The Heiress Of The Legendary Family [S1]

The Heiress Of The Legendary Family [S1]
Pelelangan Dataran Barat²



Casilda memakan makanannya dengan lahap tanpa menyadari bahwa pelelangan sudah dimulai. Ia berada pada bangku VVIP yang ditutup kain merah. Di samping kanannya terdapat beberapa orang yang berada di sana. Jika dilihat dari letaknya, pasti orang-orang itu merupakan Keluarga Utama atau keluarga kekaisaran.


'Dari aura dan kekuatannya.... Ini adalah kekuatan petir... Berarti dia dari Keluarga Utama, Citrine. Terlebih lagi aku juga mencium bau jubah penyihir yang hanya dimiliki oleh Ras Witch, yaitu Citrine' batin Casilda sambil terus memakan makanannya.


Dari luar, Casilda memang terlihat lengah dan memiliki banyak celah. Namun, hal itu memang ia sengaja untuk menjebak lawannya. Ia menghela napas karena di samping kiri ruangannya juga ribut. 'Menurut kekuatannya... Ini pasti.... Keluarga Amethyst, keluarga asal ibu tiriku...' batin Casilda dengan tatapan tajamnya yang mengarah ke samping kirinya.


Keluarga Amethyst adalah salah satu dari tiga keluarga kekaisaran. Amethyst adalah keluarga asal ibu Misha. Mereka memiliki rambut berwarna ungu lavender dan sifat licik yang berbahaya. Amethyst adalah keluarga cabang kekaisaran, kedudukan mereka setara dengan Emerald dan keluarga lainnya.


'Ada kemungkinan kekuatan Emerald itu berasal dari Amethyst. Tak bisa dipungkiri bahwa kekuatan Amethyst begitu kuat. Apalagi wanita itu, ibu tiriku adalah putri sulung keluarga Amethyst...'


Casilda menghembuskan napasnya. 'Kenapa jadi lebih ruwet kayak gini, sih?... Kalau aku juga melawan Amethyst, itu artinya aku juga memerlukan bantuan dari ketiga Keluarga Utama lainnya... Hadehh...'


'Au, ah. Daripada mikir, mending makan aja' imbuh Casilda lagi sembari makan dumplings miliknya.


"Ayah, Ayah, apa di sini ada kristal sihir?" tanya seorang anak perempuan dari keluarga Amethyst.


Casilda menajamkan telinga kirinya. 'Kristal sihir?'


"Ayah tidak tahu, Putriku... Di iklan memang tidak ada, namun Ayah yakin pasti ada di sini" balas ayah dari anak itu.


Casilda menyeringai dalam diam. 'Hee, kristal sihir, ya? Menarik juga...' Ia kemudian memanggil pelayan yang tadi membawakan makanannya. "Tolong panggilkan Bos Pelelangan, ada yang ingin aku bicarakan" perintah Casilda dengan senyum yang menawan.


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


"....Nggak seru." Seorang pemuda dengan rambut berwarna kuning mendengus kesal. Di samping pemuda itu terdapat seorang wanita paruh baya yang masih cantik wajahnya. Wanita itu juga memiliki rambut berwarna kuning.


"Sabarlah, lagipula, bukankah kau sendiri yang merengek ingin datang kemari?" ucap wanita itu dengan lembut.


Sang pemuda memerah. "Me-merengek? Mana ada! Aku cuma ingin mampir doang, kok! Aku nggak merengek!" pekiknya tsundere.


Wanita yang mendengar ucapan lelaki itu hanya bisa menghela napas. "Memangnya, kenapa kau tiba-tiba ingin datang kemari?"


Lelaki itu melihat ke bawah dengan tatapan yang tak bisa diartikan. "....Entahlan, Ibu... Aku juga tak tahu..."


Wanita itu menunggu kelanjutan dari ucapan putranya.


"...Firasatku mengatakan bahwa.... Aku akan menemukan cahayaku di sini...." imbuh lelaki itu lagi.


Sang ibu mengangkat sebelah alisnya. "Cahaya? Apa maksudmu... Cinta pertama?" tebaknya.


Lelaki itu mengangguk sekaligus menggeleng. "...Aku juga tidak tahu, Ibu.. Hanya saja, pikiranku mengatakan bahwa dia adalah sosok yang sangat aku nantikan keberadaannya. Aku pun tak tahu kenapa..."


"... Seolah-olah keberadaannya mampu membalikkan roda kehidupan dalam sekali kedipan mata..." Lelaki itu menutup kedua kelopak matanya dengan pelan.


Sang ibu terdiam sebelum pada akhirnya mengangguk kecil. "Kalau itu yang kau katakan.... Kurasa ada benarnya juga..." gumamnya.


.


.


.


.


.


"Hadirin-hadirin sekalian, saatnya kita menyaksikan barang-barang yang akan kami lelang hari ini!" ucap pembawa acara dengan lantang.


