
***Shinara terbangun dari tidurnya ia merasakan sesuatu yang panas berada di tubuh nya, ia menoleh melihat sekeliling kamar itu dan tercengang ada sebuah Lambang aneh menghiasi tubuh nya.
Perlahan lambang itu tersedot dan terbentuk sebuah ukiran sayap pada sisi samping perut nya.
“ Antimetori nebula itu apa?" Guman shinara dengan penuh tanda tanya.
Ia melihat sebuah amplop coklat berada di meja naskah samping tempat tidurnya, ia merogoh isi amplop itu terlihat sebuah chip dan surat di halaman kosong di dalam nya.
Setelah membaca semua deretan kata-kata itu ia mengambil pakaian misi nya Sudah saat nya ia menargetkan orang itu.
Shinara berjalan menuruni anak tangga terlihat bibi An tengah mengelap meja makan.
" Shinara! Kamu mau kemana tengah malam begini?" Tanya bibi An dengan lembut membuat gadis itu menoleh.
" Menagih hutang!"
" Managih hutang malam begini?"
“ Ahaha aku ada misi sebentar bi! Tolong kunci semua pintu yah dan ingat jangan membuka pintu sebelum aku telpon yah bi," Ucap shinara mengambil pedang tajam dan menaruh nya di pungung nya.
" Hati-hati non!!"
Shinara Tersenyum dan berjalan menuju ke arah garasi mengeluarkan sebuah motor ninja berwarna hitam, ia mengambil helm nya dan hendak pergi sebelum suara menghentikan kegiatan nya.
“ Aku akan ikut!!"
" Lester tidak kau disini saja, saat aku butuh bantuan aku akan memanggil mu! Oh yah sampai jumpa,"
Shinara mengas motor nya keluar dari rumah baru nya yang berada di kawasan Nagoya. Ia mengendarai motor itu dengan sangat kencang di jalanan yang ramai tanpa mempedulikan sekitar nya, hanya suara otak-atik mesin dan serangga yang menemani nya sepanjang perjalanan ini.
Ketika shinara tengah fokus dengan pikiran nya yang bergelut tak karuan suara earphone yang telah di modifikasi berbunyi membuat nya mendegus sebal karna membuyarkan lamunan nya.
" Kau dimana shinara? Kenapa tak menjemput ku? Sekarang aku tengah di bar disini banyak mata-mata kumohon cepat kemari!!" Terdegar suara gilgamesh dengan nada sedikit ketakutan.
" Aku sedang berada di jalan! Kau tunggu disana aku akan menjemputmu," balas shinara.
Shinara membelokan motor nya menuju kawasan bar yang berada di tengah kota.
Tak ingin memancing rasa curiga ia memakai sebuah jaket yang menutupi pedang di punggung nya, Ntah kenapa shinara merasakan bar ini memiliki keseraman yang luar biasa membuat seorang shinara pun bisa bergidik ngeri.
Ia melangkah kan kaki nya menuju bar
Terlihat gilgamesh berada di sana dengan minuman di tangan nya. Shinara mendekat kearah gilgamesh yang masih setengah mabuk itu.
“ Gilgamesh!!"
" Shinara! Akhirnya kau datang, bawa aku keluar sekarang juga kumohon," ucap gilgamesh dengan nada memelas kearah nya.
" Tapi aku ada urusan! Aku harus melenyapkan Yui Tian " bisik shinara pada telinga gilgamesh.
" Lalu bagaimana dengan ku," gilgamesh menjauhkan wajah shinara dari nya membuat gadis itu keheranan.
Shinara sempat berpikir lalu terlintas ide gila di benak nya ia tersenyum kecut membuat gilgamesh sedikit ragu dan bulu kunduk nya berdiri semua.
" Ikut aku misi!"
Ia memegang tangan gilgamesh keluar dari bar itu, shinara kembali menyalahkan motor nya dan melaju di jalanan kota gilgamesh sedikit ketakutan melihat cara gadis itu mengemudi bagaikan kesurupan setan.
