
*Fyuhh . . . ***Akhirnya selesai juga! Sebaik nya aku cepat-cepat pergi dari sini sebelum dia menemukan ku. . .“
Sosok itu naik ke atas jendela dan melompat ke bawah tanpa ia sadari
Sebuah ranting patah membuat bunyi yang menyadarkan Kaname yang tengah menikmati hujan deras di sisi kolam renang di halaman depan rumah nya.
“ KREK "
Kaname mendongkrak ia terkaget melihat kesamping dengan cepat mengambil sebuah pistol dari balik jaket nya “ Siapa disana?" Ujar kaname dingin dengan nada suara yang tinggi.
“ .............”
Tak ada sahutan sama sekali, Kaname melangkah kaki nya mengecek ke sana namun tak ada jejak sama sekali hanya ada seekor kelinci yang di pelihara oleh lily membuat nya menghembuskan nafas lega.
Kini sosok pemuda itu tersenyum sinis untung saja ia bisa melarikan diri secepat nya, saat Kaname menghapiri nya sebuah tali muncul membuat ia bisa melompat ke tembok yang lumayan tinggi sesuatu pasti akan terjadi di pertemuan yang selanjutnya akan lebih mendebarkan aku menunggu nya sosok itu menghilang di telan rintikan hujan yang deras.
*******
Pagi hari pun tiba kini sang Surya baru saja menampakan diri nya di selingi oleh kicauan burung yang tengah beryanyi dengan damai membuat hawa pagi lebih bermakna menyambut datang nya hari yang belum pasti.
Shinara mengejapkan beberapa kali mata nya sebelum iris berwarna merah itu perlahan terbuka menampakan mata merah yang redup namun begitu dingin di dalam nya. Shinara merasakan sakit di tengkuk leher nya ntah apa yang terjadi kemarin malam membuat nya bisa pingsan begitu saja keanehan yang selalu terjadi di tanggal 8 November setiap tahun nya.
Shinara beranjak menuju kedalam kamar mandi mengisi bak mandi nya dengan air hangat, taburan bunga mawar menambah kesan rilek yang menyegarkan untuk shinara ia menelungkupan wajah nya pada sisi bak up memikirkan cara-cara yang begitu rumit yang harus ia lalui.
“ Bagaimana aku memprovokasi Kaname agar mengetahui ibuku...."
Guman shinara pelan ia menenggelamkan wajah nya pada bak up membuat tubuh nya tengelam dalam air hangat, tubuh nya seperti kehilangan tenaga lemas dan tengkulai di telan oleh air.
“ YANG MENANG AKAN MENDAPATKAN HADIAH DAN YANG KALAH AKAN MENDAPATKAN KARMA....”
“ Hah hah hah"
Deru napas tak beraturan di barengi oleh dada nya yang bergetar shinara langsung terlonjak ke permukaan bayangan itu selalu datang lagi dan lagi.
Tok, tok, tok
Suara ketukan pintu menyadarkan shinara
Ia beranjak dari air menuju ke arah gantungan handuk memakai nya dengan cepat dan menarik pintu kamar nya.
Di luar terlihat Seseorang tengah terdiam dengan wajah yang di tekuk siapa lagi kalo bukan dokter Li yang tengah berkutik dengan laptop nya.
Dokter Li berdehem pelan ketikan shinara menghapiri nya gadis itu menatap dengan epresi tanda tanya ketika dokter Li memberikan sebuah chip pada nya.
Shinara mengambil chip itu dengan tanda tanya dan membolak-balik benda pipih di jepitan jari tengah nya.
“ Kenapa?" Tanya shinara pada nya membuat dokter Li menunjuk ke arah monitor terdapat gambaran satelit.
“ Sistem kita di retas.."
“ Ais, memang siapa yang memberani menantang kita?" Ujar shinara berkaca pingang dengan tampang heran sekaligus kagum pada kelompok peretas.
“ YLO mereka yang meretas sistem keamanan kita, lalu bagaimana sekarang
Jika Kaname mengetahui kita akan dalam bahaya bukan nya kau bisa meretas shinara? Kau pasti membuat virus kan?" Tanya dokter Li dengan pandangan berharap ke arah gadis yang tengah bersilat lidah di depan nya.
“ Kenapa harus aku? Lagian aku bergabung hanya untuk mencari tahu ibuku itu saja urusan itu adalah urusan kalian....!!!"
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki menuruni tangga lantai dua dengan pelan, ratusan anak tangga telah ia lewati hingga sampai di aula dimana banyak orang tengah berkumpul sekarang. Dan kaneme menjadi pusat dari orang-orang yang menjadi perhatian para personil.
Kaname menyimpan dokumen di depan nya kasar dan berlarih ke arah shinara yang menarik koper hitam yang lumayan besar.
“ Apa kau yakin akan pulang sekarang?" Tanya Kaname dengan nada dingin sedikit meninggi ke arah shinara.
“ Ayah ku meminta ku pulang, dia mengutus bawahan nya menjemput ku
Jadi kerja sama kita berakhir..." Cibir shinara ke arah Kaname yang terdiam.
“ Apa kau tak penasaran tentang ibumu?" Ujar nya dingin sarat akan ancaman yang dalam.
“ Kenapa? Kau sendiri hanya mempermainkan aku saja dengan hal berkaitan tentang ibuku?" Ejek shinara mengejek dirinya sendiri membuat kaname mendilakan sebelah mata nya.
“ Sampai jumpa..."
Shinara menarik koper nya keluar dari Mashion hanya sebelum dirinya keluar dari pintu utama kalimat Kaname membuat nya membatu di ambang pintu.
“ Shinra adalah ibumu...!"
Shinara menegang lalu menarik napas ia menarik koper nya kembali menuju sebuah mobil hitam yang telah terpangkir di area Mashion Kaname, sosok jangkung berseragam hitam dengan sarung tangan khusus datang dan mengambil koper nya menaruh pada bagasi lalu mobil itu meningalkan kawasan sana.
Sedangkan di aula kini Kaname mendadak bak mood ia melampiaskan semua kekesalan na pada para personil yang meminta ampun sambil bersujud untuk meredakan amarah nya.
“ Kalian berdiri..!" Kaname membentak para anggota membuat mereka mendongkrak ke atas.
" Apa kepergian shinara adalah rencana mu?" Tanya dokter Li yang baru saja datang dari arah tangga.
“ jangan bahas dia... Itu pilihan nya!!" Kaname meningalkan mereka sendiri.
Shinara menarik sudut lengan baju bodyguard nya dengan perasaan aneh
Bodyguard itu menautkan alis nya bingung.
“ Kenapa?"
Shinara mengeleng pelan membuat bodyguard itu mepuk puncak kepala nya.
“ Apa kau kesepian?" Ujar nya lembut.
“ Tidak____ kenapa malah kau? Kemana Yunho?" Tanya nya penasaran dengan nada sedikit kecewa membuat bodyguard itu memegang lengan shinara kuat.
“ Apa di hatimu hanya ada Yunho, Bagaimana dengan ku?" Tanya nya pelan.
Shinara menoleh ke samping saat sebuah troli hampir saja menabrak nya sebelum dengan sigap Lester menarik nya kasar, mereka terjatuh ke arah kanan.
Shinara meringis sakit sunguh bahkan wajah nya pun memerah sedangkan Lester sendiri menatap acuh namun samar rona merah menghiasi pipi nya***.