Shinara Nebula

Shinara Nebula
19



***Hyona saat ini tengah berbaring di lantai.


Wajah nya menyedu ia beberapa kali mengigit seorang pemuda pertama kali nya ia bisa kehilangan kendali.


Di saat semua nya meningalkan dirinya hyona di angkat menjadi seorang putri dari jendral hanya saja hyona adalah seorang bangsawan keturunan vampire.


Kini perempuan itu tengah terdiam memandangi nya di kaca terlihat taring yang mencuat kebawah ia tak menyangka bulan purnama malam ini bisa membuat nya lepas kendali.


Perempuan itu tengkurab di jendela beberapa butir air bening keluar dari sudut mata nya, Hyona berpura-pura lah di depan semua orang. meskipun itu di depan orang yang kau cintai . . .


Mungkin sekarang lah itu yang kulakukan


Berpura-pura bahwa aku hanyalah gadis lemah, menyembunyikan bahwa aku adalah sosok yang menyeramkan


Berpura-pura bahwa aku tak pernah mengenal apa itu kehidupan yang damai Karna semua nya hilang dengan sosok tersembunyi dirimu.


Hyona melangkah kaki nya beranjak dari kusen jendela menuju sofa besar di kamar nya, beberapa budak darah terdiam melihat perempuan yang kini tengah terpuruk 


Di sisi sofa itu adalah awal pertama kali nya ia membunuh seorang gadis karna kehilangan kendali membuat hyona sangat trauma akan kejadian itu.


Flash back


 Usai jalan-jalan seorang gadis bernama Mika itu hendak menemui hyona sebagai seorang senior, ia ingin meminta beberapa saran untuk dirinya sendiri agar bisa mengikuti tes masuk.


 Mengikuti langkah nya pelan-pelan sosok gadis bernama Mika itu terdiam di ambang pintu berfikir untuk masuk atau tidak ke kamar hyona.


“ Bagaimana ini?" Tanya mika pada seorang pemuda yang juga ikut bersama nya.


“ Mika,


 Aku sudah mengantarkan mu pada ruangan senior aku harus pergi sekarang...”


 Pemuda bernama Joseph itu pergi dari sana meningalkan gadis berambut biru itu sendirian.


“ Joseph tunggu," Guman mika.


 Namun kini Josep sudah hilang dari pandangan nya membuat gadis itu membolak-balik kan kartu indentitas milik dirinya.


 Mika menyalangkan lampu ruangan itu terlihat beberapa bercak darah di kamar hyona membuat nya sedikit ketakutan, Dimana hyona ia bertanya-tanya bagaimana keadaan dirinya yang hanya ada beberapa bercak darah membuat mika sangat khawatir.


 Mika kembali berlari keluar dari sana ia berencana untuk meminta pertolongan karna hyona hilang, hanya saja sebelum tangan nya menganpai knop pintu seseorang tengah menatap dirinya dengan pandangan nafsu.


“ Darah________ Darah ______!!' guman nya ke arah mika yang mundur ketakutan melihat hyona begitu menyeramkan.


“ Senior... Ada apa dengan mu?"


“ Berisik! Pergilah jika kau masih sayang pada nyawa mu," Triak hyona diambang batas pada mika.


“ Tapi senior luka mu itu,"


* PLAKK *


 Tepisan kasar mengenai tangan mika


Hyona menepis uluran tangan mika yang begitu menggoda baginya untuk mengigit dan meminum habis darah nya.


“ Cepat lari atau aku akan membunuh mu sekarang!!"


“ Senior sakit!!"


 Mika merintih kesakitan merasa lengannnya di cengkram erat.


 Pukul 23.00 bulan purnama merah sudah mencapai puncaknya, hyona semakin mengila ia mendadak memangsa para budak darah yang sudah tersedia di kamar nya bukan hanya itu beberapa kali hyona menangkap dan meminum darah para prajurit lain nya.


 Melihat hal itu Mika yang bodoh malah kembali lagi untuk menolong nya, kini hyona tak bisa mengendalikan lagi hawa nafsu nya dengan cepat ia melesat kearah hyona dan mengigit leher mika menghisap darah nya dengan rakus.


“ Dasar bodoh!"


“ monster," Gagap hyona yang sudah mulai merasakan efek samping.


 Perlahan-lahan hyona mulai kembali normal ia menoleh ke samping terlihat mika tengah terbaring di pojok sofa, kulit nya mengerut, pupil mata nya mengencil Bahkan wajah nya pias.


" Mika," hyona berjalan ke arah nya.


Ia memeriksa detak jantung nya naas mika tewas karna terlalu banyak kehilangan darah.


Mayat mika di bawa untuk di kremasi sedangkan hyona mendapatkan hukuman akan di kurung selama beberapa bulan,


Hari demi hari hyona semakin tak terkendali ia selalu merontak dan bertriak Inggin darah.


 


5 Januari ....


 Seorang pemuda berseragam militer masuk kedalam sel pengurungan hyona Ia mengapai wajah hyona membelai nya dengan lembut, gadis itu mendongkrak melihat makanan yang begitu mengugat selera.


“ Jadi


 Kamu adalah ras vampire yang tersisa!!" Ucap pemuda itu ke arah hyona.


“ Darah! Aku ingin darah kumohon hiks," Ujar hyona dengan nada memelas ke arah pemuda itu.


“ Tutup mata mu! 


Rasakan bagaimana berada dalam kegelapan sembunyikan semua yang asli


Berpura-pura lah hyona maka kamu akan bebas!!" Pemuda itu menutup mata hyona yang tengelam dalam alam bawah sadar nya, seketika wajah nya kembali menjadi normal taring yang mencuat kembali menghilang.


“ Nama ku wiskey! 


Untuk sekarang kau bisa berlatih menjadi seorang prajurit hanya saja jangan meminum darah lagi," ia melepaskan borgol pada tangan dan leher hyona.


 Gadis itu mengikuti langkah wiskey dalam kegelapan ia beberapa kali menatap pantulan dirinya di tembok yang tersinari cahaya obor.


 Hyona menegandah melihat malam yang sunyi, ia berterima kasih pada wiskey yang telah membawa nya keluar.


Aku tak tau apa yang harus ku lakukan, perlahan-lahan kesepian ini begitu besar dan sulit di tahan.


Hatiku juga mulai memasuki tahap kelam


Diriku yang bahkan tak menyukai cahaya


Memang benar lubang itu membutuhkan rasa kesepian dan didalam nya hanyalah ruangan hampa dan kelam.


Suatu saat aku ingin membalas rasa sakit ini dunia yang menyebalkan.


Aku tak punya sama sekali teman tak ada dan jangan percaya pada siapapun bahkan bayanganku akan meningalkan ku di dalam kegelapan.


Semua orang


Semua orang asik dengan dunia nya masing-masing dan aku tetap sendiri dimana hati nurani kalian apa sudah tak ada untuk ku, aku tak ingin di kasihani yang aku inginkan agar kalian mengangap keberadaan ku.


 Hyona memandang sedu ke arah wiskey yang tersenyum dalam epresi dingin seolah mengatakan akan baik-baik saja Ia mengulurkan lengan nya ke arah


Aku mengapai uluran tangan nya.


 Hanya ini sampai saat itu tiba***....