Shinara Nebula

Shinara Nebula
Simon



Sore menjelang malam, Salju berterbangan semakin rapat. Membuat mata seakan berat untuk melihat ke depan, deru nafas pelan nan lelah terdegar beriringan


Tubuh mereka menerjang salju di malam


Itu dingin sunguh tak ada yang bisa menghangatkan tubuh mereka.


Lester dan Shu sudah muai paham akan kondisi wilayah tempat yang ia baru singahi beberapa hari kebelakang.


Mantel putih bulu melingkar di tubuh jangkung mereka sebagai perlindungan . untuk Bandai salju namun tak membuat tubuh merasa hangat  walau sedetik pun.


Lester dan Shu sudah hampir tiga hari melewati gurun salju ini namun nihil mereka belum menemukan hal yang mereka cari mungkin kah mereka harus menyerah?


 ' Tunggu aku putri Licik ' batin Lester melontar kata semangat agar diri nya tak menyerah dan tertumpuk oleh salju putih dan menjadi kerangka di bawah timbunan es ini.


  Ke esokan pagi nya.


Di pagi yang indah ini. Cahaya matahari mulai masuk kedalam jendela kamar nya pelan dan menerpa tubuh nya.


Hangat itu yang ia rasakan wajah nya menatap jauh ke dalam angan-angan yang kini mulai buyar.


 Kepakan sayap burung elang membuat gadis itu terkaget dan membuka engsel jendela membiarkan elang gemuk itu masuk kedalam kamar nya.


Burung itu singgah di tangan gadis itu


Terdapat surat di pengelangan kaki nya,


Shinara beranjak dan mengambil air untuk elang itu yang kini mulai meminum air dalam wadah untuk sekedar menghilangkan dahaga nya.


Shinara mengambil surat yang di ikat kecil pada kaki elang itu dan membuka nya iris merah nya seketika membulat dan tersenyum.


* SHINARA JIKA HIDUP MU TAK BAIK


MAKA KEMBALILAH!! *


 Isi surat singkat itu sukses membuat hati nya menghangat.


Seketika elang itu menatap ke arah samping dan mulai mengepakan sayap pergi dari sana.


 Shinara langsung beranjak pergi ke arah ranjang dan membaringkan tubuh nya,


Sebelum itu ia menarik gorden agar tertutup kembali.


“ kenapa langkah kaki itu menghilang?" Ucap shinara dan membuka sebelah mata nya. Benar saja tak ada orang Sama sekali lalu siapa orang yang mengangu nya tadi.


Shinara menghembuskan nafas nya pelan “ Huffff, Untuk Sekarang aku tau kalo Ruki bukanlah lawan ku untuk sekarang !!?' shinara mengarahkan lngan nya pada dahinya.


‘ Rencana kali ini adalah untuk mendapatkan informasi cara aku bisa kembali ke dunia ku! Dan bertanya pada zero siapa itu Shinra sebenarnya. . . Dan antemetori nebula yang kemarin Lambang itu muncul kembali ' Shinara berguman dalam hatinya.


 Ia memegang samping perut nya terlihat tato berbentuk sayap berwarna merah dengan bentuk yang indah.


******


Bahkan sudah hampir enam jam ia berkutik dengan buku yang sama tanapa mengalihkan perhatian nya sama sekali.


Selama berada di ruangan itu tak ada argumen yang di bicarakan bahkan kedua nya seperti mengabaikan kehadiran nya masing-masing.


“ Ruki untuk kali ini apa yang akan kau lakukan?" Tanya Lecht membuka pembicaraan.


“ Mungkin membaca buku . . . Sampai aku bosan!!" Jawab Ruki pelan tanpa menghiraukan ucapan Lecht.


“ Kau tau bahwa antemetori nebula sudah mulai aktif, dan mungkin ini menjadi malapetaka bagi bangsa vampire 


Keluarga Themere bisa saja musnah begitu saja...' Lecht mengingatkan Ruki membuat nya menarik buku lain nya dan menyimpan buku tadi pada meja.


“ Kekuatan antemetori nebula akan menjadi mala petakan jika dia yang ingin menyerang!!" Ucap Ruki finis.


 Ruki seketika keluar dari pembicaraan karna mendegar suara kegaduhan dari luas Mashionnya ia beranjak bahkan sampai memakai transportasi untuk berpindah tempat.


Di Luar pintu kastil.


“ Ma-af tuan anda tidak bisa masuk, 


Ini tempat tingal pangeran Themere


Anda tak bisa masuk seperti ini tuan!!" Jelas seorang wanita takut ketika berhadapan dengan seorang pemuda bertubuh jangkung dengan baju besi di tubuhnya— Simon.


 Amarah Simon membara, ia menghunuskan pedang nya ke arah wanita kurus itu dengan pandangan garang“ Berani kau berkata seperti itu, tuan putri ada di dalam! Aku di utus sang ratu untuk membawa nya kembali..."


“ Ta— Pi tuan mana ada putri di sini?"


“ Kau?!! Masih ingin menghalangi ku!!? Baiklah jangan salah kan ku...!!"


 Tubuh pemuda itu melayang di udara


Ia mengarahkan kedua kaki nya siap menerjang ke arah wanita kurus itu,


Tendangan kaki nya hampir saja mengenai wanita itu sebelum sebuah tangan menghalangi nya.


“ SIMONMON"


Shinara hasil tepat waktu. Ia menahan pukulan Simon dengan tangan nya lalu memegelintitir tangan Simon membuat Simon meringkuk gadis itu merasa lega setidak nya Simon bisa di hentikan.


Simon menatap shinara meminta penjelasan ketika tangan gadis itu kuat memelintir lengan nya, perlahan shinaa melepaskan nya namun bukan Simon jika berhenti begitu saja ia menerja wanita itu dan melemparkannya ke arah tembok.


“ Kenapa kau melempar nya?" Shinara menepuk dahinya pelan.


“ Dia menyebalkan putri,!!"


Shinara mundur beberapa langkah “ Simon jangan sakiti orang tak bersalah!!"


 Simon berlutut dan menganguk patuh ketika shinara menegur nya dengan nada dingin.