Shinara Nebula

Shinara Nebula
Penganti



"***Ais. Apa putri belum sadar juga?"


“ aku tak tau!!!?"


“ Merepotkan saja... Putri itu kan...."


 Para pelayan kini tengah bergosip mengerumuni seorang gadis yang tengah berada di peti kematian. Dia adalah putri dari kerajaan wisteria seorang putri yang lahir dari raja kerajaan Celarines dan putri kerajaan wisteria hanya saja sayang nya umur nya sangat pendek ia menjalani sebuah misi hingga akhirnya tewas.


 Pangeran yang tak jauh dari sana mencengkram erat pengelangan tangan nya melihat pemakaman adik nya Tak berjalan dengan sesuai tradisi banyak ocehan dan gosipan membuat amarah nya meluap.


“ KALIAN CUKUP WALAUPUN DIA ADALAH ANAK HARAM AYAH TAPI KALIAN TAK BISA SEENAK NYA SEPERTI INI . . .


DIA JUGA MASIH SEORANG PUTRI!!!" Lontar pangeran yang di ketahui bernama Shu membuat semua pelayan bungkam memang benar rumor yang di sebarkan di sekitar istana bahwa pangeran menyukai adik nya sendiri.


“ Maaf pangeran!!"


“ Tolong maaf kan aku..."


 Pangeran meninggal kan ancara kremasi dengan perasaan marah, langkah kaki nya seakan mengawali setiap pukulan yang ia terima atas kematian adik nya Dong e'r.


 Di lain tempat.


 Tepat di sebuah bilah salju terlihat sebuah tubuh tengah terbaring di hamparan es yang dingin, wajah nya membiru karna tertimbun salju yang dingin.


Tak ada suara sama sekali hanya terpuan badai salju yang menerpa tubuh kecil itu


Mata gadis itu perlahan mulai terbukamenampakan iris merah yang pekat sepekat darah segar, wajah nya menunduk karna tak kuasa ia gerakan seakan tubuh nya menjadi kaku.


 


DRAP


DRAP


DRAP


 Suara langkah kaki kuda menenbus keheningan di bilah salju, sosok berbaju besi turun dari kuda nya menghapiri tubuh yang hampir membeku, ia berjongkok ke bawah lalu menarik kepala sosok itu agar melihat ke arah nya. 


 DEG


Jantung nya berdetak cepat saat melihat wajah gadis itu yang kini tengah sekarat, bahkan darah dari sudut bibir nya saja mulai mengering.


“ Kalian bawa gadis ini ke dalam kereta...!"


“ Ta–pi ratu ..."


“ Apa kalian ingin menentang ku? Cepat bawa dia sebelum gadis ini membeku?!!!"


“ Baik– yang mulia....?!!!"


 Para prajurit yang berada di belakang nya membopong tubuh gadis itu ke dalam kereta, perlahan pandangan gadis itu mulai memburam bahkan kepala nya berdenyut sakit hanya langkah derap kuda yang terdegar sebelum ia kehilangan kesadaran nya sepenuhnya.


  Kerajaan Celarines.


Menggoyangkan kain gordeng putih di dalam nya, suara air terjun terdegar begitu damai membuat siapapun akan terlena dalam kepuasan.


 Kini ranjang mewah berbalut emas yang besar berserta aseksori yang indah


terlihat di dalam kamar nya.


 Gadis itu mendongkrak menatap sekeliling kamar itu, berusaha mengigat apa yang sebenarnya terjadi pada nya.


 Mengucek beberapa kali mata nya berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina ia menguman pelan melihat ke indahan sekitar tempat yang ia yakini adalah istana.


“ Dimana aku sebenarnya?" Guman nya pelan lalu beranjak ke arah jendela yang terbuka lebar.


TAP


Lompatan yang mendarat dengan mulus


Membuat gadis itu senang setidak nya kemampuan nya tidak hilang, walaupun otot-otot nya serasa membeku karna kejadian di antara bilah salju membuat nya mendengus kasar.


 Ia memutar otak nya berusaha mencari ide bagaimana memanjat tembok yang berada di depan nya, sebuah tembok yang sangat tinggi mungkin 20 - 30 meter.


 Ia mengerakan kedua bola mata nya kiri kanan, lalu menemukan sebuah tongkat kayu dengan cepat menarik nya.


Memberikan awahan lalu melompat sebagai tumpuan agar bisa bebas dari tempat itu dan alkasih.


Tap


Berhasil, itu yang ia pikirkan sebelum sebuah petir menyambar ke arah nya.


Gadis itu membulat kan mata nya saat petir menyambar tubuh nya.


JDERRR


 Tubuh nya kaku dan bergetar oleh sengatan listrik, orang-orang di bawah nya melihat kelakuan sang gadis dari awal sampai akhir hanya bisa terkikik Pelan.


“ Ratu Bagaimana menurut mu?" Ujar pelayan yang membopong tubuh gadis itu.


“ Bawa kembali ke kamar nya, gadis ini sangat nakal . . Tambahkan beberapa orang untuk berjaga...!" Ujar nya pelan.


Wanita paruh baya menatap hamparan formasi yang hampir jebol karna ulah gadis itu, sebenarnya siapa gadis itu?


Apa dia gadis yang di turunkan kepada nya


Untuk menjadi pewaris kerajaan CLARINES


Namun kenapa ada perasaan akrab melihat tingkah gadis itu yang mirif seperti putri nya yang kini hanya tingal sebuah nama.


Seorang putri yang berani menjual ibunya untuk kepentingan kerajaan orang lain


Membuat epresi geram tercetak di wajah anggun dan berwibawa milik nya.


“ Dong e'r***