
“Hari ini dengan didampingi tim pengacara, Bima Seno memenuhi panggilan KPK setelah beberapa kali mangkir. Putra kedua dari Widyanto Kusumo, pendiri partai Matahari sekaligus mantan ketua DPR ini disinyalir menerima sejumlah uang terkait proyek …”
Semenjak identitas Bima Seno terkuak, hampir setiap hari pemberitaan di televisi juga media maya membahas tentang anak sang polisi sekaligus pengusaha tekstil yang ikut berkecimpung di dunia politik dan digadang-gadang sebagai penerus sang ayah di dunia politik.
Nama Bima Seno pun menjadi tranding selama hampir dua minggu ini, bukan hanya karena kasus korupsinya yang mengguncang negri ini, tapi kehidupan pribadinyapun menarik masyarakat terutama netizen negara +62 yang terkenal aktif di sosial media. Bagaimana tidak, Bima Seno yang belum genap berusia tiga puluh tahun telah aktif di partai yang didirikan sang ayah, selain itu juga memiliki pabrik tekstil yang membuat banyak orang iri dengan kesuksesannya.
Foto-foto yang diposting di media sosial Bima Seno pun tersebar menjadi konsumsi khalayak umum. Kehidupan yang glamor, koleksi mobil mewah, jet pribadi, pesta kaum borjuis sampai kebiasaanya menghabiskan waktu di club malampun tersebar luas, menjadi pembincangan hangat para netizen. Selain itu yang menarik perhartian adalah fotonya bersama Bentari alias Anggi Santoso dalam beberapa kesempatan, membuat orang berspekulasi tentang hubungan keduanya.
“Aku cuma kenal saja sama dia, pernah beberapa kali bertemu di pesta sama club.”
“Benar?”
Saat ini Bentari tengah diinterogasi oleh Oka karena namanya disebut-sebut bersama dengan Bima.
“Iya … ini nih.” Bentari menunjuk foto perempuan berambut sebahu yang berdiri di sampingnya sedangkan Bima terlihat berdiri di belakang Bentari dan Gea. “Dia itu temanku, namanya Gea. Bima itu pacarnya Gea, jadi kadang kalau kita lagi kumpul Bima suka ada walaupun jarang. Kata Gea, Bima itu sibuk memersiapkan karir politiknya.”
Oka terdiam menatap foto yang tersebar di media sosial, memperlihatkan mereka tengah berada dalam sebuah pesta.
“Benaran kakak tidak pernah ada hubungan apapun sama dia?”
“Beneran! Lagian dia itu bukan tipe kakak banget deh … kamu tahu sendirikan tipe kakak seperti …”
“Beruang kutub!” potong Oka yang membuat Bentari mendelik.
Bukan tanpa alasan Oka khawatir tentang Bentari. Beberapa hari ini Bentari selalu disebut dalam pemberitaan Bima walaupun bukan sebagai pemeran utama, tapi tetap saja Oka merasa khawatir.
“Dari circle pertemanan Bima Seno, seperti Anggi Santoso the real crazy rich Surabaya, kita bisa …”
“Dari beberapa foto yang pernah diupload BS kita bisa mengetahui pergaulan seorang BS yang pastinya adalah high class, salah satunya adalah Anggi Santoso …”
Dan masih banyak lagi yang membahas perteman seorang Bima Seno dengan Anggi Santoso, semakin membuat netizen penasaran dengan lingkaran perteman sang koruptor. Sampai akhirnya suatu hari semua orang dikejutkan dengan sebuah postingan.
“BS memiliki seorang kekasih yang sangat cantik. Tapi sayang kehidupan sang kekasih yang glamor membuat BS sedikit kesulitan untuk mengimbangi gaya hidup juga memenuhi kebutuhan sang kekasih yang memang … crazy rich.”
Spekulasi bermunculan dan bisa dipastikan Bentari menjadi yang paling dicurigai. Postingan-postingan Bentari yang sebagian memang sudah dihapus kembali muncul dan cocokologipun terjadi. Sebagian orang kini seolah menjadi detektif dan ahli gestur tubuh.
“Jadi dia korupsi buat memenuhi kebutuhan pacarnya? Gila sih ya, ceweknya bisa bikin seseorang korupsi hanya untuk memenuhi kebutuhannya.”
