Shinara Nebula

Shinara Nebula
17



Hari sudah mulai sore cuaca terlihat tak bersahabat. Hujan turun terus menerus di sertaii petir yang menyambar di langit.


Jam mnunjukan pukul 15.00 terlihat sebuah gadis tengah berlarian di sebuah gedung pencakar langit.


 Di dalam gedung besar pencakar langit itu, terlihat seorang gadis tengah menjalankan misi nya. Pakaian yang hitam dan merah menjadi ciri khas nya, ia tak lupa memakai sepatu khusus para intelijen bersama dengan alat komunikasi yang telah dirancang sedemikian rupa menjadi gelang Sebuah gelang yang dapat memaparkan cahaya biru. Sebuah gelang rancangan khusus untuk mengirim informasi rahasia, Vidio call ataupun menelpon walau terlihat seperti aseksori biasa dari luar benda itu merupakan benda Antar anggota untuk meminta bantuan seketika dalam bahaya nantinya.


 Kini gadis kecil itu mengendap-endap masuk kedalam sebuah ruangan pandangan nya melihat kanan-kiri semonga tak ada orang lain di sana.


Gadis itu mencari sebuah benda berharga yang terletak di antara dokumen di lemari buku, ia beberapa kali bergumam kesal karna waktu libur nya harus di gunakan untuk mencari sesuatu yang bahkan tak di ketahui guna nya.


 Jika saja Yunho tak menelpon nya pagi ini mungkin ia akan terus berada dalam balutan selimut hangat nya, tanpa mempedulikan sekitar nya naas saja nasib baik belum berpihak pada nya ia harus mencari sebuah dokumen yang tersimpan di perusahaan " ZE COPT" Sebuah perusahaan paling maju dan paling berpengaruh di Negara A.


 Gadis itu merasa sangat risih Karna keadaan terlalu tenang tak ada penjaga satupun, ia memasang tubuh siaga tak lupa jarum beracun sudah berada di lengan nya yang lentik.


 Lampu ruangan itu terlihat remang-remang membuat gadis itu mengunakan senter kecil yang ia bawa, tak lupa sebuah alat rahasia yang selalu tak lepas dari nya.


“ Ais! Kenapa bulu kunduk ku berdiri semua," guman shinara.


 Ia berjalan mundur beberapa langkah, ia merasa kan sebuah benda keras yang ia tabrak membuat gadis itu secepat kilat menoleh dan menyerang nya.


 Lengan nya berhasil di cengkram orang yang ia tabrak, lalu tubuh mungil itu terbanting ke belakang membuat gadis itu berdecih kesal.


 Tanpa segaja ia memecahkan kaca membuat serine berbunyi, kini mereka berdua tengah menatap tajam saling menyerang satu sama lain dalam kegelapan.


“ Lebih baik mundur dulu!!" 


 Shinara mengambil benda yang ia cari dari lemari dan melompat pergi dari sana


 Sosok itu terdiam melihat gadis yang telah lolos dari cengkraman nya.


 Derap langkah kaki menuju ke arah ruangan nya, sosok itu pun memutuskan untuk mundur dan pergi dari sana.


" BRAKH"


 Pintu di buka kasar.


 Sosok itu mencengkeram kuat dokumen yang telah berantakan, ia memandang ke arah para penjaga yang ketakutan di buat nya.


 Suara tepuk tangan terdengar dari belakang, ia langsung menoleh kebelakang terlihat sosok tampan ber- jas putih tatapan nya bagikan sebuah harimau yang siap menerkam mangsa nya.


Lelaki itu terdiam dan duduk di kursi ruangan menghadap ke arah sosok di depan nya “ Kerja mu tak becus  bahkan seorang intelijen biasa bisa menerobos keamanan kantor kita,” ucap nya sambil menyilang kan kedua lengan nya di dada.


“ Maaf kan saya tuan,”


Salah satu pengawal maju dan meringkus tubuh nya “ Tuan apa yang harus kita lakukan?" Tanya nya ke arah sosok berwibawa itu.


“ Buang ke kolam buaya," ucap nya tengas.


Mata nya membulat mendegar bahwa ia akan di buang menbuat sosok pemuda itu bersujud di kaki nya” Tolong! Ampuni saya tuan jangan bunuh saya," ia memberontak ketika tubuh nya di ringkus.


