
***Kini seorang wanita tengah berdiam di sebuah klub malam mata nya yang sedu terlihat beberapa butiran air mata yang terus saja keluar tanpa berhenti, wanita itu menengkurabkan wajah nya berharap beban di hati nya akan menghilang.
“ Tambah lagi bos!" Ucap nya sambil memberikan gelas yang kosong.
“ Nona anda sudah terlalu mabuk!!" Ucap pelayan itu ke arah shinara yang diam tanpa epresi jelas.
“ Kumohon tambah lagi!" Ia mengebrak meja membuat suara ricuh seketika terdegar gadis itu menoleh ke samping.
Orang-orang ber- jas hitam terlihat menghapiri nya, s seorang menarik dirinya agar menepi, kini dua orang pemuda tengah bertatapan dengan aura membunuh masing-masing.
Mereka saling menodongkan pistol ke arah kepala lawan ya membuat tempat itu seketika gentar tak ada yang berani melangkah atau pun mundur karna tempat itu telah di kepung oleh gangster.
“ Kaname. Apa belum cukup pelajaran yang kau ambil saat kejadian 17 tahun lalu?" Ujar orang itu menodongkan pistol ke arah kepala Kaname, peluru di dalam nya siap kapan saja menembus permukaan kulit kepala Kaname.
“ Shu! Sebelum berbicara sebaik nya kau introspeksi diri sendiri dulu," Tegur Kaname dengan wajah yang memandang arogan ke hadapan nya.
" Cih! Kenapa kau rela menghabiskan waktu mu untuk masuk kedalam permainan ini Kaname!!" Sinis Shu dengan nada mengejek ke arah nya.
“ Ini bukan permainan!!"
“ Benarkah?"
“ Kalo begitu kapan antimetori nebula akan bangkit sepenuh nya menyerap semua monster kuno yang masih tersegel di tempat itu," Tanya Shu dengan pandangan nanar ke arah nya membuat Kaname menepuk kepala nya pelan.
“ Percaya pada ku! Dia tak mungkin sebahaya itu Shu!"
Shu menurunkan todongan pistol nya
Ia berjalan keluar dari sana, sebelum itu ia mengucapkan beberapa kata ke arah shinara yang masih mabuk membuat gadis itu terdiam.
Kaname langsung membawa Shinara pergi dari sana ia tak mungkin harus melawan Shu, karna dirinya maupun Shu adalah korban dari tiga keluarga yang habis terbantai. Sekarang Kaname hanya bisa mengandalkan dia sebagai kunci membuka gerbang dunia bawah dan memusnahkan semua mahluk pemakaman manusia.
******
Hari menjelang sore kini seorang gadis tengah berlarian di berantara hutan yang rimbun, senjata di tangan nya beberapa kali menghantam pohon yang tak segaja ia tabrak.
Suara alat di telinga nya membuat kesan cangung dan gugup, beberapa orang berlarian mengejar nya membuat sosok itu lebih cepat berlari menghindari semua tembakan dari senjata yang di bawa para tentara bayaran yang ingin membunuh nya.
“ Hallo! Kaname sampai kapan aku harus mengulur waktu?"
[ Tunggu sebentar lagi. Aku masih dalam perjalanan menyelundupkan senjata nya. . .]
“ Kaname apa aku bisa membunuh mereka?”
Tanya sosok itu dengan penuh harap ke orang yang berada di sebrang sana.
[ ingat jangan menyisakan barang bukti satu pun ]
" Ok ...!"
Gadis itu terus berlari hingga sampai lah di sebuah danau yang di huni oleh binatang air reptil apalagi kalo bukan buaya.
Gadis itu naik ke arah pohon dan mengintai para mangsa nya yang mulai mendekat, shinara bersiul sebagai tanda bahwa ia berada di atas pohon.
Para tentara itu mengepung shinara dan melesatkan beberapa peluru ke arah nya.
DOR
Treng
Suara tangkisan pedang milik nya.
“ Kapten Bagaimana menurut mu gadis itu terlalu ikut campur...”
“ Tenang! Kita di tugaskan hanya untuk menyeludupkan barang dagangan bukan membunuh anak kecil seperti nya!!" Ujar pria yang berwajah lebih garang di antara mereka membuat orang-orang di belakang nya menganguk.
“ kapten beberapa orang telah tewas di tembak!!"
“ APA !"
“ Gadis itu yang menyerang dari atas pohon...!"
“ Rubah rencana kalian buru gadis nakal
Dan bawa tubuh nya ntah itu masih hidup ataupun sudah menjadi mayat,” Printah kapten tadi membuat para anak buah nya berjajar menghormat lalu pergi menyebar untuk menangkap shinara.
Tiga mobil di depan nya saling menyalib satu sama lain membuat mobil polisi yang mengejar nya merasa jengkel karna di permainkan.
“ Ayolah Kaname Bagaimana kalian bisa mengejar ku!"