“Mbak … makanya hidup sederhana, kasihankan anak orang sampai korupsi buat beliin tas.”
“Wkwkwkwk … bucin parah sih nih cowok, gara-gara kebiasaan ceweknya sampai rela korupsi.”
“Padahal BS saja sudah tajir melintir, tapi sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan ceweknya dan bikin dia korupsi … bener-bener crazy sih.”
Walau belum ada yang terang-terangan menyebut nama Bentari, namun beberapa twitan semakin menggiring opini publik kepada sosok Bentari sebagai perempuan yang menyebabkan Bima Seno melakukan korupsi.
“Bukan Bi, Mah. Mamah percaya sama Bi ya, Mah? Bi tidak mungkin meminta seorang pria untuk memenuhi kebutuhan Bi. Ayah masih mampu kok buat ngehidupin Bi. Bi juga punya penghasilan sendiri, jadi untuk apa Bi sampai meminta sama orang lain.”
Bu Mega tersenyum sambil mengangguk, “Mamah percaya sama Bi."
“Kenapa kakak tidak klarifikasi saja kalau itu bukan kakak.”
“Belum waktunya,” ucap Caraka. Saat ini mereka telah berkumpul di Cibubur untuk membicarakan masalah Bentari yang terseret dalam kasus Bima Seno. “Karena tidak ada yang terang-terangan menyebut nama Bi, semua baru berasumsi. Kalau Bi muncul itu malah akan membuat semua orang bertambah curiga.”
“Tapi opini publik sudah mengarah pada Bi,” ucap Kirana. “Ngerasa tidak sih ini tuh seperti pengalihan isu?”
Oka dan Caraka mengangguk setuju.
“Sekarang orang lebih tertarik untuk membahas kisah cintanya si Bima dari pada masalah korupsinya.”
“Betul, Teh, berita tentang proses hukum si Bima malah tenggelam dan publik malah penasaran dengan sosok perempuan yang katanya sebagai alasan dia korupsi.”
“Ini yang benar-benar gila. Publik menyalahkan ‘perempuan’ ini karena dianggap sebagai alasan si Bima korupsi, padahal kalau imannya si Bima ini kuat apapun alasannya tidak akan membuat dia korupsi. Dia itu sudah kaya, tapi masih saja serakah.”
“Ya sudah yang pasti kita semua percaya kalau perempuan ini bukan Bi. Kita tidak bisa menutup mulut semua orang juga mengatur isi kepala semua orang, jadi … ya sudah biarkan saja orang bilang apa selama masih dalam batas wajar, tapi kalau sudah di luar batas. Kita akan mengambil tindakan.”
“Ayah menghubungiku. Ayah akan bersiap dengan langkah hukum kalau memang dikira sudah kelewat batas dan mengganggu keluarga kita,” ucap Bentari yang terlihat tegar walaupun tentu saja tidak dengan perasaannya.
Bentari menyembunyikan fakta lain dari keluarganya karena tidak ingin membuat mereka khawatir. Sebetulnya sudah ada yang DM dan menghujatnya sebagai perempuan gila harta yang menyebabkan kerugian negara. Bentari berusaha mengabaikannya saja dan akhir-akhirnya dia jarang membuka media sosial karena takut dengan cacian dari orang-orang yang beberapa hari lalu masih memujinya, namun kini berbalik menghinanya.
Perlahan memang berita itu kembali tenang dengan tidak adanya tanggapan darimanapun, namun kemudian publik kembali dikejutkan dengan adanya tread di twitter tentang, “BS hanya salah satu korban dari sang crazy rich.”
Di tread itu menceritakan kalau si crazy rich dulunya sempat bertunangan dengan anak pengusaha ternama, tapi pertunangan dibatalkan karena keluarga si pria mengetahui tentang kebiasaan boros si crazy rich. Tak sampai sana, di tread itu juga menceritakan bagaimana si crazy rich merayu putra pengusaha batu bara untuk melukai kekasih mantan tunangannya hingga terluka parah dan kini anak pengusaha batu bara itu mendekam di penjara, sedangkan si crazy rich bebas melenggang karena pengaruh sang ayah.
