
"***Shinara-chan,”
“ Hei! Shinara-chan ”
Pangilan seseorang membuat ku menoleh ke samping terlihat seorang gadis seumuran ku yang ku yakini berasal dari kota Osaka.
“ Shinara-chan! Tunggu aku kumohon shinara-chan,” Triak gadis itu kembali mengema membuat gadis di hadapannya nya berhenti.
“ Kenapa ..............”
“ Shinara-chan, nama ku adalah Mumu wakil ketua OSIS ketua menyuruh kamu untuk pergi keruangan nya sekalian bawa beberapa makalah tentang biologi," Ujar wanita bernama Mumu dengan seyuman yang mengembang di bibir nya.
“ ouh makasih!!"
Mumu pergi dari sana dengan sedikit berjingkrak senang tak heran ia bisa bicara dengan sosok gadis yang sangat tertutup itu membuat nama shinara masuk kedalam tipe nya.
Mungkinkah dia dulunya adalah seorang murid SMA yang idiot dan bodoh yah?
Bukan nya gadis bernama Mumu itu baru masuk sama seperti ku.
Shinara mengaruk Tengkuk yang yang tak gatal memikirkan hal-hal yang menurut nya sangat berbelat-belit itu.
Ruang osis.
Shinara masuk kedalam ruangan yang berada di tengah lorong dekat dengan tangga lantai dua sekolah, ia memutar knop pintu dan mendorong nya perlahan.
Terlihat beberapa orang tegah terdiam menunggu nya dengan epresi yang berbeda sosok ketua OSIS yang berwajah ceria dengan epresi antusias. Seorang perempuan berambut pirang yang kelihatan nya malu-malu membuat Shinara menarik sudut pandang mata nya kearah samping gadis itu.
“ Ketua ada apa?" Tanya shinara dengan pandangan sulit diartikan kearah ketua OSIS.
“ Shinara! Duduk dulu!!" Tawar nya ramah.
“ Makasih . . . . Jadi ketua ada apa kau memanggilku aku harus kembali ke kelas beberapa menit lagi,"
“ Untuk hari ini kamu bebas perlajaran," Jawab ketua dengan senyuman sumbringah membuat Shinara menyipitkan mata nya meminta perjelasan.
“ Anooo________ nona shinara! Gilgamesh menyuruh kamu untuk menemani nya seharian sekaligus meminta penjelasan karna kamu tak mengantar dia pulang," Yuna yang di lirik ketua kelas mendadak memberikan penjelasan kearah gadis itu yang menganguk perlahan.
“ Ok! Hanya saja aku ada beberapa sarat!!" Ucap shinara membuat ruangan itu sedikit menguat aura aneh.
“ Sarat apa?"
“ Carikan dokumen tentang perempuan bernama Meila anak seorang politikus," Shinara memegang sudut bibir nya.
“ Bukan nya dia sudah tewas kemarin malam? Kata nya dia di bunuh untuk apa kamu mau____-" ucapan ketua kelas seketika bungkam ketika gadis itu beranjak pergi dari sana.
“ pikir lah...."
17.00 waktu standar Tokyo.
Tanpa sadar gilgamesh terus memeluk shinara setelah mereka melewati banyak tantangan pagi ini, Shinara tak merespon dan hanya diam membiarkan gilgamesh memeluk nya dari belakang.
Gilgamesh yang baru saja mendapatkan penglihatan nya kembali tak menyangka akan mendapatkan bahaya di serang beberapa mafia kakap, Ia bertekad akan melindungi shinara sebagai sosok yang harus ia lindungi dengan nyawanya sendiri Karna sejak mereka bersama gilgamesh sudah merasa kan sesuatu yang salah pada dirinya.
Tapi sepertinya ia hanya bisa menatap shinara dari kejauhan melihat bahwa dia sangat mirif dengan ibunya yang bahkan tak pernah merespon jika dirinya menyentuh bahkan memeluk ibunya waktu kecil epresi ini sangatlah mirip dengan dulu.
Shinara menfokuskan pendegaran nya mendegar arah suara tembakan yang datang secara beruntun kearah mereka khusus nya kearah gilgamesh, ia tersenyum kecut dan merongoh sesuatu dari balik rok nya.
