
***Yunho mengelus Surai hitam itu dengan gemas membuat Shinara memandang nya dengan tatapan Devils siap mencaci maki dirinya.
" Jangan menatap ku seperti itu! Sekarang pilih lah boneka mana yang kau mau!!" ujar Yunho.
" Karna aku menang 20 kali maka hadiah sesuai dengan jumlah yah kan?" Tanya shinara penuh kegirangan ke arah pemilik stand.
" Baiklah nona," ucap pemilik itu dengan suara parau.
" Bercanda. Aku mau lima boneka saja
Boneka yang hitam itu, lalu panda yang hitam itu, kucing yang cream, rubah itu dan yang itu, eh yang itu juga dan itu juga," Tunjuk shinara ke arah pemilik stand yang mengambil semua pilihan shinara.
" Ini nona manis," pemilik stand itu memberikan boneka ke arah shinara, ia menerima Boneka yang besar nya hampir setengah ukuran tubuh nya.
" Apa nona itu kolektor boneka hahaha
Sangat lucu melihat ada gadis seperti itu,"
" Hahaha mungkin! Dia tak selucu kelihatan nya," Ujar Yunho memberikan beberapa lembar uang ke arah pemilik toko itu.
" Tuan ini kelebihan banyak kalian hanya bermain 25 kali," Ucap pemilik stand saat menghitung jumlah uang yang Di berikan Yunho kepada nya....
" Tidak masalah itu tips untuk bapak....!"
" Yunho ... Kamu bawa satu boneka ini yah aku sudah menaruh nya di bagasi tiga," Shinara mengasong boneka pada nya.
" Aiiis ... Mana bisa pemuda seperti ku mambawa Boneka kemana-mana,"Protes Yunho membuat Shinara menatap nya dengan pandangan tajam.
" Yak sudah sini aku bawakan," ia mengambil satu boneka yang setengah dari ukuran gadis itu.
" Mau lanjut?" Tanya Yunho membuat Shinara menganguk dan berjalan mendahului nya.
Mereka membeli berbagai makanan yang berada sana, hari itu semua di isi oleh suara ceria dan senyuman gadis itu yang membuat Yunho merasa akan terjatuh seperti Kevin tapi ia sadar mereka terlalu jauh jika harus di sandingkan satu sama lain nya.
Villa shinara.
Gadis itu membawa satu boneka ke kamar nya di bantu oleh bibi An dan yang membawa ke empat boneka sisa nya ke kamar shinara.
Shinara menghempas kan tubuh nya terlihat dus besar berada di kamar nya ia membuka teryata boneka- boneka yang ia beli tadi membuat gadis itu tertawa kencang membuat bibi An terheran-heran.
" Bibi An bantu aku dekorasi ulang yah! Atur semua boneka yang ada disini,"
" Nona yang lama masih bagus," Tanya bibi An membuat Shinara terdiam memang benar yang lama masih terlihat bagus.
" Sumbangkan ke panti asuhan!!"
" Baik nona,"
Di saat bibi An tengah mendekorasi ulang kamar nya Shinara masuk kedalam satu ruangan rahasia yang berada di balik lemari kaca. Ia membuka kunci nya dan masuk kedalam sana terlihat sebuah pintu hitam yang berada di sisi kanan ruangan.
" KREK"
Suara pintu terbuka.
Shinara masuk kedalam nya terlihat jajaran pistol dan sniper berada di sana.
Pedang, shuriken, bom asap, nukril, pesawat intai mini semua benda militer itu terpanjang di kamar nya.
" Racun Akasu sudah mulai habis! Aku harus membuat yang baru," Ucap shinara mengambil beberapa ramuan dan botol yang telah terpajang di sana.
Malam itu di ruangan itu gadis itu membuat sebuah uji coba racun yang lebih kejam dari racun buatan nya dulu racun yang setengah memakai darah nya belum sepenuhnya nya selesai tapi shinara yakin jika ia akan bisa membuat racun yang paling mematikan di dunia ini.
