![The Heiress Of The Legendary Family [S1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-heiress-of-the-legendary-family--s1-.webp)
"Anu.... Kakak...."
"Ya?" Casilda menoleh dan melihat bahwa adiknya tengah menatap seakan tak percaya pada apa yang akan mereka lakukan kali ini.
"Kenapa kita berada di sini?" tanya pemuda berparas tampan bak malaikat itu.
"Tentu saja mencari informasi. Memangnya apa lagi?" ucap Casilda tak paham.
"Memang benar kita mencari informasi, tapi...." Pemuda itu menjeda kalimatnya sembari menatap sesuatu yang berada di depannya. "Kita salah alamat, Kakak."
Casilda lantas menaikkan sebelah alisnya. "Salah alamat? Ini adalah lokasi yang benar, Charles."
"Tapi, Kak, ini kan perpustakaan....."
"Memangnya kenapa? Salah, ya?" Casilda masih tak mengerti.
"Kan tadi Kakak bilang kalau kita akan pergi mencari informasi, tapi kenapa kita malah ke perpustakaan? Bukannya lebih baik kalau kita langsung ke Kediaman Emerald untuk menguak kebenarannya?" tanya Charles pada sang kakak.
Casilda diam sejenak. "Mengingat apa yang kita lakukan saat menyamar dulu, mereka pasti meningkatkan penjagaan di sekitar kediaman. Kita pernah menyuruh Bent dan Harkin menyusup, kan? Mereka pasti jauh lebih berhati-hati lagi sekarang. Ditambah lagi, aku tak mau datang ke sana dengan cara menyamar lagi. Aku kapok liat wajah mereka." Casilda memucat membayangkan para Emerald yang bermuka dua.
"Lalu, kenapa kita tak langsung menerobos saja, Kakak?" tanya Charles sekali lagi.
"Karena kita tak bisa, Adikku" balas Casilda sambil menepuk-nepuk kepala Charles, membuat sang adik langsung sumringah. "Sekuat apapun kita, tak boleh sekalipun meremehkan lawan, walau mereka adalah orang yang lemah. Selain itu, butuh waktu untuk menyusun rencana secara matang agar kebusukan mereka semakin terkuak."
"Satu persatu.... Mereka akan jatuh... Jatuh seperti kartu domino yang saling berjejer dan saling menjatuhkan satu sama lain... Aku benar-benar tak sabar menantinya, ihihihi..." Sebuah seringai Casilda ulas secara tiba-tiba. Ekspresinya berubah dengan cepat dan mendadak.
'Woaahh!! Kakak kayak punya alter ego!! Keren banget!! Aku juga mau!!' Dan Charles pun mendadak menjadi fanboy, lagi.
"Makannya, kita datang ke perpustakaan ini, Charles. Aku jamin, kita pasti akan mendapat informasi di sini, walau tak berguna sekalipun" lanjut Casilda lagi. "Ayo masuk."
"Baik, Kakak!"
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...༺♥༻...
...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...
...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...
.......
.......
...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...
...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...
...༺♥༻...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
"Kakak, kita akan mencari buku seperti apa di sini?" tanya Charles yang tengah menelisik buku-buku yang berjejer di atas rak.
"Buku gosip bangsawan" balas Casilda dengan acuh.
"Eh?" Charles cengo. "Apa?"
"Kenapa? Heran? Wkwkwk, nggak paham, ya?" Gadis bersurai safir itu terkikik sedikit. Ia kemudian menjelaskan, "Agar kita dapat memasuki Kediaman Emerald, kita harus tahu apapun tentang mereka, kan? Apa kau tahu, para bangsawan memiliki buku khusus mereka sendiri, yang dimasukkan dalam kategori 'Gosip Bangsawan' yang entah kenapa selalu laris di pasaran."
"Di dalam buku itu terdapat segala jenis kemewahan yang mereka miliki, dan.... Err.... Mereka selalu menyombongkan kekayaan masing-masing. Sama seperti bangsawan-bangsawan itu, Emerald juga melakukannya. Mereka bahkan sering melakukan house tour yang menjelaskan seluk beluk kediaman mereka. Bodoh banget."
"Apa seluk beluk kediaman yang mereka tunjukkan itu adalah kenyataan, Kakak?" tanya Charles.
