Shinara Nebula

Shinara Nebula
2



"***Tuan ” nada manis penuh kegenitan terdengar beriringan mencoba mengoda sosok dihadapan nya.


“ Kita persingkat saja, Bagaimana kabar shinara? Ini sudah 4 tahun?" Tanya pria itu dingin dengan hawa membunuh yang khas.


“ Mrs. Dia baik," jawab Karin.


“ Aku sudah mentransfer uang ke rekening mu! Buat dia jadi mesin membunuh yang cantik dan imut apa kau mengerti Karin,"


“ Yes, sir . . .!!"


 Karin membungkuk lalu ia pergi dari sana meninggal orang yang tengah bergulat dengan para wanita ja*"*g itu.


Seperginya Karin dari sana, zero memandang wanita liar disana dengan tatapan tajam. Terdegar jeritan menyayat di sekeliling lobi itu, Zero keluar dari sana sesekali mengusap bekas darah pada sudut bibirnya.


Hari demi hari berlalu, Jam pun berganti.


Menit pun berjalan A003 mulai tumbuh dalam tabung itu. Rambut hitamnya yang mulai panjang, warna matanya nya mulai meredup tanpa ada emosi sedikit pun disana.


Karin setiap hari akan datang dengan insulin di tangan nya ia akan menyuntikkan itu pada shinara agar bisa menahan semua naluri membunuh yang terlalu kuat dari perkiraan nya.


A003 berjalan dengan lunglai yah sekarang ia sudah berumur 5 tahun dan dirinya sudah bebas dalam cairan hampa dan kedap suara itu. A003 mulai saat ini akan menjalani pelatihan militer dimulai menembak, memanah, menembas dan mengunakan senjata lainnya. Hanya saja A003 terlalu dingin dan tak bisa diajak berinteraksi dengan sesama teman nya kecuali A001 mereka adalah unit pemusnahan paling berbakat yang pernah tercipta dalam waktu kurang 10 detik Mereka bisa membunuh 10 orang per harinya.


 Hanya saja pribadi antara A003 dan A001 saling bertolak belakang membuat mereka terkesan sangat ambisius jika di pasangkan kembali. 


 Hari ini adalah hari ke 10 A003 direndam di air beracun. Wajahnya yang sudah pucat basi, giginya bergetar dan tubuhnya melemah. A003 terlihat seperti seorang budak saja wajah nya yang kotor membuat nya di jauhi oleh uji coba sesama nya hanya saja Karin selalu memojokan nya untuk terus berinteraksi agar dirinya bisa mengetahui setiap sifat dan tempramen orang lain yang berbeda-beda.


 Malam hari waktu yang bagus untuk A003 menyendiri di atas gedung laboratorium adalah kebiasaan nya setiap malam melihat betapa indah nya langit yang dihiasi rembulan dan bintang wajah polos nya selalu ia tekuk.


“ Sangat indah " A003 mengeratkan tangan nya seakan. Mengengam rembulan dalam gengaman tangan mungilnya. Ia tersenyum dan menyandarkan punggungnya pada tembok dingin itu.


“ Benarkah itu indah A003?"


" Hmm! Sangat indah dan terang!!"


“ A003 apa kamu tau arti dari tata Surya dan teori antimetori nebula?" Tanya pria muda disampingnya dengan pandangan mata lembut kearah Shinara.


“ Antimetori nebula?" Ulang nya lagi.


“ Aku Ingin bercerita! Kau dengarkan aku yah. Dahulu kala ada seorang wanita yang sangat cantik ia perwujudan dari Dewi khayangan hanya saja Dewi itu di kutuk lalu menjadi gadis kecil yang hidup di hutan! 


Disana gadis itu selalu sendirian kesepian setiap harinya ia berharap akan ada keajaiban lalu sebuah peri muncul dan mengatakan agar dirinya bisa menggapai rembulan yang indah dengan tangan nya.


