Shinara Nebula

Shinara Nebula
9



*Hujan dan petir terus beradu di langit membuat suara mengeleger mengisyaratkan bahwa ada kekuasaan dan kekuatan yang lebih kuat dari yang kuat.


“ Shinara bangun "


 Seperti suara petir itu yang mengeleger


Suara yang khas dan familiar itu masuk kedalam gendang telinga nya.


 Gadis itu terusik oleh suara itu dan perlahan membuka mata nya. Ia mengedarkan sekeliling nya dan mengeyitkan heran saat tubuh nya berada di sebuah peti mati dihiasi oleh bunga mawar merah yang menghiasi setiap inci dari peti mati.


 Shinara masih dengan posisi nya semula


Menatap kearah samping terlihat zero tengah menunggu nya duduk di kursi kayu yang tak jauh disana.


“ Shinara! Akhirnya kamu bangun! Ini sudah satu Minggu kau terbaring dalam peti mati  untung nya aku menaruh bunga mawar agar tubuh mu tak bau," 


“ Ini ulah mu ..."


 Perapatan segitiga muncul di kening nya teryata ulah zero yang mengira dirinya sudah mati.


 Zero menunduk merasakan hawa aneh keluar dari tubuh shinara yang menunduk juga.


“ Dada ku sakit lagi"


“ Mungkin sudah waktunya shinara!!"


“ Apa maksud mu?" 


 Zero mengerakan lengan nya mengusap helaian rambut hitam shinara, lalu memberikan sebuah buku kuno pada nya.


“ Shinara sudah waktunya nya kau memangil pelayan mu! Ini untuk kebaikan mu sebagai seorang anak dari nya kau memang harus menerima permainan seperti ini..."


“ Apa maksud mu dari anak darinya? Siapa orang tua ku zero?"


“ Belum saat nya kau tau! Hanya saja banyak sesuatu yang akan kau alami sesuatu yang tak bisa di lakukan oleh manusia biasa, bertarung dalam hal mempertahankan cawan suci untuk menembus semua dosa nya," Zero menatap shinara yang menunduk merasa kan sesuatu yang aneh.


“ Jika aku menolak nya,"


“ Saat ini dada mu selalu sakit kan? Karna sudah ada beberapa inkarnasi yang muncul di dunia ini, jika keseimbangan ini tergoyahkan maka dirimu juga akan hancur menjadi kepingan debu,"


“ Aku adalah pembunuh dari keluarga seiran. Untuk apa harus masuk dalam peradaban masa lalu," Tanya shinara dengan nada tinggi membuat zero mendilakan mata nya tajam.


“ Itu dulu shinara, jika permainan ini tak seimbang maka bukan hanya Kevin yang akan mati tapi aku juga mungkin nanti Yunho, Lester ataupun Rian," Ucap zero tho the poin kearah nya.


" AKU MENOLAK," 


 Kalimat itu menjadi akhir dari perdebatan kedua orang itu. Kini gadis itu berjalan dengan tergesa-gesa amarah memuncak membuat nya sedikit melampiaskan seluruh kemarahan nya pada ketiga pemuda yang menjadi sasaran empuk nya.


 Ke esokan pagi nya.


 Kini Shinara tengah berada di area pemakaman wajah nya ia tekut membaca nisan bertulisan Kevin membuat hati nya terasa sakit. Bagaikan terbelek pisau tajam mengigat semua kejadian itu Shinara menaruh sebuket bunga segar pada pusaran di depan nya, ia menatap langit sambil berdoa dengan khusu untuk Kevin yang selalu ada untuk nya.


 Angin yang damai menerpa tubuh nya Shinara menoleh kearah daun-daun yang berguguran ke tanah. Memang benar semua yang lama akan tergantikan daun tua akan gugur tergantikan dengan tunas muda membawa harapan dari pendahulu nya semua itu berkaitan erat. Ia memegang dada nya sakit.


DEG


“ Apa ini juga berlaku untuk ku? Siapa orang tua ku sebenarnya kenapa zero selalu menutupi semua hal yang bersangkutan dengan mereka," ujar shinara sedih dengan tatapan sedunya.


 


  Hari sudah menjelang malam kini langkah kaki jenjang itu menampak di sebuah ruangan yang di dekorasi dengan cantik  Sebuah kamar yang selalu menjadi tempat ia mengenang semua masa yang indah bersama Kevin.


 Yah walaupun shinara tak memiliki perasaan pada nya ntah kenapa sepuluh tahun bersama dengan Kevin membuat nya tak rela menerima kematian kevin


 Tubuh nya ia sandarkan pada kusen jendela yang lumayan besar. Memandang jauh keluar jendela dengan tatapan mata yang kosong penuh akan tanda tanya.