"Ya, itu benar. Saat kita berkunjung ke sana, aku sudah memeriksanya dengan [Indra]-ku, dan sama sekali tak ada sihir yang terpasang di sana. Dengan kata lain, mereka seolah membuat pencuri dapat dengan mudah memasuki kediaman mereka" balas Casilda.
"Emang."
"Lalu, jika kita sudah selesai mencari informasi, apa yang akan kita lakukan, Kak? Apa kita akan langsung menyerbu Kediaman Emerald?" Charles nampak bersemangat saat ia mengatakan kalimat terakhirnya.
Casilda tersenyum simpul. "Sayangnya tidak, Charles. Kita tak akan menyerangnya sekarang. Akan sia-sia jika kita melakukannya sekarang, karena mereka pasti dapat pulih lebih cepat" jelasnya.
"Yang harus kita lakukan adalah menyerang mereka dari titik yang tak terduga, lalu merambat ke titik yang lain. Kita harus melakukannya secara perlahan, dan pada suatu hari nanti akan..... BOMM!! Mereka kehilangan semuanya, namun itu belum akhir dari kisah mereka. Ayo kita buat mereka sengsara sampai tak ada lagi yang menyandang nama Emerald lagi di dunia ini!! HAHAHAHA!!"
Casilda tertawa dengan kerasnya, dan sedetik kemudian ia membungkam mulutnya ketika teringat bahwa ini adalah perpustakaan. Untung saja tak ada orang sama sekali di perpustakaan ini, dan ia tak usah khawatir jika ada orang yang mendengar pembicaraannya dengan Charles.
Sementara itu, lelaki berambut hijau pucat dengan mata heterokrom itu kembali ber-fanboy ria, sembari melihat idolanya—yaitu kakaknya sendiri—tengah tertawa bak psikopat yang haus darah.
'Untuk sekarang dan selamanya, Kakak adalah orang yang paling keren di dunia!! Kakak!! Aku adalah fansmu!!'—Charles.
Pembicaraan (absurd) mereka terhenti beberapa menit kemudian. Kedua orang itu berpencar untuk mencari informasi—gosip—tentang Keluarga Emerald. Karena buku-buku mengenai gosip bangsawan cukup—sangat—banyak, butuh waktu bagi mereka untuk mencarinya.
Setelah beberapa menit mencari, mereka menemukan beberapa informasi. Yang pertama, Kediaman Emerald memiliki 3 lantai yang sangat luas. Lantai pertama untuk dapur dan yang lainnya, lantai kedua untuk aula, perpustakaan, dan ruang perkumpulan, lantai ketiga untuk kamar-kamar.
Para Emerald juga memiliki tempat khusus yang diperuntukkan bagi benda-benda antik yang memiliki harga super fantastis. Ruangan yang mereka sediakan itu sangat rahasia, dan tak ada yang mengetahui dimana letaknya.
Casilda diam-diam menyeringai. Ah, ia mendapat sebuah ide dadakan, nih.
Lalu yang kedua, Kediaman Emerald dikelilingi oleh hutan yang memiliki aura magis. Mereka yang memasukinya dengan niat jahat akan langsung diserap energinya oleh hutan magis itu. Hal ini membuat Casilda kebingungan. Ia dulu kan pernah masuk ke sana dengan niat jahat, tapi kenapa energinya tak terkuras?
Apa karena dia terlalu baik untuk dikuras energinya?
'Wo iya, dong, UwU'—Casilda.
Selain kedua hal tadi, ada beberapa informasi lainnya yang entah penting atau tidak. Dan sebagian besar waktu yang mereka gunakan untuk mencari informasi harus menghilang begitu saja karena terlalu jijik dengan sifat yang ditampilkan para bangsawan pada buku itu.
'Ew, kenapa mereka alay jijay lebay, sih? Heran aku' protes Casilda di dalam hati ketika ia membaca salah satu klan yang merupakan bawahan Keluarga Topaz. Dan sedetik kemudian, gadis itu memikirkan sebuah hal.
'Aku sudah membaca hampir seluruh buku mengenai gosip para bangsawan ini. Tapi, kenapa aku tak pernah melihat gosip mengenai Keluarga Onyx dan Ruby? Kalau Keluarga Ruby, mereka memang anti-respon banget, sih. Kalau Keluarga Onyx kenapa? Apa karena mereka memang keluarga yang sangat tertutup?' pikr gadis bersurai safir itu.
