The Heiress Of The Legendary Family [S1]

The Heiress Of The Legendary Family [S1]
Perkenalan



Wuuushhh...


Angin laut yang cukup kencang berlarian hingga tak sadar telah menabrak tubuh orang-orang yang tengah bersantai di atas kapal.


Mereka berjumlah 6 orang, yang tengah melakukan berbagai kegiatan. Ada yang membaca buku, bersandar, makan, tiduran, memejamkan mata, dan tidak melakukan apapun.


"Nyam nyam... Ternyata kalian juga lolos menjadi Knight, ya.. Nyam.." ucap satu-satunya gadis di sana sambil mengunyah makanannya.


Orang yang serang tiduran mendengus kecil. "Tentu saja, kami ini tak selemah itu, tahu" ketusnya.


"Tapi, tetap saja itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan, bukan? Waktu yang mereka berikan untuk sampai ke mansion terbilang singkat" timpal pemuda bersurai hitam yang tengah memejamkan matanya.


"Buktinya, kita semua berhasil melewatinya, kan?" Orang yang membaca buku menutup bukunya sambil melihat ke arah mereka satu per satu. "Kita sekarang adalah anggota Knight, bisakah kalian memberitahu kami, jenis Knight apa yang kalian pilih?"


"Kami sih memilih Knight Pengelana" balas gadis yang sedang mengunyah makanannya.


"Hee~ Ternyata kita sama, ya.." angguk orang yang membaca buku tadi. "Bagaimana kalau kita mulai memperkenalkan diri masing-masing?"


"Oke." Gadis itu mengangguk. "Aku Casilda, dan ini adikku, Charles."


Orang yang tadi membaca buku mengangkat sebelah alisnya. "Tanpa marga?"


Pemuda bersurai hitam mendengus. "Mereka belum terlalu mengenalmu, bodoh. Mana mungkin mereka ambil resiko. Lagipula, kau adalah orang yang aneh. Benar, kan, Tukang Ketawa?"


Orang yang membaca buku mencebikkan bibirnya dengan kesal. "Ya ya ya, aku tahu, syaland" umpatnya. Pandangannya kemudian kembali tertuju pada Casilda dan Charles. "Ah ya, namaku Lenoir Hermatite, salam kenal" ucapnya disertai dengan senyuman.


Casilda dan Charles terdiam. 'Hermatite kan... Keluarga cabang dari Klan Onyx' batin mereka sembari melirik Eden.


Yang dilirik pun menyadarinya. Ia mengangguk kecil. "Dia adalah orang yang sudah Ayah percayakan untuk mengawalku" jelasnya.


'Itu membuktikan kenapa mereka berdua nampak akrab di awal ujian' batin Casilda dan Charles kembali bersamaan.


Gadis bersurai safir itu melirik ke arah Tuan Tertawa—Lenoir—yang tengah tersenyum ke arahnya. Ia baru sadar jika rambut Lenoir berwarna hitam, walau tak sepekat milik Eden.


Rambutnya cukup panjang hingga hampir menutupi matanya. Lenoir mengenakan sebuah kacamata bundar yang membuatnya nampak lebih pintar. Wajahnya yang selalu tersenyum membuat hati orang yang melihatnya menjadi tenang.


'Melihat wajah Tukang Ketawa, aku jadi teringat Kak Gneer dan Kak Lou. Sekilas, mereka memiliki wajah yang sama-sama lembut' batin Casilda dengan wajah sendu.


Charles memahami perasaan sang kakak. Ditatapnya Lenoir dengan aura permusuhan yang kentara. 'Bisa-bisanya dia membuat Kakak sedih! Brengshake!' batinnya dengan penuh amarah.


Lenoir yang ditatap dan tak tahu apa-apa hanya bisa speechless. 'Apa salahku?' batinnya frustasi.


"Lalu... Kalian?" Casilda mengalihkan pandangannya ke arah dua orang yang lain.


"Aku Hector Spinel" kata orang yang tiduran.


"....Kayaknya aku pernah melihatmu, dimana?" pikir Casilda, membuat Hector berkeringat dingin.


"Psst, Kakak, dia adalah orang yang menghinamu dulu" bisik Charles dengan kilatan tajam yang dilayangkan pada Hector.


"Oalah, yang itu, toh. Oke." Gadis bersurai safir itu tak mempermasalahkannya lagi. Bodo amat, mau ada yang menghinanya pun ia tak akan peduli.


Diam-diam Hector menghela napas lega. Setidaknya ia dapat terbebas dari amukan Charles yang sangat menakjubkan itu.


'Jangan harap kau dapat kabur dariku!' ancam Charles sambil mengangkat jari tengahnya dengan tak sopan.


'Ukh...' Hector pun hanya bisa meneguk ludahnya kasar. Ia dapat mengetahui kekuatan Charles yang sangat besar, dan akan merugikannya jika dirinya menyerang pemuda itu.


Walau terkesan liar dan sulit diatur, sebenarnya Hector adalah orang yang cukup berhati-hati. Terkadang.


Hector memiliki rambut merah yang cukup menyala. Rambutnya acak-acakan seperti orang yang baru bangun tidur. Wajahnya terkesan sangar dan ketus. Kata Charles, wajahnya sangatlah menjengkelkan.


Ia memiliki bahu yang bidang nan tegap. Wajahnya juga terbilang tampan. Sifatnya yang angkuh dan liar membuatnya terlihat seperti seorang badboy yang kuat.


"Kakak, jangan sampai jatuh cinta padanya."—Charles.


"Nggak akan."—Casilda.


"Aku...." Perkataan satu orang lainnya membuat atensi kakak beradik itu terarah padanya. "Namaku.... Gale Heliodor."


