The Heiress Of The Legendary Family [S1]

The Heiress Of The Legendary Family [S1]
Rencana³



Mereka berempat bersama dengan dayang-dayang dari Keluarga Emerald serta Keluarga Amethyst berada pada suatu ruangan yang sama, VVIP. Casilda duduk di tengah, Misha dan Viona berada di kedua sisinya, dan Charles berada di samping Viona dengan kesal.


'Ck, mereka mengganggu waktuku dengan Kakak! Nyebelin!!' dengus pemuda itu di dalam hati. Ia dengan sengaja mengeluarkan aura intimindasinya, namun Misha dan Viona tak terpengaruh sama sekali.


'Aku heran kenapa kedua bocah ini tak terpengaruh dengan auranya Charles. Apa mereka memang kebal, atau terlalu bodoh untuk menyadari kalau Charles mengancam mereka?' batin Casilda di dalam hati. Memilih untuk mengabaikannya, gadis itu pun mengalihkan pandangannya ke arah tirai ruangan yang dibuka.


Seorang pembawa acara tengah menawarkan barang-barang langka yang tentu saja memiliki harga fantastis. Casilda sama sekali tak tertarik dengan ini, ia hanya menatap pembawa acara itu dengan tatapan malas dan datar.


"Tuan Alkemist?" panggil Misha dengan manja, membuat Casilda terpaksa menoleh padanya. "Kenapa saya tidak melihat barang-barang yang Anda jual di sini?"


Casilda terdiam sesaat. Mana mungkin ia bilang kalau dirinya sebenarnya terpaksa datang ke sini. Sambil tersenyum, Casilda membalas, "Karena aku hanya ingin bersama dengan kedua putri yang cantik ini tanpa gangguan bisnis."


Perkataan Casilda membuat hati kedua gadis itu memerah total. 'Tu-Tuan Alkemist sangat peduli padaku!! Kyaaa!!' pekik mereka di dalam hati.


Charles memutar kedua bola matanya dengan jengah saat ia melihat reaksi yang dikeluarkan oleh Misha dan Viona. Tapi, di sisi lain ia sangat kagum pada Casilda yang dapat menjawabnya dengan cepat.


'Kakak memang sangat hebat!! Tapi, ukh.. Keberadaan Duo Cabe itu bener-bener nyebelin! Rasanya pengen kusingkirkan dari dunia ini!!' batin Charles dengan geraman di akhir.


Saat pertengahan acara, Casilda melirik ke arah adiknya yang sedang menguap dengan lebar. Ia kemudian mengirimkan [Telepati] pada sang adik.


••Charles, apa kau bisa mendengar suaraku?•• tanya Casilda.


Charles seketika langsung duduk dengan tegak sembari melirik ke arah Casilda. ••Aku bisa mendengar suaramu, Kakak•• balasnya.


••*Bagus, aku punya rencana lanjutan. Dengar baik-baik, mengerti?••


••Baik*!••


Casilda pun menjelaskan rencana lanjutannya. Beberapa detik dari sekarang, penjagaan Kediaman Emerald menjadi lebih senggang, mereka berdua harus menerobosnya pada saat itu.


Caranya adalah dengan membuat [Bayangan] yang di-[Teleportasi]-kan ke Hutan Emerald. Karena Charles dan Casilda masih memiliki sedikit aura Klan Tourmaline, mereka dapat menyusup ke dalam hutan itu tanpa takut mati.


Setelahnya, mereka berdua harus segera memasuki ruang perpustakaan di Kediaman Emerald. Dulu, saat Casilda berada di sana sebagai Master Alkemist, ia merasakan keberadaan beberapa benda antik yang tersimpan di ruang bawah tanah, tepat di bawah perpustakaan.


Keluarga Emerald terkenal akan koleksi benda-benda antiknya yang jumlahnya sangat banyak. Kabarnya, benda-benda antik itu dapat membuag Keluarga Emerald menjadi lebih kuat.


Selain itu, benda-benda antik yang mereka miliki memiliki nilai jual yang sangat fantastis. Jika Casilda mengambil—mencurinya—ia bisa mendapatkan 2 keuntungan sekaligus; yaitu melemahnya Emerald dan menambah penghasilannya.


••Kita harus melakukannya sekarang, Charles.••


••Siap, Kak!!••


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...༺♥༻...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...


.......


.......


...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...


...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...


...༺♥༻...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Ditambah lagi, Casilda telah menyamarkan aura mereka dengan menggunakan beberapa buah pil yang ia gabung menjadi satu untuk membuat aura mereka menjadi mirip dengan para Emerald.


Kini mereka sedang berjalan menyusuri lorong yang sepi dan tidak terlalu terang. Tidak ada pelayan sama sekali. Tentu saja, karena hari ini Misha dan Viona sedang berada di pelelangan, Nyonya Emerald sedang mengikuti pesta teh, dan Tuan Emerald sedang pergi untuk urusan politik.


Sebagian pelayan mengikuti majikan mereka masing-masing, dan itu menjadi alasan mengapa Kediaman Emerald ini lebih senggang dari biasanya.


Omong-omong tentang Misha dan Viona, mereka berdua masih berada di pelelangan dengan Casilda dan Charles yang asli. Kedua gadis itu pasti tak akan menyangka jika mereka dijadikan alat untuk mencuri barang-barang berharga.


'Hmph, salah sendiri punya sifat kayak gitu. Kalau mereka berdua punya sifat kayak Kak Gneer sama Kak Lou, aku nggak akan memanfaatkan mereka' batin Casilda.


