The Hidden Love

The Hidden Love
Pencerahan dari kakak



''Hey bandel, kok jadi nyalahin kakak. Udah-udah, nih jadi cerita gak?'' Tanya Radit.


''Iya dong kak, bantu aku yaaa pliss.'' Kata Sarya sambil memasang wajah imutnya.


Radit hanya mengangguk pasrah, kemudian mendengarkan adiknya bercerita. Sarya pun menceritakan semua kejadian yang ia alami di sekolah.


''Ya Allah,, dasar anak bandel,'' Radit berkata sambil menjewer telinga adiknya, ''Anak perempuan itu harusnya bersikap anggun dan tenang dalam menghadapi masalah. Bukannya kelahi liar kayak gitu.'' Sambung Radit.


Sarya mengusap telinganya yang terasa panas akibat di jewer Radit. Dia hanya terdiam pasrah mendengarkan ceramah sang kakak.


''Jadi sekarang gimana dong kak? Aku takut Mama marah dan gak mau kasih surat pernyataan. Masa depanku ada di surat itu kaakk'' Sarya merengek pada kakaknya.


Radit adalah seorang kakak yang notabene nya bijaksana. Akhirnya memberikan usul pada adiknya agar berkata jujur pada sang mama. Apapun resikonya harus tanggung sendiri. Karena berani berulah harus berani bertanggung jawab.


''Baiklah kak, aku janji akan jujur sama mama.'' Jawab Sarya pasrah.


''Sekarang?'' tanya Radit.


''Enggak besok aja kak, heheh'' Sarya menjawab dengan santainya. Setelah mengatakan hal itu, bukannya keluar dari kamar kakaknya. Sarya malah membaringkan tubuhnya di ranjang lalu menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuhnya.


Radit yang melihat hal itu kembali bertanya.


''Loh loh,, kok malah mapan tidur disini? Ayok pergi dari kamar kakak! Tadi bilangnya cuma mau masuk doang. Udah kan sana pergi!'' usir Radit pada sang adik.


Kemudian Radit menarik lengan adiknya agar pergi dari kamar. Tapi Sarya malah membungkus tubuhnya dengan selimut hingga menutupi kepala.


''Engakk mau,, aku mau tidur di sini sama kakak''


''Gak bisa dek, ayo keluar!.'' Radit masih mencoba mengusir adiknya.


Sarya membuka selimutnya, dan memasang wajah imutnya. Seolah memohon agar tidak diusir keluar.


Radit yang melihat hal itu, merasa tak tega. Akhirnya ia pasrah bila sang adik tidur di kamarnya. Toh nanti jika dia sudah terlelap Radit bisa mengangkatnya ke kamar.


Itulah Sarya, ia akan merengek minta tidur di kamar kakaknya jika ada masalah, dan takut mengatakannya pada sang mama.


Kini Radit bersandar di ranjang tidur sebelah adiknya.


Sarya memperhatikan sang kakak yang terlihat sibuk berkutat dengan laptop di pangkuannya.


Ide jahil muncul di otak Sarya. Ia mendekatkan tubuhnya di samping sang kakak dan mengganggu kakaknya dengan cara menusuk-nusuk lengannya dengan jari telunjuk.


''Hmm.. Apa sih dek'' Radit berkata tanpa berpaling dari laptop.


''Kak, aku gak bisa tidur. Kakak ngerjain apa sih? Serius banget. Mau aku bantu gak.''


Sarya berkata dengan antusiasnya.


Tiba-tiba saja Radit teringat dengan kejadian beberapa bulan lalu, saat Sarya menawarkan dirinya untuk membantu Radit mengerjakan PPT, untuk presentasi di kampus.


Radit yang sangat lelah, akibat bekerja dan sibuk kuliah. Akhirnya mempercayakan PPT itu pada sang adik.


Keesokan harinya, saat presentasi. Radit terkejut bukan main. Sebelumnya dia tidak mengecek hasil kerjaan adiknya, tenyata desain yang dibuat Sarya sangat memalukan. Dia memasang banyak karakter Doraemon pada lembar kerja dokumen itu. Ditambah lagi desain yang sangat kekanak-kanakan menambah kesan alay bagi sang pendesain PPT.


Sejak saat itu Radit berusaha untuk menghindar dari bantuan yang ditawarkan Sarya.


Jika ditanya kenapa dia tidak mau menerima bantuan Sarya. Radit hanya menjawab, ''Tidak udah dek, hasil karya kamu sangat bagus. Takutnya dosen kakak jadi terkagum-kagum dan bisa akan menambah tugas lebih banyak lagi.'' Sambil diselingi senyuman tentunya.


''Kak, aku mau tanya dong.'' Kata Sarya setelah kakaknya meletakkan laptopnya di meja.


''Tanya aja.'' Jawab Radit santai.


''Kakak kenapa betah jomblo, aku lihat teman-teman kakak pada punya pacar semua, bahkan udah berkali-kali ganti. Kakak kok masih sendiri aja.''


Radit menghadap ke arah Sarya, sambil tersenyum lalu berkata.