Publik semakin menggila dan kini terang-terangan menujuk Bentari sebagai si crazy rich, Caraka sebagai mantan tunangan dan tentu saja Ferdi Izam sebagai putra dari pengusaha batu bara pun kembali terangkat ke permukaan. Hujatan demi hujatan mengalir semakin deras kepada Bentari dengan sebutan the real crazy woman. Sedangkan simpati mengalir kepada Bima juga Ferdi yang dianggap sebagai korban dari kegilaan Bentari.
Melihat bagaimana publik menilainya sekarang membuat Bentari mengurung diri, tak berani walau hanya duduk di teras karena tatapan dari para tetangga padanya. Dia pun merasa bersalah kepada kedua orangtuanya yang jelas-jelas terdampak dengan kasusnya kali ini.
Bu Mega yang sampai saat ini tak mengetahui hubungan antara Caraka dan Bentari dahulu terkejut mendapati kenyataan itu. Mereka kini kembali berkumpul di Cibubur, bahkan Mayang pun langsung datang untuk menemani Bentari yang terlihat pucat dan tertekan.
“Yang dikatakan semua itu tidak benar, Mah. Kakang tidak pernah bertunangan dengan Bi.” Kirana mencoba sebisa mungkin untuk menjelaskan masalah itu, tanpa harus menceritakan semuanya.
“Benar itu, Kang?”
“Benar, Mah,” jawab Caraka. “Kami hanya pernah berkenalan dan bertemu beberapa kali saja, karena Mamah tahu sendirikan lingkungan pergaulan kami sangat sempit.”
Bu Mega terdiam sebelum akhirnya mengangguk. “Bagaimana dengan orang yang berusaha menyakiti teteh dulu? Bi Kenal sama orang itu?"
“A-aku …”
“Bi kenal. Bi yang berusaha mengingatkan Kirana tentang rencana jahat mereka, tapi Bi terlambat karena Bi saat itu tidak menganali Kirana.”
“Maaf …” Bentari hanya bisa tertunduk dengan berurai air mata.
“Bi, tidak salah, Mah. Mereka melukai Kirana karena meraka dendam sama kakang.”
“Dendam?”
“Iya … mereka pernah dihajar kakang karena berusaha … melecehkan Kirana.”
“Astagfirullahadzim, Teteh! Kenapa Teteh tidak cerita?”
Kirana tersenyum sambil menggenggam tangan bu Mega yang terkejut mendengar kalau Kirana pernah menjadi korban pelecehan.
“Kirana baik-baik saja, Mah, saat itu kakang menghajarnya sampai babak belur, papah Rudi juga membuat pembalasan yang setimpal, karena itulah mereka dendam kepada Kirana juga kakang. Bi tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini.”
“Ya Allah, kenapa baru cerita sekarang sih.”
“Kami tidak mau membuat mamah khawatir. Masalah itu, ayah juga ikut membantu membereskannya jadi mamah tidak perlu khawatir lagi. Sekarang kita fokus ke masalah Bi saja.”
Semua orang kini menatap Bentari yang terlihat tertekan, Bu Mega menggenggam tangan Bi sambil mengelusnya lembut.
“Ini sudah di luar batas toleransi kita, Bi.”
Bentari mengangguk sambil menghapus airmatanya.
“Jadi apa yang akan kita lakukan?”
“Kita akan menuntut mereka yang menyebarkan berita ini, juga yang melakukan hujatan sama kamu, Kak. Kita kumpulin bukti, ayah akan mengurus semuanya.”
“Sebelum itu kita perlu melakukan klarifikasi,” ucap Caraka yang mendapat anggukan setuju dari semua orang.
“Aku … aku takut, bagaimana kalau mereka tidak percaya.”
“Kamu tidak perlu keluar untuk klarifikasi,” ucap Mayang yang dari tadi duduk di samping Bentari memberi kekuatan. “Ayah sudah mengurusnya. Siang ini ayah akan melakukan konferensi pers, kamu tidak perlu khawatir.”
Sekitar pukul dua siang, semua orang duduk di depan televisi menunggu konferensi yang akan dilakukan oleh Andi Santoso. Tentu saja ini menarik perhatian semua orang mengingat ini kali pertama seorang Andi Santoso tampil di depan media. Namun ternyata bukan hanya Andi Santoso yang hadir dalam konferesi itu tetapi juga Birendra yang berdiri paling depan siap melakukan pembelaan.
*****