"Barang yang kami jual kali ini adalah tempurung penyu hitam yang sangat langka. Harganya mulai dari 20 juta rupiah perbuah!" Sang pembawa acara mulai menawarkan barang lelang.


Para pengunjung yang kebanyakan berasal dari keluarga-keluarga kaya melelangnya dengan persaingan yang cukup ketat. Keluarga Amethyst menatap tempurung penyu itu dengan tatapan dingin, sama sekali tidak tertarik. Lelaki berambut kuning juga sama, wajahnya menyiratkan kebosanan yang sangat jelas.


Sementara itu...


"Eh?! Anda yakin ingin menjual benda yang sangat berharga ini di sini?!" pekik Bos Pelelangan dengan horornya.


Casilda mengangguk. "Tentu saja. Target pasarnya sangat banyak. Ini adalah barang langka, dengan begitu, keuntungan Anda juga lebih banyak, bukan?"


Bos Pelelangan berpikir sejenak. "Oke, saya setuju!" ucapnya lantang.


Casilda tersenyum, lebih tepatnya menyeringai diam-diam dari balik jubahnya. Ia tahu bahwa Putri Amethyst, keponakan ibu tirinya sangat menginginkan hal yang akan ia jual ini. Ia juga yakin bahwa Keluarga Citrine yang berada di samping kanannya sama sekali tidak tertarik dengan pelelangan. Gadis itu diam-diam membanggakan ide liciknya yang datang tiba-tiba.


'Ihihihi, jangan salahkan aku jika uang kalian berkurang drastis dan kebusukan kalian akan terbongkar suatu hari nanti' batin Casilda dengan senyum liciknya.


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


"Kali ini adalah pil-pil khusus dengan level A+ yang dibuat oleh Master Alkemist." Ucapan pembawa acara membuat ruang pelelangan itu menjadi ribut. Master Alkemist sangatlah terkenal di kehidupan mereka. Bahkan tak jarang ada yang memujanya bagaikan dewa.


Casilda mendadak bersin tanpa sebab di ruang VVIP-nya. Ia sedang memakan makanannya seperti biasa. Untung saja makanannya tidak jatuh saat ia bersin tadi.


"Pst, mereka membicarakanmu" bisik seorang makhluk halus kepada Casilda.


"Biarin aja. Biar mereka yang dapet dosa karena nggosipin aku. Dan juga, di sini kan hanya ada kita berdua, kenapa kau malah berbisik?" Casilda melirik makhluk halus yang berada di sampingnya dengan jengah dan heran.


"Itu.... Ehehehehe..." Bukannya memberikan jawaban yang diinginkan, makhluk halus itu malah pergi begitu saja.


"Apaan, sih? Gaje banget" gumam Casilda sembari makan lagi.


"Ada paket spesial! Pil dengan 7 jenis yang berbeda, yang diisi 8 butir setiap toplesnya! Harga ketujuh toples ini dimulai dari harga 70 juta!"


BRUHH


Casilda tanpa sadar menyemburkan makanannya. Ia melotot horor sebelum pada akhirnya tersenyum seram. 'Hehe, aku kayaಥ⌣ಥ.'


Ia menetralkan wajahnya lagi. 'Tapi, promosi bos pelelangan itu bagus juga. Dengan paket "hemat" ini, barang yang aku jual menjadi laku dua kali lipat.'


"75 juta!"


"80 juta!"


"100 juta!"


"125 juta!"


Casilda sweatdrop di tempatnya, ia baru sadar. 'Oh iya... Ini kan pelelangan... Hasil keuntunganku dapat berlipat..'


"150 juta!"


"200 juta!"


"500 juta!"


Casilda sibuk ngemil popcorn-nya. Entah bagaimana ada popcorn di dunia itu.


"600 juta!"


Senyum Casilda kembali merekah. Ia akan untung banyak, ehehe.


"Ayah~ Aku mau ituuu" tunjuk Putri Amethyst dengan manja.


"Oke, Putriku. Apapun untuk dirimu." Ayah dari Putri Amethyst tersenyum sembari mengelus kepala putrinya.


"1 milyar!"


Casilda bertepuk tangan pelan. Pil-pil buatannya laku. Ini baru 7 toples, masih ada 63 toples lagi.


"Tidak ada yang mau menawar lagi?"


Hening. Tidak ada yang mau melawan Keluarga Amethyst yang dikenal diktator.


"Baik, terjual seharga 1 milyar!"


Putri Amethyst melompat kegirangan dan Casilda bertepuk tangan kecil. 'Saatnya lakukan rencana kedua.' Casilda tersenyum licik.


"Promo hemat! 21 toples pil dengan 7 jenis yang berbeda! Dilelang mulai dari 2 milyar!" Seisi ruangan kembali ribut, sementara Casilda menyeringai entah keberapa kalinya.