''Kok bisa gitu kak? alasannya?'' Sarya bertanya lagi pada kakaknya.


''Nih ya dek, muslim atau muslimah yang jomblo itu biasanya dekat dengan Allah, karena milih disayang Allah dengan sabar sampai halal. Jomblo itu cara Allah mengatakan 'Istirahatlah dari cinta yang salah', ngerti gak?'' Jawab Radit.


''Enggak ngerti kak.'' Jawab Sarya polos. Radit melihat wajah polos adiknya, semakin gemas rasanya pingin nonjok aja kalau dia tega batinnya.


''Kamu ini dek, kan bisa ngaji. Tapi masih tetap pacaran, ngaji nya udah sampai surah Al-isra ayat 32 belom?''


''Kak, aku gak pacaran. Lagian kakak aja jagain aku seketat leging cabe-cabean, gimana mau pacaran coba?. Aku juga belum sampai situ ngajinya.''


Jawab Sarya.


''Noh, mangkannya perbanyak ngaji dan ibadah jangan bisanya cuma berantem terus, sama siapa tuh teman kamu dari SMP?'' Kata Radit.


''Iyuehh bukan teman kak, ogah aku temanan sama mereka. Geng zablay tuh kan,'' Sarya berkata sambil berlagak jijik mendengar nama geng jablay. ''Kan mereka duluan yang cari masalah kak. Oiya kak, isi surah Al isra tadi apa?.''


Radit menegakkan posisi duduknya, Sarya pun ikut duduk dan mendengarkan ceramah sang kakak dengan seksama.


''Allah nyuruh kita untuk tidak pacaran, pura-pura gak dengar waktu Allah melarang pacaran, ketika disakiti nangis ngadu 'Ya Allah cobaan apa ini' kebanyakan gitu kan dek''


Sarya menganggukkan kepalanya setuju.


Radit melanjutkan ucapannya. ''Nih ya dek, Kakak kasih tau. Tiga kata yang ditunggu muslimah itu bukan 'I love You' tapi 'Saya terima nikahnya', Sekarang ini zamannya anak perempuan itu diam dirumah dengan berbagai kegiatan yang dikerjakan secara bermanfaat. Terutama membantu orang tua melakukan pekerjaan rumah.''


''Iya kak, aku juga tau. Sejauh ini aku kan suka bantu mama masak. Bahkan kakak sendiri bilang paling suka masakan aku karena enak. Iya kan.''


Perkataan Sarya memang benar, dibalik sifat gesreknya. Sarya paling jago masak dan rasanya sangat enak. Mendengar hal itu Radit mengelus rambut Sarya dengan kasih sayang.


Radit tersenyum dan berkata.


''Jadi dek, kita para jomblo itu gak perlu sedih karena masih sendiri. Coba kamu perhatikan! Matahari juga sendiri kan, tapi tetap bersinar. Memangnya kenapa kalau jomblo? yang ditanya dialam kubur kan 'siapa tuhanmu, bukan siapa pacarmu?''


''Iya juga ya kak, aduh gesrek amat si ni otak.'' Sarya menepuk jidatnya sendiri.


''Terus alasan Kakak gak mau pacaran karena ini kah?'' Lanjut Sarya.


''Kurang lebih begitu. Kakak gak mau kasih harapan palsu sama para wanita di luar sana. Kakak cuma mau menjalin hubungan serius sama satu wanita yang tepat. Kakak mau menjaga dan menjauhkan dia dari dosa yang bernama pacaran. Kalau udah ada yang tepat, mau langsung kakak ajak serius aja. Gak suka basa basi. Meskipun jomblo tapi kakak kan masih punya Allah, mama, dan adik-adik kesayangan kakak.''


Jawab Radit sambil mencubit gemas hidung mancung Sarya.


''Aww sakit kak.'' Sarya mengelus hidungnya.


''Tapi selain itu, kakak betah menjomblo juga karena alasan lain kan? Hayoo iya kan?'' Bisa Sarya sambil mencolek pipi kakaknya.


''Alasan apa dek, jangan ngadi-ngadi deh kau.''


''Wihh bahasanya kakak ketularan alay nih'' Kata Sarya diselingi tawa. ''Maksud aku tuh, alasan lain kakak adalah karena mau menemukan dia kan. Perempuan yang pernah menyelamatkan kakak dari kecelakaan.'' Lanjut Sarya.


''Sok tau deh kamu, udah gak usah ngurusi pacar-pacaran dulu. Sekolah yang pinter dan sukses aja dulu. Percaya deh semua akan indah pada waktunya. Selama kita percaya takdir Tuhan!"


Nasihat terakhir dari Radit menjadi penutup pembicaraan antara kakak beradik itu.


Akhirnya si cabe-cabean tertidur pulas, setelah mendapat pencerahan dari kakaknya.


Radit kembali mengingat kejadian satu tahun yang lalu saat dirinya hampir kecelakaan, untung saja ada perempuan baik yang menyelamatkan nya.


''Dimana kamu? Aku harap kita bisa bertemu.''


Radit berkata dengan lirih, menatap langit-langit kamarnya.


bersambung......