![The Heiress Of The Legendary Family [S1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-heiress-of-the-legendary-family--s1-.webp)
"Bagaimana dengan hasil cek milik kalian?" tanya Casilda kala mereka mulai meninggalkan ruangan rahasia itu.
"Ternyata skill milikku jauh lebih baik dari yang aku bayangkan, Kak!" balas Charles dengan antusias.
Eden menanggapinya dengan anggukan kecil. "Aku juga."
"Hmm..." Casilda pun ikut mengangguk. "Kira-kira, apa yang kita butuhkan setelah ini?" gumamnya.
"Karena kita sudah berada dalam satu tim, sebaiknya kita bentuk formasi bertarung" usul Eden. "Kita bisa memberitahu posisi bertarung kita masing-masing dan menjelaskan tentang skill yang dimiliki."
"Ooh! Itu benar! Aku bahkan tak memikirkannya!" ujar Casilda. "Sepertinya kau memiliki pengalaman yang cukup, ya."
Charles berdecih kesal saat sang kakak memuji pemuda bersurai hitam itu. Ia memberikan tatapan tajam pada Eden yang nampak tenang-tenang saja, sama sekali tak merasa terganggu.
"Dari dulu Ayah sudah mengajariku cara yang tepat untuk memimpin jalannya suatu kelompok. Dan setiap ada anggota baru, Ayah selalu menanyakan skill dan posisi bertarung mereka" jelas Eden.
'Ah, aku baru ingat kalau dia adalah pewaris Klam Onyx...' batin Casilda dan Charles bersamaan.
"Ya udah, kalau gitu, mending kita jelasin skill masing-masing aja" kata Casilda. "Sama jelasin posisi bertarung kita masing-masing."
"Oke" angguk Eden. "Aku adalah petarung jarak dekat. Kekuatanku adalah [Pemadatan Udara], dimana aku bisa memadatkan udara sekitar menjadi apapun, salah satunya adalah barrier." Ia pun menunjukkan kekuatannya itu pada mereka.
"Uwoohh!!" kagum Casilda.
"Ck, b aja" decak Charles dengan kesal.
"Untuk kecepatan dan tenaga, kurasa tak sebanding dengan Casilda, namun aku memiliki pertahanan yang sangat kuat karena kekuatanku ini. Bisa dibilang posisi bertarungku adalah tank" imbuh Eden lagi.
"Oke, oke, aku paham." Casilda mengangguk. "Selanjutnya kau atau aku, Charles?"
"Aku saja, Kakak" balas sang adik. 'Aku ingin menghancurkan wajah sombongnya yang berani pamer kehebatannya di depan Kakak. Ck, dasar cowok jahat!'
Eden tersentak. 'Dia bilang aku jahat? Kejam amat!' batinnya.
"Aku adalah petarung jarak jauh, posisiku adalah ranger, atau bisa juga assassin. Dalam beberapa situasi, aku bisa menjadi petarung jarak dekat. Alasanku menjadi ranger karena kecepatan dan kekuatan fisikku tak begitu kuat, tapi aku memiliki sihir yang hebat." Charles membanggakan dirinya sendiri.
"Kekuatanku adalah [Jiwa], dimana aku bisa mengendalikan jiwa seseorang ataupun makhluk hidup lain. Aku bisa merasuki tubuh seseorang dengan [Perpindahan Jiwa], mengambil ingatan orang lain, dan masih banyak lagi" imbuh pemuda bersurai hijau itu.
"Oh iya, aku bisa meracik racun. Jadi, jangan heran kalau aku menggunakanmu untuk kelinci percobaanku yang selanjutnya" imbuh Charles sambil menyeringai ke arah Eden.
'Dia mau membunuh calon kakak iparnya sendiri menggunakan racun? Wow, Klan Tourmaline memang unik. Apa mereka se-barbar ini?' batin Eden.
"KAU BUKAN CALON KAKAK IPARKU, SYALAND!" umpat Charles dengan keras.
"Oke, selanjutnya aku" kata Casilda.
Kedua pemuda itu langsung diam dan melihat ke arah Casilda, menunggu penjelasannya—walau Charles sudah tahu.
