The Heiress Of The Legendary Family [S1]

The Heiress Of The Legendary Family [S1]
Kakak Beradik



"Kita... Adalah saudara? Apa maksudnya itu, Kak?" tanya Charles.


Casilda tersenyum lembut. "Kita berasal dari ayah yang sama, Charles". 'Yah, walau sebenarnya dia bukan ayahku, sih╮(─▽─)╭'


Charles masih terdiam mencerna apa yang sedang dibicarakan Casilda. Gadis itu menghela napas pelan sembari menggaruk bagian belakang lehernya. Ia pun menjelaskan seluruh ceritanya kepada Charles.


"Jadi, orang itu juga bermain dengan wanita lain?!" seru Charles tak percaya.


Casilda mengangguk dengan jengkelnya. "Ya, dan dia masih belum puas juga" hardiknya.


Charles memukul meja yang ada di depannya. "Beraninya dia! Dasar pria rendahan!"


"Charles, kasihan mejanya( ̄~ ̄;)" ujar Casilda.


"A, ma-maaf, Kakak..." Charles berujar dengan wajah murung.


"Jadi, bagaimana dengan ibumu?" tanya Casilda kepada Charles yang mulai menenangkan dirinya sendiri.


Charles menggeleng pelan, membuat Casilda terenyuh. Gadis itu mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut Charles.


"Maafkan Kakak, ya... Tapi, tak apa, kau masih punya Kakak di sini..." Casilda memeluk Charles. "Kita akan bersama selamanya, dan Kakak tidak akan pernah meninggalkanmu..."


Charles mengangguk dengan pelan. Matanya bergetar, ia ingin menangis lagi. Pada akhirnya anak lelaki itu menangis dalam diam di pelukan Casilda. Akhirnya ia menemukan seseorang yang mau menerimanya apa adanya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


.......


.......


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Dua tahun telah berlalu. Charles kini beranjak besar, bahkan dirinya sudah bertambah tinggi, 176 cm. Ia sedikit lebih tinggi dari Casilda yang memiliki tinggi 175 cm.


Casilda sekarang berumur 15 tahun. Ia jauh lebih tinggi daripada perempuan pada umumnya. Ia memiliki rambut pendek yang panjangnya masih sama seperti saat ia berusia 13 tahun.


Para budak yang sekarang telah menjadi bagian dari Jade itu menjadi semakin kuat. Kelompok pembunuh bayaran yang Casilda buat 2 tahun yang lalu, Jade Assassin menjadi sangat tersohor.


Keluarga Jade juga bertambah banyak karena Casilda sangat sering membeli budak-budak dari manapun. Mereka yang sangat berhutang budi kepada Casilda memilih untuk mengabdikan diri di Jade Assassin.


Selain mendirikan kelompok pembunuh bayaran, Casilda juga mendirikan panti asuhan untuk anak-anak yang masih kecil, restoran kecil, dan toko pil serta ramuan herbal. Semua itu dibangun Casilda dengan bantuan Charles, Gneer, dan bawahan-bawahannya. Selain itu, Jade Assassin juga memiliki puluhan anggota dengan rank A+, membuatnya menjadi salah satu kelompok pembunuh bayaran yang terkuat.


Charles dan Casilda sangatlah dekat. Charles selalu mengikuti Casilda kemanapun, kapanpun, dan dimanapun gadis itu berada. Charles sekarang sudah menjadi bagian dari Keluarga Tourmaline. Rupanya, ibu Charles adalah anggota salah satu keluarga cabang Emerald, membuat lelaki itu menjadi satu-satunya Pure Dryad yang masih tersisa.


Charles yang sangat membenci Emerald meminta Casilda untuk melakukan blood ritual, dimana dirinya akan sepenuhnya menjadi bagian dari Keluarga Tourmaline, bukan emerald lagi.


Warna rambut Charles menjadi semakin cerah dan pucat, dan warna matanya pun bukan coklat lagi. Charles memiliki mata yang unik, heterokrom, dimana mata kanannya berwarna hijau seperti rambutnya, sementara mata kirinya berwarna biru safir.