Casilda dan Charles saling melirik. Isi otak mereka sama. 'Dia mirip beruang, lucu' batin mereka secara bersamaan.


Gale, ia adalah orang yang sedari tadi tak melakukan apa-apa. Hanya diam dan berdiri tanpa memiliki niatan untuk nimbrung pada pembicaraan. Dilihat dari kelakuannya, ia memiliki sifat yang cenderung pendiam.


Casilda yang mengamatinya sedari tadi tahu apa alasan Gale hanya diam saja. 'Dia.. Grogi.'


Ya, itu benar. Gale, pemuda dengan wajah preman kekar itu tengah grogi. Hal itu dibuktikan dengan gelagatnya yang terlampau aneh. Sedari tadi ia memainkan jari tangannya dengan resah tanpa sepengetahuan siapapun.


Dan sayangnya, Casilda menyadari hal itu.


'Dia lucu. Bener-bener mirip beruang berhati kucing' batin Casilda lagi.


"...." Charles menatap mereka bertiga satu per satu. "Kakak, apa Kakak sadar? Mereka bertiga adalah bagian dari klan Keluarga Utama?" bisiknya pada sang kakak.


Casilda mengangguk kecil. "Ya, aku tahu. Lenoir Hermatite dari Klan Cabang Onyx, Hectoe Spinel dari Klan Cabang Ruby, dan Gale Heliodor dari Klan Cabang Citrine. Apa hubungan mereka dengan Eden?"


"Entahlah, tapi kurasa mereka cukup akrab." Casilda dan Charles melirik ke arah Eden yang berada di dekat mereka.


"Ya, bisa dibilang hubungan kami cukup dekat" balas Eden sembari menghela napas.


••Apa dia jujur, Kakak?•• tanya Charles lewat [Telepati]


••Ya•• angguk Casilda. ••Dari dulu, Klan Onyx, Citrine, dan Ruby memang selalu memberikan perwakilan untuk menyepakati perjanjian yang telah ditentukan••


••Sebenarnya tak hanya ketiga klan itu saja, Klan Sapphire dan Klan Tourmaline juga melakukannya. Tapi, karena kedua klan itu sudah punah, maka ketiga klan yang tersisa lah yang melakukan perjanjian itu•• imbuh Casilda lagi.


Charles mengangguk paham. ••Aku mengerti, Kakak.••


'Dan ada kemungkinan kalau Gale Heliodor mengenal Kak Lou' pikir Casilda sembari melirik pemuda berhati Hello Kitty itu. 'Tapi ya udah, lah. Daripada tanya, mending makan aja.' Ia pun melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.


Kepala gadis itu ia letakkan pada pinggir kapal, membuat wajahnya menghadap pada bentangan langit biru yang cerah nan indah itu. Pikirannya melayang kemana-mana, bahkan ia mengunyah makanannya dengan setengah hati.


'Pewaris Ruby itu... Kayak gimana, ya? Ap dia mirip Hector?' batin Casilda. 'Haah, kayaknya iya, deh.'


"Bagaimana dengan kegiatan kalian setelah ini?" tanya Lenoir—Tuan Tertawa—memulai pembicaraan. "Setelah ini kita akan diturunkan di Pelabuhan Utama dan akan kembali dijemput menuju Markas Knight Pengelana 10 hari lagi. Apa yang akan kalian lakukan selama itu?"


"...Kurasa, aku akan kembali ke kediaman" balas Eden. "Kebetulan, kediamanku cukup dekat dengan Pelabuhan Utama."


Lenoir mendengus. "Kami tahu itu" ujarnya. "Ah, kecuali kakak beradik itu, sih."


"Aku akan pergi berlatih, agar aku dapat mengalahkan Pewaris Ruby! HAHAHAHA!!" balas Hector dengan semangat membara.


Lenoir kembali mendengus melihatnya. "Punya mimpi boleh, tapi jangan ketinggian" sindirnya.


"APA KATAMU?!"


"Bagaimana denganmu, Gale?" tanya Lenoir mengalihkan pandangannya ke arah pemuda berhati lembut itu, mengabaikan pekikan Hector di belakangnya.


"HOY!! JANGAN MENGABAIKANKU, SYALAND!💢💢"


"Kurasa.... Aku juga kembali ke rumah.." gumam Gale yang masih bisa didengar oleh mereka. "Aku merindukan kucing-kucingku..." lirihnya dengan sangat pelan.


'Dia lucuuuu!!' pekik Casilda yang masih bisa mendengar suar pelan itu.


'Aku benci mengakuinya, tapi dia benar-benar lucu, karena Kakak sendiri yang mengakuinya' batin Charles tak ikhlas.


"Begitu, kah? Kalau aku, sih, mungkin membaca seluruh bukuku?" tanya Lenoir pada dirinya sendiri. "Kalau kalian bagaimana?" tanyanya pada sepasang kakak beradik itu.


"Kami? Nyam nyam.." tanya Casilda yang sedang makan sambil menunjuk dirinya sendiri dan Charles. "Kami ingin berburu makanan."


"Eh?" Ketiga orang lainnya nampak shock, kecuali Eden yang sudah menduga hal itu.


"Katanya, makanan di Pelabuhan Utama enak-enak. Aku mau coba!" ujar Casilda dengan antusias.


"Aku ikut Kakak" kata Charles.


'.....Kayaknya, Casilda sangat menyukai makanan dan Charles adalah sister complex' batin ketiga orang itu.


"Yah, mau bagaimanapun juga, kita akan bertemu lagi 10 hari yang akan datang" kata Lenoir sambil menghela napas. "Jaga diri masing-masing, ya."


Mereka berlima mengangguk. "Tentu saja."


'Lenoir Hermatite mirip ibu-ibu..'—Casilda.


TBC.