"Kekuatanku adalah [Atom], aku bisa mengancurkan ataupun menciptakan sesuatu dengan partikel-partikel atom yang berterbangan di udara. Skill yang aku miliki membuatku dapat menggunakan pedang dengan cukup bagus. Aku juga memiliki kemampuan membuat pil dan [Heal]."
"Sebenarnya, aku cocok di posisi support, tapi itu tak nyaman buatku. Jadi, aku lebih cocok berada di posisi warrior, karena kecepatan dan kekuatan fisikku cukup bagus."
"Walau begitu, pertahananku masih terbilang lemah. Untuk itu, aku membutuhkan Eden untuk mendukung pertahananku" lanjut Casilda sembari melirik sang Pewaris Onyx.
"Tentu saja, itu adalah hal yang bagus" respon Eden dengan senyuman lembut.
'Syaland! Dia sok baik di depan Kakak!' Charles menggigit pakaiannya sendiri karena geram akan sifat orang yang menyukai sang kakak.
"Lalu, aku juga bisa menjadi tipe sensorik karena memiliki insting yang kuat. Untuk masalah melacak orang atau hewan atau apapun itu, percayakan padaku" imbuh Casilda lagi.
"Hmm...." dehem Eden. "Kurasa, tim kita adalah tim yang paling sempurna, ya" celetuk Eden.
"Hah?" beo Casilda dan Charles bersamaan.
"Kok bisa?" tanya Casilda lagi.
"Soalnya.. Ada aku sebagai tank dan warrior, lalu Charles sebagai assassin dan ranger, dan ada Casilda sebagai warrior dan support. Itu adalah kombinasi yang sempurna" balas Eden.
Casilda mengangguk kecil. "Yah, kurasa kau memang benar. Biasanya, dalam satu kelompok berisi 3 orang, hanya terdapat 1 orang yang berada di garis depan. Tentu saja itu cukup beresiko."
"Dan untuk posisi mage, lebih baik kita tak usah khawatir. Kita semua sama-sama memiliki sihir yang dapat berguna dalam pertarungan. Yah, walau tak ada yang menempati posisi mage di sini, sih..." nimbrung Charles.
"Lalu, apa lagi yang kita perlukan, Eden?" tanya Casilda pada pemuda yang berada di sampingnya itu.
Eden berpikir sejenak. "Kurasa tidak ada lagi."
"Eh? Nggak ada lagi? Kukira ada, ternyata nggak ada, toh..." gumam Casilda.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...༺♥༻...
...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...
...꧁ ༺ ᴛʜᴇ ʜᴇɪʀᴇꜱꜱ ᴏꜰ ᴛʜᴇ ʟᴇɢᴇɴᴅᴀʀʏ ꜰᴀᴍɪʟʏ༻ ꧂...
.......
.......
...『"ᴘᴏᴋᴏᴋɴʏᴀ, ꜱᴇʟᴜʀᴜʜ ᴋᴇʙᴜꜱᴜᴋᴀɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴀᴋᴀɴ ᴀᴋᴜ ᴜɴɢᴋᴀᴘ!"』...
...。☆✼★━━━━━━━━━━━━★✼☆。...
...༺♥༻...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
"Eh, Pak Butler, halo!" sapa Casilda.
"Pengecekannya berjalan lancar" balas Eden.
Sang Butler mengangguk. "Aku mengerti. Apa kalian sudah menentukan posisi bertarung masing-masing?"
Mereka bertiga mengangguk. "Sudah."
"Bagus, kalau begitu, ayo ikuti aku." Sang Butler pun berjalan terlebih dahulu.
"Kemana?"
"Untuk daftar ulang."
Casilda sweatdrop. 'Kayak mau masuk sekolah aja, harus daftar ulang...'
Mereka berjalan menembus lebatnya hutan. Menurut jalan yang mereka lalui, mereka akan pergi ke mansion awal.
"Peserta yang lain dimana, Pak Butler?" tanya Casilda di tengah perjalanan.
"Mereka sudah diurus oleh panitia lain."
"Lah? Kok gitu?" timpal Charles, tak lupa dengan nada juteknya.
"Karena kalian adalah peserta yang aku rekomendasikan, maka kalian adalah tanggung jawabku selama ujian ini" balas Sang Butler disertai senyum.