Wajah Charles sangat menawan. Ia selalu menampilkan raut wajah datar yang akan langsung berubah jika sedang berada di samping Casilda. Anak itu sangatlah menyayangi Casilda, karena sang kakak adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki.


'Masa bodo dengan para cecunguk itu. Aku tak peduli dengan mereka. Hanya Kakak yang aku pedulikan, tak ada yang lain'— Charles.


Setiap seminggu sekali, Casilda akan mengunjungi sebuah pelelangan besar di salah satu wilayah. Pada minggu pertama ia akan mengunjungi pelelangan Dataran Barat, minggu kedia Dataran Selatan, minggu ketiga Dataran Utara, dan minggu keempat Dataran Timur.


Sekarang adalah minggu keempat, ia akan mengunjungi pelelangan di Dataran Selatan. Pelelangan di wilayah itu sangatlah banyak, di sana juga terdapat puluhan pasar gelap.


Penjagaan di wilayah itu memiliki banyak celah, para pengawal lebih memilih untuk berjudi dan bersenang-senang dibandingkan bertanggung jawab dengan tugas mereka.


Casilda ber-[Teleport] ke sebuah hutan di Dataran Timur bersama Charles. Dataran Timur memang memiliki sangat banyak hutan, membuat banyak makhluk astral berkumpul di sana.


"Jangan pedulikan orang-orang rendahan itu, Kakak. Lebih baik Kakak pedulikan aku saja" ucap Charles dengan omongan tajamnya.


"Tentu saja. Kau kan adikku satu-satunya (⌒▽⌒)." Casilda melakukan hal yang sangat ia sukai, mengelus kepala Charles. Sang adik yang dielus pun nampak sangat senang dengan perlakuan kakaknya itu. Sangat jelas terdapat background bunga-bunga yang bertebaran di sekitar mereka.


"Nah, Charles. Ayo kita ke pelelangan" ajak Casilda sambil menggandeng tangan Charles.


««"Ibu, apakah kita akan pergi sekarang?"»»


Sebuah suara terdengar di telinga Casilda. Gadis itu pergi ke tempat sepi, diikuti Charles yang selalu membuntutinya.


««"Tentu saja, Putriku. Kita kan akan pergi ke kediaman saudara kita"»»


««"Asyik! Bisa ketemu Misha!"»»


Casilda ber-oh ria. Rupanya Putri Amethyst ingin pergi ke Kediaman Emerald, menarik juga...


Tunggu sebentar, bagaimana Casilda tahu?


Sebenarnya, kristal sihir yang dibeli oleh Putri Amethyst di pelelangan adalah sebuah alat penyadap. Casilda tahu, Putri Amethyst akan membelinya dan membawanya kemana-mana, sehingga barang itu sangat cocok sebagai alat penyadap.


Ia juga dapat mengetahui rencana jahat mereka dan mencegahnya selagi dirinya tidak malas. Dan dengan itu, ia bisa mempermalukan Putri Amethyst di depan umum.


'Aku memang tak begitu membenci Amethyst. Tapi, kau nanti akan bertemu dengan Misha yang kubenci. Jadi, jangan salahkan aku jika kau juga terkena dampaknya, Putri Amethyst...'


Casilda menyeringai dengan seramnya. Ia sudah menyiapkan 26 rencana yang urut dari rencana A-Z di otaknya.


'Jika rencana A tidak berhasil, aku tak perlu khawatir. Masih ada 25 rencana lainnya, muehehehehehehehehehehehe' batin Casilda.


Charles? Ia menatap Casilda dengan mata berbinar. 'Kakak akan mempermalukan seseorang lagi? Kerenn!! (☆O☆)'


««"Ayo, Putriku. Kita pergi menggunakan [Teleportasi] sekarang"»»


««"Ya, Ibu!"»»


'Untuk sampai di Kediaman Emerald, mereka pasti butuh waktu. Terlebih lagi, aku belum menentukan dimana aku mempermalukan mereka. Lebih baik aku memikirkannya sekarang' pikir Casilda.


Ia berjalan menyusuri jalan setapak, tentunya dengan Charles yang berada di belakangnya. Matanya melirik ke arah stan makanan.


