The Heiress Of The Legendary Family [S1]

The Heiress Of The Legendary Family [S1]
Kediaman Emerald



"Anu, Tuan Alkemist. Dia siapa?" Viona bertanya sembari menunjuk Charles dengan sedikit kesal.


Charles langsung melotot ke arah gadis itu. 'Apa lo, liat-liat?! Mau gue colok matalo, ha?!.'


Misha mengikuti arah pandang Viona. Dirinya juga sedikit kesal sekaligus penasaran, siapa gadis cantik yang selalu berada di samping Casilda itu? Ia tak mau mengakuinya, tapi tak bisa dipungkiri jika Charles yang sedang menyamar itu jauh lebih cantik daripada dirinya.


'Siapa gadis itu?! Bisa-bisanya dia selalu dekat dengan Tuan Alkemist. Seharusnya aku yang menjadi dia!' gerutu Viona dan Misha dalam hati.


"Ah, dia adikku. Cantik, kan?" balas Casilda jujur.


Viona dan Misha langsung melongo. Jadi dia adiknya Casilda? Mereka berdua lantas meminta maaf kepada Charles yang masih kesal.


'Cuih, kalo bukan karena Kakak, gue ga bakal sudi maafin lo berdua!!'


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


Mereka sampai di Kediaman Emerald. Misha nampak sedang menyombongkan dirinya, sementara Casilda dan Charles mendengus pelan. 'Buat apa kau menyombongkan diri, huh? Ini kan bukan rumahmu' cibir Casilda dan Charles bersamaan.


"Nah, Tuan Alkemist, Adik Tuan Alkemist, mari masuk" ajak Viona dengan sopannya.


'Tumben sopan, biasanya ngegas' batin para pelayan yang berada di dalam kediaman.


Mereka pun memasuki Kediaman Emerald.


.


.


.


.


.


"Selamat datang di kediaman kami, Master Alkemist" sapa Pemimpin Emerald dengan ramah.


Casilda mengangguk. "Ah, ya, terima kasih..." 'Hmph, ramah di depan orang lain, sedangkan sama anak sendiri malah ditelantarin. Dia adalah ayah yang sangat baik.'


Pemimpin Emerald melirik ke arah Charles. "Lalu, siapa gadis cantik ini?"


Charles melotot tak suka, wajahnya benar-benar mengekspresikan raut wajah jijik yang sangat kentara. Casilda menepuk pundak Charles sekilas. Ia tahu bahwa Charles adalah orang yang terlalu jujur dan blak-blakan. Namun, jika diteruskan, rencananya akan hancur berantakan.


"Dia adalah adikku, Pemimpin Emerald" balas Casilda sembari menunjuk ke arah Charles yang sekarang sedang membungkuk.


'Cuih, kalau bukan karena Kakak, aku tak sudi melakukan ini di depan orang rendahan sepertimu!' Charles mencibir di dalam hati.


"Hm..." Pemimpin Emerald bergumam. 'Gadis ini cantik banget.... Dia bisa menjadi wanita simpananku, dengan begitu, aku bisa mendapatkan dukungan dari Master Alkemist lewat adiknya...'


'Idih, mana sudi gue jadi simpananlo! Gue cowok, woy!' hardik Charles dalam hati dengan kesal.


"Wah wah, ternyata Master Alkemist benar-benar datang, ya... Perkenalkan, saya adalah Nyonya Emerald. Anda ternyata jauh lebih muda dari yang saya bayangkan" sapa Nyonya Emerald dengan senyum.


Casilda mengangguk sembari tersenyum. "Terima kasih, Nyonya Emerald..." 'Huekk! Dandanannya masih menor kayak dulu. Mana bajunya ketat banget.'


Nyonya Emerald menatap Casilda dari kaki hingga kepala. 'Tampan juga dia.. Sangat cocok jika kujadikan selingkuhan...'


Charles melotot sempurna. 'HAH?! LU MAU JADIIN KAKAK GUE SIMPANANLO?! WAJAH BURIQ KAYAK LO MAU JADI SIMPANAN KAKAK GUE YANG CETAR MEMBAHANA INI?! IDIH, GAK SUDI' maki Charles dalam hati. Ia tak ingin bersuara karena sekalinya ngomong langsung nyinyir tak ada habisnya. Jika ia melakukan itu, pasti rencana kakaknya akan hancur berantakan.


