Shinara Nebula

Shinara Nebula
10



***Melamun lebih menghabiskan tenaga dari pada bertarung itu yang dirasakan shinara


Memikirkan jawaban yang belum di tentukan membuat kepala nya puyeng. tiba-tiba seorang berdiri dihadapannya nya membuat gadis itu terlonjak kaget.


" Apa kau tak cape terus berada di sini shinara?" Ia melihat sekeliling kamarnya lalu Mata nya tertuju pada sebuah boneka di lemari bersama dengan sebuah bingkai berisikan dua orang.


" Lester! Aku sudah bilang kau bisa tidak jangan datang dan pergi seperti hantu!!" Ucap shinara dan menghalangi arah pandangan Lester.


" Shinara. Benda ini untuk mu!" Ia memberikan sebuah pedang kearah nya.


Shinara terkejut melihat pedang panjang dan tajam di sisi pedang itu tertulis nama shinara dengan huruf kanji.


" Ini untuk ku?' tanya nya tak percaya kearah Lester yang menganguk.


" Pedang itu terbuat dari taring pedora 


 Aku menduplikat nya untuk mu semonga kau suka, dan tak merepotkan ku kedepan nya karna kau juga bisa bela diri!!"


 JDERRR


 Kini Shinara terdiam sia-sia saja ia terkesima dan baper jika akhirnya ia dijatuhkan dengan tragis dengan ucapan Lester.


" Terserah pada ku! Dan ingat sebelum aku memangil mu kau tak perlu datang. Aku bisa melawan mereka hanya saja aku terlalu lambat dalam menguasai kecepatan itu adalah kelemahan ku, jadi Lester tolong saat aku tak memanggil mu jangan datang karna aku adalah seorang pembunuh kejam," Shinara menegelamkan wajah nya pada bantal milik nya.


 Lester menghilang dari sana membuat gadis itu terdiam dan menatap kamar nya terlihat beberapa boneka yang sudah lusuh dan kucel.


Sejak tubuh ku melemah aku tak bebas bertarung seperti dulu karna semua ha itu mengangu diriku .


 Shinara menutup mata nya tak lama kemudian ia sudah terlelap dalam alam mimpi nya.


 Pagi hari  di kediaman seiran ketiga pemuda tampan yang berada di sana tengah enak-enakan memakan sarapan mereka hanya ada Detingan sendok dan garpuh di sana.


 Zero memperhatikan ke empat pemuda tampan yang kini tengah asik memakan seafood yang dikirimkan putri nya tadi.


Drttt . . Drttt . . Drtt . .


 Suara henfoun berbunyi memecah keheningan disana salah satu pemuda berambut merah itu menatap nama yang tertera di layar ponsel nya.


SHINARA FROM.


YUN TEMANI AKU BELANJA KE TOKO BONEKA TAK ADA BANTAHAN JAM 8 AKU TUNGGU DI RUMAH KU.


 Pesan itu membuat Yunho terbatuk-batuk karna kaget sudah lama sekali dirinya tak di minta menemani gadis nakal  berbelanja.


" Yunho  Ada apa dengan mu?" Tanya zero dengan pandangan penuh selidik.


" Seperti nya aku harus pergi sekarang," ia beranjak dari sana.


 Zero memandang dengan tatapan devil kearah Yunho bersama dengan kedua pemuda tadi yang memandang nya penuh tanda tanya.


" Jangan memandang ku seperti ini! Tuan putri mu menyuruh ku menemani berbelanja pasti dia akan menyiksa ku lagi," ucap Yunho dengan nada memelas ke arah ketiga orang di hadapan nya.


" Pergilah jangan membuat nya menunggu lama! Selain Kevin kau yang selalu dekat dengan nya!!" Zero mengasongkan kartu hitam kearah Yunho.


" ATM limited?"


" Manjakan dia!" Yunho tak mendengar kan ucapan zero dan pergi dari sana.


 Lester menatap makanan dengan tak nafsu lagi ia memberanikan diri untuk bertanya" Sebenarnya shinara itu siapa dia bukan putri mu kan?" Tanya nya tepat sasaran membuat zero terdiam.


" Lester ada apa dengan mu?" Tanya zero tanpa menghiraukan ucapan nya tadi.


" Tuan tolong jawab pertanyaan tadi aku juga penasaran! Kenapa dia selalu dimanjakan padahal dia sendiri selalu acuh pada mu?" Tambah Rian membuat zero memandang kedua pemuda itu dengan tatapan aneh.


" Aku harus melindungi nya," Jawab zero tho the poin membuat kedua pemuda itu diam.


Skip time


Pagi ini Mall tampak ramai, suasana ricuh para pembeli dan penjual. Orang-orang sibuk dengan dunia nya masing-masing tampak antusias di hari libur sekarang.


  Seperti dua orang remaja yang sekarang tengah mengunjungi salah satu toko boneka terbesar yang berada di mall itu Mereka masuk kedalam nya dan melihat semua deretan boneka-boneka lucu dihadapan nya.


" Kelinci, beruang, kura-kura, panda, kuda, hello Kitty dan juga Doraemon," ia mengambil semua boneka yang menurut nya lucu dan cantik.


" Memang nya kenapa?" Tanya shinara dengan acuh penuh kesinisan membuat yuhno diam dan membawa nya ke kasir.