“ Cepat bawa dia " ucap pemilik perusahaan itu ia memijit kening nya yang sakit.bagaimana bisa dokumen rahasia itu bisa bocor padahal keamanan perusahaan nya sangat sulit di tembus.


“ Mata-mata itu sangat lah memusingkan,” ia menatap keluar jendela pandangan nya menerawang jauh ntah kemana.


****


 Jembatan kota adalah tempat teraman sekarang untung saja ia bisa lolos dari kepungan para penjaga, ia menghembuskan nafas nya perlahan lalu menarik nafas secara berurutan menyesuaikan detak ritme jantung nya yang tak beraturan.


 Ia terduduk di jembatan untung saja hujan sudah berhenti, ia bisa sedikit beristirahat dan memandang pelangi dari ketingian


Terlihat indah dan menakjubkan.


 Shinara mengengam Map di depan nya ia membaca seluruh isi nya lalu mencopy isi. Ia mengerutkan kening nya melihat sebuah chip terselip diantara lembaran kertas putih di depan nya.


“ Ais, ini benda apa yah?" Shinara membolak-balik chip di depan nya.


***Yunho from


shinara kerja bagus, aku sudah mendapatkan rincian nya sekarang kau bisa menghilang kan barang bukti nya***.


****


Setengah hari berlalu kini gadis bernama shinara tengah berjalan masuk kesebuah restoran, ia memesan makanan dengan jumlah yang banyak tanpa pikir panjang ia mengulurkan lengan nya mengambil daftar menu dari pelayan wanita di samping nya.


“ Aku mau ini, ini juga, lalu ini, oh ini, dan ini” Tunjuk shinara pada menu-menu makanan di depan nya.


“ Baik nona! Mohon tunggu sebentar!” Ucap pelayan itu ramah.


 Tak berselang lama muncul beberapa hidangan di depan nya.


Ia memegang dagunya, seketika wajah nya pucat basi dan meraba-raba saku rok nya.


 Ia mendegus kesal saat tak menemukan kartu atau pun uang sepersen pun ia mencoba menelfon Beberapa orang di distrik militer naas nya sambungan telepon nya lobet.


 Shinara bertumpul pada lengan nya sebagai tumpuan wajah nya ia membolak-balik kedua matanya.


“ Nona tolong bayar dulu,”


“ Maaf aku lupa membawa uang! Tolong tunggu sebentar!!”


“ Biak nona.”


“ Ais, Bagaimana sekarang?” Shinara kebingungan ia mendongkrak menatap seseorang yang baru masuk dari pintu wajah nya mendadak sumbringah dengan ide yang terlitas di otaknya. Ia ia menaikan lengan nya berharap pemuda itu melihatnya.


“ Kau kan,” ucap pemuda itu terpotong saat shinara memberikan bil pada nya.


“ Kenapa?” tanyanya dengan menaikan sebelah alisnya.


“ Tolong bayar! Aku lupa membawa uang,”


“ Haah...?"


 


Kini mereka berdua terdiam dalam kesunyian. pemuda itu mengasongkan kartu pada pelayan di depan nya. Pelayan itu sangat senang menerima kartu hitam yang di sodorkan nya.


“ Gunakan ini! Tolong bayar tagihan nona ini...”


“ Baik tuan.”


 Shinara Tersenyum tipis dan menyantap makanan yang sempat tertunda di hadapan nya.


“ Kenapa kau berada di sana?" Ujar Pemuda itu dingin.


“ Hanya menjalankan tugas!”


“ Ais merepotkan!”


“ Ammm .... Ammm dan lagi kau sendiri?” Tanya shinara sambil memasukan potongan puding kedalam mulutnya.


“ Apa perlu ku jawab?" Tanya pemuda itu dengan tampang acuh.


“ Itu hak mu! Lagian kita juga bukan musuh untuk sekarang!” Jawab shinara dengan penuh penekan pada kata musuh.


Membuat pemuda itu tersenyum licik melihat gerak-gerik gadis dihadapannya.


“ Mencari sebuah chip!”


 Shinara mendorong kursi kebelakang dan beranjak pergi dari sana, sebelum itu ia memberikan benda mungil pada nya.


“ Terima ini, Terima kasih atas makanan nya lain kali kita tak akan bertemu lagi, aku tak tau apa gunanya benda itu tapi angap saja sebagai timbal balik untuk mu.....


“ MENARIK ”


  Pemuda itu keluar restoran sesekli melempar chip pemberian gadis itu ia melompat ke dalam pesawat tempur nya lalu menghilang.