Shinara Nebula

Shinara Nebula
Tersedot portal



***Suasana di bandara begitu tenang tak ada suara sama sekali, seakan semua mahluk hidup takut untuk bersuara kini para orang-orang berjajar dengan pakaian khas hitam dan putih di Sertaii oleh kacamata hitam yang berteger di hidung nya.


Karpet merah tergerai dari ujung tangga pesawat sampai ujung lorong membuat mereka menjadi tontonan para orang-orang yang berlalu lalang.


 Helaian perak yang tertebak angin menambah kesan angun dan juga cantik untuk dirinya. Tas selempang yang ia pakai menjadi pusat perhatian para gadis remaja yang mengikuti trending jaman sekarang


Sebuah tas berharga ribuah Dolar yang sangat di minati oleh para sosialita kelas atas Dengan bandet harga selangit.


 Gadis itu berjalan dengan pelan dan angun ke arah mobil mewah yang telah tersedia di depan nya.


“ Berangkat_"- ucap nya singkat.


 Dari balik kaca jendela terlihat dua orang yang tengah mengawasi gerak-gerik tadi


Mereka hanyut dalam kesunyian sebelum 


Salah satu dari mereka memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan di hiasi oleh suasana mencengkeram dan sunyi tak ada yang bicara sama sekali. Shinara melirik pemandangan ke luar jendela pikiran nya terbayang ke jadian tadi.


 Lester yang mengetahui apa yang di pikirkan shinara sedikit tersenyum Setidak nya ia bisa merasakan dua barang yang empuk dan kenyal milik gadis itu  Lester membelokan setir ke arah samping ke dalam sebuah Mashion yang besar dan mewah.


 Sambutan hangat dari anggota UQ HOLDER membuat Shinara tersenyum ramah sudah lama ia meninggalkan negara nya meningalkan rumah yang harus nya ia miliki.


“ Aku pulang ,” ucap nya nanar.


“ Shinara-chan..."


Suara bariton dan dingin dari arah belakang membuat Shinara berlari ke arah nya merasakan helusan pada puncak rambut nya.


“ zero---- Shinra itu siapa dia----- apa Shinra ibuku?" Ujar shinara dengan pandangan penuh harap yang membuat zero seketika luluh dan menutup mata shinara.


“ Tidurlah______" pandangan mata shinara tiba-tiba mengelap sekarang semua nya gelap dan hampa hanya ada ruangan kosong yang gelap dan sunyi samar-samar ia melihat sosok Yunho yang cemas ke arah nya.


“ Ini terlalu kejam zero....!!"


 Ucap Lester ke arah zero yang mengacak Surai perak milik nya gemas.


19.00


 Kini Shinara tengah bergulat dengan pikiran nya sendiri memikirkan tentang shinra membuat kepala nya hampir meledak. Shinara beranjak menuju ke arah jendela tanpa sadar ia melihat sebuah pusaran angin yang menghantam nya


Shinara tercekik dan tersedot ke dalam pusaran itu.


 Ia memberontak sunguh ia ketakutan baru kali ini tubuh nya serasa di cabik-cabik.


 Zero dan Lester berserta Yunho dengan cepat mendobrak pintu kamar shinara memang sudah di ramalkan sejak dulu bahwa tragedi ini akan sampai pada batas nya.


 Tanpa pikir panjang lagi Lester berlari menerobos kawasan pusaran angin yang merupakan terowongan penebus di mensi kini dua orang itu tergeletak di antara Padang pasir yang gersang.


 Ia memutar kedua bola mata nya kiri kanan sunguh dimanakan ia berada tempat yang gersang hanya di penuhi oleh pasir dan badai pasir. Lester berjalan dengan sempoyongan hingga sampai di sebuah gua besar yang tersembunyi di balik pasir


Ia masuk kedalam nya berharap badai pasir yang dahsyat ini bisa berhenti secepat nya.


“ Aku dimana sebenarnya?" Ujar Lester menyusuri gua yang tak terhuni yang di penuhi oleh semak-semak.


  Hamparan padang pasir merata sepanjang mata memandang hanya di hiasi warna pasir badai pasir menjadi peristiwa Ekstrim yang terjadi.


 Kini banyak orang terhisap kedalam amukan si raja hisap.


Jeritan dan triakan meminta tolong tak luput dari pendengaran nya.


 Samar-samar terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka, mengambil sebuah botol minuman yang terbuat dari bambu mengarahkan nya pada orang yang tengah tergeletak di antara hamparan tubuh mayat yang kini hanya tingal sebuah tubuh tanpa nyawa sebuah wadah kosong yang hampa.


 Perlahan kelopak mata pemuda itu terbuka menampakan iris mata yang hitam pekat sepekat malam, ada rasa tenang dan juga kebencian di dalam nya.


Lester membantu sosok itu berdiri menghindari amukan badai pasir yang makin meraja rela.


" Ayo ikut aku,” Lester membopong sosok itu pergi dari sana meningalkan tempat itu.


“ HM"


 “ Siapa kau?" Tanya sook itu ke arah Lester yang tengah menyalahkan api unggun membakar sepotong daging yang telah mereka tangkap tadi.


“ Siapa aku tak penting! Hanya saja kita harus bekerjasama untuk meningalkan tempat ini!!" Ucap Lester dingin.


 Keheningan menghiasi disana kini kedua orang itu diam dalam kebisuan hanya tarian indah sang api yang menemani menyegarkan mata yang sudah mulai memerah karna iritasi.


“ Mata mu memerah!;" Tanya sook itu ke arah Lester yang berdehem pelan.


“ Abaikan..."


 Lester mengosok kedua mata nya“ Kau?! Siapa nama mu?!!"


“ Nama ku Douglas..."


“ Douglas! Ini abad keberapa sebenarnya?" Ujar Lester penuh tanda tanya membuat doglas mengeyitkan dahi nya heran.


“ Ada apa dengan mu? Ini pertengahan abad Eropa!!"


“ APA..."


 Lester tersedak oleh daging yang ia makan beratri ia menjelajah waktu hingga sampai pada abad ke Eropa


Lalu dimana shinara yang ikut bersama nya ke abad ini apa shinara juga terdampar di abad ini atau di abad yang lain***.