Shinara Nebula

Shinara Nebula
16



***Shinara tak menyangka hari pertama diri nya di sini membuat sedikit kesan tak nyaman, ia tak bisa tidur karna perabotan di kamar nya seperti membuat dirinya terbayang sosok yang samar-samar seakan mengajak nya bicara.


Hanya saja sosok itu perlahan hilang dan muncul kembali gambaran seorang wanita membuat Shinara merasa risih, Karna tak bisa tidur shinara memutuskan untuk mencari tahu sekitarnya negara A Ia berjalan dalam kegelapan menyusuri lorong-lorong yang sangat panjang dan sepi karna semua orang pasti tengah tertidur dengan damai nya, Tapi itu sedikit membuat nya menjadi lebih senang dan bebas karna bisa menghirup udara segar tanpa ada nya pengangu yang akan membuat nya risih.


 Tak peduli apa pun yang ada di depan nya seorang shinara akan selalu melawan orang yang menindas nya.


 Aku berjalan perlahan hingga akhirnya sampai di sebuah ruangan yang sangat besar. Ia berjalan sekeliling ruangan yang ia yakini sebuah Laboratorium militer terbukti banyak nya uji coba membuat Shinara merasa nostalgia dengan tempat ini.


“ Sudah lama aku tak melihat reaksi seperti ini.....”


 Saat shinara melintasi sebuah tabung reaksi tanpa segaja ia menepak kaca besar yang seketika muncul seorang wanita muda berada di dalam cairan di dalam nya.


“ ini! Apakah uji coba?" Monolog shinara mengusap pembatas kaca di depan nya, gadis muda di depan nya hanya menatap shinara tanpa epresi sedikit pun pada nya.


“ Tubuh mu lemah! Tak butuh waktu satu Minggu kamu akan tewas, hei apa kamu mendengar kan ku?" Tanya shinara pada sosok yang seakan pasrah akan nasib nya.


“ Aku dulu seperti mu juga,” Ujar shinara lembut Tersenyum ke arah gadis didalam tabung itu.


 Shinara yang asik berbicara sendiri di dalam ruangan itu tanpa ia sadari sudah ada sosok lain yang tengah menatap nya dengan pandangan geram, baju yang ia pakai adalah seragam kebesaran tentara militer A membuat kesan elegan dan tampan untuk nya.


 Nama nya adalah Laksamana Key ia adalah seorang pemimpin yang tanguh dan kuat diantara para prajurit yang siap mengobarkan nyawa nya untuk negara tercinta.


 Laksamana Key memandang shinara atas bawah muncul kerutan di kening nya, ia tak suka melihat gadis yang seenak jidat nya masuk kedalam ruangan penelitian milik dr. Li yang merupakan sahabat terpecaya nya. 


 Pemuda itu berjalan perlahan lalu menodongkan pistol ke arah kepala shinara, gadis itu merasakan sesuatu yang menonjol dan menoleh melihat Laksamana tengah mengertak nya dengan pistol di sisi kepala nya membuat shinara Tersenyum kecut.


“ Siapa kamu? Kenapa bisa muncul di sini ini adalah penelitian rahasia milik departemen negara A,” Tanya key dengan nada suara yang mengintrogasi shinara.


“ Namaku shinara!!!"


“ Shinara nama yang sangat jelek . . Apa kau mata-mata Mars atau Neptunus cepat katakan atau kau akan mati sekarang juga...!"


“ Apa maksud mu? Aku adalah Shinara gadis militer biasa sekarang cepat lepaskan tangan mu dari ku,”


“ Kau berani berbohong? Lihat saja apa kau bisa bicara setelah ini...!"


“ Hei berengsek apa yang kau lakukan hah?”


“ Diam kue serabi!!"


“ kue serabi kepala kau,"


 Shinara mendadak emosi ketika pemuda di hadapannya nya mengejek dirinya dengan sebutan kue serabi.


 Key membawa shinara kesalah satu kolam yang berada di ruangan sebelah, ia melempar tubuh shinara kedalam nya gadis itu meledak-ledak ketika air dingin membuat kepala nya berdenyut sakit.


 Ingin sekali memberontak, aku ingin bertriak , aku ingin keluar tapi kenapa perasaan ini membuat ku seakan jatuh semakin dalam tubuh ku tak bisa di kendalikan sengatan listrik membuat ku lemas.


“ Kolam itu dinama kolam karma dimana terdapat sejumlah listrik dan es dengan jumlah besar!!"


“ Lepaskan..!"


“ Enak saja kau? Air es itu akan membeku saraf otak mu kemudian membuat pikiran mu terngangu dan menyebabkan kematian, sedangkan air petir itu akan mematahkan tulang-tulang mu sampai remuk maka jawablah pertanyaan ku siapa dirimu?"


