![The Heiress Of The Legendary Family [S1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-heiress-of-the-legendary-family--s1-.webp)
Casilda kaget. Sangat kaget. Terlampau kaget saat melihat apa yang ada di depannya.
Tubuhnya menjadi kaku dan pupil matanya mengecil. Bagaimana bisa ada orang yang melakukan hal sekejam ini?
••Bent, Harkin••
SRETT
"Ya, Nona." Kedua orang yang dipanggil Casilda pun langsung berada di sana.
"Seret seluruh Keluarga Peridot beserta pelayan mereka ke hadapanku sekarang juga." Casilda berkata dengan wajah yang menggelap. Tampak jelas jika dirinya sedang marah.
"Siap, laksanakan!" Kedua orang lelaki itu kemudian pergi dengan secepat kilat.
"[Atom]"
PRYANGG
Seluruh tabung kaca di ruangan itu menjadi hancur karena mantra dari Casilda. Orang-orang yang berada di sana langsung jatuh terduduk di atas bantal bulu yang disiapkan Casilda sebelumnya.
"[Atom Penyembuh]"
SRINGG
Cahaya kehijauan menyebar dengan cepat. Luka-luka yang dialami orang-orang itu langsung menghilang seketika.
Casilda mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa ada orang yang melakukan eksperimen gila seperti ini?!Ini bahkan sudah sangat keterlaluan. Tak dapat dimaafkan!
Ada sekitar 100 orang di sana, dan yang bisa Casilda selamatkan hanya 30 orang saja. Yang lainnya sudah tewas dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
Ada yang kulitnya mengelupas, bernanah, tulang-tulangnya remuk, organ-organ dalam tubuhnya keluar, tubuhnya hancur, dan masih banyak lagi.
Bahkan mayat-mayat itu dibiarkan begitu saja. Bakteri-bakteri yang berada di tubuh mayat-mayat bahkan sampai menggerogoti orang-orang yang masih hidup. Jangan lupakan belatung-belatung yang masih menggeliat-geliat di tubuh para mayat.
Pemandangan itu membuat Casilda miris sendiri. Seandainya dirinya datang lebih awal, pasti mereka dapat diselamatkan. Namun, mau bagaimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Dirinya bukanlah Dewi Kehidupan, ia tak bisa membangkitkan orang yang sudah mati.
"Maafkan aku...." Setetes air mata turun melewati pipi Casilda. "Jika saja aku tahu lebih dulu, pasti kalian akan selamat... Maafkan aku.." Gadis itu mengepalkan tangannya kuat-kuat, bahkan darah sampai menetes dari tangannya itu.
"Yang bisa kulakukan hanyalah menghancurkan jiwa kalian agar dapat tenang..." Casilda mengangkat tangan kanannya. "Kumohon, hiduplah dengan tenang di dunia sana.."
"[Atom: Penghancuran Raga dan Jiwa]"
PYAAATTSS
Mayat-mayat itu menghilang menjadi butiran debu yang diterbangkan oleh angin. Jiwa dan raga mereka sudah dihancurkan, dan semoga saja mereka dapat tenang di dunia sana.
'Tak kusangka Peridot adalah sebuah keluarga yang sangat kejam. Kenapa mereka melakukannya? Apa ini ada hubungannya dengan Emerald?' pikir gadis bersurai safir itu. 'Aku tak akan tahu jika belum bertanya langsung pada mereka yang terlibat.'
Sedetik kemudian, Bent dan Harkin datang dengan menggunakan [Teleportasi] sambil membawa—menyeret—orang orang yang Casilda minta. Mereka berdua segera berlutut saat sudah berada di depan atasan mereka.
"Kami sudah membawa mereka, Nona" kata Harkin. Di sampingnya terdapat seorang lelaki yang merupakan pewaris utama Keluarga Peridot. Nampak lelaki itu tengah meronta-ronta minta dilepaskan.
Casilda menoleh ke arah orang-orang yang diikat itu dengan dingin. Tatapannya sangat tajam, seolah dapat menembus jiwa dan raga mereka. Gadis itu hendak marah besar, namun ia teringat dengan orang-orang yang terkurung di sini.
"Kalian berdua, bawa orang-orang yang berada di belakangku ini ke kediaman kita. Lalu, untuk orang-orang yang kalian bawa, aku yang akan mengurusnya" titah gadis itu kepada mereka berdua.
"Baik, siap kami laksanakan, Nona." Bent dan Harkin pun membawa orang-orang yang Casilda tolong ke Kediaman Jade dengan menggunakan [Teleportasi]
"Lalu, kalian...." Casilda kembali melirik orang-orang Peridot dengan tatapan yang lebih tajam daripada pedang tertajam di dunia sekalipun. "....Apa kalian tahu tentang semua ini?"
