
***Jalanan terlihat ramai banyak orang berlalu-lalang di sekitaran pelabuhan
Menyambut pagi di sertaii angin laut yang menerpa dedaunan membawakan suasana tenang, para petani silih berganti memasuki area persawahan mereka bercocok tanam untuk menyambung kehidupan nya, para pedagang telah siap dengan dagangannya yang rapih.
Nelayan kini tengah berada di tengah lautan membawa secercah harapan untuk mendapatkan ikan yang banyak.
Shinara berjalan menyusuri setiap inci dari kampung itu melihat betapa damai dan Makmur nya kehidupan di sini, tak jarang anak-anak mendorong nya membuat Shinara Tersenyum saat mereka meminta maaf pada nya.
Hembusan angin menerpa tubuh nya membuat Shinara merasa melayang Ia pun berjalan kesalah satu toko yang telah di penuhi banyak pembeli.
“ Aku pesan makanan nya satu porsi," ucap Shinara pada pelayan , ia berjalan menuju tepian laut menikmati paparan biru air laut yang menerpa kakinya.
Ia membungkuk mengambil beberapa cangkang kerang dan menyelipkan pada saku rok nya, ia menoleh pada seorang pelayan yang tengah membawa pesanan nya membuat gadis itu menyulingkan senyuman nya.
“ Terima kasih!" Ucap nya.
“ Sama-sama nona!!" Pelayan itu beranjak pergi. Setelah mendapat kan beberapa lembar uang meningalkan shinara yang kini tengah kalut dalam lamunan nya.
Suapan demi suapan memasuki mulut nya
Gadis itu mengunyah potongan cumi-cumi bakar yang begitu gurih dan enak.
Shinara menarik sudut pandang mata nya melihat ke arah nya, Akane tengah memakan seporsi besar lobster membuat gadis itu terdiam teryata orang seperti Akane memiliki porsi makan yang banyak.
“ Shinara apa kau pernah mendegar A003 bukan nya dia adalah teman mu dulu!" Tanya pemuda itu kearah shinara yang terdiam.
“ A003 siapa dia?" Tanya shinara membuat pemuda itu tersedak makanan nya.
“ Uhukkk uhukkk tidak maksud ku bukan itu lupakan saja!!" Ucap nya membuat aku menganguk.
Aku berdiri dari sana meningalkan Akane yang tengah kebingungan mencari nya, shinara sampai di sebuah toko persenjataan ia masuk kedalam dan memesan sebuah pedang.
“ Nona apa yang kamu perlukan?" Tanya pria paruh baya membuat Shinara mengedarkan seluruh pandangan nya melihat sekeliling toko itu.
“ Pedang! Apa ada pedang panjang namun tipis. Dengan beberapa macam serangan jarak menengah ?" Tanya shinara pada pemilik toko di hadapan nya.
“ Nona persenjataan kami telah tipis karena banyak orang-orang memboking semua pedang dan senjata dari toko kami," gugup penjual membuat Shinara menautkan alis nya tak percaya.
“ Berikan saja pedang yang masih belum di beli!!"
Pembuat pedang itu pergi dari sana dan mengambil tiga sampel pedang yang begitu tajam, namun bagi shinara pedang seperti itu adalah kualitas rendah bahkan dengan serangan jarak dekat yang beruntun hanya dengan dua serangan akan patah.
Shinara menimbang-nimbang pedang di depan nya, lalu ia mengambil sebuah pedang ganda bertaring, ia melihat sisi dan inci pembuat pedang itu yang kurang memenuhi standar.
“ Aku ambil ini, berapa harga nya?" Tanya Shinra pada pemilik toko itu yang memberikan sarung pedang nya.
“ Baik nona,"
Shinara mengasongkan uang pada pemilik toko itu dan pergi dari sana, ia merasa ada seseorang yang terus saja mengikuti nya
Namun untuk saat itu biarlah ia harus memancing orang itu keluar dari persembunyian nya.
****
Pagi buta sekali sebelum Mentari menampakan dirinya sebuah suara derap langkah kaki membangunkan gadis itu.