"Nah, daripada kita menunggu lama, lebih baik kita berkeliling tempat ini dulu" ucap Pemimpin Emerald dengan senyum, sesekali ia melirik ke arah Charles yang sedang menggerutu. 'Heh, dia sangat lucu. Tak lama lagi kau akan berada di dalam genggamanku.'


'JIJIK WOYY!!.'


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


Mereka berkeliling Hutan Emerald. Para Emerald dan Viona terus mengoceh tentang betapa hebatnya mereka ini. Casilda dan Charles yang sudah mendengarnya ribuan kali menjadi sangat jengah. Hei, ayolah, penderitaan ini kapan berhentinya?


Mereka berjalan melewati taman-taman bunga. Casilda merasa familiar dengan wilayah ini. Ia menengok ke kanan dan kiri lalu menemukan apa yang ia cari.


"Maaf, itu bangunan apa, ya?" tunjuk Casilda ke sebuah gubuk tua yang kotor dan jelek.


"!?"


Para Emerald dan Viona langsung kaget dan terdiam seribu bahasa. Atmosfer di sekitar mereka berubah seketika. "Ah, itu hanya sebuah gubuk tua yang terbengkalai" balas Misha dengan tersenyum.


"Gubuk tua yang terbengkalai? Kenapa tidak dirobohkan saja?" tanya Casilda lagi.


"E-eh, i-itu..." Misha kebingungan mencari jawaban.


"Ah, itu karena pendahulu menyukai tempat itu, Tuan. Oleh karenanya kami tidak merubuhkannya" jawab Nyonya Emerald dengan keringat di pipinya.


"Hmm, kalau pendahulu menyukainya, kenapa tempat itu kotor? Bukankah seharusnya ada beberapa dayang yang membersihkannya untuk mengenang para pendahulu?" Pertanyaan Casilda membuat mereka terdiam.


"A-ah, mungkin para dayang lupa untuk membersihkannya" sahut Pemimpin Emerald dengan wajah pucat.


"Lupa membersihkannya? Menurut saya, gubuk itu telah ditinggalkan selama bertahun-tahun. Memangnya ada dayang yang lupa membersihkannya selama itu?" tanya Casilda lagi.


Mereka terdiam tak dapat menjawab, membuat Casilda dan Charles menyeringai diam-diam. Suasana di tempat itu menjadi hening setelah pertanyaan Casilda. Para Emerald dan juga Viona tengah mencari jawaban yang sesuai.


DONGG DONGGG DONGG


"Ah, sudah saatnya makan siang!" Viona mencoba mengalihkan topik. "Lebih baik kita makan sekarang." Viona dan Misha menggandeng tangan Casilda, diikuti Charles yang menggerutu di belakang mereka.


Pemimpin Emerald dan Nyonya Emerald yang akan datang terlambat ke ruang makan tengah menatap punggung mereka.


"Lelaki itu berbahaya..." gumam Pemimpin Emerald.


"Kau benar, Suamiku. Lebih baik kita berhati-hati, dia memiliki mulut yang tajam." Nyonya Emerald mengangguk membenarkan.


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


"Nah, ini adalah perpustakaan kediaman kami."


Setelah mereka makan, Casilda dan Charles diajak untuk berkeliling kediaman lagi. Jangan lupakan Viona dan Misha yang selalu bergelayut manja di kedua lengan Casilda, membuat Charles yang melihatnya langsung mengeluarkan sumpah serapah di dalam hatinya.


Perpustakaan Emerald sama seperti perpustakaan pada umumnya, banyak sekali buku-buku. Casilda pernah beberapa kali menyusup ke dalamnya, dan letak-letak furniturnya masih sama seperti dulu.


"Kenapa lampu di perpustakaan ini remang-remang?" tanya Casilda. Itu adalah pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakan sejak dulu.


"Ah, karena di sini terdapat banyak arsip-arsip lama. Benda-benda kuno juga ada di sini. Lampu remang-remang ini hanyalah bentuk pertahanan saja" balas Pemimpin Emerald.