" gilgamesh menunduk,” shinara mendorong tubuh gilgamesh kebelakang dengan kasar. Ia mengambil sebuah pistol SS2 Sebuah pistol SS2 subsonic bisa di pilang upgrade dari SS2 walau pun peluang nya kecil untuk mengalahkan semua penembak jitu tapi bukan shinara nama nya jika tak menyerang balik.
Gilgamesh mendongkrak ia berjalan merangkak kearah shinara yang tengah fokus menyerang arah dimana orang-orang menembak kan pistol nya kearah dirinya.
Shinara sudah tak sabar ingin menghabisi semua orang sudah jelas bahwa ini pembunuhan berencana untuk putra kedua pangeran gilgamesh***.
***Shinara menduga bahwa penembakan jitu itu berasal dari gedung Yingshi yang berada di arah barat dimana tempat mereka berada. Ntah kenapa ia bisa merasakan gerakan dan strategi mereka yang mulai beranjak pergi ke gedung tengseing arah yang sudah di pasang beberapa jebakan dan ranjau untuk memancing shinara dan gilgamesh keluar dari tempat mereka berada.
Namun jejak yang mereka tinggalkan sedikit lebih samar membuat shinara lebih leluasa untuk membunuh mereka. Tanpa harus peduli jika para polisi men cap nya sebagai seorang pembunuh karna nanti nya kasus ini hanya akan di sebut sebagai kecelakaan tak di sengaja.
“ Hei gilgamesh, Apa kau masuk kedalam sebuah kasus atau skandal besar kenapa perdana Mentri menyuruh beberapa mafia untuk membunuh mu? Dibandingkan dengan kakak mu yang jenius itu kau hanya seperti anjing penjaga kakak mu yang dijadikan kambing hitam agar kakak mu terlepas dari kasus perebutan kekuasaan bersama dengan hilang nya barang bukti kalo dia membunuh anak dan istri pembana Mentri denga melimpahkan semua tanguh jawab pada mu.”
Gilgamesh terdiam membeku mendegar ucapan shinara yang tepat mengenai jantung nya.
“ Di lihat dari senjata dan simbol yang mereka gunakan bahwa mereka adalah mafia terbesar di kota ini! Dan yang paling penting kakak mu berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” Ujar shinara dengan tampang meremehkan.
“ Jangan bahas,"
Gilgamesh menjawab dengan singkat.
Mereka keluar dari gedung-gedung yang sempat jadi Medan asik tembak-menembak yang berlangsung sekitar 4 jam lama nya akhirnya dengan mengikuti saluran pembuangan air mereka bisa langsung terhubung pada gedung yingshi yang menjadi pusat terbesar penyerangan.
Disana shinara membunuh mereka dengan kejam menembak kepala mereka dengan sadis memberikan kesenangan yang tak terhitung baginya.
Shinara melihat arloji di tangan nya melacak beberapa target yang sedang berjalan kearah nya, ia meminta gilgamesh untuk pergi dari sana karna ini waktu nya bersenang-senang.
“ Shinara apa kau yakin?" Tanya gilgamesh.
“ Sangat yakin!" Ucap nya.
Dengan berat hati gilgamesh pergi meningal kan shinara. Kini gadis itu tengah berada di sebuah gedung mengintai para mangsa nya perlahan tubuh tertembak satu persatu.
DOR, DOR, DOR
Peluru mengema di atas gedung tua yang sudah dijadikan pusat dari pembunuhan tadi. Shinara berdiri diatas gedung mengawasi gerak-gerik para mafia yang kini tengah ketakutan melihat para orang-orang mulai terbunuh.
Shinara semakin mengila menembak mereka dengan kemampuan yang dimiliki shinara membuat semua mafia itu terjatuh dan mati setelah memastikan bahwa target nya mati shinara meninggal gedung itu dan pergi dari sana.
Shinara berlarian ke arah hutan ia tak ingin jika gilgamesh tertangkap hanya dengan cara ini ia bisa menyelamatkan gilgamesh.
Walaupun tak memakai chip namun shinara sudah memasangkan alat pelacak di kalung yang di gunakan gilgamesh saat dia tidur.
Tunggu aku aku pasti menyelamatkan mu
Aku hanya bisa menembus semua hal ini pada mu saja jangan mati dulu.....
Kumohon aku akan segera kesana jangan mati dulu....
Shinara beberapa kali tersandung dan jatuh ketanah, tapi ia mengabaikan luka kecil yang mulai menutup kembali***.