![The Heiress Of The Legendary Family [S1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-heiress-of-the-legendary-family--s1-.webp)
"Edeeennn!!!! EDEEEEENNNNN!!!"
Suara melengking yang anehnya manly itu bergelora hingga sampai ke ruangan Pemimpin Klan Onyx.
"Huh? Dia kenapa?" tanya Tuan Onyx pada putranya yang sedang berdiri di depannya.
Eden menepuk wajahnya frustasi. "Jangan tanya aku, bukan aku yang membuatnya gila" ucapnya pasrah.
BRAKK
Pintu ruang kerja itu dibuka secara paksa hingga menimbulkan suara yang luar biasa kerasnya.
"EDEN!! INI GAW—eh ada Om Deirn, hehe. Halo, Om." Lenoir selaku sang pendobrak pintu mendadak menjadi kalm setelah menyadari bahwa sang Pemimpin Onyx berada di kursinya sambil menatapnya datar.
"Kenapa kau datang tergesa-gesa seperti ini?" tanya Deirn Onyx sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Tumben banget kau jadi OOC kayak gini" celetuk Eden. "Emangnya kenapa?"
"I-itu!! Bi-Bibi...."
"Huh?"
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...༺♥༻...
...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...
...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...
.......
.......
...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...
...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...
...༺♥༻...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
"Aku tanya sekali lagi, Casilda. Apa kau benar-benar yakin untuk melawannya?" tanya Nyonya Onyx pada gadis bersurai safir yang tengah memasang kuda-kuda di tengah arena.
"Tentu saja, Nyonya. Saya bukanlah perempuan yang senang menjilat siku sendiri" balas Casilda mantap.
Ia dan Komandan Pasukan Onyx tengah berhadap-hadapan sekarang. Para prajurit berkumpul di pinggir arena, begitu pula Nyonya Onyx, Ellen, Liam, dan Charles.
Omong-omong tentang pemuda dari Klan Tourmaline itu, dari tadi dia tak berhenti memasang raut khawatir. Ia terlihat sangat panik dan resah.
Melihatnya, Ellen tersenyum penuh kemenangan. "Heh, kau takut kakakmu akan terluka parah?" ejeknya.
"Hah? Siapa bilang?!" Charles membalas dengan kesal. "Justru aku takut kalau Kakak malah memaksakan dirinya..."
"Huh? Apa maksudmu?" bingung Ellen.
"Kau hanyalah orang asing. Tak perlu tahu" ketus Charles, kemudian ia kembali menatap sang kakak.
'Cih, cowok ini kenapa, sih? Nggak Kakak, nggak dia, mereka sama aja! Kenapa cowok selalu gaje, sih? Heran aku' dengus Ellen di dalam hati.
"Apa kalian siap?" tanya Nyonya Onyx, membuat Casilda dan Komandan Pasukan memperkuat kuda-kuda mereka. "Mulai!"
STABB
Casilda melaju secepat angin ke arah Komandan Pasukan yang masih berada di tempatnya. Tangan gadis itu mengepal dan berusaha memukul bagian ulu hati Komandan Pasukan itu.
BRAKK
Sayangnya Komandan Pasukan berhasil menghindar, membuat Casilda memukul beton yang berada di bawahnya. Beton itu hancur, membuktikan bahwa kekuatan fisik Casilda tak main-main.
"WOOO!!!" Para prajurit bersorak kaget dan kagum. "DIA MENGHANCURKAN BETONNYA!!"
"KERENN!!"
"Kakak!" Charles berseru senang layaknya anak kecil.
Nyonya Onyx terbelalak. 'Kekuatan fisiknya tak main-main! Apa-apaan pukulan mematikan itu?!'
'He-hebat..' puji Ellen di dalam hati dengan mata terbelalak.
'Betonnya sampai retak. Aku tak bisa membayangkan jika dia terkena pukulan gadis itu..' batin Liam dengan keringat yang mengalir di pipinya.
'Cih, aku tak mengenainya' geram Casilda di dalam hati.
'Hampir saja... Gadis itu memiliki pukulan yang tak main-main' lega Komandan Pasukan.
TAPP
Casilda menapakkan kakinya di tanah dan menggunakannya untuk melompat ke arah Komandan Pasukan dengan cepat.
'Ce-cepatnya!' kaget Komandan Pasukan.
Casilda kembali melayangkan pukulan, mamun Komandan Pasukan dapat menghindarinya dengan cara memiringkan kepalanya.