'Tentu saja sembari memakan beberapa camilan


(〜^∇^)〜'


Mereka berdua pun mampir ke sebuah stan cemilan goreng. Mereka—sebenarnya hanya Casilda saja—membeli banyak makanan dan menghabiskannya dalam waktu singkat.


"Uh! Ini enak! Kakak, ini makanan apa?" ucap Charles.


"Oh, ini? Ini namanya anjing jagung. Nama yang aneh, kan?" balas Casilda. "Lalu yang isian anjing jagung ini namanya keju moza-tak-rella, kejunya benar-benar sangat lumer" imbuhnya lagi.


Charles mengangguk dengan lucu. Jika kakaknya menitahkan sesuatu, maka wajib hukumnya untuk menuruti segala sesuatu yang dititahkan itu. Begitu isi Undang-Undang Dasar Penduduk Hutan Keramat yang dibuat oleh Charles Tourmaline.


Setelah beberapa menit menghabiskan makanan-makanan itu, Casilda pun membayarnya.


««"Misha! Apa kabar? Sepupumu yang cantik ini datang~"»»


««"Ah, Viona! Lama tak bertemu! Apa kau sehat?"»»


««"Tentu saja!"»»


'Hoy, bisa nggak, sih, nggak ada basa-basinya?💢.' Cadilda membatin dengan kesal.


««"Oh ya, itu perhiasan baru, ya?"»»


««"Nggak, kok. Udah agak lama, kan kita nggak pernah ketemuan, makannya kau nggak tahu"»»


««"Oh ya, Ibu menyuruh kita untuk pergi ke pelelangan di wilayahku, nih"»»


««"Eh, yang bener? Bagus, dong! Aku bisa ketemu sama Tuan Muda yang tampan itu!"»»


'Tuan Muda.. Yang tampan?.... Siapa?' Casilda penasaran.


"Itu Anda, Nona" gumam salah satu bawahannya yang merupakan makhluk halus. Namun sayangnya, Casilda tidak mendengarnya.


««"Dan juga, Master Alkemist akan datang minggu ini! Kita bisa bertemu dengannya secara langsung!"»»


««"Kau benar! Jika kita bertemu dengannya, jangan lupa bawa dia ke kediamanmu, Misha!"»»


««"Tentu saja akan aku lakukan! Aku sangat mengaguminya, termasuk Ibu"»»


'Hee, dia sangat mengagumiku, yah?... Adik kecilku yang imut itu... Mengagumiku?...' Casilda tersenyum kecil. 'Benar-benar lucu...'


Gadis Pewaris Sapphire itu berdiri dan merapikan jubah yang ia kenakan. Dirinya menghampiri sang adik yang tengah menunggunya di pinggir jalan. "Charles, kita menepi sebentar. Kita perlu menyamar, dan kau harus menjadi perempuan" titah Casilda.


Charles mengangguk patuh. Ia tak masalah jika disuruh menyamar menjadi perempuan bila itu merupakan perintah dari sang kakak. "Baik, Kak."


Kedua kakak beradik itu menggunakan [Perubah Wujud] di tempat yang sepi. Penampilan mereka berubah seketika.


Casilda memiliki tubuh tinggi semampai dan berubah menjadi laki-laki yang sangat tampan. Warna matanya tetap sama, biru safir, sementara rambutnya berwarna napoleon blue.


Charles berubah menjadi perempuan dengan tinggi 160 cm. Rambutnya berwarna hijau tua yang  pucat dengan mata berwarna biru. Charles memilih mengubah warna matanya karena mata aslinya heterokrom, membuatnya menjadi orang yang paling mencolok.


Mereka berdua telah bertukar jenis kelamin, dengan mempertahankan ciri khas masing-masing. Casilda berjalan keluar dari tempat mereka terlebih dahulu. Mereka akan pergi ke pelelangan sekarang.


Sebenarnya, Casilda bisa saja mengikuti pelelangan itu tanpa menggunakan penyamaran. Namun, ia memiliki sebuah rencana.


Kira-kira, apa rencananya itu?


TBC.