"...." Mereka bertiga tak menjawab, hanya diam bahkan sampai mereka tiba di mansion.
"Ikuti aku."
Mereka bertiga mengekori Sang Butler layaknya anak ayam dengan ayam jantan. Mereka pun memasuki sebuah ruangan kecil yang bahkan tak disangka-sangka berada di sana.
'Sejak kapan ada ruangan ini di sini? Kenapa aku tak menyadarinya?' batin Casilda dengan heran.
Seolah menyadari keterkejutan Casilda, butler itu tersenyum ke arahnya. Namun sepertinya gadis itu tak menyadarinya karena masih larut dalam pikirannya, kenapa ada ruangan lain di sini.
Butler itu menyerahkan tiga lembar kertas pada mereka. Masing-masing mendapatkan satu lembar.
"Isi formulir ini dengan benar" ucap Sang Butler sembari menyodorkannya pada mereka. "Oh iya, untuk nama, kalian boleh tak menyertakan nama keluarga."
"Baik." Mereka pun menuliskannya di kertas masing-masing.
"Hm?" Mata Casilda melihat ke sebuah objek. "Pak Butler, apa yang dimaksud dengan 'Knight Militer, Knight Kekaisaran, dan Knight Pengelana' yang tertulis di sini?" tunjuknya pada sebuah tulisan.
"Ooh, itu, toh.. Knight Militer adalah sebutan untuk Knight yang menjaga daerah perbatasan. Biasanya, mereka ditugaskan untuk memantau daerah dan memberi informasi mengenai daerah yang mereka pantau."
"Knight Kekaisaran bertugas untuk mengabdi pada kekaisaran. Mereka yang memiliki wewenang untuk menjaga keamanan kekaisaran, termasuk berperang dengan kerajaan lain jika terjadi peperangan."
"Lalu yang terakhir, Knight Pengelana. Walau terkesan sepele, namun Knight ini memiliki misi yang paling berbahaya. Knight ini akan pergi ke kerajaan lain untuk memantau, dengan identitas yang disembunyikan."
"Dengan misi yang berbahaya itu, Knight Pengelana memiliki keuntungan khusus, dimana mereka bebas melakukan apapun yang penting tidak membahayakan kekaisaran."
"Kalian berhak memilih salah satu di antara ketiga jenis Knight itu" tambah Sang Butler.
Mereka bertiga saling memandang, lalu mengangguk bersamaan. Mereka kemudian mengisi formulir itu lagi.
Beberapa saat kemudian, mereka selesai menuliskannya. Mereka pun memberikannya pada Sang Butler yang masih setia menunggu.
"Oh sudah? Oke, kalian tunggu saja di tempat pemberhentian kapal yang terletak di utara pulau. Nanti aku akan menyusul" kata Sang Butler sembari membolak-balik kertas formulir mereka bertiga.
"Baik, terima kasih." Tanpa mengucapkan kata lain, ketiga orang itu pun berjalan beriringan menuju utara pulau.
Sang Butler pun membaca formulir yang mereka isi.
Nama: Casilda
Nama Rekan:
-Charles
-Eden
Posisi: Warrior, Support
Jenis Knight: Knight Pengelana
Alasan Memilih Jenis Knight: Karena ingin mendapat keseruan yang menantang adrenalin dan membahayakan nyawa.
-------------
Nama: Charles
Nama Rekan:
-K̶a̶k̶a̶k̶ Casilda
-E̶d̶a̶n̶ Eden
Posisi: Ranger, Assassin
Jenis Knight: Knight Pengelana
Alasan Memilih Jenis Knight: Ikut Kakak.
------------
Nama: Eden
Nama Rekan:
-Casilda
-Charles
Posisi: Tank, Warrior
Jenis Knight: Knight Pengelana
Alasan Memilih Jenis Knight: Ikut Casilda.
Sang Butler terdiam. Keringat menetes dari pelipisnya. Apa apaam alasan tak masuk akal ini?!
Ia pun menghela napas. 'Sepertinya, mereka tak hanya berbakat, namun juga memiliki kelebihan lain, yaitu sifat absurd yang keterlaluan.'
TBC