Perlahan kelompak mata nya terbuka menampakan iris merah yang menyala ia mengedarkan pandangannya ia turun dari kasur tidur milik nya.
Ia baru saja tertidur sekitar satu jam dan harus tergangu dengan suara langkah kaki di pagi buta membuat gadis itu meruntuk kesal.
Aku berjalan keluar dari kamarnya
Berjingkit mengintip seseorang yang tengah mengintai seorang wanita yang tengah tertidur, gadis itu tengah siap dengan pedang nya ia memfokuskan penglihatan nya.
Dengan secepat kilat pedang di tangan nya ia lesat kan membuat suara percikan yang membangunkan wanita itu.
TRANG
SRETT
“ Pergi!"
Printah shinara.
Sosok itu masih menahan pedang taring shinara, gadis itu mendorong pedang nya lalu memukul perut sosok itu yang terjengkang kebelakang.
Trang
Treng
Trang
Treng
Shinara dan sosok itu saling bertarung
Mereka mengelak dan menyerang satu sama lain.
Shinara berjingkit menghindari serangan orang itu lalu menebas tubuh orang di Samping.
Siutt
Trang
Pedang milik nya patah membuat Shinara terpaksa mundur, ia beberapa kali menghindar sampai akhir nya terpojok diantara bebatuan di antara pemandian air panas.
“ Kau siapa? Pembunuh mereka atau pengawas ku?" Tanya shinara membuat sosok itu menyayat lengan shinara sampai berdarah.
ARGHH
Perih itu yang ia rasakan ketika pedang tajam menusuk kedalam permukaan kulit nya, shinara tertunduk ia memegang lengan kiri nya dan berjalan dengan lunglai.
“ Hei nona terima saja nasib mu itu!!"
Orang itu melesatkan pedang nya ke arah leher shinara membuat gadis itu tersenyum kecut lalu melemparkan beberapa kerikil membuat pedang milik nya terjatuh masuk kedalam kolam air.
Shinara melesatkan beberapa ranting pohon hingga mengenai sosok itu yang kini tengah di ringkus para pekerja pemandian air panas.
“ Nona terima kasih telah menangkap orang cabul ini," Pemilik penginapan membungkuk kearah shinara yang tersenyum lembut.
“ Sama-sama!!"
“ Nona kami akan membereskan sisa nya jadi kumohon partisipasi nona dalam menjalankan kasus ini!" Seorang pelayan yang lebih muda menepuk bahu Shinra pelan.
“ Tentu!!"
Semua orang pergi dari sana meningalkan shinara yang diam dalam keheningan, luka di lengan nya perlahan menutup ia menegandah ke atas melihat langit yang sudah mulai fajar.
“ Keluar lah!!" Ucap Shinra ke arah orng yang kini tengah bersembunyi di balik pohon.
“ Teryata insting mu lumayan tajam," Cibir sosok pemuda berambut hitam ke arah nya membuat Shinara menarik kerah baju pemuda itu.
“ Siapa kau? Kenapa selalu mengikuti ku kemana pun?" Tanya shinara dengan penekanan kata kemanapun membuat sosok itu tersenyum.
“ Nama ku Kaname kuran seorang pedagang senjata! Aku mengundang mu untuk mengikuti jejak ku mendagangkan senjata bagaimana apa kau tertarik?" Tanya Kaname membuat shinara menimbang-nimbang bingbang.
“ Kenapa harus aku? Aku bahkan tak tau bagaimana menjual senjata yang ku tau hanya membunuh bukan berbisnis
Dan lagi apa hubungan ku dengan mu kenapa kau memaksa ku?" Tanya shinara dengan tampang menyelidik kearah nya.
“ Apa kau tak tau? Ibumu juga seorang pedagang senjata shinara seiran!!" Kata penuh arti itu membuat Shinara diam apa yang tadi ia katakan ibu? Memang nya siapa ibunya kenapa dia mengetahui tentang ibu yang dimaksud nya apa...
“ Ibu? Siapa ibuku?'
“ Bergabung lah jika kau ingin tahu! Nanti kita akan berkeliling dunia menjual senjata ," Kaname membelai rambut hitam shinara membuat gadis itu terdiam***