Setelah beberapa saat berjalan, mereka berdua pun sampai di depan pintu perpustakaan. Casilda menggunakan kekuatannya untuk mengubah tubuh mereka menjadi partikel-partikel atom yang kemudian memasuki perpustakaan itu melalui celah-celahnya.


Setelah mereka berdua masuk, partikel-partikel atom itu mulai menyatu, membentuk dua buah tubuh yang sama seperti sebelumnya. Sangat mudah untuk menyusup masuk ke dalam tempat ini.


"Heh, katanya Kediaman Emerald itu punya penjagaan yang ketat dan mengerikan. Tapi buktinya apa? Hmph" sinis Charles dengan suara pelan.


"Nggak, kok, mereka emang punya penjagaan yang ketat" kata Casilda. "Tapi, karena kita lebih kuat, mereka tak ada apa-apanya" imbuhnya lagi.


Charles pun langsung mengangkat jempolnya, ia sangat setuju dengan perkataan Casilda. Sungguh, kakaknya ini selalu benar dalam apapun.


"Sudahlah, ayo kita—" Ucapan Casilda terhenti secara tiba-tiba. Ia segera menarik tangan adiknya dan bersembunyi di belakang rak buku yang berada di dekat mereka.


"K-Kakak? Ada apa?" bisik Charles dengan heran.


Casilda tak menjawab, ia terus memperhatikan pintu perpustakaan dengan tajam. Sedetik kemudian pintu itu terbuka, menampilkan seorang lelaki dengan wajah yang biasa saja. Lelaki itu memiliki rambut berwarna ungu pudar. Ia berjalan memasuki perpustakaan dengan santai.


'Dia berasal dari Klan Amethyst' batin Casilda dan Charles secara bersamaan.


'Ah, aku punya ide!' Casilda melirik ke arah adiknya, lalu mengisyaratkan pada sang adik untuk mendekat padanya. "Charles, bisakah kau merasuki tubuh cowok itu?" bisiknya.


Charles mengangkat kepalanya sambil melihat ke arah lelaki tadi. Ia kemudian mengangguk. "Tentu bisa, Kakak" balasnya.


"Bagus, rasuki tubuhnya sekarang."


Charles menutup matanya sambil menunjuk lelaki yang masih belum menyadari keberadaan mereka itu. Kemudian, Charles membuka sebelah matanya yang berwarna biru.


"[Sihir Jiwa: Pemindahan Kesadaran]!"


Tubuh Charles menghilang seketika, dan lelaki dari Klan Amethyst itu langsung terhuyung ke depan saat angin kencang menerpanya. Pintu perpustakaan yang sebelumnya terbuka pun tertutup seketika, membuat tempat itu kembali menjadi gelap.


"Aku sudah merasuki tubuhnya, Kakak" kata Charles di dalam tubuh lelaki itu.


Casilda keluar dari tempat persembunyiannya sambil mengangguk puas. "Bagus, Charles! Kekuatanmu semakin hebat, deh" pujinya.


Sang adik yang dipuji pun merasa malu. Ia menggaruk bagian belakang kepalanya sambil melirik ke bawah. Semburat merah menjalar pada pipinya.


'Charles imoed banget!! Pengen tak cubit!!' pekik Casilda di dalam hati.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang, Kakak?" tanya Charles yang masih memerah.


Gadis bersurai safir itu pun menetralkan raut wajahnya. "Ayo, ikuti aku" ucapnya dengan wajah serius.


Mereka berdua berjalan menuju sebuah sudut perpustakaan. Casilda mengetuk lantai yang berada di sudut.


Dung dung!


"Sudah kuduga, di sini ada ruangan rahasia yang tersembunyi" ucapnya sambil tersenyum. Ia kemudian meletakkan tangannya di atas lantai itu sambil menutup mata selama beberapa saat.


Charles yang berada di belakang Casilda memiringkan kepalanya dengan bingung. Apa yang sebenarnya sedang Casilda lakukan?


"Begitu, ya. Aku mengerti." Gadis itu menoleh pada sang adik. "Charles, yang bisa membuka pintu ruangan rahasia ini hanyalah orang-orang yang diizinkan oleh Pemimpin Emerald. Dengan kata lain, kau harus menggunakan tubuh yang kau rasuki untuk dapat membuka pintu ruangan rahasia ini" jelasnya.


Charles mengangguk kecil. Ia kemudian meletakkan tangannya di atas lantai yang tadi disentuh oleh Casilda. Dan benar saja, lantai itu langsung terbuka dengan sendirinya.


Kakak beradik itu sama-sama menyeringai kecil. Mereka pun memasuki ruangan itu secara bergantian.


Tap!


Casilda sudah memasuki ruangannya. Ia begitu terkejut saat melihat isinya. Ternyata di sana terdapat sangat banyak benda-benda antik dan tumpukan koin emas yang melimpah. Bahkan ia yakin matanya bisa buta kalau melihatnya terus menerus.


'Hmm, apa yang sebaiknya aku lakukan, ya? Kalau langsung mencurinya, bisa-bisa si Brengshake itu langsung tahu. Tapi, kalau cuma dilihat doang, sia-sia aja, dong. Gimana, ya...?' pikir Casilda.


"Kakak, lihat ini!" panggil Charles dari sisi yang lain.


Casilda menghampiri sang adik. "Kenapa?"


"Ini, coba lihat." Charles menyodorkan sebuah gulungan dengan pita berwarna hijau pucat.


"Hm? Baunya kayak hutan rimbun" gumam Casilda. 'Apa ini adalah dokumen Tourmaline?' batinnya dengan penasaran.


Gadis itu pun membukanya. Seketika seringainya semakin lebar. Aha, ia tahu apa yang harus dilakukannya.


TBC.