Shinara Nebula

Shinara Nebula
6



***Terlepas dari kejadian beberapa hari kebelakang kini shinara tengah di kelilingi banyak bidak catur milik zero. Kini ia bagaikan seorang raja yang menjadi peran penting untuk dilindungi hanya saja peran seorang raja lebih menyeramkan dari yang di duga.


 Kini villa Shinara di kelilingi banyak pria dan pemuda yang tampan. Rya sedang berlatih menembak bersama Yunho.


 Lester dan Kevin tengah menyiapkan senjata pertempuran untuk nanti berbeda dari keempat bidak catur itu gadis yang berada satu-satunya dari grup mereka hanya mencorat-coret kertas dihadapan nya.


" Shinara apa yang kau lakukan?" Tanya Yunho kearah gadis itu yang tengah memakai pakaian misi nya.


“ Dia sudah datang," balas nya cepat.


“ Dia siapa?" 


“ Lester akan ikut dengan ku, sisa nya tolong jaga anak manja itu," ujar shinara dengan Tatapan devil nya.


“ Ais, aku mencium bau konspirasi untuk melumpuhkan zero yah?" Ledek Yunho yang dibalas tatapan tajam dari shinara.


 Mobil Ferrari itu melaju meninggalkan kawasan villa yang berada di tengah kota Kini Lester tengah menyiapkan Senapan tempur milik nya, yah Lester adalah bidak catur yang paling penting dalam keluarga seiran keahlian nya dalam menebak membuat Shinara selalu berpasangan dengan Lester. Hanya saja Lester kadang bersikap acuh kepada ntah ia membenci nya seakan shinara adalah sesuatu yang harus dihindari.


 Mobil Ferarri biru itu berhenti di sebuah pelabuhan yang berada di sisi Utara kota Tokyo, kini dua orang itu tengah berpencar mencari posisi yang strategis untuk menyerang.


 Langkah kaki pelan memasuki awak kapal pesiar itu, pikiran nya mulai terbayang hal yang menyakitkan dulu namun ia tak bisa terus sembunyi.


“ Siapa disana?" Triak Seorang awak kapal menyeter kearah shinara berada.


“ Bersiaplah untuk mati!" Ucap nya singkat


Ia menarik sarung pedang di tangan nya Melempar kan kesembarang arah membuat Detingan suara pelan.


“ Kalian cepat halangi orang itu jangan biarkan dia bertemu dengan Kim atau kalian akan tau akibat nya . . . Sosok itu mengunakan pedang jadi kalian bisa mengunakan senapan dan pistol untuk menyerang nya! Bagi kelompok menjadi dua divisi habisi gadis itu sekarang juga,"


 Printah pria paruh baya itu membuat para awak kapal dan bodyguard Kim berjajar menghalangi nya.


Kim Jong salah satu Penjahat legendaris dari negara Korea ia adalah salah satu dari tiga poin penting keluarga seiran untuk mendapatkan kekuasaan yang meluas.


Kim Jong memiliki banyak koneksi di luar dan dalam negri membuat nya sangat ditakuti oleh semua penjahat di negara itu.


Dor, dor dor


 Suara tembakan mengarah padaku.


Trang


Treng


Trang


Dengan cepat ku tangkis semua peluru yang mengarah pada ku.


“ Aku tanya sekali lagi dimana Kim berada?" Ujar shinara ia sedikit meyampingkan Leher nya kesamping dengan tatapan kosong.


“ Siapa kau sebenarnya?" Tanya orang itu kearah nya.


“ Menyebalkan,"


Siutt


Trang


Treng


Sprass


Sprass


Sprass


 Shinara menebas para bodyguard itu


Membuat tubuh mereka terpotong, darah berceceran dimana-mana memandikan shinara yang terlihat kegirangan dalam hujan merah itu.


“ Serang dia," triak pria paruh baya itu lagi.


 Para penjaga datang mengepung shinara yang hanya berbekal satu senjata yaitu pedang. Tatapan menyeramkan para penjaga itu membuat Shinara Tersenyum meledek ia menghitung mundur.


Tiga


Dua


Satu


DOR, DOR , DOR ,DOR ,DOR


CUB, CUB, CUB,CUB, CUB


 Peluru itu mengenai jantung para penjaga


Yah itu adalah ulah Lester yang kini tengah Tersenyum penuh kemenangan melihat target nya terkapar tanpa ada satupun peluru yang meleset dari target nya***.



 


 ***Di ruangan Kim Jong.


 Kini ia tengah khawatir dengan keadaan mendesak apalagi semua penjaga yang turut datang bersama nya sudah dihabisi oleh pembunuh yang di sewa negara nya


 Kim hanya bisa pasrah apalagi dirinya turun kelapangan sendiri tanpa persiapan yang matang. Tian melindungi nya ia memberikan sniper pada nya.


* BRAKH*


Pintu di buka kasar oleh sosok itu.


Sosok berlumuran darah dengan mata merah menyala bagaikan api yang menari menginginkan sebuah mangsa untuk ia bakar dalam panas nya api itu.


 Langkah kaki nya yang terdegar berirama


Mendekat kearah Tian dan Kim yang bergetar ketakutan.


“ Kau kau," gugup Kim mundur beberapa langkah.


" Nama ku A001 salah satu uji coba Stockholm . . Seseorang menyewa ku untuk membunuh mu jadi kuharap kau tak melawan agar tak mendapat kan kematian yang menyakitkan,' Senyum shinara yang penuh kesinisan.


 Butuh waktu lima belas menit untuk menghabisi semua orang termasuk kedalam akar-akar hitam nya. Kini shinara tengah berada di antara jasad Kim dan Tian yang masih setengah sekarat.


 Shinara mengelus wajah Tian pelan ntah kenapa melihat wajah Tian mengingatkan nya akan seseorang, ia membuka pakaian Tian yang membulat melihat pedang tajam itu berada diatas nya. Pedang yang telah Merengut nyawa Kim sebagai bos nya dan para penjaga yang melindungi mereka kini habis terbantai oleh gadis berusia belasan tahun itu.


“ Mati! Mati! Mati!"


" CUB "


 Pedang itu menembus permukaan kulit Tian, menembus kedalam jantung nya yang perlahan tak berfungsi lagi. Shinara membelek tubuh Tian dengan pedang nya Memotong bagian yang menjadi inti kehidupan manusia itu.


 Ia mengambil jantung Tian dengan lembut lalu mengelus wajah Tian lembut membuat noda darah mengenai wajah nya, shinara berjalan keluar dari sana meninggal kapal besar yang kini hanya tinggal sebuah tempat bagi para mayat laki-laki dengan sayatan dan tembakan yang mengenai tubuh tak bernyawa mereka.


 Lester menunggu shinara di dekat pelabuhan ia membawa beberapa makanan kesukaan gadis itu.


 Cukup lama menunggu samar-samar terlihat bayangan gadis itu yang berjalan dengan lunglai wajah nya penuh darah, pakaian yah compang camping akibat tebasan lawan nya.


“ Gunakan ini," Ia memberikan jantung itu kearah Lester yang terdiam. Ia meneguk Saliva nya melihat gadis itu tak tanggung-tanggung membawa benda yang menurutnya sangat menyeramkan itu.


Tak ingin tingal terlalu lama disana mereka meninggal kan kawasan itu, sebuah tempat dimana seorang keluarga seiran melancarkan asik jahat nya***.