'Tapi kan, Keluarga Citrine milik Kak Lou juga terbilang tertutup, tapi kenapa masih ada gosip tentang mereka? Yah, walau hanya dalam bentuk konferensi pers saat mereka memutus kerja sama dengan Emerald Syaland itu, sih...'
".....Kak....."
"....Akak....."
"....Kakak!!"
Casilda tersentak kecil, kemudian menoleh ke arah sang adik yang tengah menatapnya dengan resah.
"Apa Kakak baik-baik saja? Apa Kakak merasa tak enak badan? Lebih baik kita mencari informasinya nanti saja, ya. Aku khawatir Kakak kenapa-napa." Charles berkata dengan khawatir, membuat Casilda mengulas senyum tipis.
"Kakak nggak kenapa-napa kok, Charles. Kakak cuma kepikiran sama gosip ini aja" balas gadis itu. "Oh iya, kenapa kau memanggilku? Ada keperluan lain selain mencemaskanku, kan? Dari auramu sudah terlihat dengan jelas kalau kau ingin mengatakan sesuatu."
Charles mengangguk kecil lalu menyodorkan sebuah buku tentang tata letak perpustakaan yang mereka datangi ini. "Lihat, Kakak. Di sini ada ruangan khusus!"
Casilda melihat pada gambar denah yang ditunjuk oleh Charles. Di sana terdapat ruangan yang terpisah, dengan tempat yang lebih kecil dari ruangan mereka saat ini. "Ah, kau benar, Charles. Tempat apa ini?"
"Menurut keterangan di buku, ini adalah tempat khusus untuk membaca mantra-mantra sihir tingkat lanjut. Seluruh mantra sihir yang berada di ruangan ini memiliki rank-S ke atas" jelas Charles.
Casilda langsung tersentak. "Berarti, ada kemungkinan di sana terdapat informasi tentang rune terlarang yang dapat menghapus ingatan itu. Ayo kita ke sana sekarang!" Gadis itu pun meletakkan bukunya kembali ke tempatnya dan bergegas menuju ke tempat itu, diikuti sang adik di belakangnya.
Sesampainya mereka tiba di sana....
"Apa?! Kenapa kami nggak boleh masuk?? Ini nggak adil!!" protes Casilda pada penjaga ruangan itu.
"Maaf, Nona. Kami hanya menjalankan perintah saja. Anda berkata bahwa Anda bukan bangsawan, bukan?" kata salah satu di antara kedua penjaga ruangan itu.
"Ya, aku bukan bangsawan, ngapa?" sewot gadis itu. 'Untuk sekarang, aku memang belum menjadi bangsawan resmi. Ck, Emerald Syaland!'
"Lalu, apakah Anda adalah anggota Knight?" tanya penjaga itu lagi.
"Ya bukan, lah!!"
"Kalau begitu, Anda tidak boleh masuk."
"Kau berani melawan perintah Kakak? Apa kau benar-benar ingin mati, huh?!" Charles bersiap untuk meninju penjaga itu, namun Casilda menghentikannya.
••Jangan lakukan itu, Charles•• larang Casilda.
••Ka-Kakak? Tapi.. Kenapa? Mereka menolak Kakak, lho! Ini tak bisa dimaafkan!!••
••Kalau kau menyerang mereka, kita akan terkena masalah. Kemungkinan kita untuk memiliki jabatan Knight juga sulit•• balas Casilda.
••Eh tunggu, Ka-Kakak ingin ikut ujian Knight?•• Charles membolakan matanya dengan kaget. Setahunya, Casilda tak tertarik dengan hal-hal seperti itu.
••Kau dengar sendiri kan apa katanya? Untuk memasuki ruangan ini kau harus menjadi seorang bangsawan atau memiliki sebuah jabatan tertentu. Dengan kata lain, kita mau tak mau harus mendaftarkan diri sebagai Knight agar dapat masuk ke dalam ruangan khusus ini•• jelas Casilda.
••.....Kalau itu yang Kakak inginkan, apa boleh buat. Aku akan selalu bersama Kakak kapanpun dan dimanapun!•• Charles pun menyetujuinya.
Casilda pun menyunggingkan senyum lembut. "Makasih, Charles" ucapnya dengan nada lembut.
Bahkan suaranya yang begitu lembut sampai membuat kedua penjaga itu terbuai.
"JAGA TELINGA KALIAN DARI SUARA KAKAK, DASAR BODOH!!!"
TBC.