Orang-orang dari Peridot tak menjawab. Tentu saja, mulut mereka disumpal oleh sihir khusus. Salahkan Bent dan Harkin yang seenaknya memberi sihir pada mereka.
"Ck, kalian benar-benar merepotkan." Casilda berdecak dengan kesal. "[Atom: Peleburan Sihir]" Seketika sihir yang membuat orang-orang itu tak dapat berbicara pun langsung hilang.
"HE-HEY!! SI-SIAPA KAU?! BERANINYA KAU MELAKUKAN INI PADAKU!!" Seorang pemuda menghardik Casilda, membuat gadis itu menatapnya dingin. "HEY!! APA KAU DENGAR?! KAU INI TULI, HA?!"
"Ck, Si Tuan Muda Sok Kuat ternyata" decak gadis itu lagi. "Kau tak mengenalku? Padahal kita dulu cukup sering bertemu."
"HA?! MEMANGNYA KAU INI SIAPA?!"
"Dasar, kau ini tuan muda yang sama sekali tak bisa melakukan apa-apa, ya. Bahkan mengingat nama dan wajah orang lain saja tak bisa. Pantas saja kau selalu berlindung di balik kekuasaan ayahmu yang sudah menjadi partikel atom itu" dengus Casilda.
"K-kau!!" Tuan Muda Peridot sangat kesal dengan perkataan Casilda.
"Apa? Kau tak bisa berkata-kata lagi karena seluruh ucapanku ini benar, kan?"
"A-APA KAU BILANG?!"
"Aku bilang, kau ini bodoh, dasar tuli!!"
Tuan Muda Peridot semakin meronta. Kesabarannya sudah di ambang batas. Ia ingin menonjok wajah Casilda yang menurutnya terlalu sombong itu.
"KETAHUILAH KEDUDUKANMU, DASAR JAL*NG!! AKU INI ADALAH SATU-SATUNYA PEWARIS PERIDOT!! AKU ADALAH ANAK DARI PEMIMPIN PERIDOT!! INGAT ITU!!" sentak tuan muda itu.
Casilda menguap karena terlalu bosan. "Huh? Apa? Kau tadi bilang apa? Aku harus mengetahui kedudukanku?" Sebuah senyum meremehkan langsung tersungging di bibir gadis itu. "Ogah banget."
"Hey, dengar, ya." Casilda mulai mendekati mereka. "Aku ini adalah Pewaris Sapphire, sebuah keluarga yang sudah kalian bantai. Justru kau yang seharusnya mengetahui kedudukanmu. Kau itu bukanlah tandinganku, Wahai Sampah dari Keluarga Peridot yang Sok Kaya!"
"Jaga ucapanmu!! Kalau Keluarga Emerald mengetahuinya, mereka pasti akan marah besar!!" Seorang pelayan ikut menyentak Casilda.
Seketika pelayan tadi langsung meledak dan hancur menjadi partikel-partikel atom. Darahnya muncrat kemana-mana, bahkan sampai mengenai orang-orang yang ada di dekatnya terutama Tuan Muda Peridot.
"KYAAAAA!!!!" Para pelayan menjerit ketakutan dan Tuan Muda Peridot langsung memucat.
'Mu-mustahil!! Pa-padahal dia adalah pelayan terkuat yang Ayah miliki, tapi dia langsung dikalahkan semudah itu?! Perempuan ini.... Siapa dia?!'
"Kau masih tak mengenalku? Padahal kau sering sekali berkhayal ingin menikahi adikku yang imut itu..." ucap Casilda berpura-pura sedih.
Kedua bola mata Tuan Muda Peridot langsung membola. 'Aku berkhayal menikahi adiknya? Tapi, satu-satunya yang aku cintai hanyalah Nona Misha saj—hah!! Tu-tunggu sebentar! Rambut berwarna safir, mata juga berwarna safir..... Hanya dia saja yang memilikinya!!'
"Ka-kau si Aib Emerald itu?!" pekik Tuan Muda Peridot dengan kaget.
"!?" Sontak para pelayan pun ikut terkejut.
"Wah, ternyata kau bisa mengingatku juga. Keren" puji Casilda dengan intonasi datar dan seolah tak terkesan.
'Dia adalah aib Emerald yang selalu dibicarakan itu?!'
'Bagaimana mungkin!! Ini pasti bukan dia!!'
'Aku pernah melihatnya dulu, tapi sekarang dia benar-benar berbeda!!'