 Bayangan Kevin dan dirinya sewaktu kecil membuat gadis itu meringis sakit,


Dua hari itu dimalam itu


Semenjak kami bertemu. Kemudian aku baru tahu waktu seperti itu tidak mungkin ada lagi.


 Pada akhirnya . . Tetap tidak bisa mengalahkan takdir waktu berakhir mendekat sedikit demi sedikit . . Beberapa menit kemudian, adalah waktunya aku harus mengatakan nya ingin sekali berjalan terus selama nya walaupun hanya berada di belakang sudah cukup tapi aku merasa akan terus terjatuh dalam permainan takdir ini.


Ting . . Tong . .


 Suara jam menunjukkan pukul 12 malam


Wajah sedu itu menegandah merasakan remasan yang kuat pada dada nya. Detigan jam terdengar suara sepi di sertaii kegelapan menyelimuti ruangan itu Ini sudah saat nya.


“ AKU UMUMKAN TUBUH MU AKAN BERADA DI BAWAH PERINTAH KU


NASIB KU HARUS DI TENTUKAN OLEH MU


lKUTI PANGGILAN KU. . JIKA KAU MEMATUHI PIKIRAN DAN ALASAN INI, KEMUDIAN JAWAB PANGGILAN KU.


BERSUMPAH LAH PADA KU SEKARANG AKULAH ORANG YANG AKAN MENJADI KEBAJIKAN DARI SEMUA AKHIRAT ITU


AKULAH ORANG YANG AKAN MENGELUARKAN KEJAHATAN DARI SEMUA AKHIRAT ITU.


 KAU TUJUH SURGA BERPAKAIAN ANGUNG TIGA KATA! TAMPAK DARI DARAH YANG MENGENDALIKAN. . . PERANG CAWAN SUCI.”


 Kata-kata yang terlontar dari bibir nya membawa semua aura aneh di malam itu


Ia menjulurkan tangan dengan mengengam erat pisau membuat darah nya menetes ke lantai yang mulai terlihat sebuah lambang seperti dua sayap dengan ukiran yang indah.


Tik!


 Suara darah yang terakhir terjatuh.


* BOOOM *


" BRAKH "


 Suara ledakan terdengar di malam itu, sebagai dari bangunan itu hancur tertimpa reruntuhan. Shinara berlari keluar dari kamar itu mata nya menyedu melihat sesosok tengah terdiam di reruntuhan dengan tatapan yang penuh akan ambisi dan tujuan.


“ YO " 


 Pangil nya kearah shinara yang terdiam di ambang pintu.


 


   Perang cawan suci adalah sebuah pertarungan untuk mendapatkan lambang utama antimetori nebula yang memberikan keinginan orang yang memperoleh itu


Saling berperang, Tujuh master mengunakan tujuh pelayan dalam pertempuran habis-habisan. Dimana semua lambang terbagi menjadi tujuh pelayan untuk melindungi tuan nya.


  Cawan suci rela memilih orang yang paling kompetitif sampai mati itu hanya di putuskan pada satu pemilik di sebut sebagai roh Hero inkarnasi hanya memiliki tubuh seperti roh. Mereka akan tingal dekat dengan Manster mereka jika mereka di perlukan, mereka terwujud dan bertarung. Sebuah lambang yang akan menghasilkan keajaiban dan memberikan kekuasaan yang tak terbatas.


 Gadis itu mendadak terlonjak kaget ia memegang dada nya yang sangat sakit


Tubuh nya bagaikan di tusuk ribuan jarum rasa nya sakit " Teryata semua ini mimpi "


 Shinara menatap ke arah luar ia tak mengira bahwa diri nya bisa tertidur di balkon dengan cepat ia beranjak dari sana.


Shinara berjalan ke arah kamar nya dengan kasar menjatuhkan tubuh nya pada kasur king size milik nya“ Jangan hanya diam di pintu ada apa?" Tanya shinara tanpa menoleh ke samping nya.


“ Seperti yah kau selalu seperti itu Shinara!!"


 Shinara melempar kan guling ke arah pemuda yang dengan cepat mengelak kesamping.


“ Bersikap anggun sedikit Shinara," 


“ Lester apa kau tak mengerti! Sekarang ini kita musuh! Kau harus pergi dari rumah ini atau aku yang pergi," Ucapan penuh akan ejekan dan sindiran.


“ Kau saja yang pergi shinara! Aku masih di butuhkan zero saat ini!!" Cibir Lester membuat Shinara diam*.