 Yunho memberikan kartu limited milik nya dan menyerahkan pada pelayan kasir yang tengah kegirangan menerima kartu hitam di hadapan nya.


" Tuan dimana alamat anda biar nanti barang nya dikirim kerumah anda?" Tanya kasir itu lembut kearah Yunho yang terdiam dan menuliskan alamat tempat tinggal shinara.


" Mohon kerja sama nya!"


" Baik,"


 Yuhno memelas melihat struk pembayaran yang berjajar ia menelan ludah nya beginilah jadi nya jika menemani seorang putri belanja bahkan jumlah nota yah sama dengan uang untuk dirinya jajan selama sebulan.


 Kevin Kevin kau bisa tahan bahkan mengajak nya berlanja walau gadis itu tak mau kau pria sejati mengorbankan uang mu untuk nya.


 Yunho memelas mengigat kawan nya yang sangat memanjakan shinara ia ingat saat gadis itu tengah badmood dengan memaksa ia membawa shinara berbelanja karna dengan begitu gadis itu akan kembali ceria.


 Yunho mengajak shinara ke taman hiburan ia melihat ada kehampaan di wajah gadis itu membuat nya tak tega untuk mengangu nya. Sepanjang perjalanan tak ada yang bersuara hanya dihiasi keheningan membuat Yunho memutar lagu dalam radio mobil nya.


17.00 waktu standar Tokyo.


 " Kita sampai," ujar Yunho membangunkan shinara yang tertidur.


" Ini dimana?" Tanya shinara sambil menatap Yunho yang cengegesan melihat shinara yang linglung.


" Taman hiburan," ucap nya girang membuat gadis itu mengeyitkan dahi nya heran ada apa dengan Yunho.


" Ayo kita masuk," ujar Yunho membuat Shinara menganguk semangat.


 Mereka memasuki taman hiburan dan mencoba berbagai wahana dan permainan yang berada di sana di mulai dari roller coaster, tornado, rock and fill dan yang sekarang kini mereka coba adalah rumah hantu.


 Shinara memegang lengan Yunho kuat mendegar suara aneh yang membuat tubuh nya bergetar hebat.


" Yun kita pulang yuk!" Ajak shinara ke arah Yunho yang tertawa melihat reaksi shinara yang di luar bayangan nya.


" Ayolah ini hanya tres adrenalin!!"


" Tapi kenapa kau tak bertriak sama sekali melihat jajaran hantu yang membuat jantung hampir copot?" seru shinara sambil menunjuk wajah Yunho.


" Hahaha . . . Mana mungkin shinara . . .itu semua hantu palsu . . . Lebih menyeramkan dari mu saat sedang datang bulan . . . Hahaha," sahut Yunho sambil menurunkan tangan shinara yang menunjuk-nunjuk kearah nya . . .


" Yunho maaf! Mungkin kita bisa bersama sekarang tapi mungkin besok lusa kita sudah berpisah," Ujar shinara merosot ke tanah saat mereka sudah keluar dari rumah hantu.


" Sejak aku masuk kedalam UQ holder aku sudah menerima resiko nya," Yunho mengangkat wajah shinara dan berjongkok menenangkan nya dengan mengusap punggung wanita itu.


 Ada apa dengan gadis ini kenapa baru kali ini ia memperlihatkan sisi lemah nya kepada orang  bahkan dulu  sangat sulit hanya untuk bicara beberapa kata dengan nya.


" Jangan seperti ini shinara! Bagaimana kalo kita kesana mencoba wahana kau tau hadiah nya boneka loh," Tawar Yunho membuat Shinara mengangkat wajah nya lalu menganguk.


"Aku ingin mencoba yah," ujar Yunho mengasongkan beberapa uang kertas kearah pemilik stand itu.


TAK! TAK! TAK!


 


 Suara senapan kayu yang di pegang shinara menghantam mengenai kaleng-kaleng di depan nya, wajah antusias shinara terlihat berbinar ketika ia bisa menjatuhkan semua kaleng yang berjajar.


" Hmm, tembakan mu Bagus shinara apa zero melatih ku?" Tanya Yunho.


" Para jendral militer dan Karin yang melatih ku ...." Balas shinara singkat . . .


" Lihatlah aku bisa memenangkan semua boneka itu loh!!" Senyum shinara mengembang. Saat shinara sedang menembak pemilik stand mengehentikan nya karna ia bermain sebelum membayar dengan cepat Yunho menghentikan nya.


" Jangan .... Biarkan saja beberapa kali pun ia mencoba aku yang bayar," ucap Yunho membuat pemilik stand itu menganguk mengerti.


 Setelah mencoba hampir ke 20 kali nya Shinara mulai merasa bosan, sedangkan yuhno hanya melihat gadis itu yang sangat gigih dalam hal menembak membuat nya sangat iri karna memiliki kemampuan spesial dari lahir tak seperti dirinya yang harus berlatih keras.


"Pak saya rasa anda akan bangkrut jika nona itu terus bermain," ujar Yunho kearah bapak itu.


" Hahahah seperti nya," tawa bapak itu terlihat cangung.


 Shinara menatap bosan kearah Yunho yang langsung Tersenyum mendegar ucapan kasar yang keluar dari mulut gadis itu***.