Di saat bersamaan di lain tempat kini Yunho tengah menyadarkan tubuh nya pada sofa di belakang nya, sunguh ia terlalu capek untuk melakukan kegiatannya mengigat acara tadi saja sudah membuat nya senyum-senyum sendiri.
Tap
Ia menyodorkan secangkir kopi pada nya membuat Yunho mendongkrak menatap nya aneh melihat Lester yang biasa nya acuh.
" Terima kasih,"
" Apa yang kalian lakukan seharian tadi?" Tanya Lester memecah keheningan diantara mereka.
" Berlanja boneka, gadis itu teryata sangat menyukai boneka bahkan satu toko ia borong mirif kolektor," ucap Yunho acuh sambil memejam kan matanya.
" Gadis itu," ucap Rian meminum kopi nya dengan santai.
Tap tap tap
Zero berjalan menuruni anak tangga tanpa segaja mendegar ucapan Yunho bahwa gadis itu membeli banyak boneka membuat dirinya merasa sedikit kesal ke arah Yunho.
" Jaga jarak dengan nya! Jangan sampai kau jatuh cinta pada nya karna kalian beda dunia dan jarak Antara kalian sangat lebar," Suara bariton itu membuat Yunho menoleh kesamping dan menganguk.
" Aku tau batasan ku tuan...."
" Bagus lah,"
" Aku permisi ke kamar dulu," Yunho menaiki anak tangga dan pergi dari sana.
Kembali lagi pada Shinara ia tengah mencium bau racun yang menurut nya sesuai selera nya, ia menyuntikan racun itu pada salah satu bintang percobaan nya yaitu katak 🐸 salah satu binatang yang sering jadi target utama percobaan nya.
Hanya dengan 20 detik racun itu sudah ber fungsi membuat senyum mengembang dibibir nya,setidak nya ia memiliki kartus as untuk menyerang para orang-orang sialan itu termasuk menghadapi para inkarnasi yang selalu mengangu nya.
Shinara terdiam dalam lamunan nya tanpa ia sadari bahwa seekor singa tengah berada di samping nya.
" RAUMMM,"
Shinara kaget dan melihat singa itu berada di ruangan rahasia milik nya sejak kapan dia berada di sini?
Hanya ada satu orang yang bisa keluar masuk kemar ini yaitu dia membuat Shinara mengusap serigala itu dengan lembut.
"Coco nama mu adalah Coco,' ia membelai serigala itu dengan lembut.
" Kelak aku akan membawa mu dalam pertarungannya yang v tak manusiawi apa kamu mau Coco?"Monolog shinara menatap langit-langit ruangan itu.
" Aku tau! Aku pasti akan membawa mu," Seru shinara saat merasakan coco mengelus kepala nya pada tangan nya bahwa dia bersedia untuk ikut dalam pertempuran cawan suci.
"Baiklah! Sebaik nya kamu berada di kandang yah Disni terlalu bahaya, banyak racun yang aku buat," Shinara keluar dari kamar itu.
Bibi An yang mendapati shinara berada di sana dengan se ekor Singa mendadak tak bisa berkata-kata sejak kapan nona nya membawa singa ke rumah itu.
" Bibi An dia Coco peliharaan kecil ku,"Shinara menunjuk Coco yang tengah tengkurap di lantai.
'binatang kecil? Apa nona ku sudah gila? Serigala sebesar ini di sebut kecil apa nona terlalu tertekan karna tuan kali yah '
Dengan perasaan takut bibi An membawa Coco kesalahan satu kandang yang berada di ruangan bawah tanah milik nona nya. Sebuah tempat yang selalu dijadikan tempat tawanan yang kini berpindah fungsi menjadi tempat Coco berada.
Coco memandang kepergian bibi An
Sepergi nya bibi An sesosok jangkung berada di depan nya, Coco menatap geram kearah nya sedangkan sosok berubuh bongsor itu tersenyum kearah nya.
" Semongga kau bisa melindungi nya,"
Ucap nya lalu menghilang dari sana membuat Coco yang sedari tadi geram menjadi diam dalam keheningan***.