Gilgamesh mengekor shinara dari belakang memasuki kawasan gedung tua yang sudah lama tak di huni . Sarang laba-laba terlihat di mana-mana membuat nya sedikit ketakutan baru kali ini masuk kedalam hal seperti ini.
Astaga ini gadis gila napah malah bawa gue ke tempat serem bulu kunduk gue semua nya berdiri oy. Para penunggu jangan nagangu gue yah tuh nganguin shinara aja.
Gilgamesh memegang lengan shinara takut membuat perapatan segitiga di kening gadis itu " Aku tau kamu di sini Hina,"
" Keluar lah! Aku menunggu mu disini" Ucap lantang shinara membuat suara aneh mendekat kearah nya.
Bukan sosok hina yang berada di hadapan nya melainkan seorang pria berbadan tegap dengan tombak di lengan nya. Shinara dengan sigap mengambil pedang nya.
" Ini tempat ku gadis kecil! Sudah cukup jangan bermain bersama ku panggil pelayan mu," ucap pria itu menyerang shinara yang melompat kebelakang.
Trang
Treng
Trang
Treng
Shinara menghindar kanan kiri menghindari tebasan tombak nya, ia menyerang ke belakang pria itu naas nya dengan sigap tubuh nya di tendang membuat dirinya terhempas beberapa meter kebelakang.
* BOOOM *
GUBRAK
Shinara terhempas ia meringis sakit saat pungung nya menghantam tembok di belakang nya sampai hancur.
" Sialan kau," ia menembas kembali pria itu tapi hanya sebuah tebasan kosong yang ia kenai.
Cukup lama mereka bertarung tak ada tanda-tanda akan berakhir membuat gadis itu jengkel dan melayangkan racun mengenai tubuh pria itu hanya saja tak ada efek yang memuaskan membuat gadis itu tercengar orang yang ia lawan bukan lah manusia.
Shinara kehilangan kewaspadaan nya" kamu adalah inkarnasi" gagap nya.
Tombak tajam itu siap memotong tubuh shinara. Tapi dengan cepat seseorang memindahkan tubuh nya dari sana shinara menegandah ke atas melihat Lester tengah memandang nya tanpa epresi.
" Lester !" Pangil nya lembut.
" Kembali lah! Aku ingin bersenang-senang," jawab Lester dingin.
" Yo! teryata master mu seorang gadis kecil. Kau tau dia sangat nikmat untuk di ***** bukan hanya itu dia juga akhli dalam bertarung," Pria itu menyapa lesteryang menatap nya tanpa epresi.
" Rancher apa kau hanya ingin bermain dengan tuan ku? Atau dengan ku sekarang?" Tanya Lester dengan sedikit mencibir ke arah nya.
" Ayo mulai!!"
Shinara menatap pertarungan antara Lester dan ikarnasi yang begitu dasyat. Mereka saling menebas dengan kecepatan yang tak terlihat bahkan kekuatan para inkarnasi adalah sesuatu yang tak bisa ia bayangkan.
Malam itu Lester dan rancher saling bertarung dengan sigap. Lester sangat ahli dalam berbagai senjata khusus nya menembak membuat gadis itu terkesima hanya saja racher juga tak bisa dikatakan lemah ia bisa menandingin kecepatan menembak Lester.
Trang
Treng
Trang
Treng
Suara kedua senjata tajam pedang dan tombok mengisi keheningan membuat sedikit bercak api yang keluar karna gesekan.
Lester menembak racher membuat pria itu meringis kesakitan dan menghilang dari sana. Di saat itu Gilgamesh ketakutan karna ada sosok yang baru saja tiba menjulurkan pistol ke arah kepala nya.
" Gilgamesh menunduk,"
" SRETT"
SPRASS
Pedang shinara mengenai tubuh orang itu
Pedang itu kini telah tumpul membuat Shinara mebuang nya sembarang arah.
Lesrer beranjak pergi dari sana menghilang saat itu juga membuat Shinara kebingungan mencari nya, ia kemudian membawa gilgamesh pergi dari sana karna pemuda itu kini tengah pingsan membuat gadis itu mengaruk Tengkuk yah yang tak gatal karna berurusan dengan hal yang merepotkan seperti gilgamesh***.