Pria paruh baya itu selalu memperhatikan tingkah laku Casilda dan Charles. Mereka mencurigakan, tapi gerakan mereka biasa saja, tak ada yang aneh. 'Kurasa dia tak akan mencuri di tempat ini. Dia kan sudah kaya, untuk apa mencuri lagi' pikir Pemimpin Emerald acuh.


Pandangan Casilda memang lurus ke depan, namun dirinya telah memindai keseluruhan bangunan ini. Seketika ia menemukan ada sebuah aura yang aneh di bagian dalam perpustakaan yang merupakan area terlarang.


'Pasti ada sesuatu di tempat itu' pikir Casilda.


Dirinya dulu pernah memasuki perpustakaan ini diam-diam, tapi sama sekali tak menemukan adanya kejanggalan yang aneh. Mungkin karena kekuatannya belum bangkit pada saat itu. Dirinya dengan segera memanggil Jade Assassin dan men-[Teleport] mereka di hutan Emerald.


TEEEETTT TEEEEEETTTT


Alarm penyusup berbunyi, membuat mereka menjadi panik dan kaget. Charles menatap Casilda seolah menanyakan alasan. Casilda hanya menutup matanya, menandakan bahwa mereka harus mengikuti alur.


"Tuan! Ada penyusup di sebelah utara kediaman!" seru salah satu penjaga.


"Apa?! Penyusup?!" pekik Pemimpin Emerald. "Segera cari penyusup itu, dan kalian..." Ia menengok ke arah istri dan anaknya. "Kalian juga ikut mencari!"


"Baik!"


Misha menarik tangan Casilda dan mengajaknya untuk mencari penyusup itu, membuat Viona berdecak kesal dan mengikuti mereka. Charles juga mengikuti mereka dari belakang.


Pemimpin Emerald yang tinggal seorang diri di perpustakaan langsung menggunakan [Pendeteksi Mana] untuk memastikan tidak ada orang di sana. Setelah itu, ia menutup pintu perpustakaan dengan menggunakan kunci sihir dan melapisinya dengan sihir lain.


Tanpa ia sadari terdapat sebuah bayangan yang Casilda tinggalkan di sana. Casilda tak memiliki mana, oleh karenanya dirinya tak dapat terdeteksi oleh Pemimpin Emerald. Ia berjalan menuju area terlarang. Ia yakin berkas-berkas peninggalan Tourmaline berada di sana. Dirinya masuk dengan mudah menggunakan [Tapak Hantu] yang membuatnya tak dapat terdeteksi oleh apapun juga.


Karena tak dapat terdeteksi dan tidak menimbulkan suara, perangkap-perangkap di tempat itu tak menyala sama sekali. Casilda terkikik kecil. Mudah sekali~


Dirinya sampai di sebuah pintu ruangan yang sangat tertutup. Ia mengubah tubuhnya menjadi atom dan mulai masuk ke dalam ruangan itu dengan bantuan angin. Saat masuk, ia dapat melihat sangat banyak arsip-arsip lama. Jumlahnya mungkin ribuan, ia tak memiliki waktu untuk membaca semuanya.


Dirinya mengambil sebutir tunas tanpa batas yang dibelinya di pelelangan. Ia membuat tunas itu melayang di udara dan mengucapkan sebuah mantra kuno.


"[Penumbuhan: Duplikasi]"


Sebutir tunas itu tumbuh menjadi sebuah benda yang menyerupai jam tangan antik.


Tunas tanpa batas dapat menumbuhkan benda apapun juga, termasuk benda sihir jenis apapun. Selain itu, tunas tanpa batas juga dapat tumbuh di tempat apapun juga, termasuk udara.


Casilda mengarahkan jam tangan itu ke seluruh arsip-arsip yang ada. Seketika terbentuk seluruh duplikasi dari arsip-arsip itu. Casilda memasukkan seluruh duplikatnya ke dalam ruang penyimpanannya.


Dirinya pun menghapuskan jejak yang ditinggalkan bayangannya itu.


'Semoga saja aku dapat mengetahui kebenarannya....'


TBC.