Shinara Nebula

Shinara Nebula
28



 ***Kapal patroli menerobos masuk kedalam kapal pesiar mewah di depan nya.


Beberapa orang terkesan sangat panik melihat seragam polisi dan juga ada beberapa tentara yang berada di kapal patroli membuat butiran keringat sebesar biji jagung terlihat di pelipis kaname sunguh ia harus melakukan apa.


 Tap


 Seorang gadis melompat dari atas, ia mendarat membuat tangan nya sebagai tumpuan agar menahan tubuh nya supaya tak terjatuh, gadis itu menatap geram ke arah mereka semua termasuk ke arah Kaname dan zhuan yang berjalan mundur.


“ Hai!" Sapa nya ramah.


 Gadis itu mengulurkan lengan nya, membuat kaname mengeyitkan dahi nya heran sebenarnya ada apa? Gadis itu menatap kaname dalam dan Tersenyum ke arah nya.


“ Namaku Azurran!" Ia mengulurkan lengan nya ke arah kaname yang tertegun merasa tak asing dengan cara bicara gadis itu.


“ Aku kaname kuran aku bersama adik ku shinara kuran sedang melakukan perjalanan bisnis!!"


“ ouh, shinara kuran? Dimana gadis itu?" Tanya nya dengan pandangan sulit diartikan.


“ Kalian pangil shinara kemari?" Printah kaname, orang- orang itu menurut dan pergi ke kamar shinara hanya saja tak ada gadis itu disana bahkan kamar nya masih rapih, utusan itu kembali ke sana dan membuat kaname kaget sedangkan wanita bernama Azurran terlihat menyelidik dengan tatapan penuh tanda tanya.


 Azurran membawa kaname dan zhuan ke kapal milik mereka, sedangkan kapal persiar milik mereka di sita oleh pihak berwajib kini kaname harus mendekam di balik jeruji besi negara Tiongkok.


 ****


 Azurran mengyilangkan kedua kaki nya dengan gaya angkuh, satu tangan nya ia gunakan sebagai tumpuan dagu nya menatap sebuah acara yang begitu menenangkan.


Jeritan dan ringisan terdegar begitu mengembirakan membuat gadis itu tersenyum sambil memakan satu persatu kuaci di dengkapan nya.


 Natas nya terengah-engah memburu, jeritan terdegar bersautan sesekali hitungan mundur 3 2 1 mewakili tali gantung yang menyemburkan zuan ke dalam air membuat zhuan bertriak meminta ampun dan merontak-rontak.


 Ia sangat kesakitan terlihat kulit nya mulai mendingin bahkan mata nya pun mulai membiru membuat Azurran sedikit menyulingkan senyuman nya.


“ Tolong! Berhenti aku ingin pulang dulu!" Ia melambaikan tangan nya menjauh dari sana.


" Nona Azurran . . . Jangan sampai berhadapan lagi dengan mereka yah!!" Ucap Wei ran yang merupakan asisten nya


.


“ Ok!;"


 Kini wei ran menatap zuan yang tengah kedinginan, ia mengacak helaian pirang milik nya lalu beralih pada cara paling ekstrim untuk membuka mulut musuh nya itu, kini sebuah besi panas terlihat di tangan nya wei ran menatap zuan yang membulatkan mata nya takut melihat besi di hadapan nya.


KYAAAAA


Triakan mengema di ruangan yang bercolak merah bercakan darah.


 22.00 waktu standar tiongkok.


“ Ais hari yang melelahkan!!"


Ia menelungkupan wajah nya pada bantal sunguh Sanggat lelah hari ini.


“ Azur!" Suara bariton terdegar, gadis itu menghentikan kegiatan nya lalu beralih pada wanita yang lebih tua dari nya.


“ Kak meimei?"


“ Azur! Bagaimana keadaan mu? Tadi asisten mu bilang ada seorang yang mentransaksikan senjata ilegal yah?" Suara bariton itu kembali terdegar, Azurran menganguk lalu beralih memandang wanita itu dengan lekat.


“ Kak! Bagaimana sakit mu apa sudah baikan?" Tanya nya khawatir.


“ Tenang saja, aku tidak akan mati kok!!" Ucap nya ramah lalu mengelus rambut pink Azurran.


“ Aku tak suka jika kau bilang seperti itu kak!!"


 Azurran mengembunkan sebelah pipinya


Membuat meimei tertawa sunguh adik nya begitu imut baginya, bahkan ia sampai memegang perut nya karna terlalu banyak tertawa.


 Kedua orang itu tanpa sadar sudah terlelap di kasur king size berwarna hitam di dominasi abu yang begitu indah dan mewah.


 Deretan senjata api terlihat berjajar di sekitar kamar yang begitu luas itu.


 


Pagi pun kini telah menyapa


Cahaya matahari menembus kedalam jendela, mengangu tidur seorang gadis yang tengah bergelut dalam buaian selimut hangat nya.


 Perlahan kelopak mata nya terbuka ia mengejapkan beberapa kali mengatur cahaya yang masuk kedalam retina matanya.


Gadis itu turun dari ranjang nya lalu beralih pada jendela di kamar nya, ia membuka gorden dengan kasar membiarkan cahaya matahari masuk kedalam kamar nya Ia menguliatkan tubuhnya memiuli pemanasan meregangkan otot-otot nya yang kaku.


“ Sudah pagi lagi yah? Ais rasa nya aku ingin tidur lagi!" Gadis itu melangkah kaki nya menuju sofa dan membaringkan kembali tubuh nya.


 Menekan tombol kecil pada remot di tangan nya, menyalahkan tv besar dihadapan nya terlihat film dan iklan berbagai macam informasi bisnis dan juga politik yang sedang menghangat.


“ Ais seperti nya belum menurun juga ranting nya....."


 Ia membanting remot itu ke arah pintu


Tangkapan mulus membuat gadis itu mendongkrak terlihat seorang pemuda berbaju hitam berserta belezer sewarna membuat gadis itu menangkat sebelah alis nya***.