Anak itu pun pergi ke danau untuk bisa menemukan alat agar dirinya bisa memegang bulan alkasih sesuatu terjadi dia bisa menggapai bulan yang indah itu, Nah A003 apa kamu mau menjadi seperti anak itu?" Jelas pemuda itu dengan senyuman yang sangat indah.


“ Hmm! Tapi disini tak ada danau? Bagaimana aku bisa menemukan danau?" Tanya shinara polos.


“ Larilah saat penjaga legah ikuti jalur itu


Nanti di hutan akan ada danau kau pergilah kesana,"


“ Hmmm makasih," A003 berlari dari sana menuruni anak tangga.


“ Kau berbohong apa alasan mu membiarkan nya pergi?" Tanya sosok berjubah dari balik tembok.


“ Lihat saja akan ada permainan seru," ucap pemuda itu dengan tertawa senang.


 Shinara sudah lari begitu jauh tapi kenapa ia belum menemukan danau dan peri yang dimaksud oleh nya. Tak ingin membuang waktu ia terus masuk kedalam hutan berantara yang konon sangat misterius dan menjadi tempat sakral untuk pemujaan atau tempat bunuh diri. 


 


" BRUKH "


 Ia terjengkang kedepan karna tersandung oleh bebatuan, ia meringis merasakan goresan mengenai wajah nya darah segar keluar dari wajah nya.


“ Eh! Lukanya menutup?" Tanya shinara polos memegang luka tadi yang menutup kembali dengan sendirinya.


“ Awwwh, kakiku sakit," Rintih nya merasakan ngilu karna kaki nya terkilir.


 Suara gemerisik terdegar ia mendongkrak menatap kearah semak-semak yang semakin lama suara itu semakin jelas.


 Shinara menfokuskan mata nya sambil berjalan merangkak ke belakang karna takut melihat sosok yang baru saja menampakan dirinya.


“ Rauwww .... Rauwwww "


“ KYAAAA"


 Shinara bertriak melihat sosok berbulu Lebat seperti seekor beruang madu tapi dia bukan lah 🐻 beruang, taring tajam yang mencuat dengan mata tajam nya mengarah pada shinara ia hnya bisa menebak bahwa itu seekor anjing tapi itupun bukan anjing jadi dia mahluk apa sebenarnya.


Shinara terus merangkak ketakutan menghindari tatapan mematikan monster itu.


“ Yo "


“ Siapa kamu?" Tanya shinara menegandah keatas melihat sosok berambut perak kearah nya.


“ Apa yang kau lakukan di sini anak kecil!!"


“ Mencari peri _____________ Danau________ menggapai bulan__________ Antimetori nebula," ucap nya gugup.


“ Ais, anak yang bodoh! Mana ada peri di hutan ini, di sini juga tak ada danau kau telah di tipu bocah!" Ucap laki-laki itu mencibir kasar menatap lekat-lekat wajah gadis kecil dihadapan nya.


“ Aku di tipu? Lalu apa itu Antimetori nebula?" Guman shinara pelan. Laki-laki itu terkekeh pelah.


“ Buka bajumu," Printah nya. Shinara dengan masih bingung membuka pakaian nya menampakan sebuah lambang di samping perut nya berwarnah merah Semerah darah dengan ukiran yang indah.


“ Ini apa?"


“ Antimetori nebula!"


 Shinara tidak tau apa yang dia ucapkan sekarang tubuh pria itu mulai meluntur dan menghilang, kini tingal dia berdua dengan sosok 🦁 singa  yang sudah menjadi jinak pada nya. Mengelus wajah singa itu


Dengan pelan membuat nya sedikit tenang.


 Dari kejauhan terlihat cahaya obor dan triakan memangil nama nya, shinara berpamitan pada serigala itu dan berjanji akan menemui nya lagi untuk membawa nya pergi.


“ Sampai jumpa lagi bye-bye "


 Ia melambaikan tangan sambil berlari meninggalkan tempat itu, serigala itu kembali ketempat asal nya dan bersembunyi untuk menunggu kedatangan selanjutnya gadis kecil itu***.