“ Aku sudah bilang nama ku shinara


Seorang mahasiswi yang di paksa masuk kedalam militer oleh ayah ku, aku hanya____”


 Shinara perlahan kehilangan kesadaran nya sebelum melanjutkan kata-katanya, 


Key melihat shinara denga tampang puas bisa menyiksa seorang mata-mata.


 Derap langkah kaki memasuki ruangan, terlihat beberapa orang berseragam militer masuk kedalam sana menemani sang jendral yang tadi di temui shinara.


“ UHUKK UHUKK ," ia terbatuk-batuk.


“ Siapa yang memberimu ijin untuk menganiaya dirinya key?" Tanya khey kearah pemuda di depan nya.


“ Dia mata-mata yang menyusup masuk kedalam laboratorium," Jawab key tanpa menghiraukan orang di depan nya


" Key apa kau bodoh hah? Dia adalah gadis dari keluarga sheira apa kau gila ingin membunuh nya?”


“ Sheiran?"


“ Yah! Dia di kirim oleh dia untuk mengembangkan bakat di dirinya. . . seseorang selamat dia,” Printah Jendral membuat seorang pria masuk kedalam sana dan membawa tubuh shinara ke pinggiran.


 Doktor Li pun datang atas pangilan darurat dari jendral khey dengan cepat langsung memeriksa keadaan shinara yang masih terbaring tak sadarkan diri.


 Dokter Li menyelimuti gadis itu sampai dada nya, dan memberikan kode ke arah jendral untuk mengikuti nya ke luar ruangan.


 Disinilah mereka berada di sebuah ruangan bernuansa putih dengan banyak nya monitor dan alat-alat Lain nya. 


 Dokter Li memberikan beberapa data kearah jenderal yang terdiam memperlihatkan gerak-gerik keponakan muda nya.


“ Kenapa dengan epresi kau Li ?" Tanya jendral ke arah nya dengan tampang aneh.


“ Tak ada yang serius? Hanya saja luka nya menutup sendiri ini sangat lah aneh? Apa dia berasal dari ras vampire?" Tanya dokter li.


“ Dia hanya manusia biasa...”


“ Apa ada yang kau sembunyikan jendral?" Tanya dokter Li dengan tampang menyelidik.


“ Dia hanyalah gadis kecil yang selalu menangis dari usia dini namun tak ada suara isakan dari nya, perlakukan dia sebagai prajurit biasa,” Printah Jendral membuat dr lie bungkam.


“ Baik! Akan saya lakukan,”


“ Ais, kau anak yang merepotkan!!"


 Jendral pergi dari sana meningalkan shinara yang baru saja terbangun, ia sengaja berpura-pura masih pingsan untuk mendegar semua pembicaraan diantara mereka.


Ke esokan pagi nya . . .


 Kini Shinara dan prajurit lain nya berada di sebuah lapangan pertempuran mereka di hadapkan pada pelatihan militer, untuk mengetahui susuk beluk perang membuat gadis itu tergagap bagaimana bisa seperti ini.


“ Nama ku Laksamana wiskey kalian bisa memanggil ku key! Hari ini kalian akan dihadapkan pada pertempuran melawan para robot kuharap kalian bisa berjuang sekuat tenaga agar bisa mempertahankan negara ini dari bahaya,” Ujar key dengan nada tinggi penuh kewibawaan.


“ Siap laksanakan," ucap mereka serentak dengan menghormat ala seorang prajurit.


 Pertempuran mulai di lakukan mereka masuk kedalam lapangan dan dihadapan pada robot-robot cangih yang sudah di duplikasi mengunakan nada penyerangan.


 Shinara hanya diam dan menghindar dari serangan pada robot ia sedikit tak nyaman jika haru mengeluarkan kemampuan milik nya.


 Laksamana Key lebih tertarik melihat adegan prajurit baru yang hanya menghindar dan diam, di Bandingkan prajurit yang terus menembak ke Arah robot yang terus saja meleset.


“ Aku merasa ada orang yang terus memperhatikan!!" Guman batin shinara mengedarkan seluruh pandangan nya.


 Tanpa ia sadari sebuah robot siap menghantam nya, shinara menoleh lalu melompat ia melambung di udara lalu memutar badan nya dengan cepat.


Shoot


Whoos


 Sebuah angin menyerang ke arah semua dengan serentak, shinara terdiam di kerumunan orang-orang yang baru saja tercengar karna robot-robot itu menjadi di luar kendali dan menyerang secara brutal ke arah mereka.


 Shinara terdiam dengan senyuman puas nya ia sengaja berpura-pura terluka membuat ia bisa melihat adegan saling menyerang diantara mereka semua***.