Kan kamu sahabat kita jadi kita gak bakalan cemburu.'' Kata Nanda dan dianggukin oleh Rini.
flashback on
Didalam kelas Nanda tengah membisikkan sesuatu kepada Sarya dan Rini. Sambil merangkul pundak kedua sahabatnya itu. Ya mereka bertiga memang sudah berteman lama sejak masih duduk di bangku SMP hingga sekarang di mereka duduk di bangku kelas 3 SMA.
"Jadi gini nih tantangannya, kalian harus nebak nanti murid barunya itu cowok apa cewek, gimana gampang kan?. eiist masih ada lagi lanjutannya. Em aku main cara gampang aja deh. Yang jawab cewek nanti ngajak pulang bareng. Nah yang jawab cowok nanti istirahat kekantin makan bareng gimana?. Jadi kan adil gak ada yang di rugikan sama-sama dan dapat kesempatan buat Deket dong. Dan ya itu tetap berlaku untuk murid cowok ataupun cewek." Kata Nanda kepada kedua temannya itu.
"Oke lumayan gak berat tantangannya. Langsung aja aku jawab itu murid Cewek". Kata Sarya dengan yakin. Padahal kalo dia jawab gitu nanti walaupun muridnya cowok dia harus tetap pulang bareng kan.
"Yaudah aku jawab cowok. Lumayan nanti makan bareng deh.'' Kata Nanda sambil mengedipkan mata kanannya.
"eh eh harusnya aku jawab itu.. pokoknya aku mau makan nanti sama dia." Jawab Rini gak mau kalah.
''Ya kan bisa dibagi dong Rin. Aku istirahat pertama kamu istirahat kedua gimna tetap adil kan?. Soalnya klo aku milih cewek nanti urusannya ribet. Kan aku pulang dijemput". Jawab Nanda.
"oh iya ya aku juga pulang kan sama kakakku gak mungkin kan ngajak tuh murid baru. Nah kalo Sarya kan loss haha.'' Jawab Rini sambil menyenggol lengan Nanda.
flashback of
Dan istirahat pagi tadi sesuai dengan tantangan yang mereka buat. Dimana istirahat pertama Nanda mengajak Amar makan bareng sedangkan istirahat kedua Amar makan bareng lagi sama Rini. Awalnya Amar memang menolak tapi karena ia juga ingin menambah teman jadinya Amar menyetujui ajakan kedua perempuan itu.
Layaknya teman yang sudah alam akrab mereka berbincang-bincang absrud tentang keseharian mereka masing-masing. Amar dengan Nanda vs Amar dengan Rini.
Yang jelas mereka makannya gak sekaligus bareng-bareng ya gais.
Akhirnya mau tidak mau Sarya harus menepati ucapannya tadi. Supaya gak di bilang curang sama teman-temannya. Tapi sesuatu kejadian diluar dugaan Sarya pun terjadi. Saat hendak mengajak Amar pulang bareng. Benar-benar diluar dugaan Rini, Nanda, Sarya, dan Amar.
Siapa sangka setelah kejadian itu hidup Sarya akan berubah.