Tak putus asa, Casilda mencoba untuk memukulnya lagi, namun Komandan Pasukan dapat menghindarinya. Lagi, lagi, dan terus berulang lagi.
'Ck, aku tak bisa mengenainya. Nyebelin.' Casilda mendadak memiliki mood swing seperti Charles.
'Sekali lagi!' Casilda masih tak menyerah, ia menggunakan kesempatan ini untuk melayangkan pukulannya.
Wuuushh
Sesuatu bergerak dengan cepat dan hampir mengenai mata gadis itu. Beruntung ia memiliki reflek dan insting yang hebat, sehingga dapat menghindarinya.
Casilda menghindar dengan cara salto ke belakang. Gerakannya begitu indah, seperti seorang balerina yang sedang menari.
Tap..
Gadis itu berhasil menapak di tanah. Dilihatnya sesuatu yang hampir mengenai matanya itu.
'Pedang?' pikirnya. 'Jadi begitu, dia ingin bertarung menggunakan pedang, ya.'
Komandan Pasukan memasang kuda-kuda siaga. 'Kalau aku terus menghindar seperti tadi, akan butuh waktu yang lama untuk menentukan pemenangnya. Bertarung menggunakan pedang dapat membantuku untuk menang' pikir Komandan Pasukan dengan kepala dingin.
Sriiiingggg
'Apa itu adalah kemampuan khusus yang dimilikinya?' batin Nyonya Onyx.
'Apa kemampuannya adalah [Pemanggilan]?' pikir Ellen penasaran.
Kini Pedang Pemakan Aura milik Casilda sudah terbentuk seutuhnya. Sama seperti Komandan Pasukan, ia juga memasang kuda-kuda siaga.
'Kakak sampai menggunakan pedangnya? Apa karena lawan Kakak adalah orang yang kuat? Atau... Kakak ingin menyembunyikan kemampuan aslinya?' Charles mengamati jalannya pertarungan itu. 'Kurasa dua-duanya.'
STABB
TRANGG
Kedua pedang mereka saling bergesekan satu sama lain hingga membuat percikan-percikan api di sekitarnya.
Casilda bergerak dengan sangat cepat dan lincah untuk mencari celah, namun Komandan Pasukan dapat menangkis serangannya.
"Hebat!!" heboh salah satu prajurit.
"Aku baru pertama kali lihat Komandan kewalahan seperti itu!"
"Gadis itu benar-benar hebat!"
"Kurasa, aku mulai menyukainya!"
"Fokus pada pertarungan, bodoh!!"
TRANG TRANGG
SYATT
TRANGG
Mereka berdua masih saling beradu serangan. Sama-sama kewalahan.
'Gadis ini...'
'Bapak ini....'
'Dia kuat!' batin mereka berdua bersamaan.
Charles senantiasa mengamati dan menganalisa jalannya pertarungan itu. 'Kalau dari potensi, jelas-jelas Kakak menang. Tapi, Kakak kalah dalam hal pengalaman bertarung. Kemungkinan Kakak menang adalah 50%. Tapi, presentase itu akan bertambah kalau Kakak lebih serius dari ini.'
'Komandan... Kewalahan menghadapinya?!' kaget Ellen. 'Padahal Komandan adalah orang yang sangat kuat. Kalau Komandan kewalahan menghadapinya, seberapa kuat gadis itu sebenarnya?'
TRANGG
Sampai detik ini, mereka masih saling beradu serangan.
'Kenapa dia tak lengah sedikitpun?' heran Casilda.
'Kenapa dia tak kelelahan sedikitpun?' batin Komandan Pasukan.
Trak... SYATT
Karena lengah, ujung pedang Komandan Pasukan mengenai pipi kiri Casilda.
"Kakak!!" pekik Charles khawatir.
Casilda salto ke belakang setelah terkena serangan itu. Setelahnya, ia memegang bagian pipinya yang terkena serangan tadi. Itu berdarah.
"Sudah kuduga, pengalaman seorang veteran memang tak bisa diremehkan" puji Casilda sambil menatap lurus ke depan dengan mata tajamnya yang semakin tajam.
DEGG
Mereka semua tercekat. Aura Casilda... Berbeda!
'Ka-Kakak mulai serius!' batin Charles antara kagum, penasaran, dan khawatir.
"Sepertinya, aku memang harus serius saat menghadapi veteran" kata Casilda. Ia mengusap bilah pedangnya dari atas hingga bawah. Dari ujung ke ujung.
Bagian yang disentuh Casilda seketika mengeluarkan aura berwarna biru muda yang membara seperti api.