'Keluarga Amethyst sangatlah sombong, tamak, rakus, dan boros. Jika kita pancing dengan kata "promo hemat", pasti mereka akan langsung membelinya.' Casilda membatin di dalam hati. 'Bagi mereka, mungkin harga ini terlalu murah, padahal sebenarnya tidak. Harga satu toples yang aku jual sebenarnya hanya 5 juta, tapi entah mengapa bos pelelangan itu menaikkan harganya berkali-kali lipat. Yah, aku juga yang untung, sih...'


Putri Amethyst kembali merengek, ingin dibelikan yang itu juga. Pada akhirnya, Keluarga Amethyst kembali membelinya dengan harga 5 milyar.


'Yahaha, aku untung besar!!' Casilda bangga dengan dirinya sendiri. Dua puluh satu toples yang tersisa terjual laris dengan harga 7 milyar dan lagi-lagi hal itu membuat Casilda semakin senang dan bangga.


"Dan ini dia bintang utamanya! Seonggok kristal sihir yang sangat langka! Mengandung inti sihir cahaya yang sangat jarang ditemukan! Dengan berat sekitar 5 kg, kristal ini diberi harga 20 milyar!"


"Apa?! 20 milyar? Bukankah itu terlalu murah?"


"Aku tak peduli, aku mau membeli itu, titik!"


Putri Amethyst tak bisa mengalihkan pandangannya dari kristal itu. Ia sangat menginginkannya!


Sementara itu, lelaki tadi menatap lekat ke arah kristal yang berada di podium. Sang ibu juga menatap kristal itu lekat-lekat.


"100 milyar!" Ayah Putri Amethyst memberikan harga mutlak.


Ruangan seketika kembali hening. Mereka takut untuk melawan Keluarga Amethyst, tapi, mereka juga meninginkan kristal itu.


Lelaki berambut kuning terdiam sesaat. "Sekarang saatnya..."


Sang ibu menengok ke arahnya dengan wajah kebingungan. "Huh?"


"110 milyar!" Sebuah suara yang keluar membuat seluruh pandangan orang-orang termasuk lelaki tadi tertuju pada sebuah titik.


Nampak sebuah tangan muncul dari tirai merah pada lantai tiga yang ditutup. Dapat dipastikan dengan jelas bahwa orang yang mengangkat tangan itu adalah pemilik suara tadi. Putri Amethyst menggeram kesal. Para bangsawan lainnya yang melihat ada yang berani dengan Keluarga Amethyst pun terkagum-kagum.


"120 milyar!"


"130 milyar"


"135 milyar!"


Banyak bangsawan yang memilih untuk melelang kristal itu. Mereka tak peduli dengan Keluarga Amethyst, yang mereka inginkan hanyalah batu kristal itu.


"150 milyar!" Sang pemilik tangan—Casilda—kembali membuka suaranya.


Putri Amethyst kembali menggeram kesal. "200 milyar!"


"Wuih, 200 milyar? Gila!"


Casilda menyeringai kembali. 'Kalau ibu tiriku tidak melukai ibuku, kalian tidak akan aku permainkan seperti ini, Amethyst. Salahkan dia, jangan salahkan aku.'


"500 milyar!"


"Hah?! 500 milyar?!"


"Orang tak dikenal itu benar-benar mengerikan!"


"Huh, 500 milyar? Ini belum apa-apa! 1 triliun!" titah ayah Putri Amethyst.


Casilda menimang-nimang sebentar. "Maaf, ya, tapi itu masih kurang. 2 triliun!"


Ayah Putri Amethyst tak mau kalah. Apapun akan ia lakukan demi membahagiakan putri tercintanya. "5 triliun!"


"Hanya 5 triliun saja? Hmph, misqueen. 10 triliun!"


Ayah Putri Amethyst berdecak kesal. "20 triliun!"


"30 triliun."


"50 triliun!"


"70 triliun."


Lelaki bersurai kuning menatap persaingan mereka dengan tatapan kagum. "Woaahh... Nyalinya hebat juga..."


"100 triliun!" teriak Ayah Putri Amethyst.


Casilda tidak menjawab, membuat kepemilikan kristal itu jatuh ke tangan Keluarga Amethyst.


'Wah wah... Terima kasih atas uangmu~'


Tuan Muda Citrine yang sedang menonton drama itu menjadi bersemangat entah mengapa. Dirinya yang mendengar suara milik Casilda langsung menjadi tenang dan lega.


Suara Casilda sangat mirip dengan suara dari seorang anak perempuan yang ia anggap sebagai adik sendiri. Anak perempuan yang telah mengubah hidupnya dan mengubah sikap ibunya. Anak perempuan yang telah membuat hidupnya menjadi lebih berwarna.


Wajahnya seketika menjadi sendu. Ditatapnya ruangan yang berada di sampingnya itu lekat-lekat. 'Apa itu dirimu, Adikku?'


TBC.