“ Tuan! Bagaimana ini kita di kejar polisi...
“ Diamlah Alex, apa kau tak mengerti tak ada jalan lain nya untuk mu karna jika kau kembali bersama mereka pun kau sudah dianggap sebagai penghianat, sedangkan jika bersama ku juga kita harus mengandalkan keberuntungan...."
“ Aku mengerti tuan!!"
Alex yang merupakan kepercayaan dari Kaname menjadi seorang penghianat, ia membocorkan informasi transaksi yang akan di langsungkan pada sore ini pukul 15.00 hanya saja ia tak mengira bahwa polisi akan mengetahui tempat transaksi mereka, bersamaan dengan itu Zen yang merupakan musuh bebuyutan dari Kaname maju sebagai orang ketiga dalam transaksi untuk menawarkan barang dagangan yang berupa narkoba dan sabu.
Zen berfikir bahwa dengan begini semua kesalahan akan di limpahkan pada Kaname seorang dan dia bisa bebas menikmati hasil nya sayang nya semua itu di gagal kan oleh yoyo membuat Zen menyuruh beberapa tentara bayaran untuk menggagalkan transaksi senjata ilegal Kaname sayang nya kesempatan itu malah di gagalkan juga oleh shinara.
Zen meng gas mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Zen memimpin kedua mobil di belakang yang merupakan mobil Kaname dan juga mobil yoyo.
" Yoyo turunkan kecepatan laju mobil kita lalu kau pergi ke arah kiri dan aku akan kanan...!" Kaname tersenyum simpul melihat para polisi masih berada di belakang.
“ Tapi kapten Bagaimana dengan Alex yang masih di mobil Zen?" Tanya yoyo yang berada di mobil samping ke arah Kaname yang menyerigai jahat lalu mengusap beberapa kata pada earphone yang terpasang di telinga nya.
“ P E N G H I A N A T H A R U S T A U B A L A S A N N Y A,"
Kaneme membanting setir nya membelokan mobil berwarna silver ke arah kiri dengan cepat ia menambah kecepatan nya lagi.
Polisi di belakang nya tercengar melihat mereka berpisah mengambil tiga jalur berbeda:” Bagaimana ini kapten mereka berpencar?" Tanya asisten yang berada di mobil samping nya.
“ Kejar mobil di depan saja!!" Printah ketua mereka.
Kini lima mobil polisi tengah mengejar satu mobil pembawa bandar narkoba yang melaju kan mobil mereka dengan kecepatan tinggi, nyawa sudah menjadi taruhan mereka bagaikan berada di ujung tanduk siap untuk mati kapan pun.
Yoyo dan Kaname turun dari mobil mereka
Mereka akhirnya bisa mentransaksikan barang yang mereka bawa, setelah mencapai kesepakatan mereka melajukan mobil itu pergi dari sana.
“ Kapten aku tak mengira kau merubah tempat transaksi secepat ini?" Tanya yoyo. Pandangan nya masih fokus menyetir mobil berwarna silver milik Kaname.
“ Zen membuat kita sebagai kambing hitam! Untung nya kita mengetahui rencana nya
Saat aku meminta mu untuk merubah jalur sejak itu aku menghubungi konsumen miliader kita," Kaname menepuk uang dalam koper di hadapan nya, yah Kaname lebih menyukai transaksi secara cash di Banding debit agar tak ada penipuan mereka harus waspada setiap saat.
“ Sayang nya beberapa senjata kita rusak..."
" Tak masalah!!"
Yoyo mengendarai mobil dengan kecepatan normal melaju di jalanan yang sepi karna hari sudah menjelang malam
Acara kejar-kejar tadi menghabiskan waktu sekitar 3 jam untung saja mereka selalu siaga dengan keadaan seperti itu.
****
Shinara membungkam mulut para tentara bayaran di depan nya, dengan tampang menyeramkan ia mengusur tubuh bongsor itu ke sisi danau dan satu persatu ia jatuhkan pada air di depan nya.
Shinara Tersenyum puas melihat mereka bertriak ketakutan saat binatang reptil penguasa danau berenang ke arah mereka.
Ia sangat puas mengamalkan beberapa kilo daging untuk sahabat nya yaitu buaya
Shinara melambaikan tangan nya lalu tersenyum ramah.
“ Buaya kalian makan yang enak yah!!" Triak shinara dengan senyuman mengembang di bibir nya.
“ Oh yah kain kali aku bisa membawakan daging segar lagi loh...."
Setelah meningalkan tempat itu ia berjalan ke arah jalan raya, motor ninja berwarna hitam masih berada di tempat semula
Sukur lah para orang-orang bodoh itu tidak membawa motor nya untuk melarikan diri.
Shinara naik ke motor nya lalu memutar kunci pipih di depan nya, kaki nya dengan cekatan mengatur gigi dan gas serta rem
Motor buatan negara Jepang itu melaju di jalanan yang sepi maklum hari sudah menunjukan pukul 2 malam***.