'Dia bisa memanipulasi auranya?!' kaget Komandan Pasukan, Nyonya Onyx, Ellen, dan Liam.
'Apa elemennya adalah api? Tapi, bukannya elemen api hanya dimiliki oleh Klan Ruby? Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia mengeluarkan api biru?' pikir Nyonya Onyx dengan keringat yang menetes.
Charles diam-diam tersenyum angkuh. 'Heh, siapa yang meremehkan Kakak tadi? Itu bukan api biru, bodoh. Itu adalah partikel atom yang Kakak manipulasi untuk menyelimuti pedangnya. Elemen Kakak itu air, bukan api. Hmph, bodoh.'
Wuuunggggg
Aura yang ada pada pedang itu mengeluarkan bunyi yang khas. Itu adalah bunyi yang hanya bisa dikeluarkan oleh Pedang Pemakan Aura.
Sesuai namanya, pedang itu mampu memakan aura seseorang yang dikehendaki penggunanya. Siapapun itu. Dan jika auranya telah 'dimakan' oleh pedang itu, maka sang pemilik aura bisa mati ataupun terkena serangan pasif.
Oleh karenanya pedang itu sangatlah terkutuk dan tak ada siapapun yang dapat menggunakannya. Alasannya adalah karena pedang itu menyerap sihir pemiliknya hingga habis.
Casilda dapat menggunakannya karena ia tak memiliki sihir, yang ia miliki adalah 'indra'. Maka dari itu hanya dia satu-satunya orang yang dapat menggunakan pedang terkutuk dari Klan Tourmaline itu.
Gadis itu menatap Komandan Pasukan dengan tatapan kosong, namun tajam dengan aura membunuh yang pekat. Casilda yang sebelumnya sudah berbahaya kini tambah berbahaya.
'Apa-apaan dia? Kenapa dia mampu melakukan hal itu? Seberapa kuatnya dia?' Ellen sangat penasaran. Untuk pertama kalinya ia begitu ingin tahu tentang hal ini.
SYATT
Tanpa menunggu lama lagi, Casilda bergerak dengan sangat cepat. Saking cepatnya, ia seperti sedang melakukan [Teleportasi].
'Dia tadi melakukan [Teleportasi]?!' kaget Nyonya Onyx, Ellen, dan Liam.
'Kakak hanya berlari, bodoh. Ber-la-ri!!' dengus Charles di dalam hati.
Komandan Pasukan semakin mengeratkan pegangannya pada pedangnya. Gerakan Casilda yang begitu cepat membuatnya tak dapat melihat gadis itu.
Syatt
Tiba-tiba Casilda sudah berada di depannya sambil mengayunkan pedangnya. Komandan Pasukan tak ingin kalah, ia juga mengayunkan pedangnya untuk menyerang pinggang Casilda.
"Hmph, kau tertipu." Casilda kini berpindah ke belakang Komandan Pasukan dengan pedang yang ia angkat.
BRAKK
Tanpa sempat bereaksi, Komandan Pasukan dihempaskan oleh Casilda hingga membentur dinding arena.
Hening, semua orang terkejut bukan main, terutama Nyonya Onyx, Ellen, dan Liam yang sampai melongo kaget.
Komandan Pasukan terkapar dengan dinding yang retak besar di belakangnya. Para prajurit tak dapat berkata-kata lagi, mereka masih shock.
"Kakaakk!!" Dengan perasaan senang, Charles menghampiri sang kakak dan mendusel-duselkan kepalanya. "Kakak hebat!!"
Casilda mengelus pucuk kepala Charles dengan lembut. "Aih, makasih. Hehe."
"...Ko-Komandan.... Kalah..." lirih salah satu prajurit.
"I-ini... Mustahil.." Nyonya Onyx menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Bagaimana bisa...."
"Ba-bagaimana caramu melakukannya?"
Casilda hanya membalas pertanyaan itu dengan menggaruk bagian belakang kepalanya. "Yah.. Karena insting saya mengatakan kalau kelemahannya adalah bagian belakangnya" balas gadis itu apa adanya.
'Dia hebat. Gadis ini memiliki potensi yang luar biasa. Kalau gadis ini memilikinya, pasti adiknya juga sama. Rekan satu tim Eden memang hebat. Aku harus berhati-hati pada mereka' batin Nyonya Onyx.
'Baru nyadar, lo?' sinis Charles.
Tap tap tap tap
BRAKK
"CASILDA!!"
Gadis yang dipanggil menoleh. "Loh? Eden?"
TBC.