'Apa Emerald sudah gila?! Mereka sudah membangkitkan monster!!'
Para pelayan ketakutan, begitu pula Tuan Muda Peridot. 'Mu-mustahil!! Padahal dia dulu adalah bahan olok-olokan kami! Bagaimana dia bisa sekuat itu?!'
"Nggak usah nanya. Najis."
Tuan Muda Peridot menyeritkan alisnya sambik tersenyum getir. Casilda yang sekarang benar-benar berbeda dengan yang dulu. Salah sedikit saja, ia pasti akan mati dengan sekedipan mata.
'Ini tak boleg terjadi. Pokoknya, aku tak boleh mati!!' batin Tuan Muda Peridot dengan tekad membara. "He-hey, a-anu, u-untuk kejadian dulu... A-aku minta maaf. Ki-kita kan masih kecil waktu itu, jadi... I-itu adalah hal yang wajar, k-kan?"
Casilda masih menatapnya dengan dingin. Ia kemudian mendekatkan wajahnya hingga sampai di depan wajah tuan muda itu. "Namaku..." kata Casilda.
"Eh?" Tuan Muda Peridot kebingungan.
"Namaku. Siapa namaku?" tanya Casilda padanya.
"E-errr... I-itu...."
"Kenapa? Kau tak bisa menjawabnya? Hmph, percuma saja kau menindasku selama bertahun-tahun, tapi tak mengetahui namaku." Casilda kembali berdiri. "Kira-kira, orang seperti kau harus kuapakan, ya?"
Mendengar perkataan Casilda, Tuan Muda Peridot kembali tersulut emosi. "APA-APAAN KAU INI?! HANYA KARENA AKU TAK MENGETAHUI NAMAMU, KAU SAMPAI INGIN MENGHABISIKU?! DASAR WANITA RENDAHAN!!" Tali yang melilitnya pun ia hancurkan.
Casilda bertepuk tangan. "Wih, keren. Akhirnya kau bisa melepaskan tali yang mengikatmu. Ayahmu pasti bangga di dunia sana. Yeee" ujar gadis itu dengan wajah datar.
Merasa diremehkan, Tuan Muda Peridot pun menerjang Casilda, berniat untuk menyerangnya. "DASAR SIAL—"
BRUAGHH
"Memangnya kau ini siapa? Bisa-bisanya orang seperti kau yang sangat amat rendahan ini menyerang kakakku!!" Charles datang bak seorang pahlawan dari dalam portal teleportasi. Wajahnya dipenuhi urat-urat kemarahan, namun tak menutupi wajah tampannya.
'Gilee!! Charles keren beud, cuy!! Mangtab!!' Casilda mendadak menjadi fangirl.
"Kakak!! Apa Kakak baik-baik saja?!" Charles bertanya dengan khawatir, hingga kita dapat melihat pancaran cahaya Ilahi yang membuatnya nampak seperti malaikat yang turun dari langit.
"Aarrgghh!! Silau!!!!"—Casilda.
"Ukh.... Syaland!!" Tuan Muda Peridot kembali bangkit.
"Wih, bisa bangkit lagi. Kemren" puji Casilda dengan tak ikhlas.
Charles tersentak kaget. 'Ka-Kakak memujinya?! Orang seperti itu dipuji Kakak?! Ini tak bisa dibiarkan!! Aku tak boleh kalah!!' Tekadnya membara seketika. "Kakak!!" panggilnya, membuat Casilda kaget.
"Buset meong!! Ish, paan?"
"Apa yang harus aku lakukan untuk dapat membuat Kakak memujiku?!" tanya Charles dengan antusias.
"Em.... Membunuhnya dan pelayan-pelayan itu?" tunjuk Casilda pada Tuan Muda Peridot—yang tak tahu apa-apa—serta para pelayan yang bengong karena melihat ketampanan Charles.
"Baik, Kak!!" Lalu, Charles pun membunuh mereka tanpa ampun, membuat Casilda cengo seketika.
'Lah? Kok?'—Casilda.
'Asalkan yang membunuh kami itu adalah orang tampan, kami tak masalah'—Para pelayan.
'AARRGGHHH!! SYALAND!!!'—Tuan Muda Peridot.
"MATIMATIMATIMATIMATI!!!!!"—Charles.
"Kakak, mereka semua sudah kubunuh. Sekarang, tolong puji aku!!" pinta Charles bak seekor anak anjing yang sedang menggoyang-goyangkan ekornya.
Casilda sweatdrop. 'Ini cuma perasaanku doang, atau orang-orang terdekatku emang mulai absurd, ya?'
TBC.